Penguatan KASIH 2026 Bersama FK-KMK UGM Tingkatkan Kompetensi Kader dan Keluarga Pendamping Pasien Paliatif

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan kegiatan Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada pasien paliatif berbasis komunitas. Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 kader kesehatan dan anggota keluarga pendamping pasien ini berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuka oleh perwakilan Kelurahan Kricak yang diwakili Bapak Jihad, dilanjutkan sambutan Kepala Puskesmas Tegalrejo, dr. Suharno, serta Ketua Program Studi Magister Bioetika UGM, Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes. Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat.

Hari pertama diawali dengan peninjauan kembali pelaksanaan Program KASIH yang telah berjalan, kemudian dilanjutkan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengalaman, tantangan, serta kebutuhan dalam mendampingi pasien paliatif di lingkungan masyarakat. Diskusi dipandu oleh para fasilitator yang terdiri atas Prof. Dr. Apt. Sismindari S., Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes., Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes., Dr. Retna Siwi Padmawati, M.A., bersama tim pendamping dari Program Studi Magister Bioetika UGM.

Pada sesi materi, Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes. menyampaikan materi mengenai Manajemen Penanganan Gejala Dasar di Rumah. Materi tersebut memberikan pembekalan praktis terkait pengenalan gejala yang umum dialami pasien paliatif, langkah-langkah penanganan awal, serta pentingnya menciptakan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan di rumah. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri kader maupun keluarga dalam memberikan pendampingan secara aman dan tepat.

Memasuki hari kedua, peserta memperoleh materi mengenai Penguatan Aspek Etika dalam Perawatan Keluarga yang disampaikan oleh Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya komunikasi yang empatik, penghormatan terhadap martabat pasien, pengambilan keputusan bersama keluarga, serta penerapan prinsip-prinsip bioetika dalam setiap proses pendampingan. Materi ini menjadi pengingat bahwa pelayanan paliatif tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga pada penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kualitas hidup pasien.

Program ini juga mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan perawatan paliatif berbasis masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas kader, keluarga, dan mahasiswa melalui edukasi berkelanjutan. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung dengan memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan layanan paliatif yang berkualitas. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Rafi).