Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memiliki komitmen untuk memperkuat perannya dalam pengembangan manajemen kesehatan bencana di tingkat regional. Komitmen ini dibuktikan melalui kepercayaan negara-negara ASEAN yang menjadikan FK-KMK sebagai sekretariat permanen dari ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM). Kepercayaan ini memberikan bukti bahwa FK-KMK UGM memiliki kapasitas yang berkualitas untuk membangun jejaring akademik terkait disaster health management. 

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, selaku Dekan FK-KMK UGM sekaligus Kepala ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM), menjelaskan bahwa kiprah FK-KMK UGM memiliki perjalanan historis yang cukup kuat. Sebelum AIDHM diresmikan, Prof. Yodi menjelaskan bahwa FK-KMK memiliki pengalaman yang cukup kaya dalam mengembangkan Disaster Health Management. Pengalaman ini dimulai melalui perjalanan panjang FK-KMK UGM dalam disaster health management pada bencana tsunami Aceh 2004. 

“Tsunami Aceh pada tahun 2004 menjadi titik awal FK-KMK membangun operasi lapangan untuk mendukung pemulihan kesehatan. Melalui pengalaman ini FK-KMK UGM juga berkomitmen untuk mengembangkan disaster health management yang tidak hanya berhenti pada tatanan operasional,” kata Prof. Yodi.

Prof. Yodi menjelaskan FK-KMK UGM sejak lama memandang disaster health management bukan sekadar operasi pengabdian kepada masyarakat. Melainkan sebagai fokus keilmuan, dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum akademik dan penelitian. Prof. Yodi menegaskan bahwa pengalaman panjang FK-KMK UGM ini juga dapat dilihat dengan adanya kurikulum kebencanaan dalam pendidikan sarjana. Melalui pengalaman ini FK-KMK berusaha untuk membangun sistem dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk dapat berperan aktif dalam aksi nyata di tingkat nasional maupun internasional. 

Prof. Yodi menegaskan FK-KMK UGM seiring berjalannya waktu mampu melahirkan berbagai program peningkatan kapasitas terkait disaster health management. Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi krisis di masa yang akan datang. Tidak hanya itu, Prof. Yodi juga menjelaskan bahwa, sistem akademik yang terintegrasi dengan disaster health management ini cukup meningkatkan kepercayaan publik terkait kredibilitas FK-KMK UGM. 

“Dalam mengembangkan disaster health management, FK-KMK UGM berusaha berpartisipasi aktif di ASEAN Academic Network on Disaster Health Management. Keanggotaan FK-KMK UGM di sini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akademik dan praksis yang mumpuni,” kata Prof. Yodi. FK-KMK UGM juga pernah menjadi tuan rumah dari konferensi ASEAN Academic Network on Disaster Health Management pada tahun 2023. Konferensi ini memberikan hasil berupa disepakatinya lahirnya lembaga ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM). 

Lembaga ini merupakan forum akademik yang berusaha untuk menghimpun pengalaman terkait disaster health management dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya itu, lembaga ini juga diharapkan dapat sebagai medium yang mempertemukan instansi pendidikan, pemangku kebijakan, dan mitra terkait untuk berkolaborasi aktif dalam mengembangkan keahlian disaster health management. 

“Konferensi ASEAN Academic Network on Disaster Health Management pada tahun 2023 menjadi buktinya reputasi FK-KMK UGM diperhitungkan. Bahkan, di konferensi ini FK-KMK UGM disepakati dan terpilih menjadi sekretariat permanen,” kata Prof. Yodi. 

ASEAN Academic Network on Disaster Health Management semula memiliki sekretariat di Bangkok. Namun, seiring berjalannya waktu, FK-KMK UGM dipilih sebagai sekretariat tetap karena memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi tempat bagi kesuksesan program pengembangan disaster health management. FK-KMK UGM juga berusaha aktif untuk merumuskan ARCH Project melalui ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM). Dengan kerja sama dan dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) diharapkan lembaga ini dapat mengintegrasikan berbagai program pelatihan dan penelitian untuk dapat mendukung peningkatan kapasitas disaster health management

Prof. Yodi menegaskan bahwa ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM) seiring berjalannya waktu, diharapkan dapat merangkul berbagai mitra dan perguruan tinggi. Sebagai lembaga baru AIDHM berusaha menjadi lembaga yang inklusif untuk dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang kompeten di masa yang akan datang. Prof. Yodi juga menjelaskan keterlibatan FK-KMK UGM di AIDHM juga mendapatkan dukungan baik dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dukungan ini diharapkan dapat membangun ekosistem disaster health management yang merata di berbagai universitas di Indonesia. 

Kepercayaan ASEAN kepada FK-KMK UGM untuk menjadi sekretariat AIDHM menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas akademik dan pengalaman mumpuni dalam bidang disaster health management. Melalui peran tersebut, diharapkan FK-KMK UGM menjadi pusat kolaborasi regional dalam pengembangan pendidikan, penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan kebijakan yang mendukung ketangguhan sistem kesehatan. 

Penulis: Tedy Aprilianto
Editor: Dr. Artnice Mega Fathima, S.Si., M.Eng., Ph.D.