Profil Departemen

tanggarpedit

Departemen Anatomi adalah nama menurut Struktur Organisasi dan Tatakelola Fakultas di Lingkungan UGM tahun 2015 sebelumnya bernama Bagian Anatomi, Embriologi dan Antropologi. Kegiatan Departemen Anatomi dimulai sejak awal didirikannya Perguruan Tinggi Kedokteran pada tahun 1946 di Klaten. Pendiri Departemen ini ialah Prof. Drs. R. Radiopoetro dan Prof. dr. R. Soewasono. Selanjutnya pada tahun 1949 Perguruan Tinggi Kedokteran, termasuk Departemen Anatomi, pindah ke kawasan Mangkubumen Kompleks Kraton Yogyakarta sebagai Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Farmasi Universitit Gadjah Mada, yang kemudian mandiri menjadi Fakultas Kedokteran UGM. Pada tahun 1966 terjadi perubahan, yaitu dikembangkannya Bagian Histologi di luar Departemen Anatomi. Dengan dibangunnya kampus FK UGM di Sekip, sejak tahun 1980 Departemen Anatomi menempati Gedung Anatomi Histologi sampai sekarang. Pada Tahun 2008 terjadi perubahan yaitu Lab. Bio&Paleoantropolgi beserta staf pendidik dan kependidikannya terlepas dari struktur Departemen Anatomi.

Pengurus Departemen Anatomi Periode tahun 2021 – 2026

Ketua Departemen       : Dr. dr. Dwi cahyani Ratna Sari, MKes., PA(K)

Program S2

Sejak tahun ajaran 1980/1981, diselenggarakan Pendidikan Pascasarjana Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis, minat Anatomi, dengan subminat : 1) Makroanatomi 2) Neuroanatomi 3) Anatomi Perkembangan. Ketua minat Anatomi adalah dr. Nur Arfian, PhD. dengan Program Unggulan pada Neuroscience, Makroanatomi, Kinesiolog dan Biomekanika serta Anatomi Perkembangan

Staf Pendidik

Dosen tetap:

  1. Efrayim Suryadi, SU.,PA(K).,MHPE
  2. Muhammad Mansyur Romi, SU.,PA(K)
  3. Dwi Yatmo, M.Kes.,PA
  4. Santosa Budiharjo, M.Kes.,PA(K)
  5. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes.,PA(K)
  6. Ch. Tri Nuryana, M.Kes
  7. Nur Arfian, Ph.D
  8. Junaedy Yunus, M.Sc. PhD
  9. Dian Prasetyo Wibisono, MSc.

 

Dosen Luar biasa:

  1. Dr. dr. Soebijanto
  2. dr. Soedjono Aswin, Ph.D

 

Divisi Makroanatomi

  1. Prof. Dr. dr. Soebijanto
  2. Dwi Yatmo, M.Kes.,PA
  3. Santosa Budiharjo, M.Kes.,PA(K)
  4. Nur Arfian, Ph.D

 

Divisi Neuroanatomi

  1. Prof. dr. Soedjono Aswin, Ph.D
  2. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes.,PA(K)
  3. Junaedy Yunus, M.Sc., PhD
  4. Dian Prasetyo Wibisono, MSc.

 

Divisi Anatomi Perkembangan

  1. Efrayim Suryadi, SU.,PA(K).,MHPE
  2. Muhammad Mansyur Romi, SU.,PA(K)
  3. Ch. Tri Nuryana, M.Kes

 

Staf Kependidikan

  1. Murjiono
  2. Mulyana
  3. Sukarjo
  4. Suyadi
  5. Krisna Wulandari
  6. Harjito
  7. Gampang Haryono

 

Sekretariat

Departemen Anatomi

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan  Universitas Gadjah Mada

Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Telp. +62 274 6492521; Fax. +62 274 547730

Email : anatomi.fk@ugm.ac.id

Website:https://anatomi.fk.ugm.ac.id

Proses pendirian Laboratorium Anestesiologi tidak terlepas dari perkembangan laboratorium bedah. Sebelum tahun 1980 Anestesiologi masih merupakan Unit dari Laboratorium Bedah FK UGM dimana pendidikan dokter (S1) kuliah anestesi untuk mahasiswa masih bersama sama dengan ilmu bedah, namun persiapan untuk menjadi bagian Unit tersendiri sudah mulai dirintis oleh alm. Dr Ismail Sudjud SpAn, dr Bambang Suryono, SpAn, dr Pandit Sarosa, SpAn, dr. Muhdar Abubakar, SpAn,. Kepala Laboratorium Bedah pada saat itu dr Sudibyo (alm) sangat mendorong serta mendukung proses terbentuknya laboratorium anestesiologi FK UGM. Unit anestesi di RS Mangkuwilayan adalah tempat awal mempersiapkan Laboratorium Anestesiologi FK UGM.

Tahun 1980 sudah ikut dalam lokakarya pendidikan S1 dan pada tahun 1981 proses pembentukan Bagian Anestesiologi FK UGM berjalan terus dengan keikutsertaan dalam menyusun kurikulum inti Fakultas Kedokteran. Sebagai Kepala Laboratorium Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UGM yang pertama adalah dr. Muhdar Abubakar dan Kepala Unit Pelaksana Fungsional (UPF) adalah dr. Pandit Sarosa H, SpAn.

Tahun 1982 acara resmi FK UGM telah berdiri Laboratorium Anestesiologi dan perawatan intensif (sekarang bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif) dan sekaligus sebagai unit pelaksana Fungsional (UPF), sekarang SMF  (Satuan Medik Fungsional) Anestesiologi dan perawatan Intensif RSUP Dr. Sardjito (sekarang RS Sardjito)

Pada Tahun 1985 Bagian Anestesiologi FK UNDIP Semarang ( Sebagai bapak) Angkat) dapat menyetujui Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UGM RSUP Dr. Sardjito sebagai pembimbing / pembina PPDS 1 Anestesiologi FK UGM dengan jumlah Staf 5 orang (lima) orang yaitu dr. Ismail Sudjud, SpAn (alm), dr. Bambang Suryono, SpAn, dr. Muhdar Abubakar SpAn, dr. Pandit Sarosa, SpAn dan dr. Tantani Sugiman (dokter umum) serta mendapat 3 orang residen dari UNDIP (dr. Urip Suroyo, dr. Sudarto, dan dr. FX Suwandi) dari bagian Anestesiologi FK UNDIP untuk melaksanakan pendidikan selama 1 semester di laboratorium Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UGM / RSUP Dr Sardjito.

Pada tanggal 1 Januari 1989 mulai mendidik residen sendiri (dr. I Gusti Nguarah Rai A sebagai residen pertama) sekarang Staf / konsulen Anestesi Bedah Jantung. Dan secara resmi diakui oleh departemen pendidikan dan kebudayaan (DEP. P dan K) sebagai pusat pendidikan PPDS I dalam bidang studi Anestesiologi dan Perawatan Intensif.

Terjadi beberapakali perubahan nomenklatur Anestesi, sesuai dengan perkembangan keilmuan. Pada tahun 1998 sesuai konggres di Jogjakarta disepakati berubah menjadi Anestesiologi dan Reanimasi, dan mulai 2010 sampai sekarang menjadi Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Pengembangan Keilmuan

Saat ini Keminatan di Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif ada 8, meliputi Intensive Care, Neuroanesthesia, Pediatric Anesthesia, Obstetric Anesthesia, Regional Anesthesia, Pain Management, Anesthesia Kardiovaskuler dan Emergency. Selama enam tahun terakhir 5 staf telah menyelesaikan pendidikan doktor, masing – masing dalam bidang neuroanesthesia, obatetric anesthesia dan kardiovaskuler.

Deivisi obstetric anesthesia ditunjuk oleh perhimpunan untuk menyelenggarakan pendidikan konsultan, saat ini telah memasuki tahun kedua. Pengembangan terus dilakukan untuk menyempurnakan sistem pendidikan di bidang ini yang semula hospital base menuju university base.

Divisi Kardiovaskuler mulai dikembangkan sejak dua puluh tahun yang lalu. Bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta dan saat ini tim bedah kardiovaskuler dengan tim anestesi cardiovaskuler Dr, Ngurah Artika SpAn, KAKV, Dr. Bhirowo Yudo Pratomo, SpAn, KAKV dan Dr, Juni Kurniawaty SpAn telah mampu melaksanakan bedah jantung mandiri, dengan jumlah pasien yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Divisi Pediatric Anesthesia yang bergabung dengan tim bedah anak dirintis oleh Dr. Muhdar Abubakar SpAn, KAP. Saat ini tim anesthesia pediatric telah bertambah dua konsultan yaitu Dr. Djajantisari SpAn, KAP dan Dr. Yunita Widyastuti SpAn, KAP, PhD. Tim ini telah beberapa kali berhasil melakukan pemisahan bayi kembar siam. Saat ini  anesthesia pediatric bersama tim transplan hepar bekerjasama dengan Kyoto University Hospital Jepang telah berhasil melakukan transplantasi hepar. Tim ini terus berkembang dan secara intensif bekerja sama dengan tim transplan universitas Kyoto Jepang.

Divisi – divisi yang lain seperti neuroanestesia, pain managemen dan emergensi juga mengembangkan diri. Di bidang pain mangement berkolaborasi dengan divisi dari departemen lain merintis pendirian klinik nyeri. Sedang dalam bidang kegawatdaruratan bidang pendidikan dan pelatihan mendesign pelatihan “Code Blue Training”, pelatihan ini mengkhususkan diri pada pencegahan dan penatalaksanaan henti jantung. Beberapa rumah sakit telah melaksanaankan pelatihan ini.

Sejarah Departemen

Pembentukan Bagian Anestesiologi

Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi pertama di Indonesia dimulai di Jakarta, yaitu di RSCM. Hingga saat itu, fungsi pelayanan dan pendidikan anestesiologi hanya dijalankan oleh dr. Kelan dibantu dr. Oentoeng Kertodisono dan dr. Muhardi Muhiman. Awal yang dirintis ketiga tokoh ini kemudian diikuti dengan dibukanya program pendidikan di Surabaya, Semarang, Bandung dan Yogyakarta. Tahun 1975 dr Ismail Sujud SpAn merupakan dokter anestesi  pertama yang melakukan pelayanan anestesi di Yogyakarta, lalu di tahun 1979 disusul oleh dr Bambang Suryono, SpAn dan dr Pandit Sarosa, SpAn. Pelayanan Anestesi dibantu oleh penata anestesi, diantaranya adalah Pak Kantun.

Proses pendirian Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif tidaklah terlepas dari perkembangan Bagian Bedah. Unit Anestesiologi di RS Mangkuwilayan adalah tempat awal persiapan untuk laboratorium Anestesiologi FK UGM. Sebelum tahun 1982 Anestesiologi masih merupakan unit Bagian Bedah FK UGM. Di dalam pendidikan dokter (S1) kuliah Anestesi untuk mahasiswa masih bersama- sama dengan ilmu bedah, artinya mengambil waktu dari jam kuliah ilmu bedah, namun persiapan untuk menjadi Bagian/unit tersendiri sudah mulai dirintis oleh :

Bagian Anestesi

  1. Ismail Sujud, SpAn
  2. dr Bambang Soeryono, SpAn
  3. dr Pandit Sarosa SpAn
  4. dr Muhdar Abubakar SpAn

Pada saat itu Kepala Bagian Ilmu Bedah dijabat oleh dr Soedibjo Prodjopoerwoko SpBP (Alm) yang sangat mendorong serta mendukung proses terbentuknya laboratprium Anestesiologi FK UGM

Periode Tahun 1980-1986

Di tahun 1980 Laboratorium Anestesi FK UGM sudah ikut dalam lokakarya pendidikan S1 dan pada tahun 1981 proses pembentukan Bagian Anestesiologi FK UGM berjalan terus dengan keikutsertaanya dalam menyusun kurikulum inti Fakultas Kedokteran (KIPDI). Sementara itu proses pembentukan Laboratorium Anestesiologi FK UGM terus berjalan dan  1982 acara resmi FK UGM telah berdiri Laboratorium Anestesiologi dan perawatan intensif (sekarang bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif) Kepala Bagian Anestesiologi yang pertama dijabat dr Muhdar Abubakar SpAn.

Pada Tahun 1985 Bagian Anestesiologi FK UNDIP Semarang ( Sebagai bapak) Angkat) dapat menyetujui Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UGM RSUP Dr. Sardjito sebagai pembimbing / pembina PPDS 1 Anestesiologi FK UGM dengan jumlah Staf 5 orang (lima) orang yaitu dr. Ismail Sudjud, SpAn (alm), dr. Bambang Suryono, SpAn, dr. Muhdar Abubakar SpAn, dr. Pandit Sarosa, SpAn dan dr. Tantani Sugiman (dokter umum) serta mendapat 3 orang residen dari UNDIP (dr. Urip Suroyo, dr. Sudarto, dan dr. FX Suwandi) dari bagian Anestesiologi FK UNDIP untuk melaksanakan pendidikan selama 1 semester di laboratorium Anestesiologi dan Perawatan Intensif FK UGM / RSUP Dr Sardjito.

Di tahun 1985 secara resmi di FK UGM telah berdiri Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif, sekaligus sebagai Anestesiologi dan Perawatan Intensif RSUP Dr. Sardjito. Dengan demikan Bagian / Unit ini merupakan yang termuda di Lingkungan FK UGM/RSUP Dr. Sardjito.

Pencapaian pada periode ini diantaranya adalah :

  1. Pada tahun 1982, pertama kali dilakukan pemasangan Pacemaker hasil kerjasama Anestesi (dr Pandit S, SpAn) , Bagian Penyakit dalam (dr Suhandiman ) dan Prof Puruhito dr RS DR Soetomo Surabaya
  2. Operasi jantung I th 95, tim Bedah dan Anestesi dr Harapan Kita Jakarta, datang untuk operasi jantung di RS Dr Sardjito
  3. Akhir tahun 1985 BOS (Board of Study ) Anesthesiology mengirimkan anggotanya untuk melakukan visitasi, yaitu :
  4. Prof Dr Karyadi SpAn
  5. Prof DR Muhardi Muhaimin SpAn (K)
  6. Dr Said A Latief SpAn (K)

Hasil visitasi ditetapkan bahwa Bagian Anestesiologi dan Perawatan intensif  FK UGM ditetapkan sebagai pusat pendidikan PPDS I Anestesiologi.  Pada tahun 1986 diselenggarakan Workshop Simposium Gas Darah Terapi cairan dan Nutrisi.

Periode Tahun 1987-2000

Di 1987 dr Muhdar Abubakar, SpAn juga diangkat sebagai Kepala Bagian Anestesiologi dan Perawatan Intensif, beliau cukup lama menjabat sebagai Kepala Bagian sampai tahun 2000, sedangkan Kepala Program Studi adalah dr Bambang Suryono S, SpAn.

Pada tanggal 1 Januari 1989 bagian anestesi mulai mendidik residen sendiri Dan secara resmi diakui oleh departemen pendidikan dan kebudayaan (DEP. P dan K) sebagai pusat pendidikan PPDS I dalam bidang studi Anestesiologi dan Perawatan Intensif. Residen pertama adalah dr. I Gusti Ngurah Rai Artika, dan sekarang menjadi staf / konsulen Anestesi Bedah Jantung RS Dr Sardjito.

Untuk pengembangan staf dan perawat, diadakan kerja sama dengan luar negri diantaranya:

  1. NEPEAN HOSPITAL, Penrith NSW Australia untuk training staff dan perawat bidang Critical Care (ICU)
  2. OLVG Amsterdam, Netherland untuk training staff anesthesiologi bedah jantung

Th 1993 terjadi perombakan struktur organisasi di RSUP Dr Sardjito, UPF Anestesi dilebur, didirikan Instalasi Rawat Intensif (IRI) yang dikepalai dr Bambang Suryono SpAn, dan Instalasi Anestesi juga dibentuk dikepalai oleh dr Pandit Sarosa, SpAn.

Pencapaian pada periode ini diantaranya :

  1. Pada tahun 1989 Anestesi Regional Spinal mulai diperkenalkan pada pendidikan PPDS I, disusul dengan pengenalan Anestesi Epidural di tahun 1990 oleh Board of Anestesiologi (BOA) dari Belanda.
  2. Pada tahun 1989, Prof Swarganda sebagai pakar Cardiac anestesi dari OLVG Belanda juga berkunjung sebagai visiting profesor untuk memberikan kuliah dan workshop di bidang cardiac anesthesia. Sedangkan dari World Society of Anesthesiology mengirimkan Prof. McIntosh pencipta Laryngoscope McIntosh sebagai visiting Profesor.
  3. Di bidang Ilmiah pada tahun 1990 pertama kali diselenggarakan Pertemuan Regional (Joglosemar) pertama kali di Yogya tahun 1990 yang dihadiri oleh Bagian Anestesi dan Terapi Intensip Yogyakarta, Solo dan Semarang.
  4. Di bidang pelayanan pada tahun 1988 Team Cangkok Ginjal sudah mulai dibentuk, dari bagian anestesi diwakili oleh dr Bambang Suryono SpAn, bersama 6 orang staff dari Bagian Urologi, Nefrologi dewasa, Nefrologi anak, Bagian Penyakit Dalam, dan Bagian radiologi belajar di Australia untuk persiapan cangkok ginjal. Dan Pada tahun 1992 akhirnya dilaksanakan Operasi Cangkok Ginjal pertama.

Bagian Anestesi dan Perawatan Intensif terus berkembang, pada tahun 1998 berdasarkan hasil Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Anestesi di Yogyakarta disetujui perubahan nomenklatur dari Perhimpunan Dokter Anestesi dan Perawatan Intensif menjadi Perhimpunan Dokter Anestesi dan Reanimasi Indonesia (IDSAI) dan Bagian Anestesi FK UGM pun menyesuaikan sebagain Bagian Anestesi dan Reanimasi.

Periode tahun 2000-2010

Pada periode ini Kepala Bagian dan Kepala SMF Anestesi dan Reanimasi dijabat oleh dr Bambang Suryono S, SpAn dan KPS Anestesiologi dijabat oleh dr Muhdar Abubakar SpAn.

Beberapa pencapaian pada Periode ini adalah:

  1. Mulai tahun 2008 Modul Anestesi dan Reanimasi yang ditetapkan Kolegium mulai dilakukan untuk pembelajaran PPDS I di Bagian Anestesi dan Reanimasi FK UGM
  2. Pada tahun 2009 telah dilaksanakan Indonesian Society of Neuroanesthesiology Congress (ISNAC)

Untuk pengayaan kasus dilakukan kerjasama dengan RS Jejaring Lahan Pendidikan dengan menempatkan residen semester 4 ke atas di RS Jejaring lahan pendidikan

  1. RSUD Morangan Sleman
  2. RSU Margono, Purwokerto
  3. RSUD Wates
  4. RSUD Banyumas
  5. RSUP DR. SoeradjiT, Klaten
  6. RSUD Pandanaran Boyolali
  7. RS Panembanhan Senopati
  8. RSUD Wirosaban Yogyakarta
  9. RS Ngesti Waluyo Parakan
  10. RS PKU Muhammadiyah Temanggung
  11. RSUD Muntilan
  12. RS jantung HARAPAN KITA Jakarta
  13. RSU Dr. Soetomo Surabaya

Koasisten ditempatkan di RS RSUD Banyumas, RSUP DR.Soeradji Tirtonegoro, Klaten dan RS Morangan Sleman.

Tahun 2010 Bagian Anestesi dan Reanimasi berubah lagi menjadi Bagian Anestesi dan Terapi Intensif.

Periode tahun 2010-2014

Pada periode ini Kepala Bagian dan Kepala SMF Anestesi dan Terapi Intensif dijabat oleh Dr.dr Sri Rahardjo, SpAn.KNA, Sekretaris bagian : dr Yusmein Uyun, SpAn.KAO dan KPS Anestesiologi dijabat oleh Dr.Med.dr Untung Widodo, SpAn.KIC.

Pencapaian pada periode ini diantaranya:

  1. Simposium of Anesthesiology Complication yang pertama dicetuskan dan dilaksanakan di Yogyakarta pada tahun 2011, dan Simposium ini menjadi ciri khas simposium anestesi yang diadakan di Yogyakarta, awalnya diadakan tiap tahun yaitu tahun 2012 dan 2013 lalu kemudian hasil kesepakatan dalam rapat Perdatin diubah menjadi tiap 2 tahun yaitu di tahun 2016
  2. Pada tahun 2012 PPDS I Anestesi dan Terapi Intensif mulai menggunakan Sistem Informasi Menejemen (SIM) online sehingga  mempermudah pengelolaan dan Penyimpanan data base peserta didik.
  3. Mulai Desember 2013 diterbitakan Jurnal Komplikasi Anestesi (JKA) yang terbit setiap 4 bulan sekali.
  4. Pada tahun 2013 diadakan Case Conference Regional Anesthesia yang ke II
  5. Tahun 2013 diadakan Symposium of Anesthesia Complication ke III
  6. Ada 3 konsulen Anestesi yang menyelesaikan program doktoralnya
  7. Pada tahun April 2014, Bagian Anestesi dan Terapi Intensip FK UGM mulai menyelenggarakan Pendidikan Sub Spesialisasi Konsultan Anestesi Obstetrik

Periode tahun 2014-2016

Pada periode ini Kepala Bagian dan Kepala SMF Anestesi dan Reanimasi dijabat oleh dr Dr.Med.dr Untung Widodo, SpAn.KIC , Sekretaris bagian dr Calcarina FRW, SpAn.KIC dan KPS Anestesiologi dijabat oleh Dr.dr Sudadi SpAn.KNA.KAR. Sedangkan Kepala SMF Anestesi dijabat oleh dr Bhirowo Yudo P, SpAn.KAP

Pada periode ini berdasarkan Keputusan dari Kolegium Anestesi Pendidikan PPDS I Anestesi pada tahun 2015 diubah menjadi 8 semester, yang semula 7 semester dengan syarat terdapat Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang sebenarnya memang sudah dijalankan di FK UGM.

Pencapaian pada periode ini adalah :

  1. Pada Agustus 2014 Diadakan konggres Indonesian Association of Cardiovascular Anesthesiologists (IACA) yang ke 4, dihadiri 400 lebih peserta dari berbagai daerah dan beberapa pembicara asing.
  2. Pada tanggal 25-29 Agustus 2015 bersama dengan Perdatin dan Congress of Asean Anesthesiologists (CASA) dan didukung oleh World Federation of Societies of Anesthesiology (WFSA) Bagian Anestesi berhasil menyelenggarakan event Internasional yaitu Asean Congress of Anesthesiologists yang ke 19. Event ini termasuk langka dikarenakan mungkin akan bisa terulang pelaksanaannya di Indonesia setiap 20 tahun sekali. Acara kongres sangat sukses dengan jumlah peserta lebih 800 orang dari berbagai negara Asean dan negara asing lainnya.
  3. Pada tahun 2015 mulai dibentuk Team Pelatihan Code Blue yang tujuannya memberikan training mengenai pencegahan dan penatalaksanaan pasien gawat darurat beserta pembentukan  sistemnya, yang diketuai oleh staf termuda Anestesi: dr Bowo Adiyanto, SpAn
  4. Pada tanggal 11 November 2015 telah dilakukan operasi transplantasi hati pertama kali di RSUP Dr Sardjito, hal ini tidak terlepas dari kerjasama team yang solid antara team Anestesi Jepang dengan team Anestesi RSUP Dr Sardjito/FK UGM.

Pada Saat itu  Departemen Anestesi dan Terapi Intensif FK UGM dibagi menjadi 7 keminatan yaitu :

1.Perawatan Intensif (ICU)

  • Med. Dr. Untung Widodo, SpAn, KIC
  • Calcarina Fitriani Retno Wisudarti, SpAn, KIC
  • Ahmad Yun Jufan, SpAn, KIC, MKes

2. Anestesi Bedah Toraks dan Kardiovaskuler

  • Ngurah Rai Artika, SpAn, KAKV,
  • Bhirowo Yudo Pratomo, SpAN, KAKV
  • Juni Kurnawaty, SpAn

3. Anestesi Bedah Syaraf dan Perawatan Intensif

  • Bambang Suryono S, SpAn, KIC, KNA,
  • dr. Sri Rahardjo, SpAn, KNA, KAO
  • dr. Sudadi, SpAn, KNA, KAR

4. Anestesi Bedah Anak

  • Muhdar Abubakar, SpAn, KAP
  • Djayanti, SpAn, Mkes, KAP,
  • Yunita Widyastuti, SpAn, KAP, PhD

5. Regional Anestesi

  • Ngurah Rai Artika, SpAn, KAKV,
  • Pandit Sarosa Hadi, SpAn
  • dr. Sudadi, SpAn, KNA, KAR

6. Anestesi Obstetri

  • Dr. Sri Rahardjo SpAn, KNA, KAO
  • Dr. Yusmein Uyun, KpAn, KAO
  • Bambang Sryono SpAn, KNA, KAO

7. Penatalaksanaan Nyeri

  • Mahmud, SpAn, KMN
  • Ratih Kumala Fajar Hapsari, SpAn

Periode tahun 2016-2020

Pada tahun 2016 sehubungan dengan SK Rektor UGM dilakukan perubahan Nama Bagian menjadi Departemen dan dilakukan pemilihan Kepala/Sekretaris  Departemen dan juga KPS/SPS Prodi yang baru. Kepala Departemen dan Kepala SMF Anestesi dan Terapi Intensip dijabat oleh Dr.dr Sudadi, SpAn.KNA.KAR, Sekretaris Departemen oleh dr Yunita Widyastuti, MKes. SpAn. KAP.PhD dan KPS Anestesiologi dijabat oleh Dr.Med dr Untung Widodo, SpAn.KIC. Sedangkan Kepala SMF Anestesi masih dijabat oleh dr Bhirowo Yudo P, SpAn.KAKV.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Bagian Anestesiologi, pada saat ini telah ada 5 doktor dalam bidang anestesi di FK UGM, dan ada dua Staf sedang menempuh jalur pendidikan tingkat Doktoral di Program Pasca Sarjana FK Universitas Gadjah Mada.

Pencapaian pada periode ini

  1. Mulai tahun 2016 JKA diterbitkan secara online
  2. Pelaksaan Modul mulai ditata supaya lebih terintegrasi, setiap modul diampu lebih dari 1 orang konsulen.
  3. Kegiatan pelatihan Code Blue dilaksanakan di hampir 20 RS di seluruh Indonesia

Keunggulan Departemen

Metode pembelajaran inovatif dengan system simulation based study.

Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk mendukung pembelajaran, menggunakan system informasi management untuk mempermudah peserta didik dan pengajar untuk dalam evaluasi dan penilaian Hasil pembelajaran

Networking dan kolaborasi dengan layanan binaan , berkolaborasi Bersama departemen lain dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Awarness tentang kegawatdaruratan, membuat system kegawat daruratan yang bisa didesiminasikan di Masyarakat dan fasilitas pelayanan Kesehatan.

  1. Metode pembelajaran inovatif dengan system simulation based study
  2. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk mendukung pembelajaran, menggunakan system informasi management untuk mempermudah peserta didik dan pengajar untuk dalam evaluasi dan penilaian hasil pembelajaran
  3. Networking dan kolaborasi dengan layanan binaan , berkolaborasi bersama departemen lain dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.
  4. Awarness tentang kegawatdaruratan, membuat system kegawat daruratan yang bisa didesiminasikan di Masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan
  5. Mempunyai Kolaborasi dengan luar negeri untuk Penelitian dan Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Struktur Departemen

Kepala Departemen                           : Dr. Yunita Widyastuti , SpAn, KAP, PhD

Sekretaris Departemen                      DR. dr. Sudadi, SpAn, KNA, KAR

Ketua Program Studi Sp1 (PPDS 1)  : Dr.dr. Djayanti Sari, M.Kes, SpAn,KAP

Ketua Program Studi Sp2 (PPDS 2)  : DR. Med. Dr. Untung Widodo, SpAn, KIC

Kontak Departemen

Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif

RSUP Dr. Sardjito, Jln. Kesehatan N0.1 Sekip Yogyakarta 55284

No. Telepon: (0274) 514495

Email: anestesi.fkkmk@ugm.ac.id

Website: https://anestesi.fk.ugm.ac.id

Departemen Biokimia merupakan salah satu departemen yang berada di lingkungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Saat ini, Departemen Biokimia memiliki 8 staff dosen dan 7 staff tenaga kependidikan. Sebagai departemen yang berada di bawah Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Departemen Biokimia mendukung dan menyokong visi FK-KMK, yaitu dengan melakukan penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat guna turut serta membangun FK-KMK menjadi fakultas yang berstandar internasional yang inovatif dan unggul, serta senantiasa mengabdi pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

Sejarah Departemen

Periode tahun 1949 – tahun 1980

Pada awalnya Departemen Biokimia merupakan gabungan dari Bagian Biokimia dan Bagian Kimia yang berdiri pada tahun 1949 di Kompleks Mangkubumen dengan ketua Prof. Dr. R. Sardjono. Tahun 1950 bertambah seorang asisten tetap yaitu dr. RM. Tedjo Baskoro. Pada tahun 1953, Bagian Biokimia dan Bagian Kimia pindah ke kompleks RS UGM Pugeran. Pada saat itu, ketua masih dipegang oleh Prof. Drs. R. Sardjono dan tetap berkedudukan di kompleks Mangkubumen.

Pada tahun 1953 bertambah asisten tetap yaitu dr. M. Ismadi. Pada waktu ini, Bagian Biokimia beruntung mendapatkan visiting professor dari WHO yaitu Prof. Dr. TN. Seth selama 4 tahun. Lalu, pada tahun 1955 bertambah asisten tetap yaitu dr. Siti Dawiesah yang merupakan istri dari dr. M. Ismadi. Pada tahun 1959 Bagian Biokimia diketuai oleh dr. M. Ismadi, sedangkan dr. RM. Tedjo Baskoro menjadi Ketua Bagian Patologi Klinik.

Pada tahun 1960 Bagian Biokimia bersama laboratoriumnya pindah lagi ke kompleks RS. UGM Mangkuwilayan, dan tahun 1962 Bagian Biokimia mendapatkan asisten tetap yaitu dr. Soetomo Notodirji, dr. Harwisnu, dr. Moedito Marjikun dan Dra. Haryanti. Perjalanan berikutnya, pada tahun 1964 Bagian Biokimia pindah ke kompleks Mangkubumen lagi, tetapi lokasinya bukan di tempat Bagian Biokimia sebelumnya. Selama di kompleks Mangkubumen yang kedua ini asisten tetap bertambah yaitu dr. Sri Rahajoe. Tahun 1969 Bagian Biokimia serta laboratoriumnya pindah lagi ke Sekip, menempati sebagian dari kompleks yang sekarang menjadi Fakultas Kedokteran Gigi.

Pada tahun 1973 Prof. Drs. R. Sardjono yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Bagian Kimia meninggal dunia. Beberapa bulan setelahnya, kemudian Bagian Kimia baik personalia dan segalanya digabungkan dengan Bagian Biokimia. Dalam waktu ini asisten tetap bertambah beberapa orang, yaitu Dra. Wiryatun Lestariana, Apt., dr. Abdul Salam M. Sofro, dr. Sungsang Rohadi, dr. Abdul Kurnain, dr. Sulchan Soefoewan, dr, Hartono, dr Suhardjo, dan dr. Maliyah. Pengelolaan praktikum mahasiswa selalu dibantu oleh banyak tenaga-tenaga asisten tidak tetap yang terdiri dari para mahasiswa yang telah melewati ujian Biokimia. Tahun 1974-1975 sesudah Bagian Kimia bergabung dengan Bagian Biokimia, praktikum Kimia masih diselenggarakan di Bagian Biokimia. Lalu, pada tahun 1976 praktikum Kimia untuk seluruh UGM ditangani oleh Fakultas MIPA UGM.

Periode tahun 1980 – tahun 2016

Sejak tahun 1985 beberapa staf yang baru masuk adalah Dra. Prasetyastuti, Apt. (Farmasi), Dra. Tasmini (Biologi), dr. Zaenal Arifin NA, Dra. Pramudji Hastuti, Apt. (Farmasi), dan Dra. Endang Sri Sunarsih, Apt. (Farmasi). Selain Prof. Dr. R. Sardjono, staf Bagian Biokimia yang meraih guru besar secara berturutan yaitu Prof. Dr. dr. H. M. Ismadi, M.Sc, Appl., Nut., Prof. Dr. dr. Siti Dawiesah,  Prof. dr. Abdul Salam Sofro, Ph.D, Prof. Dr. Wiryatun Lestariana, Apt, Prof. Dr. dr. Sri Rahajoe dan Prof. Dr. dr. Zainal Arifin, N.A., S.U. Pada tahun 1991 staf bertambah lagi yaitu Drs. Ngadikun (MIPA Kimia), diikuti tahun 1993 Dra. Sunarti (Biologi) dan dr. Ahmad Hamim Sadewa pada tahun 1997. Pada tahun 1999 Bagian Biokimia pindah ke gedung baru di Gedung Radioputro lantai 6.

Pada tahun 2008 bertambah staf baru yakni dr. Arta Farmawati, PhD. Kemudian, pada tahun 2015 bertambah staf baru lagi dr. Liza Destaria dan Risky Oktriani, S.Si. M. Biotech. Pada tahun 2016 Bagian Biokimia berubah nama menjadi Departemen Biokimia. Pada tanggal 11 Mei 2016 salah satu dosen muda dr. Liza Destaria meninggal dunia karena sakit.

Periode tahun 2016-sekarang

Pada tahun 2018, Departemen Biokimia memiliki tambahan 2 staf baru yakni Dianandha Septiana Rubi, S.Si., M.Sc., dan Abrory Agus C. P., S.Si., M.Sc. Kondisi saat ini, Departemen Biokimia memiliki 11 dosen, dan 8 staf tenaga kependidikan.

Ketua Departemen dari Masa ke Masa

Departemen Biokimia pernah dipimpin oleh:

  1. Drs. Sardjono (1949-1959)
  2. Dr. dr. H. M. Ismadi, M.Sc, Appl., Nut. (1959-1984)
  3. Dr. dr. Siti Dawiesah (1984-1988)
  4. dr. Abdul Salam Sofro, Ph.D. (1988-1992)
  5. Dr. dr. Sri Rahajoe (1992-1999)
  6. Dr. dr. Zainal Arifin, N.A., S.U. (1999-2009)
  7. Sunarti, M.Kes. (2009-2013)
  8. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. (2013-2015)
  9. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes. (2015-Sekarang)

Keunggulan Departemen

Perkembangan Ilmu Biokimia yang sangat pesat mendorong Departemen Biokimia meningkatkan kualitas pelayanan maupun penelitian baik di bidang genetika molekuler maupun metabolisme molekuler dengan alat yang lebih canggih seperti spektrofotometer, elisa, PCR maupun RT-PCR. Departemen Biokimia juga aktif mengadakan pelatihan dan kerjasama dengan institusi di luar Fakultas Kedokteran UGM. Pengabdian masyarakat juga rutin dilaksanakan baik dalam pengenalan kemajuan Ilmu Biokimia ke guru SMA di wilayah DIY maupun ke masyarakat umum terkait kesehatan, baik melalui pemeriksaan dan pengobatan gratis serta penyuluhan kesehatan.

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. Arta Farmawati, Ph.D.

Dosen

No.Nama DosenKepakaran
Divisi: Nutrisi dan Molekuler
1Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes.Gizi molekuler, Nutrigenomik, dan Nutrigenetik
2dr. Arta Farmawati, Ph.D.Biokimia gizi, Biokimia olahraga
3Dianandha Septiana Rubi, S. Gz., M.Sc.Biokimia Gizi
4Abrory Agus Cahya Pramana, S.Si., M.Sc.Biokimia bahan alam aktif, mikrobiota
Divisi: Genetika Manusia dan Populasi
1dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D.Genetika manusia, Genetika penyakit degeneratif
2Dr. Dra. Pramudji Hastuti, Apt., M.S.Genetika populasi dan penyakit
3Dr. Ngadikun, M.Biomed.Bioenergetika, Biomarker
4Risky Oktryani, S.Si., M.Sc.Genom fungsional, kanker

Kontak Departemen

Lt. 6, Gedung Radiopoetro
Jl. Farmako Skip Utara
Email :bk@ugm.ac.id
Website : https://biokimia.fk.ugm.ac.id/

Departemen Biostatistik, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi (BEKP) merupakan suatu bidang ilmu yang menggunakan pendekatan interdisipliner, yang bertujuan untuk memahami, mempertahankan, dan meningkatkan kesehatan populasi manusia dan individu melalui pendidikan, penelitian, dan pemberian layanan dari perspektif berbasis populasi. Ilmu inti dari departemen ini berfokus pada tiga disiplin ilmu, yaitu: Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi.

Departemen Biostatistik, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi ingin mempromosikan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, yang berada di komunitas, kabupaten, provinsi, dan nasional. Hal ini bertujuan untuk mencapai tingkat status kesehatan yang sebanding dengan negara-negara maju melalui penguatan produktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Departemen ini bekerja sama dengan semua kementerian, organisasi non-pemerintah, lembaga swasta dan masyarakat untuk memperluas layanan publik untuk semua Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kerjasama yang dilakukan menggunakan prinsip-prinsip keadilan sosial, tindakan berbasis bukti, bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan kesehatan. Program kesehatan masyarakat dan penelitian yang termasuk di dalam Departemen ini meliputi (1). mengembangkan bantuan teknis bagi masyarakat dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan reproduksi, gizi kesehatan masyarakat, dan sistem informatika kesehatan masyarakat untuk memantau status kesehatan, (2). menghasilkan penelitian multidisiplin, melibatkan siswa dan mitra di luar universitas, bahwa kekhawatiran masalah kesehatan masyarakat kelompok rentan, (3). bekerja sama dalam melakukan penelitian kesehatan masyarakat dengan berbagai lembaga internasional, dan (4) menyebarluaskan hasil penelitian dalam seminar dan publikasi ilmiah di tingkat nasional dan tingkat internasional.

Sejarah Departemen

Bidang ilmu Biostatistika, Epidemiologi dan Kesehatan populasi mulai dipertimbangkan dalam lingkup keilmuan Fakultas Kedokteran sejak tahun 1980an ketika Ilmu Kesehatan Masyarakat semakin berkembang. Pada periode tersebut pengembangan staf merupakan fokus utama sehingga semakin banyak staf yang mempelajari Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ilmu-ilmu pendukungnya. Pada periode tahun 1990an seiring dengan semakin banyaknya staf yang memperoleh pendidikan doktor yang memperdalam keilmuan Kesehatan Masyarakat yang beragam, menciptakan kesempatan besar untuk berkembangnya ilmu-ilmu pendukung termasuk Epidemiologi, Biostatistika dan Kesehatan Populasi. Pada era tersebut didirikan program pendidikan lanjutan untuk Epidemiologi Lapangan dan diikuti dengan bidang Gizi Kesehatan dan Kesehatan ibu Anak – Kesehatan Reproduksi. Dengan adanya perkembangan yang pesat tersebut diputuskan untuk mendirikan Departemen Biostatistika, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi.

Keunggulan Departemen

  1. Kurikulum inti telah mengikuti pedoman Association of School of Public Health
  2. Akreditasi A BAN PT
  3. Sertifikasi Internasional AUN-QA
  4. Berkesempatan mengikuti Konferensi di Luar Negeri
  5. Outcome based Education

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. Ifta Choiriyyah, MSPH, Ph.D

Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD
Dr.rer.nat.dr. BJ. Istiti Kandarina
Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH
Dr. dr. Prima Dhewi, M.Biotech
dr. Ifta Choiriyyah, MSPH, Ph.D
dr. Citra Indriani, MPH
Anis Fuad, S.Ked, DEA
Lastdes Cristiany Friday Sihombing, S.Gz, MPH
dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra
Bayu Satria Wirataman, S.Ked, MPH
Digna Niken Purwaningrum, S.Gz, MPH, Ph.D

Kontak Departemen

Gedung IKM Lt. 1
Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281

Nomor Telpon : 0274 – 548156
Email : dep-beph.fk@ugm.ac.id
Website : https://beph.fk.ugm.ac.id

Departemen Dermatologi dan Venereologi merupakan salah satu departemen di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK KMK UGM), yang sebelumnya, bernama Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.  Departemen Dermatologi dan Venereologi  FK-KMK UGM aktif melakukan kegiatan pendidikan untuk S1 kedokteran dan kedokteran gigi, profesi dokter, pendidikan dokter spesialis (PPDS) dermatologi dan venereologi, serta S2 dan S3.

Departemen Dermatologi dan Venereologi memiliki 8 divisi yang masing-masing aktif melakukan kegiatan penelitian. Kedelapan divisi tersebut adalah alergi dan imunologi, fotodermatologi, bedah dan tumor kulit, dermatopatologi, dermatologi tropis, infeksi menular seksual, kosmetik medik, dermatologi anak dan genodermatologi. Kegiatan penelitian, baik penelitian dasar maupun klinis juga menjadi agenda utama yang terus dikembangkan dengan inovasi dan kolaborasi baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri. Topik penelitian unggulan yang dilakukan antara lain regenerative medicine, fotodermatologi, alergi dan imunologi, lepra, serta genodermatologi. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat juga rutin dilakukan bersama dengan departemen lain di FK-KMK UGM maupun dengan organisasi perhimpunan dokter spesialis kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski).

 
Sejarah Departemen

Keadaan sebelum tahun 1956

Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada diasuh oleh Prof. dr. M. Soetopo. Sejak beliau diangkat menjadi Pemimpin Lembaga Pemberantasan & Penyelidikan Penyakit Kelamin di Surabaya, maka beliau pindah kedudukannya di Surabaya. Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin dilebur dan digabungkan dengan Poliklinik Penyakit Umum dibawah asuhan Dokter Tjokro Hadidjojo, Direktur RS Universitas Gadjah Mada. Sebulan sekali Prof. dr. M. Soetopo datang ke Yogyakarta untuk melanjutkan pemberian kuliah Dermato-Venereologi, sehingga pendidikan para mahasiswa Fakultas Kedokteran masih dapat berlangsung terus. Adapun Co-Schap (= wajib tugas membantu) dari pada para mahasiswa (Doctorandi) sebelum menempuh ujian A.II. terpaksa dipindahkan ke Surabaya, sehingga para Doctorandi secara bergiliran mondok di L.P3.K. Surabaya selama 1 (satu) bulan untuk menjalani Co-Schap tersebut.

Mulai tahun 1956

Pertumbuhan Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin

Setelah kami (dr. R.M. Rahardjo Nitisaputro) selesai menjalani tugas belajar selama 1 (satu) tahun diluar negeri, di London pada bulan Desember 1955, maka kami diperintahkan pindah ke Yogyakarta, membangun kembali Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Berhubung Prof. dr. M. Soetopo resmi masih belum berhenti sebagai pemimpin dari Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta maka terlebih dahulu diadakan perundingan untuk memperoleh cara pembagian tugas antara Prof. dr. M. Soetopo dengan kami. Adapun pembagian tugas adalah sebagai berikut:

Prof. dr. M. Soetopo masih tetap secara resmi menjabat pemimpin dari Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Disamping tugas beliau sebagai pemimpin Lembaga Pendidikan & Pemberantasan Penyakit Kelamin di Surabaya yang membutuhkan perhatian banyak, namun beliau masih menyanggupi untuk pergi ke Yogyakarta sebulan sekali.

Kami diberi kuasa atas nama beliau untuk mengerjakan dan menyelesaikan urusan sehari-hari dan untuk soal-soal penting wajib berunding lebih dahulu dengan beliau, sebelum menentukan cara penyelesaiannya. Kepada kami diberi tugas untuk membuka kembali Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin dan mengusahakan perawatan bagi para penderita yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit (= mondok).

Prof. dr. M. Soetopo masih memegang soal pendidikan para mahasiswa dan kami ditugaskan dalam bidang kuratip dengan masyarakat penderita penyakit kulit & kelamin.

Perkembangan Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin

Pembukaan kembali dari Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin, disambut dengan gembira oleh dr. Tjokro Hadidjojo, pemimpin Poliklinik Umum dan untuk menyelenggarakannya diberi 1 (satu) ruangan dalam Complex Poliklinik Umum. Pada tanggal 19 Maret 1956 Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin dibuka kembali dengan resmi. Selama berjalan lebih kurang 6 (enam ) bulan terasa bahwa hanya dengan 1 (satu) ruangan saja, poliklinik tak dapat berkembang, segala keperluan mutlak bagi poliklinik pengobatan penderita setempat, termasuk suntikan masih bergabung dengan poliklinik umum. Atas desakan kami, maka dr. Tjokro Hadidjojo memberikan tambahan sebuah ruangan, yang dipergunakan untuk pendaftaran para penderita, kamar perban, suntik dan Tata Usaha.

Untuk menyelenggarakan tersebut kepada Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin diperbantukan 2 (dua) orang perawat, seorang Kepala Kantor Tata Usaha dan seorang Juru Ketik.

Disamping pembukaan kembali dari Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin maka terasa pula suatu kebutuhan untuk merawat para penderita yang menderita sakit payah dan sangat memerlukan perawatan dalam Rumah Sakit. Demikianlah kami mendapat pertujuan dari Prof. Sardadi, Pemimpin Seksi Ilmu Penyakit Dalam, untuk menitipkan penderita penyakit Kulit & Kelamin dalam ruangan Penyakit Dalam di Complex Rumah Sakit Pugeran. Menjelang akhir tahun 1965 dengan pertujuan dr. Kasmolo Paulus, Direktur RS Bethesda Yogyakarta, kami mendapat sebuah ruangan, sebenarnya suatu dag – verblijf = dari ruangan Chirurgi, yang telah dirubah untuk ruangan penyakit Kulit, dengan pengertian, bahwa kami wajib membantu pekerjaan Poliklinik Umum dari Rumah Sakit Bethesda secara suka rela (tidak mendapat honorarium).

Sepanjang tahun 1957

Atas desakan kami pada Prof. dr. Sardjito, yang juga merangkap Pemimpin Seksi Bacteriologi & Imunologi Fakultas Kedokteran, pada bulan Januari 1957 kami mendapat sebuah ruangan dalam gedung Bacteriologi, yang telah kami susun sebagian untuk ruangan Pemimpin dan sebagian untuk Kantor Tata Usaha Seksi Penyakit Kulit & Kelamin. Meubelair dan alat-alat kantor yang telah dipesan terlebih dahulu, dapat selesai tepat pada waktunya.

Berhubung dengan kedatangan Prof. M. Soetopo ke Yogyakarta sepanjang tahun 1956 mulai tidak teratur, karena kesibukan tugas beliau maka dengan persetujuan Rapat Dewan Guru Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. M. Sardjito menyerahkan soal pendidikan para mahasiswa kepada kami.

Demikianlah mulai tahun 1957 kami memberi kuliah kepada para mahasiswa tingkat IV dan V dengan memakai tempat ruangan kuliah di Complex Ngasem. Dengan persetujuan Pemimpin Perpustakaan Pusat, maka buku-buku pelajaran Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin serta majalah-majalah yang berhubungan dengan ilmu teebut kami pindahkan dari Gedung Perpustakaan Pusat ke Ruang Tata Usaha Seksi Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin, sehingga untuk keperluan literature, maka para mahasiswa tidak perlu lagi pergi ke Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada.

Pada bulan Maret 1957 kami mendapat seoranng asisten, dr. R. Soeliantoro Sulaiman, yang pindah dari Jakarta untuk dididik menjadi Ahli Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin selama 3 (tiga) tahun. Kedatangan dr. R. Soeliantoro Sulaiman adalah tepat sekali, karena bertambahnya tugas kami yaitu memberi kuliah pada para mahasiswa, sebenarnya kami dihadapkan pada suatu tugas yang maha berat, hanya seorang diri yang mengerjakan Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin, mengunjungi para penderita yang dirawat di RS Complex Pugeran dan RS Bethesda, memberi kuliah pada para mahasiswa dan mengurus surat-menyurat yang bertalian dengan proses pertumbuhan Seksi yang sedang berkembang, dengan motto mengejar ketinggalan waktu dan alat-alat, karena lain-lain seksi kesemuanya sudah gesettled lengkap dengan equipment dan ruangan-ruangan kerjanya.

Berhubung dengan keadaan keuangan Universitas Gadjah Mada yang merasa berat membiayai pemondokan para Doctorandi selama 1 (satu) bulan Co-Schap di Surabaya. Dipendekkan dan sebagian dapat dijalankan di Yogyakarta.

Dengan persetujuan Prof. dr. M. Soetopo, maka pada pertengahan tahun 1957 lamanya Co-Schap dijadikan 6 (enam) minggu (resminya memang 6 (enam) minggu lamanya), dengan pembagian 4 (empat) minggu dijalankan di Yogyakarta dan 2 (dua) minggu di Surabaya.

Pada akhir tahun 1957 Rapat Dewan Guru mengambil suatu keputusan yang penting yaitu menetapkan mata pelajaran Dermato-Venereologi sebagai mata pelajaran wajib untuk ujian A.II. yang akan dimulai pada permulaan tahun 1958. Sebelum tahun 1958 semua dokter-dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tidak diuji kecakapannya mengenai bidang Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin.

Sepanjang tahun 1958

Didalam bulan Januari 1958 dimulai dengan ujian Dermato-Veneorologi sebagai mata pelajaran wajib untuk ujian A.II., dengan bijzitter: dr. Mardjaban dari BKIA Yogyakarta. Oleh karena para examinandi kurang memiliki pengetahuan elementair dari Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin, satu dan lain karena tidak teraturnya mengikuti kuliah, maka hasilnya sangat mengecewakan.

Pukul rata tiap-tiap examinandus harus mengulangi ujian mata pelajaran Dermato-Venereologi. Pada penutupan tahun kuliah 1957/1958 . Rapat Dewan Guru telah menyetujui usul kami, untuk menghapuskan Co-Schap yang berlangsung di Surabaya selama 2 (dua) minggu dan mulai September 1958 seluruh Co-Schap Dermato-Venereologi selama 6 (enam) minggu dilangsungkan di Yogyakarta. Untuk dapat mengikuti perkembangan-perkembangan para penderita yang dirawat, maka para Co-Assistant berpindah-pindah tempat pekerjaannya, yaitu dari Poliklinik Ngasem ke Complex RS Pugeran dan RS Bethesda dengan segala akibat-akibatnya.

Pada bulan Mei 1958, datanglah pesanan kami untuk alat-alat laboratorium sehingga kami dapat membuka Veneri Laboratorium yang dimulai dengan pemeriksaan: W.R. Kahn, V.D.R.L., dan P.P.R. untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Penyelenggaraan merupakan kerja sama dengan Seksi Bacteriologi yang menyediakan tenaga-tenaga yang sudah terdidik dan kami menyediakan alat-alat dan bahan-bahannya (reagentia). Setelah mendapat pengalaman selama 3 (tiga) bulan, maka pemeriksaan serologis diperluas dan menerima monster darah dari semua seksi-seksi klinis dari Fakultas Kedokteran dan dari keurings patienten untuk masuk/diterima menjadi jururawat, Pegawai Negeri, calon-calon Cadet AURI sebagai hasil kerja sama dengan Jawatan Kesehatan Udara RI dan dari wanita-wanita P yang digaruk oleh Jawatan Kesehatan Kota Praja Yogyakarta.

Pada akhir tahun 1958 atas inisiatip dari dr. Martohoesodo, Kepala Jawatan Kesehatan Rakyat DIY dan disokong sepenuhnya oleh dr. R. Hadji Boanjamin, Kepala Lembaga Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Kusta di Jakarta, telah diresmikan berdirinya Cabang DIY dari LP3K Pusat Jakarta dan kami ditunjuk untuk membangun Cabang dan untuk sementara memimpin penyelenggaraannya.

Demikian pada akjir tahun 1958 kami mendapat tugas penuh padat:

Pendidikan para mahasiswa tingkat IV dan V, memberi kuliah secara systimatik dan teratur.

Membimbing para Co-Assistenten selama 6 (enam) minggu menjalani tugas membantu (Co-Schap).

Mengadakan supervisie atas pekerjaan Poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin, yang diselenggarakan oleh dr. R. Soeliantoro Sulaiman.

Mendidik dr. R. Soeliantoro Sulaiman menjadi Ahli dalam Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin.

Mengadakan Zaal visite untuk penderita-penderita yang dirawat di Complex Pugeran dan di Bethesda.

Memimpin Laboratorium untuk Penyakit Kelamin, yang melakukan pemeriksaan serologis untuk kebutuhan semua seksi-seksi klinik dari Fakultas Kedokteran.

Melakukan Research dalam bidang Dermato-Venereologi, yang hasilnya telah dimuat dalam Majalah Kedokteran Indonesia di Jakarta.

Sepanjang tahun 1959

Tugas kami yang penuh padat seperti teebut diatas dapat diselenggarakan dengan baik, bahkan disempurnakan dimana ternyata ada kekurangan-kekurangan. Kami merasa bahwa kami tidak mungkin dapat bertahan lama dalam keadaan tekanan physic dan psychis teebut, sehingga pada bulan Juni 1959 kami jatuh sakit, sehingga memerlukan istirahat di Panti Rapih beberapa hari dan kemudian dilanjutkan istirahat di rumah.

Setelah kami sembuh kembali, maka untuk meringankan beban tugas kami maka kepada dr. R. Soeliantoro Sulaiman diserahi beberapa bagian untuk mengawasi, yakni: Veneri Laboratorium dan membimbing para Co-Assistent selama menjalani Co-Schap. Juga soal Visite zaal dibagi 2 (dua), sehingga dr. R. Soeliantoro Sulaiman mendapat tanggung jawab untuk para penderita yang dirawat di Complex Pugeran.

Sepanjang tahun   1 9 6 0

Pada tanggal 23 Juni 1960, Gedung Complex Mangkuwilayan telah selesai , sehingga kami dapat mendiami ruangan perwatan, laboratorium dan tata usaha, sedangkan Poliklinik untuk sementara masih di Complex Poliklinik Ngasem.

Bagian perawatan mempunyai kapasitas untuk merawat 25 penderita dengan pembagian: 10 tempat tidur untuk pria, 10 tempat tidur untuk wanita, dan 5 tempat tidur untuk anak-anak.

Tenaga perawatan terdiri dari: 3 orang mantri perawat, 1 orang pembantu perawat, 8 orang pelajar pengamat kesehatan, dan 1 orang pelayan.

Para penderita yang masih dititipkan di Complex Pugeran dan Bethesda berangsur-angsur dipindahkan ke Complex Mangkuwilayan. Bantuan kami kepada Bethesda berlangsung terus, hanya terbatas pada Colsultan.

Bagian tata usaha dan perpustakaan mulai disusun dengan permulaan 20 buah buku-buku ilmiah dan 155 buah majalah sebagian besar dari luar negeri, sedangkan majalah dalam negeri sangat terbatas jumlahnya.

Mengenai kuliah yang semula masih meminjam ruangan kuliah di Complex Mangkuwilayan, sehingga dapat dilengkapi dengan demonstrasi-patienten yang diambil dari zaal-patienten.

Sebelum tahun 1960 maka kunjungan kuliah dari para mahasiswa tingkat IV dan V sangat mengecewakan sekali, maka guna memperbaiki kunjungan kuliah diadakan attendance-report.

Tiap-tiap mahasiswa yang wajib mengikuti kuliah diharuskan memiliki admission-ticket untuk satu tahun pelajaran, yang diperoleh dari bagian tata usaha seksi. Tiap-tiap kali menghadiri kuliah, maka admission-ticket wajib dibawa, sehingga dapat diketahui berapa banyaknya attendance. Untuk mahasiswa yang hingga 4 kali berturut-turut tidak menghadiri kuliah, diselidiki apa sebabnya dan apabila alasan tidak cukup memenuhi syarat-syarat maka pada mahasiswa yang beangkutan tidak diberi surat keterangan puas. Dengan sistem attendance-report maka kunjungan kuliah berangsur-angsur menjadi baik.

 

Sepanjang tahun 1961

Setelah persiapan digedung Complex Mangkuwilayan berjalan lancar dengan datangnya alat-alat perlengkapan secara berangsur-angsur, maka pada bulan April 1961 ruangan Poliklinik di Complex Ngasem dapat kami pindah ke Complex Mangkuwilayan, sehingga Seksi Penyakit Kulit & Kelamin dapat dipeatukan, oleh karenanya segalanya dapat berjalan lebih lancara. Para penderita tidaklah perlu lagi mondar-mandir dari poliklinik di Ngasem ke laboratorium dan zaal di Complex Mangkuwilayan.

Pada pertengahan tahun 1961 dr. R. Soeliantoro Sulaiman telah selesai dengan pendidikan keahliannya dan kami serahkan kembali kepada Ketua Fakultas Kedokteran untuk dapat diberikan tugas baru yang sesuai dengan keahliannya.

Disamping itu kami menerima untuk dididik seorang Assisten baru ialah dr. Hasyim Rowawi, akan tetapi beliau terlebih dulu harus menjalani wajib militer dan setelah selesai baru bekerja pada kami. Pendidikan praktis pada para Co-Assistant diperluas dengan mengadakan sistem REDGISTRAS IN CHARGE. Tiap-tiap Co-Assistant yang mendapat giliran menjadi Registrar in Charge diberi wewenang sebagai wakil pimpinan seksi diluar dinas kerja, dengan tanggung jawab penuh.

Dalam hal-hal yang sulit dan diluar kecakapannya, maka mereka dapat menghubungi kami melalui telepon.

Kedudukan para Co-Assistant dibagi dalam 3 (tiga) golongan menurut lamanya, yakni:

Junior Co-Assistant = minggu ke I dan II

Semi Co-Assistant = minggu ke III dan IV

Senior Co-Assistant = minggu ke V dan VI

Tugas membantu dari para Co-Assistant selama 6 minggu dibagi sebagai berikut:

Minggu ke: I = membantu pekerjaan VD laborat

Minggu ke: II, III dan IV = bekerja dipoliklinik dan setelah selesai kembali klinik

Minggu ke: V = membantu poli dengan tugas-tugas istimewa

Minggu ke: VI = peiapan ujian akhir Co-Schap

Sepanjang tahun 1962 dan sekarang*

Penyempurnaan dalam menyelenggarakan seksi penyakit kulit & kelamin berjalan lancar sehingga jatah penerimaan Co-Assistant yang semula 52 orang setahun, dapat dilipat gandakan menjadi 104 orang setahun.

Pada tiap akhir Co-Schap diambil Ujian, yang mempunyai nilai menentukan yakni apabila para mahasiswa lulus dalam ujiannya maka mereka dibebaskan dari ujian A.II untuk mata pelajaran Dermato-Venereologi.

Beberapa catatan

Jumlah pengunjung penderita poliklinik Penyakit Kulit & Kelamin

Tahun 1957     = 19.683   orang

Tahun 1958     = 20.837   orang

Tahun 1959     = 20.592   orang

Tahun 1960     = 18.499   orang

Tahun 1961     =  18.470   orang

Tahun 1962     =  18.499   orang

*Sekarang: waktu beliau menulis

Disalin dari tulisan Alm. Prof. dr. RM. Rahardjo Nitisaputro, yang ditulis tangan dalam 2 (dua) lembar kertas folio (oleh dr. Soedirman S.)

Pada bulan Januari 1976

Keunggulan Departemen
  • Menyelenggarakan pendidikan spesialis kulit dan kelamin yang inovatif dan berkualitas sehingga kompetensi lulusannya diakui secara nasional maupun internasional serta berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
  • Melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran bidang kesehatan kulit dan kelamin yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
  • Menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan dan/atau penelitian baik nasional maupun internasional
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kepentingan bangsa

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Prof. Dr. Med. dr. Retno Danarti, Sp.KK(K)

Kontak Departemen

Departemen Dermatologi & Venereologi
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Gd. Radiopoetro, lt. 3, Sekip, Yogyakarta 55281
No tlp +62 (274) 560700
Email : ikkk.fk@ugm.ac.id
Website : https://dv.fk.ugm.ac.id

Departemen Farmakologi dan Terapi sebagai salah satu departemen pre klinik di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) bertanggungjawab dalam memberikan bekal pengetahuan dasar tentang obat-obatan bagi mahasiswa Pendidikan Dokter dan mahasiswa medis lainnya yang membutuhkan. Berkembangnya program studi dan minat kesehatan lain menambah peran departemen ini  tidak terbatas untuk S1 tetapi juga untuk S2, S3, profesi, spesialis baik sesama disiplin ilmu maupun lintas disiplin. Untuk memperkuat pengetahuan farmakologi, departemen  ini mempunyai program studi lanjut  bagi  lulusan S1 melalui minat Farmakologi, dibawah Program Studi Paskasarjana, yaitu Magister Ilmu Biomedik FKKMK UGM.

Penelitian tentang obat-obatan, pengembangan obat mulai dari pre klinik sampai  klinik juga dapat difasilitasi oleh Departemen karena tersedianya tenaga ahli yang sudah berpengalaman baik tingkat nasional maupun internasional, laboratorium dan peralatan yang cukup memadai, fasilitas laboratorium hewan coba, laboran dan tenaga penunjang  terlatih, dll.

Selain banyak melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian, kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud dharma bakti kepada negara dan masyarakat selalu dilakukan secara rutin oleh para dosen dan tenaga kependidikan dalam bentuk sebagai pembicara dalam pertemuan ilmiah, melayani konsultasi obat bagi mahasiswa semua program jenjang studi, memberikan penyuluhan terkait pengetahuan obat ke masyarakat, dll.

Sejarah Departemen

Nama Departemen Farmakologi dan Terapi terbentuk pada tahun 2009 yang merupakan gabungan dari 3 departemen atau pada saat itu disebut bagian, yaitu Bagian Farmakologi dan Toksikologi, Bagian Farmakologi Klinik, dan Bagian Farmasi Kedokteran. Masing masing bagian mempunyai sejarah yang menarik dn tidak akan terlupakan, sebagai berikut:

a. Bagian Farmakologi dan Toksikologi

Awal Pengajaran Farmakologi (1946-1954).

Cikal bakal Bagian Farmakologi telah ada bersamaan dengan lahirnya klinik Perguruan Tinggi Kedokteran  (PTK) di Surakarta pada 4 Maret 1946 dan bagian Pre klinik PTK di Klaten pada 5 Maret 1946. Pada waktu itu mata kuliah Farmakologi disebut ilmu khasiat obat yang diberikan oleh dr. Soenoesmo.

Periode 1954-1962

Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UGM terbentuk secara resmi pada tanggal 1 September 1954. Kuliah Farmakologi Umum diberikan oleh Prof. Dr. Sardjito, sedangkan Kuliah Farmakologi khusus diberikan oleh dr. Sentral dan dr. Suwito dari Bagian Bedah FK UGM. Setelah mendapatkan upgrading dari Prof. Dr. R.A. Lewis, Visiting Profesor dari WHO, pada bulan Maret sampai September 1960, kuliah farmakologi khusus diberikan oleh dr. R.H. Yudono.

Periode 1962-1987

Mulai tanggal 1 September 1962, Kepala Bagian  Farmakologi dipegang oleh dr. Yudono dengan dibantu oleh dr. Ida Bagus Oka sebagai Asisten Ahli dan dr. Sunarto, dr. Suprapto, dr. Palal dan Azwar Agus sebagai Asisten. Pada tanggal 1 Januari 1967 Bagian Farmakologi FK UGM pindah dari Mangkubumen (Komplek Ngasem) Yogyakarta ke Gedung Farmakologi dan Fisiologi di Karangmalang. Pada tahun 1967 itu juga Bagian Farmakologi mendapatkan Visiting Profesor dari WHO yaitu Prof. J. Venercek. Setelah kembali dari Institut Voor Pharmacologis Rijks Universiteit Nederland pada 1 September 1969, dr. R.H. Yudono mendapat brevet sebagai ahli Farmakologi dari FK UGM dengan Prof. J Vanecek sebagai pendidik.

Pada 1 Januari 1970 tugas Prof. J. Venecek berakhir dan ditarik kembali oleh WHO, dr. Mu’tasimbillah Ghozi, dr. Samekto Wibowo, dr. Rahardjo Darmanto, dr. Barmawi Hisjam, dr. Rusdi Lamsudin, dr. Armis dan dr. Burham warsito diangkat menjadi Asisten Ahli.  Pada April 1971, Bagian Farmakologi pindah ke Sekip Utara. Bagian Farmakologi FK UGM mengalami masa pasang surut dalam jumlah staf pengajar pada masa kepemimpinan dr. R.H. Yudono. Beberapa asisten ahli mengembangkan karirnya di luar bagian Farmakologi di lingkungan FK UGM maupun diluar FK UGM. dr. Sulanto Saleh Danu diangkat menjadi Asisten dan pada tahun 1974 dan Drs. Med. Ngatidjan diangkat menjadi CPNS. Pada tahun 1975 dr. Budhiarto dan dr. Sumastuti menjadi asisten ahli baru.

Karena dr. Samekto Wibowo telah menyelesaikan brevet Farmakologi di Universitas Airlangga maka mulai tahun 1979 Bagian Farmakologi FK UGM berhak mendidik dan memberi brevet keahlian Farmakologi. Beberapa staf pengajar mendapatkan brevet ahli Farmakologi antara lain dr. Sulanto Saleh Danu (UGM), dr. Muchtan Sujatno dan dr. Adjad Sudradjad dari Universitas Padjajaran. Pada tahun 1983 dr. Ngatidjan dan dr Budhirto mendapat juga lulus brevet keahlian Farmakologi. Selama kurun waktu 1980-1990 beberapa staf Bagian Farmakologi telah dikirim ke luar negeri untuk meneruskan pendidikan dalam bidang farmakologi, dr. Budhiarto ke Hongkong, dr. Budiono Santoso ke Inggris dan dr. Ngatidjan dan dr. Ishandono ke Melbourne Australia.

Dari kiri ke kanan: dr. Budiono Santosa, dr Ngatidjan, dr. Budhiarto, dr. Samekto Wibowo

Periode 1987-2001

Bagian Farmakologi FK UGM mengalami perkembangan dan dinamika yang sangat cepat terutama dalam bidang SDM. Setelah dr. R.H. Yudono pensium, Kepala Bagian diteruskan oleh dr. Ngatidjan, M.Sc. Jumlah staf pengajar tinggal 8 orang dari 12 orang karena ada pengembangan Bagian Farmakologi Klinik. Bagian Farmakologi juga membina Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK UNLAM) Banjar Baru sejak tahun 1993. Beban tugas staf bagian terasa sangat berat di masa-masa tersebut. Penelitian tentang toksikologi, pengembangan obat tradisional, farmakokinetika dan farmakodinamika banyak dilakukan oleh staf pengajar Bagian Farmakologi. Bahkan pada masa ini nama bagian Farmakologi diusulkan menjadi Bagian Farmakologi dan Toksikologi tahun 1996-1997, beberapa staf melanjutkan pendidikan S3 ke luar dan dalam negeri dan dua orang staf melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis.

Sejak dimulainya BBM (Belajar Berdasarkan Masalah) pada tahun 1992 untuk seluruh mahasiswa baru, beberapa staf Bagian Farmakologi terlibat dalam penyususnan modul dan tutorial, Tahun 1994, penyempurnaan metode pengajaran dilakukan dengan kuliah menggunakakan team teacinng dan 2 arah. Kurikulum disempurnakan dengan memberikan mata kuliah Farmakologi pada semester IV dan Farmakoterapi pada semester V. Evaluasi dilakukan melalui minites mingguan dengan pemberian materi terstuktur sebelum kuliah. Praktikum dan penugasan lebih bersifat aplikatif dengan menekankan pada upaya penggunaan obat yang rasional. Sistem ini dirasa menguntungkan bagi mahasiswa dan membuat mahasiswa aktif.

Bagian Farmakologi menyenggarakan program pendidikan S2 Minat Utama Farmakologi di bawah Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar, Program Pasca Sarjana UGM. Sebagai ketua minat pertama kali adalah dr. Budiono Santoso, Ph.D yang juga merintis pembentukan seksi/divisi Farmakologi Klinik di Bagian Farmakologi FK UGM dan akhirnya membentuk Laboratorium Farmakologi Klinik tahun 1987.

Periode 2001-2006

Di masa ini muncul berbagai isu seperti kurikulum Nasional berbasis Kopetensi (KIPDI III) oleh FK UGM, perubahan status UGM menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Milik Negara, usaha UGM menjadi research University, maupun kewajiban memberikan jaminan mutu pendidikan yang terbaik bagi mahasiswa. Pada masa ini jumlah staf pengajar tinggal 12 orang.

Pada bulan Agustus 2003 Bagian Farmakologi dan Toksikologi mulai menempati ruangan baru di gedung Radiopoetro FK UGM. Bagian Farmakologi Dan Toksikologi merupakan salah satu Bagian yang mendapatkan fasilitas gedung dan laboratorium dari proyek OECF. Fasilitas yang dimiliki saat ini cukup representative untuk kegiatan praktikum, kuliah maupun penelitian bagi mahasiswa S1, S2 maupun S3. Diharapkan kajian bidang farmakodinamika, farmakokinetika, farmakoepidemiologi, farmakologi klinik, imunofarmakologi, farmakogenetik, farmakologi molekuler pengembangan obat tradisional dan toksikologi klinik semakin berkembang. Demikian juga kerja sama penelitian dengan berbagai intitusi seperti dengan Badan POM, DepKes RI, Industri Farmasi semakin berkembang.

Berbagai kegiatan penelitian telah dilakukan dalam 10 tahun terakir oleh staf Bagian Farmakologi & Toksikologi baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan intistusi lain baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain pengembangan formularium untuk rumah sakit dan intansi pemerintah, penelitian mengenai medication error di di berbagai rumah sakit, pengembangan senyawa C-9154 sebagai antibiotik pengembangan senyawa 1,10-fenantrolin sebagai antimalaria, eksplorasi obat Indonesia untuk malaria dan kanker, penelitian epidemiologi, polimorfisme gen EBV-NPC, kajian toksisitas berbagai tanaman obat Indonesia.

Tahun 2005, dr. Iwan Dwiprahasto, M.MED.Sc.,Ph.D diminta menjadi wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan periode 2005-2009, Selanjutnya Dr. Mustofa, M. Kes., Apt ditunjuk untuk menduduki PJs. Kepala Bagian Farmakologi FK UGM, dr. Ngatijan, M.Sc., Sp.FK. juga ditarik ke Fakultas untuk menjadi Asisten Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Periode 2006-2009

Dalam kurun waktu ini, 3 orang dosen menerima SK menjadi  Guru Besar dalam bidang Farmakologi yaitu: 1. Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K),  Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, dan Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.

Daftar Kepala Bagian:

Periode 1946-1954   : dr. Soenoesno

Periode 1954-1962   : Prof. Dr. Sadjito

Periode 1962-1987   : dr. R.H. Yudono

Periode 1987-1991   : dr. Ngatidjan, M.Sc., SpFK.

Periode 1991-1999   : Dr. Med. dr. Widharto PH, Sp.FK

Periode 1999-2001   : dr. Ngatidjan. M.Sc., SpFK

Periode 2001-2005   : dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med., Ph.D

Periode 2005-2009   : Dr. Mustofa, M. Kes., Apt.

b. Bagian Farmakologi Klinik

Cikal bakal Bagian Farmakologi Klinik bermula dari pembentukan Seksi Farmakologi Klinik/Divisi Farmakologi Klinik di Bagian Farmakologi pada tahun 1983. Sebelum itu, sejak 1979 juga telah dibentuk Kelompok Kerja Farmakologi Klinik di FK-UGM yang beranggotakan staf farmakologi dan bagian-bagian klinik, dengan koordinator dr. Budiono Santoso Ph.D. Kesempatan berkembang pada tahun 1987 dengan adanya perubahan tata organisasi di UGM pada tahun tersebut Fakultas Kedokteran mengembangkan pendirian Laboratorium, sehingga kemudian terbentuk Laboratorium Farmakologi Klinik. Perubahan tata organisasi terjadi lagi pada tahun 1996, yang mengubah status Laboratorium Farmakologi Klinik menjadi Bagian Farmakologi Klinik. Di kalangan mahasiswa, rekanan, dan konsumen, Bagian Farmakologi Klinik lebih dikenal dengan nama “Farklin” Nama ini merupakan singkatan yang mulai dipopulerkan oleh mahasiswa Kedokteran angkatan 1987. Karena sebutan ini pula, maka Website Bagian Farmakologi Klinik diberi nama://www.farklin.com.

Dalam kurun waktu 18 tahun Farklin telah berkembang pesat. Saat ini Farklin memiliki 4 Divisi yaitu Pendidikan S1, Pendidikan S2, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Divisi Penelitian melingkupi 4 Laboratorium, yaitu Laboratoriun Farmakokinetika dan Ketersediaan hayati, Uji klinik, Kebijakan dan Manajemen Obat dan pengembangan Pendidikan Farmakologi Klinik. Laboratorium Farmakokinetika dan kesediaan hayati pada saat itu sedang menjalani proses akreditasi nasional sebagai laboratorium pengujian. Farklin merupakan salah satu Departement of Clinical Pharmacology di negara berkembang yang aktif menyumbangkan penelitian pendidikan di bidang farmakologi Klinik/farmakologi terapi untuk mahasiswa Kedokteran. Staf Bagian sering diundang untuk berbicara tentang pengembangan farmakologi klinik di pertemuan-pertemuan internasional. Tahun 2001/2002 mendapat kepercayaan IUPHAR untuk mengkaji dan mendefinisi-ulang peran, lingkup dan organisasi Farmakologi Klinik di negara berkembang, bahkan menduduki posisi komite.

Tahun 1995 Farklin bersama-sama dengan beberapa pakar dari berbagai disiplin ilmu mendirikan Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat UGM (Centre for Clinical Pharmacology and Medicines Policy Studies). Oleh karena kontribusinya dalam pengembangan strategi peningkatan penggunaan obat secara rasional di skala internasional, Pusat Studi ini sejak tahun 1996 ditunjuk menjadi WHO Collaboration Centre for Research and Training in Rational Use of Medicines.

Farklin secara aktif terlibat dalam pendidikan S1, S2, maupun pembibingan untuk mahasiswa S3. Untuk pembibingan mahasiswa S3, staf Bagian Farmakologi Klinik telah terlibat sebagai penguji luar maupun sebagai pembimbing program doctor di beberapa Universitas di luar negeri.

Perkuliaan S1 Farklin pada semester 8 mahasiswa kedokteran dimulai pada tahun 1989. Sebelumnya, selama tahun 1987-1988 dilakukan pengembangan dan uji-coba modul-modul perkuliahan. Materi perkuliahan dibukukan dengan Farmakologi Klinik dan Farmakoterapi, dan diberikan secara Cuma-Cuma kepada seluruh mahasiswa S 1. Materi lengkap pada saat itu juga dapat didownload tanpa biaya dari website http://www/farklin.com. Beberapa Fakultas Farmasi dan kedokteran di Indonesia telah mengabdopsi beberapa materi untuk digunakan dalam perkuliahan mereka. Evaluasi terhadap mutu pembelajaran dilakukan secara berkala. Evaluasi terakhir dilakukan pada tahun 2004, dan hasilnya dipresentasikan di VIII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics di Brisbane, Agustus 2004. Hasil evaluasi menunjukan bahwa nilai rata-rata kelas untuk mata kuliah farmakologi klinik meningkat secara konsisten.

Staf Farklin selama bertahun tahun secara aktif terlibat dalam pergerakan internasional untuk memasukan konsep obat esensial dan pengobatan rasional ke dalam kurikulum kedokteran antara lain:

  • Sebagai pembicara di kursus internasional untuk memasukan konsep obat esensial dan pengobatan rasional (Netherlands, 1994 dan Filipina, 2001)
  • Plenary lecture di VII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics (Brisbace, 2004), dengan judul ”Contribution of clinical pharmacology in promoting rational use of medicines in developing countries”
  • Workshop on Integrated Pharmacotherapy Teaching in Medical Curricula, menghasilkan rekomendasi yang mencakup rumusan kompetensi yang harus dimiliki oleh dokter umum di bidang farmakoterapi, core content, core skills, dan core attitude farmakoterapi, dan strategi agar pengajaran farmakoterapi dapat terintegrasi dengan baik dalam pengajaran ilmu- ilmu klinik.

Pada jenjang pendidikan S2, Farklin menyelenggarakan program Magister Manajemen dan Kebijakan Obat (MKO) di bawah kordinasi Program Studi S2-IKM. Support group untuk MKO antara lain Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat UGM dan Internasional Network for Rational Use of Drugs (INRUD).  Tujuan untuk mempersiapkan tenaga professional yang mampu mengelola kebijakan obat dan mengelola program yang berkaitan dengan obat public di tingkat nasional, Propinsi, kabupaten, maupun di instusi pelayanan kesehatan swasta.

Dalam kurun waktu 1996-2005 jumlah peserta program pendidikan  MMKO adalah 101 orang yang tersebar di 24 propinsi kualitas tesis pada umumnya memenuhi standar Internasional. Sebanyak 13 paper alimni MMKO berhasil dipresentasikan dalam Internasional Conference in Improving the Use of Medicines (ICIUM), Februari 2004. Alumni MKO juga difasilitasi untuk terlibat dalam evaluasi kebijakan nasional.

Program pendidikan non-gelar seperti kursus/pelatihan jangka pendek telah diselenggarakan sejak 1987 dalam bidang evaluasi obat, manajemen obat, penelitian klinik, biostatistik, dan penelitian ketersediaan hayati obat dilaksanakan 1 kali setahun. Farklin telah banyak melatih individu, staf berbagai kota di Indonesia untuk menjadi independent drug evaluator. Di tingkat Internasional, Bagian farmakologi klinik menjadi tujuan fellowship WH untuk kursus/pelatihan di bidang evaluasi obat dan uji kesediaan hayati.

Dalam bidang penelitian, Laboratorium Uji Klinik saat itu merupakan suatu Contract Research Organization (CRO) yang memegang prinsip Good Clinical Research Practices (GCP). Kerja sama kegiatan dilakukan berdasarkan permintaan industri farmasi, meliputi pengembangan protokol uji klinik, merancang case report forms, manajemen uji klinik, monitor, dan analisis data.

Laboratorium Farmakokinetika Klinik dan Ketersediaan Hayati eksis sejak tahun 1987. Sampai Tahun 2006  telah melakukan lebih dari 100 pengujian untuk memastikan kualitas sediaan generik maupun branded generics, sebagai bagian dari proses premarketing approval oleh Badan POM, juga melakukan pengujian untuk formulasi sediaan baru. Pada pengembangan pendidikan Farklin, pengembangan yang telah dilakukan meliputi pengembangan modul pembelajaran farmakologi klinik dan farmakoterapi. Publikasi antara lain “Drug advertisement a critical lesson for Indonesia students “ tentang hasil uji coba salah satu  modul untuk menelaah iklan obat. Modul ini diadopsi oleh WHO dan HAI Europa menjadi buku How to Respond to Drug Advertisement: A Practical Guide for Health Professional Students. Farklin juga telah terlihat dalam pengembangan modul dan uji coba Guide to Good Prescribing (GGP) bersama Fakultas kedokteran dari 7 negara. Buku ini dipakai oleh ± 80% Fakultas kedokteran di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa. Farklin juga memberikan pelatihan dan konsultasi kepada lembaga-lembaga swasta dan pemerintah berbagai negara bahkan untuk mempersiapkan laboratorium penelitian farmakokinetika klinik di berbagai pusat riset negara lain.

Laboratorium Kebijakan dan menejemen Obat banyak bekerja sama denga Pusat Farmakologi Klinik dan KEBIJAKAN Obat UGM, Magister Manajemen dan kebijakan obat, serta berbagai institusi pelayanan kesehatan di luar UGM. Dalam kurun waktu 2001-2006 telah dihasilkan 32 penelitian, sebagian besar dipublikasi di jurnal manajemen Pelayanan Kesehatan. Tiga belas karya terpilih dikomunikasikan di internasional Conference on Improving the Use of Medicines di Chiangmai 2004.

Kegiatan pengabdian langsung ke masyarakat antara lain diwujudkan dengan dialog-dialog interaktif melalui media masa cetak maupun elektronik, ceramah umum, dan pengembangan modul pelatihan mandiri untuk digunakan oleh masyarakat. Salah satunya modul CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan swamedikasi. Modul ini banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak  baik nasional maupun internasional. Desember 2005, WHO menyelenggarakan Worskshop yang diikuti 9 negara di Asia dan Pasifik untuk menyebarluaskan CBIA ini sebagai suatu model pilihan untuk pemberdayaan masyarakat.

Staf Farklin juga terlibat dalam perumusan kebijakan publik di tingkat daerah, nasional dan internasional, dan menjadi konsultan departemen kesehatan di berbagai negara. Sejak tahun 1989 staf Farklin selalu diminta menjadi konsultan WHO dan beberapa badan donor Internasional lain untuk membantu pengembangan program nasional dalam bidang obat esensial, kebijakan obat manajemen obat, dan peningkatan penggunaan obat secara rasional di berbagai Negara. Negara yang telah memakai jasa konsultan Farklin antara lain Nepal, Myanmar, Kyrgstan, Sri Langka, Bangladesh, Maldives, Pakistan, Combodia, Lao, China, Vietnam, dll, Pada waktu artikel ini disiapkan, seorang staf Farklin sedang didomikasi untuk menjadi anggota Dewan Pengawas Narkotika Internasional. Kemampuan staf Farklin sebagai fasilitator Internasional merupakan aset universitas yang sangat berharga. Hasil evaluasi berbagai pelatihan Internasional, menunjukan bahwa staf Farklin merupakan fasilitator favorit. Selain itu Farklin pada saat itu juga mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara berbagai pertemuan internasional, utamanya untuk pengembangan, mengujicoba, mengevaluasi suatu materi kursus baru, dan mempersiapkan template untuk digunakan oleh penyeleggaraan selanjutnya.

Daftar Kepala Bagian

1987-1996    : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1996-1999    : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1999-2005    : Dr. Sri Suryawati

2005-2009    : dr. H.Sulanto Saleh Danu, Sp.FK.

c. Bagian Farmasi Kedokteran

Pendidikan Kefarmasian bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM tahu 1950-1961 dikenal dengan nama ilmu resep. Ilmu Resep diberikan pada tingkat kepaniteraan oleh apoteker apotek RS Gadjah Mada. Semenjak tahun 1961 dengan dipimpinnya apotek tersebut oleh Dra. Mamik Soeparmi, Apt. maka ilmu resep diajarkan pada mahasiswa S1 dan mahasiswa tingkat profesi (koas) bekerja sama dengan Fakultas Farmasi UGM. Tenaga pengajar saat itu selain Dra. Mamik Soeparmi, Apt. adalah Dra. Sopartinah, Apt. Dengan semakin pesatnya perkembangan obat dan tehnologi kefarmasian maka menuntut pendidikan kefarmasian bagi mahasiswa Kedokteran yang lebih luas sehingga pendidikan kefarmasian perlu dikelola sendiri oleh Fakultas Kedokteran. Oleh karenanya pada tahun 1970 berdirilah Bagian Farmasi Kedokteran dengan ketua Bagian Dra. Mamik Soeparmi, Apt.

Dra Mamik Suparmi, Apt. memberikan sambutan pada acara

Pertemuan Regional PEFARDI, 25 ApriL 1987

Dra. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, Apt (kanan) dan Dra.Tri Murini, Apt (kiri)  dalam acara Kursus Penyegaran Asisten Apoteker, FK UGM 28 November 1992

Seiring dengan perkembangan waktu dan tuntutan pendidikan, bertambahlah jumlah staf pengajar di Bagian Farmasi Kedokteran FK UGM, yaitu Dra. Anggraeni Sulistyowati, Apt dan Dra. Sri Suharmi, Apt di tahun 1982, Dra.Tri Murini Apt (1985), dan Dra. Mae Sri Hartati Wahyuningsih (1985). Di tahun 2000 Farmasi Kedokteran mempunyai tiga dosen yang sudah menyelesaikan Pendidikan S2-nya. Studi ke jenjang Doktor juga didorong di bagian ini, di tahun 2005 untuk pertama kalinya Farmasi Kedokteran mempunyai dosen bergelar doktor dan di tahun 2009 bergelar profesor yaitu Prof.Dr. Mae  Sri Hartati Wahyuningsih, Apt.

Ilmu Farmasi Kedokteran semakin berkembang di beberapa Fakultas Kedokteran di Indonesia, hal ini mendorong berdirinya Perhimpunan Farmasi Kedokteran Indonesia (PEFARDI) di tahun 1982. Dengan adanya organisasi tersebut para staf pengajar dapat bertukar ilmu. Hasil yang diperoleh dari beberapa pertemuan anggota PEFARDI antara lain memperbarui konten dan metode pembelajaran ilmu Farmasi Kedokteran yang awalnya banyak mengajarkan/praktek meracik obat menjadi pembelajaran yang lebih aplikatif dan disesuaikan dengan kompetensi dokter, yaitu memberikan materi-materi pembelajaran yang menunjang penulisan resep.

Penerapan pembelajaran penulisan resep obat akan sangat terbantu bila dikaitkan dengan diagnosis penyakit untuk obat yang diberikan. Dosen dengan latar belakang dokter sangat diperlukan. Oleh karena itu pada tahun 1999 diusulkan dan terealisasi penambahan tenaga dosen tetap profesi dokter yaitu dr. Rul Afiyah Syarif. Sebelum mempunyai tenaga dokter, pembelajaran resep yang menggunakan kasus penyakit mendapat bantuan tenaga dokter dari bagian Farmakologi dan Toksikologi, antara lain dr. Ngatidjan.

Proses pembelajaran Ilmu Farmasi Kedokteran diberikan melalui kuliah, latihan ketrampilan terutama menulis resep, demonstrasi (peragaan) dan diskusi kelompok.  Sebelum tahun 2004 selain diberikan di tingkat S1 Pendidikan Dokter, Ilmu Farmasi Kedokteran juga diberikan di tingkat profesi (koas). Di Tingkat S1 Ilmu ini diberikan di semester VI dan di tingkat koas diberikan selama 2 minggu stase.  Sejak tahun 2004 semua ilmu Farmasi diberikan di tingkat S1 selama 2 Semester (1 SKS/per semester) yang terbagi menjadi satu SKS kuliah dan satu SKS praktikum.  Perubahan kurikulum di tahun 2007 yang dilakukan oleh Fakultas menjadi sistem blok, banyak membuat perubahan penyampaian pembelajaran dan pemampatan materi. Meskipun demikian, tujuan pembelajaran diupayakan tercapai.

Sampai tahun 2009 bagian Farmasi Kedokteran menempati gedung di lingkungan FK UGM yang terletak disebelah timur RSUP dr. Sardjito. Fasilitas ruang diskusi, ruang laboratorium yang memadai dan perpustakaan dapat menunjang proses pembelajaran mahasiswa.

Beberapa penelitian yang mendukung program unggulan Bagian Farmasi Kedokteran tentang obat tradisional, masalah epidemologi obat dan quality control obat telah dilakukan para staf pengajar. Salah satu staf Bagian Farmasi yaitu Dra. Mae Sri Hartati W. MSi., Apt, yang berminat melakukan penelitian pengembangan obat tradisional telah berhasil menemukam senyawa aktif 16,17-dehidrodeasetil, 5a-oleandrin yang berpotensi dikembangkan sebagai obat anti kanker ginjal, dan 5a oleandrin sebagai obat anti kanker servik. Staf tersebut beserta staf yunior dr. Heri Wijanarko, MSi pada saat itu, berhasil pula menemukan senyawa baru (phalerin) hasil isolasi daun mahkota dewa yang berpotensi sebagai immunomodulalator.

Kerjasama yang telah dibina antara lain bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM dalam bidang Pendidikan dan penelitian, dengan yayasan Kucala dalam bidang Pengabdian masyarakat, dengan Perhimpunan Farmasi Kedokteran Indonesia( PEFARDI) dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, dan dengan Badan Informasi Daerah DIY dalam bidang Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan di bidang pengabdian masyarakat meliputi penyelenggaraan kursus bagi tenaga asisten apoteker dan atau para medis, seminar/penyuluhan pengetahuan obat modern dan obat tradisional kepada masyarakat baik dalam bentuk ceramah maupun dialog interaktif. Disamping itu Bagian Farmasi Kedokteran juga memberikan layanan Kefarmasian baik kepada residen maupun mahasiswa S1, S2,dan S3 Fakultas Kedokteran dalam menentukan formula sediaan obat yang digunakan sebagai bahan penelitian.

Daftar Kepala Bagian

1970-1992    : Dra. Mamik Sopeparmi, Apt.

1992-1996    : Dra. Soepartinah, SU., Apt.

1996-2002    : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

2002-2005    : Dra. Tri Murini, M.Si., Apt

2005-2009    : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

 

—————————————————————————————————————–

Pada awal penggabungan ketiga Bagian tersebut, Bagian Farmakologi dan Terapi terbagi atas 7 divisi yaitu: 1. Farmakologi Molekuler dan Farmakogenetika, 2. Farmakoepidemiologi dan Farmakoekonomi, 3. Manajemen dan Kebijakan Obat, 4. Farmakokinetika klinik, 5. Etnofarmakologi, 6. Farmakologi klinik dan Farmasi Klinik, 7. Farmakologi dasar dan Toksikologi.

Mulai tahun 2016, sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang diberlakukan di UGM, Bagian Farmakologi dan Terapi berubah menjadi Departemen Farmakologi dan Terapi, yang terdiri atas 5 Divisi: 1. Farmakogenomik, 2. Farmakologi dan Toksikologi Eksperimental, 3. Etnofarmakologi, 4. Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat, 5. Farmakoepidemiologi, Farmakovigilans & Farmakoekonomi.

Foto bersama setelah Rapat Kerja Bagian Farmakologi dan Terapi, 25 Januari 2014

Foto bersama Dosen dan Tenaga Kependidikan dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt., pada tanggal 11 Desember 2019

Kepala Bagian

Periode 2009-2013           : Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt

Periode 2013-2016           : Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K)

Ketua Departemen

Periode 2016- saat ini     : Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed

Sampai bulan Agustus 2020, Departemen Farmakologi dan Terapi mempunyai 16 tenaga pengajar yang terdiri atas 4 orang professor dan 12 belum profesor, dan 13 orang bergelar doktor, 2 orang bergelar master yang masing-masing sedang menempuh program doctor di Inggris (dr. Yolanda Dyah Kartika, M.Sc.) dan Taiwan (drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc.) dan seorang staf pengajar baru (dr. Mia Munawaroh Yuniyanti).

Visi

Menjadi Departemen yang unggul , mandiri, dan bermartabat, berkelas internasional yang dijiwai Pancasila dalam mengabdi kepada kepentingan bangsa dan umat manusia melalui proses yang rasional, efisien, terintegrasi dan berkesinambungan dengan penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel didukung sumber daya manusia yang profesional dan bertanggung jawab.

Misi

  1. Melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkelas dunia dengan berlandaskan kearifan lokal.
  2. Melaksanakan pengelolaan Departemen yang baik (Good Department Governance) dengan mengedepankan transparansi dan akuntabel.
  3. Meningkatkan kesejahteraan segenap sivitas akademika Bagian atas dasar profesionalitas dan kekeluargaan.

 

Keunggulan Departemen

  1. Uji Toksisitas (Penanggungjawab: Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed)
  2. Uji Bioavailability-Bioequivalence (BA-BE) (Penanggungjawab: Dr. dr. Rustamaji, M.Kes)
  3. Skrining Antimalaria (Penanggungjawab: Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.)
  4. Ekstraksi Bahan Obat Herbal (Penanggungjawab: Dr. Mae Sri Hartati W, M.Si., Apt)
  5. Animal house (Penelitian dengan hewan coba) (Penanggungjawab: dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D)

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Dr. dr. Eti Nurwening Solikhah, M.Kes., M.Med.Ed.

Sekretaris Departemen : Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes

Nama-nama dosen per Divisi dan Kepakarannya

A. Divisi Farmakogenomik (Ketua: Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.)

  1. Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt. (Drug discovery and development, Pharmacogenetics and pharmacogemonics, Pharmacology experimental)
  2. Dr.Med. dr. Indwiani Astuti (Pharmacogenetics, Medical Molecular Biology)
  3. dr. Yolanda Dyah Kartika, M.Sc (Experimental Pharmacology, Molecular Pharmacology, Drug Resistance, Breast Cancer Brain Metastases)
  4. drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc (Drug development, Molecular biology, Signal transduction, Immunology and inflammation, Pharmacology in respiratory disease)

B. Farmakologi dan Toksikologi Eksperimental (Ketua: Dr.dr.Eti Nurwening S, M.Kes., MMedEd.)

  1. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed. (Experimental Pharmacology, Drug Development, Toxicology)
  2. dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D (Molecular Pharmacology, Pharmacogenomics, Animal model for drug discovery and development, toxicology)
  3. dr. Mia Munawaroh Yuniyanti (Experimental Pharmacology, Tropical Medicine)

C. Etnofarmakologi (Ketua: Prof. Dr. Mae Sri Hartati W, M.Si., Apt)

  1. Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si., Apt. (Ethnopharmacology, Herbal Medicine, Drug Development)
  2. Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD. (Basic Pharmacology, Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy, Ethnopharmacology)
  3. Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes. (Ethnopharmacology, Reproductive Pharmacology, Medical Pharmacy)

D. Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat (Ketua: Prof. Dr. Sri Suryawati, Apt.)

  1. Prof. Dr. Sri Suryawati, Apt. (Clinical Pharmacology, Medicine Policy)
  2. Dr. Dra. Tri Murini, M.Si., Apt. (Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical)
  3. Dr. dr. Rustamaji, M.Kes. (Medicine Policy, Pharmacokinetic, Narcotics and New Psychoactive Substances (NPS), Drug management)
  4. Dr. dr. Woro Rukmi Pratiwi, M.Kes., Sp.PD (Basic Pharmacology, Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy)

E. Farmakoepidemiologi, Farmakovigilans & Farmakoekonomi (Ketua: Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt.)

  1. Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt. (Farmakologi Klinik, Farmako-epidemiologi, Farmako-ekonomi, Health Technology Assesment)
  2. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D (Pharmacoepidemiology Pharmacoeconomy, Pharmacovigillance and Drug Safety, Vaccinology and Vaccine Safety)

 

Kontak Departemen

Departemen Farmakologi dan Terapi

Gedung Radioputro, Lt 2, Sayap Timur
Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281
Telp (0274) 511103
Email: farmakologi.fk@ugm.ac.id
Website: farmakologi.fk.ugm.ac.id

Bagian Ilmu Faal atau yang kini dikenal dengan nama Departemen Fisiologi merupakan salah satu depertemen pre-klinik di FKKMK UGM. Didukung oleh 12 orang staf dosen aktif dan 2 orang dosen luar biasa yang seluruhnya memiliki belakang pendidikan dokter,  Departemen Fisiologi FK UGM terlibat aktif dalam proses pendidikan di prodi S1 Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, dan Gizi Kesehatan; Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS) ilmu bedah, ilmu penyakit mata, ilmu penyakit syaraf dan ilmu penyakit dalam; prodi S2 Magister Ilmu Biomedis, Ilmu Kesehatan Kerja, Ilmu Kedokteran Tropis, dan Ilmu Kedokteran Klinik; serta prodi S3 Kedokteran di lingkungan FK UGM. Selain memberikan Pendidikan di lingkungan FFKMK, Departemen Fisiologi juga terlibat dalam proses pengajaran di Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi selain juga mengajar di PPDGS program studi periodonti, ortodonti serta bedah mulut.

Sebagai bagian dari proses pendidikan di prodi S1 Pendidikan Dokter, Bagian Ilmu Faal aktif mengirimkan delegasi mahasiswa untuk mengikuti Inter Medical School Physiology Quiz (IMSPQ) yang secara berkala diadakan di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak tahun 2018, Departemen Fisiologi juga rutin menerjunkan tim mahasiswa dalam olimpiade nasional bertajuk Respiquiz.

Dalam bidang penelitian, staf Departemen Fisiologi aktif menjalankan penelitian  bersama dengan mahasiswa, internal departemen, lintas departemen, maupun lintas universitas. Topik penelitian yang dilakukan meliputi kedokteran olahraga, sistem kardiovasa, sistem endokrin, sistem respirasi, sistem reproduksi, sistem urinaria, nutrisi klinik, sistem imun, dan neurosains.

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, staf Departemen Fisiologi rutin menyelenggarakan kursus nasional bertema kultur. Depatemen Fisiologi juga rutin memberikan penyuluhan bagi siswa SD. Selain agenda yang dilaksanakan secara internal, Departemen Fisiologi juga bekerjasama dengan Departemen Fisiologi lintas Fakultas dan lintas Universitas untuk menyelenggarakan berbagai seminar nasional.

 

Sejarah Singkat Departemen Fisiologi

Departemen Fisiologi merupakan peralihan nama dari Bagian Ilmu Faal, salah satu bagian pre klinik yang pertama kali didirikan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Sejarah pendirian Bagian Ilmu Faal FK UGM diawali sejak revolusi kemerdekaan tahun 1946. Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK) bagian pre-klinik dibuka pada tanggal 5 Maret 1946 di Klaten. Ketua Bagian Bagian Ilmu Faal, saat itu disebut dosen pengasuh Fisiologi, adalah dr. Abdulrachman Saleh. Pada agresi militer Belanda ke II di Bandara Maguwo, dr. Abdurahman Saleh bersama dengan Komodor Muda Angkatan Udara Adisutjipto gugur di Bandara Maguwo (Saat ini Bandara Adisutjipto) ketika membawa obat-obatan. Sepeninggal dr. Abdulrachman Saleh, Ketua Bagian Ilmu Faal dipegang oleh Drs. Radiopoetro hingga tahun 1963.

Mulai 1963 hingga 1972, Bagian Ilmu Faal dipimpin oleh dr. Ahmad Muhammad Djojosugito. Pada masa ini, kegiatan belajar mengajar mata pelajaran fisiologi dilaksanakan di daerah Ngasem, sedangkan laboraturium dipindah ke IKIP (sekarang UNY) di daerah Karang Malang, Yogyakarta. Sekitar tahun 1970-an (1972/1973) baru kegiatan perkuliahan berpindah ke Sekip, menempati gedung faal bagian dari Fakultas Kedokteran UGM (Gambar 1). Pada masa tersebut, kegiatan perkuliahan masih dilakukan secara konvensional karena belum adanya komputer, mesin OHP, pengeras suara, maupun proyektor. Penanda pergantian waktu kuliahpun dilakukan secara tradisional, yaitu menggunakan gong. Pada waktu itu, terdapat satu dosen dari Polandia bernama Trezpski yang turut membimbing mahasiswa maupun dosen dalam melakukan penelitian mengenai sistem kardiovasular pada hewan coba kucing dan anjing.

Gambar 1. Tampak depan gedung faal lama dengan beberapa staf, karyawan dan asisten.

Selain kegiatan ajar mengajar, Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran UGM mempunyai peran penting dalam pembentukan organisasi profesi Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia (IAIFI) yang keberadaannya dan aktivitasnya masih dipertahankan hingga saat ini. Saat ini IAIFI telah memiliki cabang di seluruh provinsi di Indonesia, dengan anggota tidak hanya ahli fisiologi manusia tetapi juga ahli fisiologi hewan, tumbuhan dan olahraga. Bagian Ilmu Faal FK UGM menjadi pemrakarsa dan tuan rumah pendirian IAIFI yang diresmikan pada tanggal 25 Desember 1964 di Sekip blok K5, Yogyakarta. Para pemrakarsa pendirian IAIFI tersebut adalah dr. Ahmad Muhammad Djojosugito, dr. Abyono Soepono, dr. Bambang Soempeno dan dr. Sri Kadarsih bersama dengan dr. Soetarman dan dr. Moch Said dari Universitas Indonesia, drg. Adiwijaya (Jakarta), dr. Soedjatmo Soemowerdojo dan dr. Soedijono Brotoprawiro (Bandung), serta dr.  JA Wibowo dari Universitas Airlangga. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan bagian Ilmu Faal FK UGM bersama IAIFI adalah kongres internasional ilmu fisiologi ke 26 pada tahun 1970-an (Gambar 2).

Gambar 2. Kegiatan Kongres Internasional Ilmu Fisiologi ke 26 di Yogyakarta.

Setelah periode kepemimpinan dr. Ahmad Muhammad Djojosugito, Departemen Fisiologi dipimpin oleh:

  • dr. Abdul Choliq Chuseri, M.Sc., Ph.D pada tahun 1972-1973

Selain menjabat sebagai kepala bagian, Prof. Abdul Choliq juga aktif merintis berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman dan Universitas Lambung Mangkurat.

  • Bambang Soempeno pada tahun 1974-1975 dan 1983-1987

Selain pernah menjabat sebagai kepala bagian, dr. bambang Soempeno juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UGM.

  • dr. Ahmad Muhammad Djojosoegito pada tahun 1976-1978

Pada masa ini, berdiri Pusat Fisiologi Olahraga di UGM pada tanggal 19 Juni 1976 di Yogyakarta (Gambar 5) dengan pengampu dr. Bambang Soempeno dan dr. Zaenal Muttaqien Sofro. Pusat Fisiologi Olahraga tersebut kemudian perkembang menjadi Pusat Studi Olahraga (PSO), salah satu pusat studi di lingkungan UGM yang berada di bawah Rektor dengan dr. Zaenal Muttaqien Sofro sebagai sekretaris PSO.

Gambar 3. Peresmian Pusat Fisiologi Olahraga di gedung faal FK UGM pada tanggal 19 Juni 1976.

  • dr. Sri Kadarsih, M.Sc., Ph.D pada tahun 1978-1980

Prof. Sri Kadarsih hanya menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Faal selama 2 tahun, karena harus melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat.

  • dr. Abdulcholiq Chuseri, M.Sc., Ph.D pada tahun 1980-1983

Pada tahun 1980 Prof. dr. Abdulcholiq kembali menjabat sebagai Kepala Bagian. Pada tahun ini, Pascasarjana Bagian Ilmu Faal pertama kalinya berdiri. Mahasiswa pada angkatan tersebut yang sekaligus menjadi mahasiswa pertama adalah dr. Achmad Djunaidi, SU (menjadi dosen fisiologi Fakultas Kedokteran UGM hingga saat sejarah ini ditulis) dan dr. Siswanto Agus Wilopo (menjadi dosen IKM Fakultas Kedokteran UGM).

  • Abiyono Soepono pada tahun 1987-1992

Pada masa itu, staff Bagian Ilmu Faal, yaitu dr. Bambang Soempeno dan dr. Suwono bersama dengan IAIFI aktif bekerjasama dan menjadi anggota serta pengurus PPKORI (Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia) cabang Yogyakarta yang berkedudukan di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) cabang Yogyakarta. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 1988 atas kerjasama bagian Ilmu Faal FK UGM, IAIFI dan PPKORI dapat dilihat pada gambar 7.

Gambar 4. Kegiatan ilmiah kerjasama bagian Ilmu Faal FK UGM, IAIFI dan PPKORI

  • Bambang Soejatno pada tahun 1992-2001

Pada masa ini, Gedung Radiopoetro sedang dalam proses pembangunan, sehingga staf Bagian Ilmu Faal bersiap-siap untuk berpindah gedung.

  • Soewono pada tahun 2001-2004

Pada kepemimpinan beliau, tepatnya pada tahun 2003, Bagian Ilmu Faal berpindah lokasi dan menempati gedung baru, yaitu Gedung Radioputro lantai 5, adapun gedung Faal lama diratakan. Saat ini bekas gedung Faal lama digunakan untuk lapangan basket, lapangan parkir dan kantin. Seiring perkembangan kebutuhan penelitian dan pendidikan, maka ruang di gedung Radioputro diperluas pemanfaatannya sehingga saat ini Departemen Fisiologi memiliki beberapa ruangan yaitu ruang olah raga, ruang penelitian sistem gastrointestinal, ruang penelitian perilaku hewan coba, ruang penelitian olahraga pada hewan coba, ruang perawatan hewan coba, laboratorium kultur sel dan jaringan, serta ruang praktikum utama. Peralatan maupun fasilitas di dalam laboratorium juga semakin lengkap.

  • dr. Dicky Moch Rizal,M.Kes., Sp.And pada tahun 2005-2009

Pada masa ini, tepatnya pada tahun 2005, Prof. dr. Sri Kadarsih, M.Sc., Ph.D menggagas untuk menyelenggarakan kursus kultur dasar. Melihat animo para peneliti yang sangat besar, maka sejak saat itu  Departemen Fisiologi rutin menyelenggarakan kursus tersebut. Pada periode ini (2007), Bagian Ilmu Faal mulai rutin mengirimkan mahasiswa untuk ikut serta dalam ajang lomba pengetahuan fisiologi antar mahasiswa tingkat internasional yang bertajuk “Inter-Medical School Physiology Quiz (IMSPQ)”.

  • dr. Ginus Partadiredja, M.Sc., Ph.D., AIFM pada tahun 2009-2013

Pada periode tersebut, dr. Ginus mengembangkan laboratorium tes perilaku hewan coba dan teknik stereologi. Laboratorium tes perilaku hewan coba tersebut kini tidak hanya digunakan oleh mahasiswa dari fakultas kedokteran UGM, namun juga universitas lain dan bagian klinis, seperti Ilmu Kesehatan Jiwa. Pada periode ini, juga publikasi internasional oleh para dosen mulai digalakkan. Di tahun 2011 dan 2012, Bagian Ilmu Faal mendapat penghargaan sebagai Bagian Pre klinik berkinerja sangat baik II dan I berturut-turut.

  • dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM pada tahun 2013-2016

Pada periode ini, Bagian Ilmu Faal berubah nama menjadi Departemen Fisiologi, dan jabatan  Kepala Bagian berganti nama menjadi Ketua Departemen.  Tahun 2015 menjadi tahun yang gemilang bagi Departemen Fisiologi. Pada tahun 2015 Departemen Fisiologi kembali memperoleh penghargaan dari Fakultas Kedokteran UGM, sebagai departemen berprestasi dalam bidang kinerja keuangan terbaik II. Dan untuk pertama kalinya (setelah mengikuti ajang IMSPQ selama 9 kali), mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang diwakili oleh Marcellius, Dani, Rama, Francisco dan Galih Pratama berhasil menyabet gelar juara 1 pada ajang IMSPQ ke 13. Pada tahun 2016, untuk pertama kalinya, IMSPQ akan diselenggarakan di luar Universiti Malaya. Universitas Gadjah Mada dipilih untuk menjadi co-host dalam ajang kuis internasional tersebut.

Gambar 5. Tim IMSPQ Fakultas Kedokteran UGM saat menerima piala Juara I IMSPQ ke 13

  • dr. Dicky Moch Rizal,M.Kes., AIFM., Sp.And-K pada tahun 2017-Sekarang

Pada periode ini Departemen Fisiologi mulai rutin menyelenggarakan symposium internasional dua tahunan bertajuk “International Symposium on Global Physiology” bersama dengan departemen fisiologi lintas fakultas dan lintas universitas. Departemen Fisiologi juga dipercaya menjadi tuan rumah seminar “Asia Pacific Congress of Kinesiology” (ACK) yg seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun ditunda akibat adanya wabah corona. Kerjasama internasional juga terjalin dengan Universitas Kobe sejak tahun 2020. Melalui dr. R. Jajar Setiawan, M.Sc., Ph.D, Departemen Fisiologi merintis pengembangan  kultur organoid di FKKMK UGM dibawah bimbingan Prof. Matozaki dan Kotani, Ph.D.

Keunggulan Departemen

Dalam menjalankan tridharma, Departemen Fisiologi memiliki beberapa program unggulan yang rutin dilaksanakan, diantara adalah:

a.      Menyelenggarakan kursus kultur

Dibawah pimpinan DR. dr. Dicky Moch Rizal, Sp.And(K)., M.Kes, kursus kultur sel berskala nasional telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2005.

b.      Pengembangan Kultur organoid

Pada tahun 2020, Departemen Fisiologi melalui dr. R. Jajar Setiawan, M.Sc., Ph.D telah menjalin kerjasama dengan Kobe University untuk mengembangkan kultur organoid.

c.       Mengirim delegasi mengikuti IMSPQ

Dimulai pada tahun 2007, Departemen Fisiologi rutin mengirimkan delegasi mahasiswa untuk ikut dalam ajang olimpiade bertajuk “Inter-Medical School Physiology Quiz”, dan telah menjadi juara I sebanyak dua kali.

Gambar 13. Tim Fakultas Kedokteran UGM (paling kanan) saat maju dalam babak oral tes

d.      Menyelenggarakan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kebugaran

Departemen Fisiologi juga kerap menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kebugaran. Pemeriksaan tersebut diataranya dilakukan kepada karyawan FKKMK UGM, pasien di Puskesmas Banguntapan Bantul, serta karyawan Pertamina.

e.      Menyelenggarakan pengabdian masyarakat berupa seminar kesehatan

Penyebaran ilmu juga menjadi salah satu kegiatan Departemen Fisiologi. Salah satu kegiatan yang dilakukan secara rutin adalah pengenalan Fisiologi kepada siswa-siswi SD.

Gambar 14. Pengenalan Fisiologi Tubuh Manusia kepada Siswa-Siswi SD. Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.

Struktur Departemen

Ketua : Dr. dr. Dicky Moch Rizal,M.Kes., AIFM., Sp.And-K

Dosen Aktif:

NONama DosenKepakaran
1dr. Andreanyta Meliala, Ph.D., AIFMFisiologi sistem gastrointestinal, life style, obesitas, nutrisi
2Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFMFisiologi sistem kardiovaskular, fisiologi olahraga, fisiologi respirasi, fisiologi kerja
3Dr. dr. Dicky Moch Rizal,M.Kes., AIFM., Sp.And-KFisiologi endokrinologi, sistem reproduksi, andrologi, aging, kultur sel
4dr. R. Jajar Setiawan, M.Sc., Ph.DFisiologi Endokrin, komunikasi antar sel, fisiologi olahraga, kultur sel dan kultur organoid
5dr. Meida Sofyana, M.BiomedFisiologi saraf dan indra
6dr. Rakhmat Ari Wibowo, M.ScFisiologi olahraga
7dr. Rahmaningsih Mara Sabirin, M.ScFisiologi respirasi
8dr. Ratna Dewi Puspita, M.ScFisiologi reproduksi wanita
9dr. Siswanto, Sp.PPulmonologi, keseimbangan asam basa
10Dr. dr. Sri Lestari Sulistyo Rini, M.ScFisiologi sistem urinaria
11dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.DFisiologi sistem imun, sistem integumentum, pendidikan kedokteran.
12Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, Sport and Circ MedFisiologi olahraga, sport medicine, sistem saraf autonom

Dosen Luar Biasa

NONama DosenKepakaran
1Prof. dr. Sri Kadarsih Soeyono, M.Sc., Ph.DFisiologi reproduksi dan endokrin, kultur jaringan dan sel punca
2Dr. Achmad Djunaidi, SUFisiologi sistem saraf dan indera khusus, Fisiologi respirasi, fisika medik

Kontak Departemen

Depertemen Fisiologi, FKKMK UGM.

Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Gedung Radioputro Lantai 5.

Nomor telepon  : 0274- 6492492

Email : physiology@ugm.ac.id

Website : https://faal.fk.ugm.ac.id/

Permasalahan gizi bukan saja bervariasi antarwilayah propinsi karena perbedaan potensi dan ketahanan pangan setempat serta beranekaragamnya sosial budaya dan kondisi psikologis individu atau masyarakat, namun juga bervariasi antar daerah perkotaan dan daerah pedesaan yang dipengaruhi oleh faktor produksi/persediaan pangan, distribusi, dan konsumsi gizi. Penanganannya dilakukan melalui kerjasama lintas program dan lintas sektoral, baik oleh pemerintah swasta maupun lembaga swadaya masyarakat. Penanganan masalah gizi bukan sekedar menurunkan prevalensi penderita kekurangan gizi dan menekan gangguan akibat gizi lebih, namun lebih jauh menuju masyarakat sadar gizi yang cerdas, kreatif, produktif secara sosial, dan ekonomis.

Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan upaya perbaikan gizi adalah keadaan ketenagaan gizi yang ada. Kendala yang dihadapi upaya perbaikan gizi kaitannya dengan faktor ketenagaan gizi adalah terbatasnya jumlah tenaga gizi yang ada dalam unit pelayanan, dan kurang sesuainya kompetensi tenaga yang ada dengan lingkup permasalahan ataupun program yang berkembang. Departemen Gizi Kesehatan sebagai penyelenggara Program Studi S1 Gizi Kesehatan dan Program Pendidikan Profesi Dietisien, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi berkualitas di Indonesia yang dapat memberikan alternatif strategi untuk menghadapi dan memecahkan masalah-masalah kesehatan masyarakat yang makin kompleks berkaitan dengan masalah gizi.

Sejarah Departemen

Sejarah lahirnya Departemen Gizi Kesehatan FK UGM diawali dengan berdirinya Program Studi Strata 2 Manajemen Gizi, yang bernaung di bawah Program Studi Strata 2 Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM, yang kemudian berkembang menjadi Program Studi Strata 2 Magister Gizi dan Kesehatan Prodi S2 IKM pada tahun 1998. Sebagai salah satu minat di bawah Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), saat itu Minat Utama Gizi dan Kesehatan diketuai oleh Prof. dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D.

Dalam rangka menjembatani kekosongan antara program Diploma 3 dan Strata 2 Magister Gizi dan Kesehatan, maka pada tahun 2000 dirintislah Program Studi Strata 1 Gizi Kesehatan, yang diawali dengan Program Diploma 4 (DIV) Gizi. Adapun penyusunan kurikulum Program Studi S1 Gizi Kesehatan, dimulai pada tahun 2001 dan disahkan secara nasional pada tahun 2003, bersamaan dengan berdirinya Program S1 Gizi Kesehatan FK-KMK UGM berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada nomor : 6/P/SK/HKTL/2003 tanggal 13 Januari 2003 jo no 53/P/SK/HKTL/2003 tanggal 5 Maret 2003 dan SK Dirjen DIKTI no 487/D/T/2004 tanggal 30 Desember 2004. SK ini telah diperbaharui menjadi SK Rektor No. 74/P/SK/HT/2007 tanggal 22 Januari 2007 dan SK Rektor UGM No. 431/P/SK/HT/2008 tanggal 2 September 2008.

Adanya restrukturisasi  organisasi Fakultas Kedokteran yang menyatakan bahwa unit terkecil dari fakultas adalah bagian, maka dibentuklah Bagian Gizi Kesehatan yang pertama kali dipimpin oleh Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes dengan Sekretaris Bagian Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, STP, MP pada periode 2010 – 2014.  Sebelum menjadi bagian, semua kegiatan yang ada melekat pada Program Studi Gizi Kesehatan. Selanjutnya, Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes dan Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes., RD terpilih menjadi Kepala dan Sekretaris Bagian pada periode 2014-2017.

Pada tahun 2015, Universitas Gadjah Mada mengeluarkan kebijakan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang mengatur organisasi di lingkungan kampus UGM dengan SK No: 4/SK/MWA/2014 tentang Organisasi Dan Tata Kelola (Governance) UGM. Berdasarkan SOTK tersebut, Bagian Gizi Kesehatan berubah namanya menjadi Departemen Gizi Kesehatan periode 2016-2020, dengan Ketua dan Sekretaris Departemen adalah Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes dan Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes, RD.

Dalam menjembatani perkembangan ilmu gizi yang sedemikian cepat dan tuntutan adanya perubahan SOTK di lingkungan UGM, maka departemen gizi kesehatan membentuk 5 divisi yaitu :

  1. Gizi Masyarakat,
  2. Gizi Klinik,
  3. Manajemen Penyelenggaraan Makan,
  4. Makanan Fungsional dan Nutrasetikal, dan
  5. Gizi Molekuler

 

Keunggulan Departemen

  1. Penyelenggara Program Studi S1 Gizi Kesehatan dan Program Pendidikan Profesi Dietisien pertama di Indonesia sehingga menjadi institusi rujukan bagi institusi penyelenggara pendidikan gizi lainnya di Indonesia.
  2. Program Studi S1 Gizi Kesehatan FK-KMK UGM telah terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kesehatan (LAMPT-Kes) dengan predikat “A” sesuai Surat Keputusan LAM-PTKes No. 0485/LAM-PTKes/Akr/Sar/VIII/2019.
  3. Program Studi S1 Gizi Kesehatan FK-KMK UGM telah tersertifikasi internasional oleh Asean University Network – Quality Assurance (AUN-QA) Tahun 2018 – 2023.
  4. Memiliki mata kuliah unggulan “Nutripreneurship” sehingga membekali mahasiswa untuk bisa berwirausaha di bidang gizi dan kesehatan setelah lulus.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes
Sekretaris Departemen : Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis P., S.Gz., Dietisien, MPH

Ketua Program Studi S1 Gizi Kesehatan : R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D
Sekretaris Program Studi S1 Gizi Kesehatan : Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, MPH., RD

Divisi Keilmuan:

1.Gizi Klinik

Ketua Divisi: Perdana Samekto Tyasnugroho, S.Gz., M.Sc., RD
Anggota Divisi:

  1. Susetyowati, DCN., M.Kes
  2. Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., Ph.D., AN.APD
  3. Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD
  4. Yosephin Anandati Pranoto, S.Gz., M.Sc., RD

2.Gizi Masyarakat

Ketua Divisi: Yayuk Hartriyanti, SKM., M.Kes
Anggota Divisi:

  1. Toto Sudargo, SKM., M.Kes
  2. dr. Emy Huriyati, M.Kes
  3. Siti Helmyati, DCN., M.Kes
  4. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., MPH., RD
  5. Mutiara Tirta Prabandari Lintang Kusuma, S.Gz., MIPH., Ph.D., RD
  6. Rahadyana Muslichah, S.Gz., M.Sc
  7. Neni Trilusiana Rahmawati, Ph.D
  8. Janatin Hastuti, Ph.D

3.Food Service

Ketua Divisi: R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D
Anggota Divisi:

  1. Ika Ratna Palupi, S.Gz., M.Sc., RD
  2. Setyo Utami Wisnusanti, S.Gz., MPH
  3. Fasty Arum Utami, S.Gz., M.Sc

4.Pangan Fungsional & Nutrasetikal

Ketua Divisi: Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, STP., MP
Anggota Divisi:

  1. Lily Arsanti Lestari, STP., MP

5.Gizi Molekuler

Ketua Divisi: Harry Freitag Luglio Muhammad, S.Gz., M.Sc., RD
Anggota Divisi:

  1. Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc., M.Sc
  2. Rio Jati Kusuma, S.Gz., M.S
  3. Nurina Umy Habibah, S.Gz., M.S

 

Kontak Departemen

Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM
Komplek FK-KMK UGM, Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta
Telp./Fax. 0274 – 547775
Hotline Number : 088229547378
Email : gizi@ugm.ac.id
Website : www.gizikesehatan.ugm.ac.id

Departemen Histologi dan Biologi Sel

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada


Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

0274 546486

histocellbiol@ugm.ac.id

https://www.facebook.com/HistologiUGM

histo.biosel.ugm

https://www.youtube.com/channel/UCSCAaMJW5fAgBa11qJ4KEdA

Website: histologi.fk.ugm.ac.id

Departemen dan Program studi Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, berkeinginan untuk menjadi departemen dan program studi ilmu kedokteran forensik dan medikolegal yang unggul, serta mengedepankan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dasar Departemen dan program studi ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal melaksanakan misinya dengan memegang teguh nilai-nila dasar Pancasila dan nilai-nilai : Kejujuran, Keadilan, Keterbukaan, Kebersamaan.

Visi Departemen “Menjadi Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal yang unggul pada tahun 2025 dengan dijiwai Pancasila.” Sedangkan Visi Program Studi “Menjadi Program Studi Ilmu Kedokteran Forensik yang berstandar internasional yang inovatif dan unggul serta senantiasa mengabdi pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan”.

Misi Departemen, Meningkatkan Departemen Ilmu kedokteran Forensik dan Medikolegal melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian dan pelayanan yang unggul, berlandasakan Pancasila, Kearifan lokal, Etika, profesionalisme dan keilmuan berbasis bukti. Misi Program studi, Menyelenggarakan program studi ilmu kedokteran forensik dan medikolegal melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian dan pelayanan yang unggul, berlandaskan kearifan lokal, etika, profesionalisme dan keilmuan berbasis bukti

Komitmen departemen :

  • Meningkatkan manajemen departemen yang berintegritas, transparan, akuntabel, kredibel, efisien dan adil.
  • Menerapkan keilmuan berbasis bukti dalam pengambilan keputusan ilmiah dan manajerial.
  • Membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan wahana pendidikan.
  • Melakukan adaptasi dan perbaikan mutu berkelanjutan.

 

Sejarah Departemen

Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal berdiri pada tahun 1953 dengan nama Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman di RS Mangkubumen. Pertama kali, Bagian ini bernama bagian Medicina Forensik (MF) Fakultas Kedokteran UGM. Pendiri Bagian ini adalah dr. R. Moh. Saleh dan Prof. dr.Bambang Sutarso. Berikut adalah perjalanan singkat Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal dari masa ke masa.

TahunPeristiwa
1953Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman berdiri di RS Mangkubumen
1955Kepindahan Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman ke Kompleks RS Pugeran (Menjadi satu dengan Bagian Patologi Anatomi)
1957

– Bagian Medicina Forensik memisahkan diri dari Bagian Patologi Anatomi

– Terpilihnya dr. R. Moh. Saleh sebagai Kepala Bagian

1962Pengangkatan Drs. R. Soegandhi sebagai staf edukatif
1967Pengangkatan Drs. R. Soemardi, Drs. Sumandoyo, Drs. Djuhardi sebagai staf edukatif
1973Pengangkatan dr. R. Nawawi sebagai staf edukatif
1974

– Pengangkatan dr.Soetjiharsa sebagai staf pendidik

– Dr. R. Soegandhi mendapat brevet Ilmu Kedokteran Kehakiman dari Prof. dr. Soewasono (Dekan FK UGM periode tersebut)

1975

– Berakhirnya masa jabatan dr. R. Moh Saleh sebagai Kepala Bagian

– Pengangkatan dr. R. Soegandhi sebagai Kepala Bagian

1977Bagian Kedokteran Kehakiman FK UGM ditetapkan sebagai Pusat Pendidikan Keahlian Kedokteran Kehakiman (mandiri).
1979Pengangkatan dr. Mul Suroto, dr.Sunardi dan dr.Sri Winih Widyastuti sebagai staf edukatif
1980Perpindahan kantor dari RS Pugeran ke Kompleks FK UGM Sekip Yogyakarta di Bagian Kedokteran Kehakiman FK UGM Jl. Kesehatan Yogyakarta
1981Pengangkatan dr. John B. Wuryadi dan dr.B. Sunoko sebagai staf edukatif
1989Pengangkatan dr.Wikan Basworo sebagai staf edukatif
1995

– Berakhirnya masa jabatan dr. R. Nawawi Hadikusumo sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman

– Pengangkatan dr. R. Soemardi, SpF, SpKJ sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman.

1997Pengangkatan dr. Yudha Nurhantari dan Fitriana Murniati, S.H sebagai staf edukatif
1998Pengangkatan dr I.B.Gd Surya Putra Pidada dan dr. Hendro Widagdo sebagai staf edukatif
1999

– Berakhirnya masa jabatan dr. R. Soemardi, SpF, SpKJ sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman

– Pengangkatan Dra. Suhartini, M.S, Apt. sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman.

– Pengangkatan dr. Beta Ahlam Gizela dan dr.Lipur Riyantiningtyas sebagai staf edukatif

2000Pengangkatan Drs. Sugeng, Apt sebagai staf edukatif
2001Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman diganti menjadi Bagian Ilmu Kedokteran Forensik
2005

– Pengangkatan dr.Martiana Suciningtyas sebagai staf edukatif

– Pengangkatan dr.Yudha Nurhantari, SpF, Ph.D sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik (Periode 1)

2009Pengangkatan dr.Yudha Nurhantari, SpF, Ph.D sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik (Periode 2)
2012Bagian Ilmu Kedokteran Forensik menjadi Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal atas permintaan dari Kolegium Ilmu Kedokteran Forensik
2014Pengangkatan dr. I.B.Gd Surya Putra P, SpF sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal.
2015Pengangkatan dr. Idha Arfianti dan dr Kuspawarti (dokdiknis) sebagai staf edukatif
2016Perubahan nama dari Bagian menjadi Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal (sesuai SOTK dari UGM)
2018Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal mendapatkan akreditasi A dari LAMPTKES
2019Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Muktamar Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) sebagai tuan rumah

Keunggulan Departemen

Keunggulan Departemen Ilmu keokdteran Forensik dan Medikolegal FKKMK UGM adalah memiliki SDM yang potensi untuk terus berkembang sehingga benar—benar jadi lebih unggul. Divisi yang menjadi unggulan dibandingkan program studi lain di Indonesia adalah bidang Biomolekuler dan toksikologi forensik.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Sp.FM (K)

Nama-nama Dosen per divisi dan kepakaran masing-masing

Divisi Forensik Klinik:
dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Sp.FM (K)
dr. Beta Ahlam Gizela, DFM. Sp.FM (K)
dr. Hendro Widagdo, Sp.FM (K)

Divisi Medikolegal:
dr.Lipur Riyantiningtyas Budi Setyawati, Sp.FM (K), SH

Identifikasi dan Biomolekular:
dr. Yudha Nurhantari, Ph.D. SpFM

Patologi Forensik:
dr. Wikan Basworo, Sp.FM
dr. Martiana Suciningtyas Tri Artanti, Sp.FM
dr.Dewanto Yusuf Priyambodo, Sp.FM,M.Sc

Toksikologi Forensik:
Dr.dra. Suhartini Apt. SU
dr. Idha Arfianti Wira Agni, Sp.FM, M.Sc.

Antropologi Forensik:
Rusyad Adi Suriyanto, S.Sos, M.Hum

 

Kontak Departemen

Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FKKMK UGM
Jl.Farmako, Sekip Utara, Sleman, Yogyakarta. 55281
Website : forensik.fk.ugm.ac.id

Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa merupakan salah satu Departemen yang berada dibawah naungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat , dan Keperawatan UGM. Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa pada Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa merupakan program pendidikan yang bertujuan untuk mendidik seorang dokter menjadi spesialis kesehatan jiwa (psikiater) dengan kemampuan akademik maupun klinik yang seimbang, sehingga mampu mengatasi berbagai masalah psikiatri klinik dengan ilmu dasar psikiatri seperti neuroscience, kesehatan jiwa, psikopatologi, atau simptomatologi, di dalam masyarakat. Selain itu, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa juga diharapkan aktif melakukan penelitian dengan basis ilmu kedoketran jiwa dasar, klinik, maupun komunitas.

 

Sejarah Departemen

Lebih dari tiga dekade berdirinya Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM Yogyakarta. Sebuah perjalanan panjang telah dilalui untuk bisa bertahan seperti sekarang ini. Latar belakang berdirinya Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM seperti halnya di tempat lain dimulai dan Rumah Sakit Jiwa. Sampai dengan tahun 1950 di Yogyakarta hanya Rumah Sakit Lali Jiwa di Pakem yang berkecimpung dalam Bidang Psikiatri. Pada tahun 1950 berdiri Universitas Gadjah Mada dengan Fak. Kedokterannya dimana ada bagian Neurologi dan Psikiatri yang masih menyatu dengan bagian Interna di R.S. Pugeran Yogya. Bagian Neurologi dan Psikiatri dipimpin oleh Kepala R.S. Jiwa Pusat Kramat Magelang, yang datang sekali seminggu di R.S. Pugeran untuk memberi kuliah, pelayanan dan menangani pekerjaan administrasi. Kuliah diberikan 2 jam dalam seminggu, terdiri dan teori dan presentasi kasus.

Pada tahun 1950 berdiri Universitas Gadjah Mada dengan Fak. Kedokterannya. Pada saat itu bagian Neurologi dan Psikiatri yang masih jadi satu dengan bagian Interna di R.S. Pugeran Yogya. Bagian Neurologi dan Psikiatri dipimpin oleh Kepala R.S. Jiwa Pusat Kramat Magelang, yang datang sekali seminggu di R.S. Pugeran untuk memberi kuliah, pelayanan dan menangani pekerjaan administrasi. Kuliah diberikan oleh dr. Suroso selama 2 jam dalam seminggu, terdiri  dari teori  dan presentasi kasus

Pada awal tahun 1960an, Prof Kluge diminta Fakultas Kedokteran UGM untuk membangun Bagian Syaraf-Jiwa Fakultas Kedokteran UGM. Oleh senat UGM dr Kluge diangkat jadi Guru Besar dibidang Psikiatri (meskipun tetap sebagai Kepala Bagian Syaraf-Jiwa Fakultas Kedokteran UGM ).

Baru pada tahun 1962 Bagian Neurologi Psikiatri FK. UGM memiliki tempat sendiri dan dipimpin oleh seorang Psikiater Neurolog sebagai tenaga tetap. Pada bulan September 1963 Bagian Neurologi memisahkan diri dan Penyakit Dalam, dibawah pimpinan Prof. Kluge yang bertempat tinggal di Magelang. Pada bulan Februani 1964 pimpinan diserahterimakan dari prof. Kluge kepada Prof dr Tahitoe.

Kemudian Bagian Syaraf-Jiwa dipimpin oleh Prof DR. Tahitoe. Prof Tahitoe juga sosok yang patut diteladani. Pria asal Indonesia Timur ini sangat bersemangat bila mengajar. Ia selalu menekankan ajaran moral dan profesionalisme. Bila mengajar sangat simple dan

sistematis, sehingga mudah dicerna anak didiknya. Prof DR. Tahitoe memimpin sampai tahun 1968 kemudian diserahkan pada dr. R.Soejono Prawiroharjo pada bulan Oktober 1968. Pada bulan Januari 1977 Neurologi Psikiatri dipisah , menjadi bagian Neurologi di pimpin oleh dr.Suharso dan Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa di pimpin oleh dr R. Soejono Prawiroharjo. Pada tanggal 12 September 1981 Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa masuk kampus UGM, menjadi Unit Bagian Jiwa RSUP Dr. Sardjito.

Adapun nama-nama yang menjadi Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM adalah sebagai benkut:

Tahun 1977     : Prof.dr.Soejono. Prawiroharjo. Sp.S, Sp.KJ

Tahun 1983     : Prof.Dr.Ibrahim Nuhriawangsa, Sp.S, Sp.KJ

Tahun 1986     : dr. Suradja, Sp.S, Sp.KJ

Tahun 1988     : dr. Sumarno W.S. Sp.KJ, Ph.D

Tahun 1990     : dr. Suradja, Sp.S, Sp.KJ

Tahun 1998     : dr. Sumarno W.S. Sp.KJ, Ph.D

Tahun 2002    : Prof. Dr. Dr. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K)

Tahun 2004    : dr. Cecep Sugeng K, Sp.KJ(K)

Tahun 2009    : dr. Cecep Sugeng K, Sp.KJ(K)

Tahun 2014     : dr. Mahar Agusno, Sp.KJ(K)

Tahun 2016 sebagai Kepala Departemen Ilmu Kedokteran jiwa yang baru, dimulai pada bulan Januari 2016, dipimpin oleh Dr. dr. Carla R. Marchira, SpKJ (K).

Melihat dari sejarah perkembangan Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM, nampak peran besar yang dilakukan dalam pengembangan keilmuan, pendidikan, maupun pengabdian masyarakat. Lulusan Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM telah tersebar di berbagai pusat pendidikan maupun pusat pelayanan kesehatan jiwa, baik milik pemerintah, swasta, maupun militer. Melalui penelusuran ini, kami ingin mengetahui kiprah para lulusan Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM. Kami juga ingin menilai kesesuaian antara pendidikan dan pelatihan yang diberikan selama masa pendidikan dengan kebutuhan stakeholder dan praktek nyata.

Keunggulan Departemen

Lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa menghasilkan tenaga dokter spesialis kedokteran jiwa yang dapat bekerja secara profesional, bermoral, etis dan mampu bekerja secara efektif dan efisien dengan tenaga kesehatan lain serta mampu mengelola pelayanan kedokteran yang handal dengan standar internasional.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Dr. dr. Carla R. Marchira, SpKJ (K)
Sekretaris Departemen : dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp.KJ

Nama-nama Dosen per divisi dan kepakaran masing-masing

Divisi Psikiatri Forensi
Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Ph.D, Sp.KJ(K)

Divisi Psikiatri Biologi
dr. Cecep Sugeng K., Sp.KJ(K)
dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp.KJ

Divisi Ketergantungan Obat
dr. Silas Henry Ismanto, Sp.KJ
dr. Andrian Fajar Kusumadewi, M.Sc., Sp.KJ

Divisi Psikiatri Geriatri
dr. Moetrarsi SKF, DTM&H, Sp.KJ
dr. Afkar Aulia

Divisi CLP
Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ

Divisi Psikiatri Komunitas dan Budaya
Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Ph.D, Sp.KJ(K)
Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K)
dr. Mahar Agusno, Sp.KJ(K)
Dr. Dra. Sumarni., Psi., M.Si
Dr. Dra. Sumarni DW., M.Kes

Divisi Psikiatri Anak
Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ

Divisi Psikiatri Wanita
Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ
Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K)
Dr. Dra. Sumarni DW., M.Kes

Divisi Psikoterapi
Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K)
Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ
Dr. Dra. Sumarni., Psi., M.Si

Kontak Departemen

Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM
Jl. Medika, Eks Bioetiks, belakang Lab Paleoantropologi FK-KMK UGM
Email: psikiatri_fkugm@yahoo.com
Website: http://jiwa.fk.ugm.ac.id

Departemen Ilmu Kesehatan Anak (IKA) merupakan salah satu departemen di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Sebagai sebuah institusi pendidikan, Departemen IKA FK-KMK UGM memiliki visi dan misi sebagai berikut.

Visi 

  1. Menjadi institusi berstandar internasional yang inovatif dan unggul, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, berkomitmen tinggi, dan sejahtera dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.
  2. Unggul dan terdepan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu kesehatan anak.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran untuk S1 dan Profesi Pendidikan Dokter, Spesialis Anak, dan Spesialis Anak Konsultan yang terakreditasi secara nasional dan bertaraf internasional.
  2. Menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, unggul, dan berbasis bukti yang bermanfaat bagi anak Indonesia pada khususnya dan masyarakat pada umumnya tanpa diskriminasi.
  3. Melaksanakan program pendidikan dengan memperhatikan pengembangan ilmu yang unggul, bermanfaat bagi masyarakat, berkesinambungan, dan berkelanjutan dengan dijiwai nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.
  4. Menyelenggarakan penelitian kolaboratif nasional dan internasional demi kepentingan kemanusiaan, kemajuan ilmu kesehatan anak, dan merujuk pada kepentingan bangsa dan negara.
  5. Melaksanakan pelayanan interprofesional berstandar internasional di bidang ilmu kesehatan anak yang dilandasi moral dan etika berdasarkan Pancasila.
  6. Mengupayakan peningkatan kualitas kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia yang beretika dan bermoral tinggi di bidang keilmuan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
  7. Mensejahterakan staf pendidik dan kependidikan Departemen IKA FK-KMK UGM.

Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Departemen IKA FK-KMK UGM melaksanakan tugas dan kewajiban dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain di lingkungan FK-KMK UGM, proses pendidikan dan pengajaran juga dilakukan di tiga Rumah Sakit Pendidikan Utama, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito (Yogyakarta), RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro (Klaten), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, serta beberapa Rumah Sakit Jejaring Pendidikan, yaitu RSUD Sleman, RSUD Wates, dan RSUD Muntilan. Program penelitian dan pengembangan dilakukan secara individu (staf pengajar dan peserta didik) maupun pada tingkat institusi dengan adanya Pusat Kajian Kesehatan Anak (Pediatric Research Office) yang menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit, fakultas kedokteran lain, dan pemerintah daerah di Indonesia, maupun institusi internasional. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara rutin oleh staf pengajar dan peserta didik Departemen IKA FK-KMK UGM, baik di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit. Kegiatan pelayanan kepada pasien-pasien yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Rumah Sakit Jejaring Pendidikan mengutamakan pelayanan kesehatan anak yang bersifat paripurna, promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan mengedepankan prinsip-prinsip evidence-based medicine maupun clinical decision making.

Keunggulan Departemen

  • Program Pendidikan Dokter Spesialis IKA yang mengkombinasikan kurikulum dari Kolegium IKA Indonesia dan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinik FK-KMK UGM.
  • Program Pendidikan Dokter Subspesialis IKA untuk peminatan-peminatan sebagai berikut:
    • Gastrohepatologi
    • Hematologi-onkologi
    • Kardiologi
    • Neonatologi
    • Neurologi
    • Respirologi
  • Pusat Kajian Kesehatan Anak (Pediatric Research Office)
  • Kursus Proposal Development dan Clinical Decision Making

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), Ph.D
Sekretaris Departemen : Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A.

Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK mengampu 11 bidang pengembangan ilmu kesahatan mata yaitu :

  1. Katarak,Kornea dan Bedah refraksi
  2. Infeksi dan Imunologi Mata
  3. Glaukoma
  4. Vitreo-retina
  5. Neuro-Oftalmologi
  6. Refraksi dan optimasi penglihatan
  7. Onkologi
  8. Okuloplasti dan rekonstruksi
  9. Pediatric Ophthalmology
  10. Strabismus
  11. Oftalmologi Komunitas

 

Pada tahun 2016, karena terbatasnya jumlah staf , maka ke sebelas bidang pengembangan ilmu tersebut dibagi ke dalam 5 Divisi. Pada tahun 2020 ini, karena jumlah staf sudah lebih memadai, maka dapat dimekarkan menjadi 7 subdivisi sebagai berikut :

Divisi :

  1. Infeksi dan Imunologi Mata , Katarak,kornea dan Bedah Refraksi dan Oftalmologi Komunitas

Ketua divisi : Prof. Suhardjo SU SpM K

  1. Glaukoma

Ketua Divisi : Dr. Retno Ekantini SpM K MKes

  1. Vitreo retina

Ketua Divisi : dr. Angela Nurini Agni SpM K MKes

  1. Pediatric ophthalmology & Strabismus

Ketua subdivisi : Dr. Haryo Yudono SpM K. MSc

  1. Tumor, Rekonstruksi dan Okuloplasti

Ketua subdivisi : Dr. Agus Supartoto SpM K

  1. Refraksi dan Optimasi Penglihatan

Ketua divisi : dr Sagung Gede Indrawati SpM (K)

  1. Neuro Oftalmologi

Ketua divisi : dr Widyandana SpM (K)

 

Sejarah Departemen

Perkembangan Bagian Ilmu Penyakit Mata, dimulai sejak 69 tahun yang silang dengan nama Balai Pengobatan Mata. Balai pengobatan mata ini tepatnya dibuka tanggal 1 april 1947 di Jalan Beji no. 22 atas prakasa dr. Maas dari Inspeksi Kesehatan Mata Jawa Tengah. Dalam sebulan kunjungan pasien adalah 932 penderita (242 kasus baru dan 681 kasus lama). Penderita yang mendapat pelayanan adalah para pegawai, penduduk yang kurang mampu, dan mereka yang berhak berobat seperti siswa sekolah.

Pada tanggal 1 Junmi 1950 dr. Pranowo ditunjuk menggantikan dr. Maas yang pindah ke semarang mengikuti Inspeksi Kesehatan Mata Jawa Tengah. Sebelumnya dr. Pranowo adalah Kepala Bagian Mata di rumah sakit Surabaya dan asisen leeraar di NIAS Surabaya lebih dari 11 tahun. Di bawah pimpinan dr. Pranowo, Balai Pengobatan di Jl. Beji dipakai untuk pelayanan rawat jalan, sedangkan untuk keperluan operasi dilaksanakan di rumah sakit “DR. Yap” dan untuk rawat inap disediakan di Tempat Perawatan Tentara (TPT) di Jl. Gondomanan atas kebijaksanaan Kolonel dr. R. sutarto. Dengan berpindahnya pemerintah pusat dari Yogyakarta ke Jakarta, maka BPM (Balai Pengobatan Mata) diserahkan ke UGM dengan surat keputtusan menteri No. 1882/sec/27 tanggal 1 Agustus 1950. Dengan sendirinya status pengawai berubah menjadi pegawai kementrian pendidikan dan kebudayaan. Setelah BPM menjadi milik rumah sakit Gadjah Mada, maka tindakan operasi dilaksanakan di rumah sakit Kadipaten. Pelaksanaan operasi tidak dikerjakan di dalam operasi oleh dr. Pranowo, tetapi dikerjakan di depan kamar operasi, teapatnya di gang, supaya mendapat penerangan yang redup. Penderita kemudian dirawat du rumah sakit Mangkubumen, kuliah oftalmologi untuk mahasiswa FK (Fakultas Kedokteran) diberikan di dalem Mangkubumen. Yang menempuh ujian oftalmologi pertama adalah dr. sugiyanto. Pendidikan koasisten diadakan di Jl. Beji no. 22 Yogyakarta dengan tempat diskusi di kamar belakang yang sempit.

Pada tahun 1954 komplek perumahan di Jl. Jenggotan no. 3, 5 dan 7 digunakan untuk rumah sakit mata. Komplek tersebut semula adalah milik seorang bangsawan, kemudian dijual dan digunakan untuk pabrik tahu. Gedung RS kenggotan memiliki luas tananh 35 x 40 m2, sedang luas bangunan adalah 20 x 20 m2 dengan halaman yang mampu menampung sekitasr 20 mobil. Bangunan Jl. Jenggotan no. 5 digunakan untuk rumah sakit sedang no 7 untuk tempat tinggal dokter dan no 3 di tempati oleh perawat senior. Pada tahun itu semua kegiatan rawat jalan Beji no. 22, pelayanan rawat inap di rumah sakit tentara dan kegiatan operasi di pindahkan ke RS. Jenggotan. RS. Jenggotan memiliki 13 tenaga paramedis, 10 orang pekarya dan 3 orang tenaga non-medis. pada awal penggunaannya RS tidak menyediakan makan pagi bagi penderita, hanya menyediakan tempat saja. Pada tahun 1961 makan penderita dikirim dari RS. Pugeran. RS jenggotan memiliki kapasitas 50 tempat tidur dengan BOR sekitar 50-60%. Tidak dibagi dalam kelas, hanya dibagi dalam kamar untuk laki laki dan untuk wanitadan ruang untuk penderita steril paska bedah katarak dan kamar non-steril. Visite dilakukan 2 kali seminggu yaitu hari Senin dan Kamis.

 

  1. Jenggotan

Pada tahun 1960, Gedung perpustakaan UGM di Jl. Scodiningrat (Loji Kecil/Jl. Suryotomo 1a) pindah ke bulaksumur, Gedung itu kemudian diserahkan kepada bagian mata dan dipergunakan untuk keperluan rawat jalan dan pendidikan koasisten. Poliklinik mata loji kecil (Jl. Suryotomo 1a) memiliki 16 tenanga paramedis, 6 orang tenangan nonmedis (Tata Usaha/TU), dan 0 orang pekarya. Penderita yang datang ke poliklinik ini rata rata 60-70 orang sehari. Pemeriksaan dilakukan oleh 3 orang dokter dan 3 orang perawat senior. Perawat senior membantu pemeriksaan dokter dan memberikan terapi sederhana, tetapi tidak memberikan resep. Keadaan ini dilakukan karena keterbatasan dokter waktu itu. Kuliah oftalmologi umum dan khusus bagi mahasiswa FK UGM diberikan di ruang kuliah Mangkubumen. Sejak tahun 1963, dr. Gunawan diserahi memberikan kuliah oftalmologi umum dengan pengawasan Prof. Dr. Pranowo. Kuliah oftamologi umum diberikan sekali dalam seminggu selama satu semester. Kuliah oftamologi khusus diberikan oleh prof. Pranowo. Kepaniteraan klinik berlangsung selama 6 minggu. Koasisten berjumlah 1-4 orang. Responsi pasien diberikan setiap hari pada siang hari setelah tugas poliklinik maupun tugas bangsal selesai, kecuali hari Rabu dan Sabtu diadakan pagi hari. Responsi dipimpin langsung oleh Prof. Pranowo. Ujian Oftalmologi diadakan setelah ujian umum. Pendidikan 3-4 tahun Kerjasama dilakukan dengan rumah sakit mata DR. Yap dan Rumah Sakit Tentara Magelang.

Periode 1971- 1982

Pada tanggal 1 November 1971, Dr. Gunawan ditunjuk menjaba sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mata FK. UGM, berdasarkan SK Rektor No. UGM/HR/II/C/72 tanggal 15 februari 1972. Sampai 1980 Rumah Sakit Jenggotan masih digunakan sebagai tempat pelayanan dan pendidikan dokter. Perpindahan poliklinik dari Rumah Sakit Mata ke RSUP dr. Sardjito di sekip dimulai dengan perpindahan poliklinik pada tahun 1981. Tetapi pentahapan perpindahan kegiatan rawat jalan telah dimulai sejak tanggal 1 April 1977, dengan jadwal buka 3 hari per minggu yaitu Kamis, Jumat, Sabtu di poliklinik mata RSUP. Dr. Sardjito. Pada tanggal 1 April 1981, poliklinik di jalan suryotomo tutup dan pindah ke RSUP dr. Sardjito. Selanjutnya gedung degung RS. Jenggotan dan poliklinik mata di Jl. Suryotomo di serahkan selurhnya kepada Universitas Gadjah Mada. Pada periode ini kerjasama diperluas dengan Bank Mata (Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia), dan FK Universitas Indonesia/RS. Cipto Mangunkusumo,

Dr. Gunawan SpM K

Periode 1982-1987

Sejak tahun 1982, pelayanan kesehatan mata dilaksanakan di RSUP. Dr. Sardjito, yang diresmikan pembukaannya pada tanggal 28 Februai 1982. Tahun itu pula dr. Mustazimbillah Ghozi diangkat sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Penyakit Mata merangkap sebagai Kepala Unit Mata RSUP. Dr. Sardjito. Sarana yang ada berupa poliklinik dengan 7 kamar periksa dan bangsal dengan kapasitas 36 tempat tidur.

Untuk meningkatkan pelayanan bagi penderita bagian mata membagi diri menjadi 5 subdivisi yaitu divisi khorioretina, onkologi, strabismus, glaukoma dan kornea. Kuliah oftalmologi diberikan pada mahasiswa semester II. Koasistensi dilaksanakan selama 6 minggu. Rata rata koasisten yang ada di bag mata adalah 12 orang. Responsi dilakukan setiap hari. Pendidikan dokter spesialis menerapkan katalog 1978, degan memanfaatkan pelayanan di Puskesmas dan RS. Kabupaten.

Dilakukan kerjasama dengan Yayasan Dharmais dalam penanggulangan kebutaan karena katarak. Proyek katarak Perdami-Dharmais dimulai sejak tahun 1986. Kerjasama dengan Rumah Sakit kebupaten dilaksanakan untuk meningkatkan sistem rujukan sesuai dengan persetujuan yang telah diasalan antara direktur Rumah Sakit dengan Dekan/Rektor. Kerjasama dengan Bank Mata dalam bentuk tindakan operaso keraoplasti. Kerjasama dengan FK UI dilakukan dengan mengirim dokter spesialis mata RSUP DR Sardjito untuk elengkapi, menambah ilmu, dan ketrampilan.

Periode tahun 1987-1991

Dr. Hartono diangkat sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Penyakit Mata. Beliau juga merangkap sebagai Kepala Unit Mata RSUP. Dr. Sardjito. Untuk meningkatkan mutu pelayanan rawat jalan, diadakan pembagian jenis pelayanan menjadi 10 subdivisi sampai sekarang, yaitu : Refraksi dipimpin oleh dr R. Sarodjo, Penyakit Mata luar dan kornea dipimpin oleh dr. Gunawan, uvea dan lensa dipimpin oleh dr. Suhardjo dan dr. Nunuk Maria Ulfah, Trauma dipimpin oleh dr. A. Sumarsono dan dr. Siti Sundari Galukoma dipimpin oleh dr. Budiharjo, retina dipimpin oleh dr. Mu’ta,aimbillah Ghozi dan dr. Angela Nurini Agni, Onkologi dipimpin oleh dr. Agus Supartoto, Strabismus di pimpin oleh dr. Sri Raniwati dan dr. Tri Sutartin, Pediatri oftalmologi dipimpin oleh dr. Wasisdi Gunawan, neurooftalmologi dan genetika dipimpin oleh dr. Hartono sendiri.

Dr. Hartono SpM K beserta istri

Di poliklinik tersedia kamar operasi kecil. Pelayanan kesehatan rawat jnap tidak bayak berubah dari periode sebelumnya. Kuliah oftalmologi bagi mahasiswa semester VIII diberikan 2 jam seminggu oleh staf pengajar. Para staf pengajar menulis diktat pegangan dengan judul sesuai dengan subdivisi yang diasuhnya masing masing. Diktat dibukukan dalam 10 bab. Ujian mahasiswa diadakan dengan multiple choice question.

Pelaksanaan kepaniteraan klinik melibatkan para staf pengajar dan para residen dalam membeimbing mahasiswa. Kuliah pengayaan diberikan secara teratur selama menjalani kepaniteraan yang berlangsung 6 minggu. Koasisten mendapatkan tugah menterjemahkan majalah oftalmologi atasu satu bab di bukuk oftalmologi dan membuat satu referat. Para koastien juga mendapat tugas membantu pelayanandi RS. Wonosari, RSU tegalyoso Klaten, dan RS. Tidar Magelang

Dr. Aloysius Sumarsono SpM beserta istri

 

Pendidikan spesialis diawali dengan ujian masuk residen dan masa pendidikan memerlukan wakty lebih dari 4 tahun dan diakhiri dnegan membuat karya akhir dan ujian komprehensif. Kerjasama dengan pihak luar juga diperluas, misalnya di Rumah Sakit Tentara Magelan oleh residen yang telah melaksanakan stase di Subdivisi Penyakit Mata Luar dan melakukan operasi minor di poliklinik. Kerjsama dengan pupuk bontang Kalimantan timur berupa pelayanan rawat jalan dan pelayanan rawat inap. Kerjasama dengan Kanwil Depkes DIY dan Gapopin cabang Yogyakarta berupa pembentukan tim pemeriksa optikal.  Kerjasama dengan kanwil departemen Sosial berupa konsultasi dalam kegiatan Unit Rehabilitasi Sosial Keliling. Selain itu diadakan kerja sama dengan RS Mata DR YAP, RS Kabupaten di DIY, FK UI Jakarta dan RS Mata Cicendo Bandung.

 

Dr R Sarodja SpM dan dr Agus Supartoto SpM

 

Periode 1991 – 1995

Dr Wasisdi Gunawan diangkat menjadi Kepala Laboratorium Ilmu Penyakit Mata, juga nmerangkap sebagai Kepala Unit Mata RSUP DR. Sardjito. Dr. Hartono menjadi sekretaris Bagian. Pelayanan rawat jalan tetapi dalam 10 subdivisi. Subdivisi retina memiliki fundus kamera sehingga bisa dilakukan foto fundus angiografi, dan USG. Sub divisi Neuroofthalmologi dilengkapi dengan layar Byerrum dasn perimeter Goldman. Sarana rawat inap tidak banyak berubah. Pendidikan mahasiswa S-1 tidak berubah, termasuk kepaniteraan klinik. Selama kepanitraan seorang koasisten menerima penderita untuk dipertanggungjawabkan pada saat responsi dengan dosen yang berbedas-bedas. Pada dasarnya koasisten tidak diminta membantu pelayanan baik di poliklinik maupun di bangsal atau kamar bedah. Koasisten dikirim ke RSU Tegalyoso Klaten, RSU Tidar Magelang dan RSU Wonosari untuk memberikan pelayanan kepada penderita dengan diawasi oleh residen yang sedang bertugas di tempat itu.

Dr. Sri Raniwanti SpM

Penerimaan residen dilakukan setiap bulan Januari dan Juli. Sebelumnya calon residen menempuh ujian tulis ofthalmologi dan bahasa inggris. Peserta Pendidikan dokter spesialis mata FK UGM pada tanggal 1 Januari 1995 berjumlah 27 orang. Lama pendidikan sekitar 4,5 tahun. Pertemuan ilmiah diadakan 3 kali seminggu untuk membahas pengajuan referat dan laporan kasus, kasus yang sulit dan pembacaan jurnal dalam bahasa inggris. Hubungan kerjasama tetap dilakukan dengan Bank Mata, RS Tentara Magelang, RS Kabupaten, Yayasan Dharmais, Kanwil Departemen Kesehatan DIY, dan Kanwil Departemen Sosial DIY. Residen mendapat brevet pada periode ini berjumlah 14 orang.

Periode 1996 – 2000

Pada periode ini kepemimpinan bagian mata dipegang oleh Dr. Budihardjo dengan sekretaris bagian Dr. Hartono. Pada tahun 1999 Dr. Budihardjo, DAP&E mendapat gelar doktor dan dikukuhkan menjadi guru besar pada tahun 2001. Pertemuan ilmiah residen ditambah waktunya menjadi 4 kali seminggu. Dengan penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar selain untuk pembacaan buku ajar. Pada masa ini dicanangkan program percepatan masa pendidikan. Pada periode ini juga fellow untuk subdivisi glaukoma sudah mulai dibuka.

 

Periode 2001-2004

Dr. Suhardjo, SU diangkat sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mata menggantikan Prof. DR. Dr. Budihardjo, DAP&E yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dan menggangkat Dr. Angela Nurini Agni sebagai sekretaris bagian. Pada tanggal 1 Februari 2004 Dr. Suhardjo, SU dikukuhkan menjadi guru besar

 

Mulai penerimaan residen baru 1 Januari 2003 selain dilakukan tes tertulis juga diadakan uji ketrampilan berupa repair kornea. Januari 2004residen yang diterima diwajibkan mengikuti pendidikan magister di bagian Iklmu Kedokteran Klinik (IKK) FK UGM. Hubungan kerjasama ditingkatkan dengan Deseret Foundation, Puskesmas binaan di Imogiri dan Temon serta rumah sakit Kebumen. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengurangi kebutaan akibat katarak dilakukan kerjasama antara lain koran Kedaulatan Rakyat, PLN, RSKB Soedirman, Yayasan SAMPAI. Semua ini dilakukan di ruan operasi Flamboyan yang dilengkapi dengan CCTV serta metode Fakoemulsifikasi untuk operasi katarak.

Pada tahun 2004 bagian mata UGM telah menjalani penilaian akreditasi dan Kolegium Oftalmologi Indonesia yang merupakan institusi pendidikan Ilmu Penyakit Mata yang pertama yang dinilai di Indonesia, dan dinyatakan lulus dengan nilai B. Poliklinik mata telah dilengkapi dengan alat alat penunjang pemeriksaan yang lebih canggih berupa refraktometer, tonometer non kontak, foto fundus, beberapa slit lamp yang dihubungkan dengan CCTV. Serta untuk penanganan kasus kasus retina tersedia argon laser, sedangkan untuk kasus katarak dan glaukoma tersedia Nd Yag laser. Untuk subdivisi uvea lensa fellow untuk fakoemulsifikasi sudah mulai dilakukan termasuk fellow tumor dan okuloplastik. Argon dan Nd Yag laser untuk meningkatkan pelayanan di bagian retina, glaukoma dan uvea lensa.

 

Periode 2005- 2013

Dr. Agus supartoto ditunjuk sebagai Pejabat sementara Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mata untuk menggantikan dr. Suhardjo yang diangkat menjadi Wakil Dekan Bidang administrasi, Keuangan, dan SDM Fakultas Kedokteran UGM, dan setelah itu Dr. Agus Supartoto SpM K menjabat  sebagai Kepala Bagian  selama 2 periode dengan Sekretaris bagian  dr. Angela Nurini Agni SpM K MKes.

Pada tanggal 10 Desember 2007 dr Wasisdi Gunawan SpM K dikukuhkan sebagai guru besar dengan pidato pengukuhan berjudul “ Gangguan Penglihatan pada anak karena Amblyopia dan Penanganannya”.

April 2009, dr Supanji berangkat ke Jepang untuk mengikuti pendidikan jenjang S3, dan kembali dengan gelar PhD Desember 2012.

Pada bulan Desember 2011 Bagian I Kesehatan Mata, atau Prodi PPDS I Mata mendapatkan Nilai Akreditasi A dari Kolegium Oftalmologi Indonesia .

Pada periode ini Bagian Ilmu Kesehatan mata mendapatkan staf baru, yaitu Dr. Muhamad Bayu Sasongko, dr Muh Eko Prayogo, dr Aditya Tri Hernowo, dr Agung Nugroho.

 

Periode 2013 – sampai sekarang:

Pada tahun 2013,dr Angela Nurini Agni diangkat sebagai ketua bagian, dan dr Tri Wahyu Widayanti sebagai sekretaris Bagian. Pada tahun 2014, dr Hartono SpM K mulai menjalani masa purna tugas, namun beliau masih bersedia aktif mendidik di bidang Neuro Oftalmologi.

Sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Fakultas kedokteran UGM yang baru, maka pada bulan Desember 2015 nama  Bagian Ilmu Kesehatan mata diubah menjadi Departemen Ilmu Kesehatan Mata FakultasKedokteran UGM, sedangkan sebagai ketua dan sekretaris Departemen tetap terpilih dr Angela Nurini Agni dan dr Tri Wahyu Widayanti, dengan masa kerja sampai desember 2020. Pada tahun 2019 dr Triwahyu Widayanti mulai menjalani masa purna tugas, sehingga jabatan sekretaris Departemen untuk sementara kosong. Pada masa ini Deprtemen mendapatkan staf baru yaitu dr Dhimas Harisakti SpM, dr Renny Setyowati, dr Indra Tri Mahayan SpM PhD, dr Widyandana MhPE SpM (K) PhD, dr Bhanu Aji Dibyasakti SpM, dr Krisna Dwi Purnomo SpM, dr Irene Titin Darajari SpM dan dr Albaaza Nuadi SpM. Dua orang calon staf sedang menjalani Pendidikan S3 yaitu dr Dewi Fathin , di Liverpool Inggeris, dan dr Felicia di Sydney Australia. Sayang sekali, dr Aditya Tri Hernowo mengundurkan diri untuk bekerja sebagai dosen tamu di Universitas Malaysia di Malaysia.

Prodi PPDS1 I Keshatan Mata FK UGM menjalani akreditasi oleh LamPTKes, dengan hasil terakreditasi A, pada tahun 2017. Dr Dhimas berangkat untuk menjalankan Pendidikan strata 3 di Sydney akhir 2019, dan awal 2020 dr Bayu sasongko menjalani fellowship vitreoretinal di Sydney untuk 1 tahun sampai desember 2020.

Keunggulan Departemen

Penelitian dan Publikasi Internasional

 

Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM selalu berupaya dalam program peningkatan keilmuan dan diseminasi hasil penelitian melalui publikasi pada jurnal nasional dan internasional terakreditasi (2016-2020)

 

Diabetik Retinopati
1Sasongko, Muhammad B., Sophie Rogers, Marios Constantinou, Sukhpal S. Sandhu, Sanjeewa S. Wickremasinghe, Salmaan Al‐Qureshi, and Lyndell L. Lim. “Diabetic retinopathy progression 6 months post cataract surgery with intravitreous bevacizumab vs triamcinolone: A secondary analysis of the DiMECAT trial.” Clinical & Experimental Ophthalmology (2020).
2

Sasongko, Muhammad Bayu, Firman Setya Wardhana, Gandhi Anandika Febryanto, Angela Nurini Agni, Supanji Supanji, Sarah Rizqia Indrayanti, Tri Wahyu Widayanti et al. “The estimated healthcare cost of diabetic retinopathy in Indonesia and its projection for 2025.” British Journal of Ophthalmology 104, no. 4 (2020): 487-492.

3

Sasongko, Muhammad B., Felicia Widyaputri, Dian C. Sulistyoningrum, Firman S. Wardhana, Tri Wahyu Widayanti, Supanji Supanji, Rifa Widyaningrum, Sarah R. Indrayanti, Idhayu A. Widhasari, and Angela N. Agni. “Estimated resting metabolic rate and body composition measures are strongly associated with diabetic retinopathy in Indonesian adults with Type 2 diabetes.” Diabetes care 41, no. 11 (2018): 2377-2384.

4Dharmastuti, D. P., A. N. Agni, F. Widyaputri, S. Pawiroranu, Z. M. Sofro, F. S. Wardhana, S. Haryanto et al. “Associations of physical activity and sedentary behaviour with vision-threatening diabetic retinopathy in Indonesian population with type 2 diabetes mellitus: Jogjakarta Eye Diabetic Study in the Community (JOGED. COM).” Ophthalmic Epidemiology 25, no. 2 (2018): 113-119.
5Sasongko, Muhammad Bayu, Felicia Widyaputri, Angela Nurini Agni, Firman Setya Wardhana, Satyaprabha Kotha, Prateek Gupta, Tri Wahyu Widayanti et al. “Prevalence of diabetic retinopathy and blindness in Indonesian adults with type 2 diabetes.” American journal of ophthalmology 181 (2017): 79-87.
6Sasongko, Muhammad B., Angela N. Agni, Firman S. Wardhana, Satya P. Kotha, Prateek Gupta, Tri W. Widayanti, Supanji et al. “Rationale and methodology for a community-based study of diabetic retinopathy in an Indonesian population with type 2 diabetes mellitus: the Jogjakarta Eye Diabetic Study in the Community.” Ophthalmic epidemiology 24, no. 1 (2017): 48-56.
RETINA
1Girsang, Waldensius, Dwi Cahyani Ratna Sari, Wahyu Srigutomo, Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, and Muhammad Bayu Sasongko. “Two-Dimensional Projection of Relaxing Radial Retinectomy in Retinal Detachment with Severe Proliferative Vitreoretinopathy (PVR).” Indian Journal of Public Health Research & Development 11, no. 6 (2020): 1488-1491.
2

Winarni, Anik Ika, Ni Luh Putu Widyasti, Natalia Christina Angsana, Rizto Wisuda Senuari, Angela Nurini Agni, Agus Supartoto, Muhammad Bayu Sasongko, and Haryo Yudono. “Shortening Activated Partial Tromboplastin Time (APTT) Between Hypertension and Nonhypertension in Diabetic Mellitus Patients with Bevacizumab Intravitreal Injection.” International Journal of Retina 2, no. 2 (2019).

MENINGIOMA
1Supartoto, A., Sasongko, M.B., Respatika, D., Mahayana, I.T., Pawiroranu, S., Kusnanto, H., Sakti, D.H., Nurlaila, P.S., Heriyanto, D.S. and Haryana, S.M., 2019. Relationships Between Neurofibromatosis-2, Progesterone Receptor Expression, the Use of Exogenous Progesterone, and Risk of Orbitocranial Meningioma in Females. Frontiers in Oncology8, p.651.
2

Supartoto, Agus, Indra Tri Mahayana, Didik Setyo Heriyanto, Muhammad Bayu Sasongko, Henricus Datu Respatika, Dhimas Hari Sakti, Prima Sugesty Nurlaila, Hari Kusnanto, Suhardjo Pawiroranu, and Sofia Mubarika Haryana. “Neurofibromatosis type 2 gene mutation and progesterone receptor messenger RNA expression in the pathogenesis of sporadic orbitocranial meningioma.” International journal of ophthalmology 12, no. 4 (2019): 571.

3Supartoto, A., I. Mahayana, R. Christine, and Suhardjo. “Exposure to exogenous female sex hormones is associated with increased risk oforbito-cranial meningioma in females: a case-control study.” Int J Ophthalmic Pathol 5 3 (2016): 2.
GLAUKOMA
1

Adiarti, Rossada, Retno Ekantini, Angela N. Agni, Tien Y. Wong, and Muhammad B. Sasongko. “Retinal arteriolar narrowing in young adults with glaucomatous optic disc.” Journal of Glaucoma 27, no. 8 (2018): 699-702.

KORNEA
1Lahagu, Eunike Amelina, Jajah Fachiroh, Andreas Surya Anugrah, Wasisdi Gunawan, and Indra Tri Mahayana. “Changes of lactate dehydrogenase in corneal edema after cataract surgery treated with trans-corneal oxygenation therapy.” International Journal of Ophthalmology 13, no. 7 (2020): 1148.
2Erlangga, Marzarendra Dhion, Indra Tri Mahayana, Jajah Fachiroh, Angela Nurini Agni, Agus Supartoto, and Suhardjo Pawiroranu. “Changes in interleukin-6 tear concentration and clinical outcome in moderate-to-severe bacterial corneal ulcers after corneal collagen cross-linking.” International journal of ophthalmology 11, no. 8 (2018): 1421.
3Pawiroranu, Suhardjo, Dede N. Herani, Reny Setyowati, and Indra Tri Mahayana. “Outcomes of corneal collagen cross linking prior to photorefractive keratectomy in prekeratoconus.” Ann Res Hosp 1 (2017): 1.
KATARAK
1Nuraita, Ika, Wasisdi Gunawan, Retno Ekantini, Rinanto Prabowo, Suhardjo Pawiroranu, Agus Supartoto, and Indra Tri Mahayana. “Differences in pain and inflammation between Diclofenac 0.1% and Nepafenac 0.1% after Cataract Surgery”  International Eye Science  19, no. 5 (2019): 719-723.
2Farahdina, Rahmawati, Supartoto Agus, Gunawan Wasisdi, Ekantini Retno, Prabowo Rinanto, and Mahayana Tri Indra. “Density and morphology of corneal endothelial cell after phacoemulsification using Ringer lactate versus balanced salt solution as irrigating solutions.” International Eye Science 18, no. 2 (2018): 207-212.
NEUROOFTALMOLOGI
1Mahayana, Indra Tri, Tatang Talka Gani, and Suhardjo Pawiroranu. “The awareness of blindness related to misuse of illicit liquor containing methanol: A community study.” Journal of Community Empowerment for Health 1, no. 1: 1-5.
2Mahayana, Indra Tri, Tatang Talka Gani, and Neil G. Muggleton. “The potential application of transcranial magnetic stimulation in ophthalmology: a brief perspective.” (2017).
PENGABDIAN MASYARAKAT
1Mahayana, Indra Tri, Sagung Gede Indrawati, and Suhardjo Pawiroranu. “The prevalence of uncorrected refractive error in urban, suburban, exurban and rural primary school children in Indonesian population.” International Journal of Ophthalmology 10, no. 11 (2017): 1771.
2Winarti, Tri, Indra Tri Mahayana, Reny Setyowati, and Suhardjo Pawiroranu. “Perbandingan komplikasi antara fakoemulsifikasi dan manual Small-Incision Cataract Surgery (mSICS) pada operasi katarak massal: Sebuah penelitian kohort retrospektif.” Journal of Community Empowerment for Health 2, no. 1: 97-101.
3Setyowati, Reny, Indra Tri Mahayana, Tri Winarti, and Suhardjo Pawiroranu. “Angka kejadian miopia pada anak usia sekolah dasar di Kecamatan Banjararum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.” Journal of Community Empowerment for Health 2, no. 1: 92-96.
4Mahayana, Indra Tri, Reny Setyowati, Tri Winarti, and Suhardjo Prawiroranu. “Outcomes of manual small incision cataract surgery (mSICS) compared with phacoemulsification from population based outreach eye camp, in Yogyakarta and Southern Central Java Region, Indonesia.” Journal of Community Empowerment for Health 1, no. 1 (2018): 6-10.
COVID-19
1Mahayana, Indra Tri, Natalia Christina Angsana, Alya Kamila, Nisrina Nur Fatiha, Devin Zen Sunjaya, Winanto Andajana, and Suhardjo Suhardjo. “Literature review of conjunctivitis, conjunctival swab and chloroquine effect in the eyes: A current updates on COVID-19 and ophthalmology.” Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran) 52, no. 3.
2

Mahayana, Indra Tri, Natalia Christina Angsana, Muhammad Zhafran Ayyasy, Anastasya Sondang Hutajulu, and Suhardjo Suhardjo. “Ocular involvment of coronavirus disease (covid-19): A systematic review of conjunctival swab results.” Journal of Community Empowerment for Health 3, no. 2.

  1. Paten dan Hak Kekayaan Intelektual

Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM berperan dalam penemuan dan perbaruan terkini ilmu dan teknologi dengan melakukan pencatatan paten dan hak kekayaan intelektual

 

Aplikasi software visus
1Protokol Pemeriksaan Tajam Penglihatan Objektif Pada Anak Prasekolah (pre-school) Dengan Piranti Lunak Gabor Patch Dan Eye Tracker. Surat Pencatatan Kemkumham: EC00202004437 (2020)
  1. Pendidikan

 

Program Pendidikan Dokter Spesialis (I) Mata terakreditasi A LAMPTKES tahun 2017.

 

Prestasi
202010 Besar Ujian Nasional Kolegium Ilmu Kehatan Mata: 2 Residen
2019

10 Besar Paper Contest PIT PERDAMI: 1 Residen

10 Besar Poster Contest PIT PERDAMI: 1 Residen

201810 Besar Paper Contest PIT PERDAMI: 2 Residen
Kerjasama Internasional
Tilganga Institute of Ophthalmolgy 
Kesempatan Observership
Tilganga Institute of Ophthalmolgy 

 

 

  1. Program Pengabdian kepada Masyarakat

 

Sesuai dengan semboyan Universitas Gadjah Mada “Mikul Dhuwur, Mendem Jero”, selain muncul pada level internasional dan nasional, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK juga berperan dalam membantu masyarakat sekitar melalui beberapa program pengabdian masyarakat.

 

1Operasi Katarak Masal 
2Skrining Anomali Refraksi 
3Skrining Diabetik Retinopati 
4Skrining Anomali Refraksi anak prasekolah 

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen: dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epi, Ph.D., Sp.M

Divisi/Staf

  1. Prof. dr Suhardjo, SU, SpM(K) – Segmen Anterior, Refraksi, Oftalmologi Komunitas
  2. Prof. dr. Wasisdi Gunawan, SpM(K) – Oftalmologi anak & Strabismus
  3. Dr. dr. Agus Supartoto, SpM(K) – Tumor, Rekonstruksi & Okuloplasti
  4. dr. Angela Nurini Agni,SpM(K),M.Kes – Vitreo Retina
  5. Dr. dr. Retno Ekantini, Sp.M(K)., M.Kes. – Glaukoma
  6. dr. Tri Wahyu Widayanti, SpM(K). M.Kes – Vitreo Retina
  7. dr. R. Haryo Yudono, SpM(K). MSc – Oftalmologi Anak & Strabismus
  8. dr. Tatang Talka Gani, SpM(K) – Glaukoma dan Neuro-Oftalmologi
  9. dr. Purjanto Tepo Utomo, SpM(K) – Tumor, Rekonstruksi & Okuloplasti
  10. dr. Supanji, SpM. M.Kes. PhD – Vitreo Retina
  11. dr. Sagung Gede Indrawati, SpM(K) – Refraksi, Lensa Kontak, dan Low Vision
  12. dr. Firman Setya Wardhana, Sp.M(K)., M.Kes. – Vitreo Retina
  13. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epid., Ph.D., Sp.M. – Vitreo Retina
  14. dr. Eva Revana, SpM., MSc – Oftalmologi Anak & Strabismus
  15. dr. Muhammad Eko Prayogo, M.Med.Ed., Sp.M. – Vitreo Retina
  16. dr. Tri Winarti, Sp.M. – Segmen Anterior, dan Imunologi
  17. dr. Agung Nugroho, SpM – Segmen Anterior dan Imunologi
  18. dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M. – Neuro-Oftalmologi
  19. dr. Dhimas Hari Sakti, Sp.M. – Oftalmologi Anak & Strabismus
  20. dr. Banu Aji Dibyasakti, Sp.M. – Tumor, Rekonstruksi & Okuloplasti
  21. dr. Reni Setyowati, Sp.M. – Segmen Anterior dan Imunologi
  22. dr. Widyandana, MHPE., Ph.D., Sp.M. – Neuro-Oftalmologi
  23. dr. Krisna Dwi Purnomo Jati, Sp.M. – Glaukoma
  24. dr. Albaaza Nuady, Sp.M. – Oftalmologi Anak & Strabismus
  25. dr. Irene Titin Darajati, Sp.M. –  Tumor, Rekonstruksi & Okuloplasti
  26. dr. Datu Respatika, Ph.D. – Tumor, Rekonstruksi & Okuloplasti
  27. dr. Hartono, Sp.M(K). – Dosen Luar Biasa – Glaukoma dan Neuro-Oftalmologi
  28. dr. Edy Wibowo, Sp.M., MPH. – Dosen Luar Biasa – Segmen Anterior, Refraksi,Oftalmologi Komunitas

 

Kontak Departemen

Alamat :               Jl. Kesehatan No. 1, Gedung Rawat Jalan RSUP Dr. Sardito,

Lantai 5 – KSM Mata,  Sekip, Sinduadi, Yogyakarta, DIY 55284

Telepon  :            (0274) 552850

Email    :               ppdsmatafkugm@gmail.com

Website:              https://matagama.fkkmk.ugm.ac.id/

Pendidikan dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Fakultas Kedokteran UGM dirintis oleh Prof. R. Oepomo, MD (almarhum) di Rumah Sakit UGM Mangkuwilayan Yogyakarta sejak tahun 1959. Proses pendidikannya belum terstruktur dalam kurikulum akademik hingga tahun 1977 dan kelulusannya diberikan Brevet ahli THT.

Sejak tahun 1977 proses pendidikan mulai terstruktur dalam kurikulum akademik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) I Fakultas Kedokteran UGM dengan kelulusannya diberikan ijasah akademik Dokter Ahli THT oleh Dekan Fakultas Kedokteran UGM, sedangkan sentrum pendidikannya masih terpusat di Rumah Sakit UGM Mangkuwilayan Yogyakarta.

Pada tahun 1982, Pusat Pendidikan Dokter Spesialis THT dipindahkan seiring dengan diresmikannya Rumah Sakit Pendidikan Dr. Sardjito. Demikian juga sejak saat itu pengelolaan pendidikan sudah diteruskan oleh generasi berikutnya, dan pendidikan dokter spesialis THT di integrasikan dalam Program Pascasarjana, dikelola oleh Fakultas Pascasarjana UGM, hingga tahun 1990 dengan kelulusan diberikan ijasah Pascasarjana Program Studi Dokter Spesialis I.

Pada tahun 1990 hingga sekarang, pengelolaan Program Pendidikan Dokter Spesialis dikembalikan ke Fakultas Kedokteran. Dalam perkembangan selanjutnya telah dilakukan inovasi pendidikan dengan memasukkan Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Klinik sebagai bagian dari kurikulum klinik sebagai bagian dari Kurikulum Program Pendidikan Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala dan Leher (IK THT-KL), yang kelulusannya diberikan ijasah dual degree berupa Sp.THT-KL dan M.Kes.

Mulai tahun akademik Juli 2010, bersama dengan bagian lain sesuai dengan amanat pendidikan berupa kurikulum berbasis kompetensi dan modul yang telah diterima dari Konsil Kedokteran Indonesia, Bagian IK THT-KL akan menerapkan sistem modul penuh.

Penelitian di masing-masing divisi juga meningkat dengan adanya kerjasama multicenter di tingkat nasional maupun internasional, terutama di bidang Onkologi-Bedah Kepala dan Leher.

 

Ketua Departemen: Dr.dr. Bambang Udji Djoko Rianto, SpTHT-KL(K), M.Kes

Sekretaris Departemen: dr. Agus Surono, Ph.D., M.Sc., SpTHT-KL

Divisi :

  1. Division in Otology
  2. Division in Neurotology and Community ENT
  3. Division in Oncology
  4. Division in rhinology and immunology allergic
  5. Division in Broncoesophagology and Laringopharingology

Dosen

  1. Dr. dr. B.U. Djoko Rianto, Sp.THT-KL(K)., M.Kes
  2. dr. Ashadi Prasetyo, MSc., Sp.THT-KL
  3. Dr. dr. Bambang Hariwiyanto, Sp.THT-KL(K)., FICS.
  4. Dr. dr. Sagung Rai Indrasari, Sp.THT-KL(K)., M.Kes., FICS
  5. dr. Camelia Herdini, Sp.THT-KL., M.Kes., FICS
  6. dr. Kartono Sudarman, Sp.THT-KL(K)
  7. Dr. dr. Luh Putu Lusy Indrawati, Sp.THT-KL(K)., M.Kes
  8. dr. Siswanto Sastrowijoto, Sp.THT-KL(K)., MH
  9. dr. Agus Surono, Ph.D, M.Sc., Sp.THT-KL
  10. dr. Dian Paramita Wulandari, MSc., Sp.THT-KL

Dosen Tidak Tetap

  1. Prof. Dr. dr. Soewito, SpTHT-KL(K)
  2. Prof. Dr.dr. Soenarto Sastrowijoto, SpTHT-KL(K)
  3. Prof.dr. Soepomo Soekardono, SpTHT-KL(K)
  4. Prof. I Bing Tan, MD., PhD
  5. dr. Soekirman Soekin, SpTHT-KL(K)
  6. dr. Bambang Purwoatmodjo, SpTHT-KL., MM.
  7. dr. Arif Purnanta, M.Kes., SpTHT-KL
  8. dr. Arif Budiwan, M.Biotech., SpTHT-KL
  9. dr. Budi Santoso, M.Sc., SpTHT-KL
  10. dr. Mugiarto, SpTHT-KL
  11. dr. Wayan Th. Antara, SpTHT-KL
  12. dr. M. Tolkha A., M.Kes., SpTHT-KL
 
 

Pada tahun 2016, Bagian Ilmu Penyakit Dalam berubah nama menjadi Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Departemen Ilmu Penyakit Dalam mendidik mahasiswa S1, koas, dan calon ahli penyakit dalam. Terdapat 11 divisi yang melengkapi Departemen Ilmu Penyakit Dalam sebagai pusat pendidikan.

Berdasarkan Surat Keputusan Kolegium Ilmu Penyakit Dalam Nomor: 57/KIPD/SK/V/2010, Departemen Ilmu Penyakit Dalam mulai membuka pendidikan konsultan penyakit dalam yang meliputi bidang Endokrinologi, Reumatologi, Geriatri, Penyakit Tropik dan Infeksi, Hematologi Onkologi, Gastroentero-Hepatologi, Ginjal Hipertensi, dan Pulmonologi.

 

Sejarah Departemen

50’an – 1973

Sejarah Penyakit Dalam dimulai dari Rumah Sakit Pugeran, satu dari empat rumah sakit pendidikan yang dimiliki UGM pada saat itu, di sekitar tahun 50-an dua orang dokter yang bertugas di RS Pugeran, yaitu dokter Aryono dan dokter Panji dididik oleh seorang professor Zuidema yang berasal dari Belanda untuk menjadi seorang internis. Setelah dinyatakan lulus, dokter Panji bekerja di Magelang sedangkan dokter Aryono melanjutkan bekerja di RS Pugeran. Pada saat itu bagian penyakit dalam telah berdiri sebelumnya dengan kepala bagian Prof. dr. Sardadi (1953 – 1959) dan dr. Raden Tjokrohadidjojo (1959 – 1967). Pada tahun 1967, dokter Aryono menjadi kepala bagian IPD (1967 – 1973) dan Bagian IPD mulai membuka pendidikan spesialis penyakit dalam untuk dokter umum, angkatan pertama pada waktu itu antara lain dr. H.A Tarnuzi, dr. Poestika, dr. Tan, dr. Winarni dan dr. Hari Sukarto.  Angkatan berikutnya dibuka pada tahun 69 dengan murid: dr. H.A.H Asdie, dr. Moefrodi, dr. Soecitro, dr. Elyas Parjono, dr. Tri Wibowo, dr. Poerwono Raharjo, dan dr. Haryono Adenan.

Tahun 1973, pada Kongres Penyakit Dalam II di Surabaya, keluar keputusan bahwa Yogyakarta belum bisa diakui sebagai pusat pendidikan penyakit dalam karena belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Walau begitu dalam kongres tersebut, dokter Winarni berhasil mendapatkan brevet penyakit dalam dan dinyatakan lulus menjadi internis. Adapun untuk peserta didik lainnya disarankan untuk melakukan penyelesaian di tempat lain.

1974 – 1987

Tiga tahun kemudian pada saat KOPAPDI tahun 1975, ditetapkan syarat bahwa untuk menjadi salah satu pusat pendidikan penyakit dalam maka diwajibkan untuk memiliki 7 sub bagian. Dr Poestika selaku kepala bagian saat itu (1974 – 1987) kemudian mendirikan 7 sub bagian di penyakit dalam, yaitu: Gastroenterologi (dr. Aryono, SpPD-KGEH), Kardiologi (dr. Poestika, SpPD-KKV), Hematologi (dr. H.A Tarnuzi, SpPD-KHOM), Ginjal Hipertensi (dr. Soecitro, SpPD-KGH), Pulmonologi (dr. M Soeroso, SpP, beliau adalah seorang ahli paru yang bekerja di RS Panti Rapih namun membantu dalam proses pendidikan di Penyakit Dalam), Endokrinologi (dr. Arini, SpPD, saat itu posisi beliau masih di Solo sehingga sehari hari beliau dibantu oleh Prof. dr. H.A Husain Asdie, SpPD-KEMD), serta Penyakit Tropik dan Infeksi (dr. Moefrodi, SpPD-KPTI). Sebagian besar staf yang mengampu sub bagian tersebut, kala itu masih berkedudukan sebagai residen sehingga mulai tahun 1983 lah Bagian Penyakit Dalam resmi dinyatakan sebagai pusat pendidikan ahli penyakit dalam.

1987 – sekarang

Setelah dr. Poestika purna tugas dari kepala bagian, beberapa periode kepemimpinan dimulai, yaitu: dr. Harjono Adenan, SpPD-KGEH (1987 – 1991), Prof. dr. H. Ahmad Husain Asdie, SpPD-KEMD (1991 – 1996), dr. Soebagjo Loehoeri, SpPD-KPTI (1999 – 2000), Prof. Dr. dr. M. Sjabani, M. Med. Sc, SpPD-KGH (2001 – 2009), dr. Ibnu Purwanto, SpPD-KHOM (2009 – 2010), dr. Sumardi, SpPD-KP (2010 – 2012), dr. Heru Prasanto, SpPD-KGH (2012 – 2016). Beberapa prestasi juga ditorehkan antara lain saat Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah KOPAPDI ke-5 dibawah kepemimpinan dr. Harjono Adenan, SpPD-KGEH.

Pada tahun 2016, Bagian Penyakit Dalam berubah nama menjadi Departemen Penyakit Dalam. Saat ini Departemen Penyakit Dalam dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR (2016 – sekarang).

Sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Departemen Penyakit Dalam mendidik mahasiswa S1, koas, dan calon ahli penyakit dalam. Hingga saat ini, Departemen Penyakit Dalam telah meluluskan lebih dari 400 orang spesialis penyakit dalam dengan 11 divisi yang melengkapi Departemen Penyakit Dalam sebagai pusat pendidikan yaitu Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Ginjal Hipertensi, Endokrinologi, Kardiologi, Gastroentero-Hepatologi, Hematologi Onkologi, Reumatologi, Pulmonologi, Geriatri, Psikosomatis, dan Alergi Imunologi. Sejak tahun 2010 berdasarkan Surat Keputusan Kolegium Ilmu Penyakit Dalam No 57/KIPD/SK/V/2010, Departemen Penyakit Dalam mulai membuka pendidikan konsultan penyakit dalam yaitu di bidang Endokrinologi, Reumatologi, Geriatri, Penyakit Tropik dan Infeksi, Hematologi Onkologi, Gastroentero-Hepatologi, Ginjal Hipertensi, dan Pulmonologi.

Dengan jumlah pasien penyakit dalam yang meningkat tiap tahunnya, Departemen Penyakit Dalam meningkatkan pelayanannya di berbagai bidang. Layanan unggulan yang dikembangkan saat ini antara lain layanan pulmonologi intervensi, layanan HIV, layanan transplantasi ginjal, poliklinik herbal, pelatihan endoskopi dasar, dan poli kaki diabetik.  Di bidang penelitian, Departemen Penyakit Dalam telah menoreh beragam prestasi antara lain melalui berbagai riset yang dipublikasi di jurnal internasional dan perolehan produk yang mendapatkan paten salah satunya fitofarmaka (Remapo) yang merupakan hasil karya Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR.  Sejak tahun 2011, Departemen Penyakit Dalam telah menerbitkan jurnal ilmiah berbahasa Inggris sendiri yaitu “Acta Interna” yang saat ini memasuki edisi ke delapan.

Tidak hanya aktif di bidang pendidikan, pelayanan, dan penelitian, Departemen Penyakit Dalam juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat salah satunya berperan menolong korban gempa Jogja tahun 2006 dan korban banjir Banjarnegara tahun 2013.

Keunggulan Departemen

Layanan unggulan yang dikembangkan saat ini antara lain layanan pulmonologi intervensi, layanan HIV, layanan transplantasi ginjal, poliklinik herbal, pelatihan endoskopi dasar, poli kaki diabetic, dan layanan latihan pasrah diri. Dalam bidang penelitian, Departemen Ilmu Penyakit Dalam telah menoreh beragam prestasi antara lain melalui berbagai riset yang dipublikasi di jurnal internasional dan perolehan produk yang mendapatkan paten salah satunya fitofarmaka (Remapo) yang merupakan hasil karya Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR. Salah satu penelitian klinis unggulan adalah penelitian unsedated water method endoscopy yang telah mendapatkan apresiasi internasional karena merupakan penelitian pertama di Asia dalam bidang tersebut dan penelitian pertama di dunia terkait jenis air yang digunakan (air suhu ruang tanpa dihangatkan). Sejak tahun 2011, Departemen Ilmu Penyakit Dalam telah menerbitkan jurnal ilmiah berbahasa Inggris di bidang ilmu penyakit dalam yaitu “Acta Interna”.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD, KR
Sekretaris Departemen : Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD, KGEH

  1. Divisi Alergi dan Imunologi
  • dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc., SpPD, KAI
  1. Divisi Endokrinologi dan Metabolik
  • Prof. dr. H.A.H. Asdie, SpPD, KEMD
  • dr. R. Bowo Pramono, SpPD, KEMD
  • dr. Hemi Sinorita, SpPD, KEMD
  • dr. M Robikhul Ikhsan, M.Kes., SpPD, KEMD
  • dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc., PhD, SpPD, KEMD
  1. Divisi Gastroentero Hepatologi
  • Prof. dr. Siti Nurdjanah, M.Kes., SpPD, KGEH
  • dr. Putut Bayupurnama, SpPD, KGEH
  • Dr. dr. Neneng Ratnasari, SpPD, KGEH
  • dr. Sutanto Maduseno, SpPD, KGEH
  • dr. Fahmi Indrarti, SpPD, KGEH
  • dr. Catharina Triwikatmani, M.Kes., SpPD, KGEH
  1. Divisi Ginjal dan Hipertensi
  • dr. R. Heru Prasanto, SpPD, KGH
  • dr. Iri Kuswadi, SpPD, KGH
  • dr. Metalia Puspitasari, M.Sc., SpPD, KGH
  • dr. Yulia Wardhani, SpPD, KGH
  • dr. Siti Nur Rohmah, SpPD
  • dr. Dwita Dyah Adyarini, SpPD
  1. Divisi Hematologi dan Onkologi
  • dr. Johan Kurnianda, SpPD, KHOM
  • Dr. dr. Ibnu Purwanto, SpPD, KHOM
  • dr. Kartika Widayati, SpPD, KHOM
  • dr. Susanna Hilda Hutajulu, PhD, SpPD, KHO
  • dr. Yasjudan Rastrama Putra, SpPD
  1. Divisi Pulmonologi
  • dr. Sumardi, SpPD, KP
  • dr. Bambang Sigit Riyanto, SpPD, KP
  • dr. Eko Budiono, SpPD, KP
  • dr. Heni Retnowulan, M.Kes., SpPD, KP
  • dr. Ika Trisnawati, MSc, SpPD, KP
  • dr. Nur Rahmi Ananda, SpPD
  • dr. Harik Firman Thahadian, PhD, SpPD
  1. Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi
  • dr. Doni Priambodo Wijisaksono, SpPD, KPTI
  • dr. Yanri Wijayanti S.,PhD, SpPD, KPTI
  • dr. Rizka Humardewayanti A., SpPD, KPTI
  • dr. Anna Anggraini, SpPD, KPTI
  1. Divisi Psikosomatik
  • Dr. dr. Agus Siswanto, SpPD, KPsi
  • dr. Noor Asyiqa Sofia, M.Sc., SpPD, KPsi
  1. Divisi Geriatri
  • Dr. dr. Dewa Putu Pramantara, SpPD, KGer
  • Dr. dr. Probosuseno, SpPD, KGer
  • dr. Eko Aribowo, M.Kes., SpPD, KGer
  • dr. Anastasia Evi Handayaningsih, PhD, SpPD
  1. Divisi Reumatologi
  • Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD, KR
  • Dr. dr. Deddy Nur Wachid Achadiono, M.Kes., SpPD, KR
  • dr. Ayu Paramaiswari, SpPD, KR
  1. Divisi Kardiologi
  • dr. Vita Yanti Anggraini, M.Sc., PhD, SpPD, KKV, SpJP
  • dr. Prenali Dwisthi Sattwika, SpPD

 

Alamat Departemen

Gedung Instalasi Rawat Jalan, Blok 3 Lantai 5 RSUP Dr. Sardjito

Jalan Kesehatan No. 1, Sekip, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55284

Telepon: 0274-553119

Email: ipdfkugm@yahoo.com

Website: interna.fk.ugm.ac.id

Bagian Bedah PTK Yogyakarta pertama kali berdiri pada tahun 1949 di Kompleks Mangkubumen. Gagasan pertama mendirikan Bagian Bedah ini berasal dari Prof. dr. Moch Salim dan Prof. Dr. M. Sardjito dengan kegiatan poliklinik, namun pelayanan Bedah bidang Orthopedi tetap di Surakarta dipimpin oleh dr. Soeharso SpB. Pada tahun 1950 dimulai kegiatan pendidikan bedah oleh Prof. dr. Moch. Salim dengan 2 orang peserta didik (residen) yaitu dr. RH. Sentral & dr. Soewito (yang kemudian mendapat brevet pada tahun 1957).

Saat ini Departemen ilmu bedah memiliki 8 subdivisi yaitu divisi bedah onkologi, divisi bedah digestif, divisi bedah plastik, divisi urologi, divisi ortopedi, divisi bedah anak, divisi bedah thoraks kardiovaskuler dan divisi bedah syaraf. Dalam penegembangan pendidikan, departemen ilmu bedah memiliki program studi baik Sp1 dan Sp2. Untuk Program studi Sp1 terdiri dari Prodi Bedah Umum, Prodi urologi, Prodi Orthopedi, Prodi Bedah Syaraf dan Prodi Bedah Anak, sedangkan program studi Sp2 terdiri dari Prodi bedah digestif dan prodi bedah onkologi.

Sejarah Departemen

Sejarah Departemen Ilmu Bedah dan Pendidikan Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tidak terlepas dari sejarah pendirian dan perkembangan Fakultas Kedokteran UGM serta Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada yang pada perkembangannya bermetamorfosis menjadi RSUP Dr. Sardjito.

Bagian Bedah PTK Yogyakarta pertama kali berdiri pada tahun 1949 di Kompleks Mangkubumen. Gagasan pertama mendirikan Bagian Bedah ini berasal dari Prof. dr. Moch Salim dan Prof. Dr. M. Sardjito dengan kegiatan poliklinik, namun pelayanan Bedah bidang Orthopedi tetap di Surakarta dipimpin oleh dr. Soeharso SpB. Pada tahun 1950 dimulai kegiatan pendidikan bedah oleh Prof. dr. Moch. Salim dengan 2 orang peserta didik (residen) yaitu dr. RH. Sentral & dr. Soewito (yang kemudian mendapat brevet pada tahun 1957). Pada tahun 1955 dibuka pertama kali bangsal perawatan bedah di bekas kandang kuda di kompleks Mangkubumen, sedangkan kegiatan polikliniknya dilaksanakan di pintu gerbang kompleks Mangkubumen. Pelayanan rawat inap bagian bedah pada saat itu menjadi satu dengan bangsal  dengan bangsal Obstetri dan Gynekologi dengan kapasitas 20 tempat tidur, dengan bed occupation ratio (BOR) mencapai 20%. Pada saat itu Bagian Bedah diampu oleh 3 orang dokter bedah yaitu Prof. dr. Moch.Salim sebagai dokter ahli bedah sekaligus sebagai kepala bagian dan 2 orang residen bedah dr. R.H. Sentral dan dr. Soewito, dibantu oleh 50 orang tenaga paramedis. Peralatannya masih sederhana tetapi masih mencukupi untuk operasi rutin dan beberapa operasi spesialistik, hasil sumbangan Prof. dr. Moch Salim.

PERIODE TAHUN 1959 – 1982

Pada tahun 1959 Bagian Bedah pindah ke RS Pudyo Waluyo di Mangkuwilayan bersama dengan Bagian THT dan Kulit Kelamin. Sebagai Kepala Bagian ditunjuk dr. R.H. Sentral menggantikan Prof. Dr. Moch Salim. Tetapi dr. R.H. Sentral tidak lama memimpin Bagian Bedah karena sebulan setelah pengangkatan, beliau meninggal dunia. Kemudian sebagai pengganti, ditunjuk dr. Soewito, tetapi dr. Soewito juga tidak lama memimpin Bagian Bedah karena beberapa bulan setelah pelantikan, beliau juga meninggal dunia. Setelah itu, Bagian Bedah tidak mempunyai ahli bedah. Untuk mengisi pelayanan bedah di Yogyakarta Prof. Dr. Djamaludin di Jakarta mengirim Prof. Munadjat mengisi kekosongan spesialis bedah sampai tahun 1960, setelah kedatangan Prof. dr. Ramlan Mochtar dari Manado.

Pada Masa kepemimpinannya Dr. Ramelan Mochtar Sp.B menelpon dr. Soeharso SpB, SpBO untuk datang ke Jogjakarta memberikan kuliah Ilmu Bedah Orthopaedi setiap hari Kamis di RS Mangkuwilayan. Melihat kasus-kasus orthopaedi cukup banyak di RS. Mangkuwilayan maka dr. Soeharso SpB, SpBO pada tahun 1964 mengirim asistenya dr. Soeprandjono memberikan pelayanan Ilmu Bedah Orthopaedi setiap hari Sabtu di RS tersebut. Bersamaan waktu itu juga beliau mengirim ahli Fisioterapi Soeprapti ke Inggris untuk selanjutnya memberikan pelayanan rehabilitasi untuk Sub-bagian Bedah Orthopaedi Ilmu Bedah FK UGM di RS.

Pada tahun 1966 dr. Ramelan Mochtar SpB diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Bedah FK UGM dan pada November 1966 menjadi dekan FK-UGM. Pada tahun 1968 Prof Ramelan Mochtar mengusulkan pengangkatan dr. Soeharso SpB, SpBO menjadi Guru Besar Bedah Orthopaedic FK-UGM ke senat Universitas Gadjah Mada, inilah sejarah batu pijakan terbentuknya Program Studi Bedah Orthopaedic di FK UGM di kemudian hari.

Prof. Ramlan Mochtar menjadi Kepala Bagian selama 14 tahun sampai tahun 1974. Pada periode ini Prof. dr, Ramlan Mochtar juga mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada periode tahun 1967 -1969. Pada tahun tersebut, beliau pergi ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya sampai tahun 1976. Selama Prof. dr. Ramlan Mochtar ke luar negeri, Kepala Bagian Bedah sementara dipegang oleh dr. R Soedibjo Prodjopoewoko. Setelah Prof. dr. Ramlan Mochtar kembali, beliau menjabat Kepala Bagian kembali sampai tahun 1979. Sebagai penggantinya, ditunjuk dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko yang menjadi Kepala Bagian Bedah pada tahun 1979-1982. Pada tahun 1982, Prof. dr. Ramlan Mochtar meninggal dunia.

Kegiatan Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UGM di bidang pendidikan  pada periode ini adalah mendidik calon dokter (koasisten), dan pada tahap selanjutnya juga mendidik dokter Ahli Bedah yang kemudian berganti nama menjadi pendidikan Spesialis Bedah (Bedah Umum). Pada periode Prof. Ramelan Mochtar untuk ujian akhir residen bedah menjadi ahli bedah, dewan penguji terdiri dari :

  1. Dr. Ramelan Mochtar
  2. Paulus Kasmolo, Sp.B dari RS Bethesda
  3. Wardoyo, Sp.B dari RS Bethesda
  4. Brigjen Dr. Sadjiman, Sp.B dari RS DKT Magelang

Untuk pengembangan pelayanan dan pendidikan, Bagian Bedah mengirimkan beberapa stafnya mengikuti pendidikan di bidang subspesialis bedah. Dokter Sungsang Rochadi, yang semula sebagai dosen Biokimia saat masuk pendidikan bedah umum (1973), mempunyai minat dibidang urologi dan menyelesaikan pendidikan bedah 1978. Tahun berikutnya April 1979 mendapat kesempatan pendidikan urologi di Urologische Abteilung Klinikum Steglitz, Freid Universität, Berlin Barat di bawah bimbingan Prof. Willem Brosig, Prof. Alpay Kelami dan Prof. Ulrich Fiedler, sampai akhir tahun 1980. Sesampai di Indonesia meneruskan pendidikan di Universitas Indonesia (RSCM) April 1982 dan selesai April 1983.

Pada tahun 1976, dr. Armis yang semula Asisten Farmakologi  pindah tugas sebagai Asisten Ilmu Bedah. Setelah menjalani tugas sebagai Asisten Ilmu Bedah selama 3 tahun. Prof. Armis mengikuti pendidikan training Ilmu Bedah Orthopedi di Garches – Universitas Sorborn dalam kurun waktu 1979 – 1981. Sepulang dari Prancis, dr. Armis menyelesaikan pendidikan sebagai Ahli bedah pada tahun 1981. Kemudian pada tahun 1982  – 1985, beliau mengikuti pendidikan Bedah Orthopedi di Fakultas Kedokteran – Universitas Indonesia (RSCM).

Dalam bidang Bedah saraf, Dr. P. Sudiharto dikirim ke Nejmegen, Belanda dalam kurun waktu 1977-1979. Beliaulah yang nantinya merintis pengembangan pelayanan dan pendidikan Spesialisasi Bedah Saraf di Bagian Bedah FK UGM.

Pada masa kepemimpinan dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko, Bagian Bedah juga berperan dalam membidani cikal bakal terbentuknya Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif. Dokter Ismail Sujud merupakan dokter anestesi  pertama yang melakukan pelayanan anestesi pada tahun 1975. Dalam perkembangannya pada tahun 1979 disusul oleh dr Bambang Suryono dan dr Pandit Sarosa. Proses pendirian Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif tidaklah terlepas dari perkembangan Bagian Bedah. Unit Anestesiologi di RS Mangkuwilayan adalah tempat awal persiapan untuk laboratorium Anestesiologi FK UGM. Sebelum tahun 1982 Anestesiologi masih merupakan unit Bagian Bedah FK UGM. Di dalam pendidikan dokter (S1) kuliah Anestesi untuk mahasiswa masih bersama-sama dengan ilmu bedah, artinya mengambil waktu dari jam kuliah ilmu bedah, namun persiapan untuk menjadi Bagian/unit tersendiri sudah mulai dirintis oleh :

  1. dr Ismail Sujud, SpAn
  2. dr Bambang Soeryono, SpAn
  3. dr Pandit Sarosa SpAn
  4. dr Muhdar Abubakar SpAn

Pada saat itu dr Soedibjo Prodjopoerwoko SpBP sebagai Kepala Bagian Bedah, sangat mendorong serta mendukung proses terbentuknya Laboratorium Anestesiologi FK UGM.

Pada tahun 1980 Laboratorium Anestesi FK UGM sudah ikut dalam lokakarya pendidikan S1 dan pada tahun 1981 proses pembentukan Bagian Anestesiologi FK UGM berjalan terus dengan keikutsertaanya dalam menyusun kurikulum inti Fakultas Kedokteran (KIPDI). Sementara itu proses pembentukan Laboratorium Anestesiologi FK UGM terus berjalan dan 1982 acara resmi FK UGM telah berdiri Laboratorium Anestesiologi dan perawatan intensif (sekarang bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif) Kepala Bagian Anestesiologi yang pertama dijabat dr Muhdar Abubakar SpAn.

PERIODE TAHUN 1982 – 1987

Pada tahun 1982 Bagian Bedah pindah dari RS Pudyo Waluyo Mangkuwilayan dan bergabung menjadi satu dengan bagian-bagian lain di RSUP Dr. Sardjito di Jalan Kesehatan No. 1 Yogyakarta. Perpindahan berlangsung dalam beberapa minggu sebelum RSUP Dr. Sardjito diresmikan oleh Presiden. Bagian Bedah menempati lokasi di Gedung Bedah Sentral yang berlantai dua. Lantai pertama digunakan untuk kamar operasi dan lantai kedua untuk ruang administrasi. Kamar operasi masih menggunakan ruangan yang tergabung dengan beberapa unit lainnya seperti Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intensive Care Unit (ICU).

Pada perkembangannya, sampai tahun 1982, dibentuk 8 sub Bagian Bedah yang meliputi Bedah Plastik (dipimpin oleh dr. R. Soedibjo P), Bedah Anak (dipimpin oleh Dr. dr. Moedito Mardjikoen), Urologi (dipimpin oleh dr. H.M. Baried I), Bedah Digestif (dipimpin oleh dr. H. Djoefri), Bedah Onkologi (dipimpin oleh dr. M. Soegijanto), Orthopedi (dipimpin oleh dr. Suprandjono), dan Bedah Saraf (dipimpin oleh dr. P. Sudiharto), Bedah Thoraks karena pada saat itu UGM belum punya ahli Bedah Toraks, maka Prof. Dr. Med. Puruhito menjadi Dosen terbang dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya .

Selama periode ini Bagian Bedah dipimpin oleh dr. Soedibjo Prodjopoerwoko, Sp.BP (1979-1987), Dokter Kendarto Darmokusumo, Sp.B juga mengemban tugas sebagai Pembantu Dekan III selama 2 periode kepengurusan, yaitu periode tahun 1983 – 1988 & 1988 – 1991, dan dengan Ketua Program Studi dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U. Sampai dengan tahun 1987 Program Studi Ilmu Bedah telah meluluskan sebanyak 34 orang ahli bedah.

PERKEMBANGAN  DEPARTEMEN ILMU BEDAH PERIODE 1987 – SEKARANG

Pada era setelah tahun 1985, perkembangan Bagian Bedah FK UGM / RS Dr.Sardjito menjadi bagian yang besar dengan beberapa ahli yang mempunyai keahlian khusus dan perkembangan sub Bagian menjadi cukup pesat.

  • Sub-Bagian Bedah Plastik diampu oleh dr. R. Soedibjo Prodjopoerwoko, Sp. BP dan dr. Bayu Nugraha, SpB., SpBP.
  • Sub-Bagian Urologi mempunyai 3 ahli urologi yaitu dr. H.M. Barid Ishom., Sp.B; dr. Sungsang Rohadi, SpB., Sp.U; dan Prof. dr. Prawito Singodimejo, SpB., Sp.U.
  • Sub-Bagian Orthopedi dimpu oleh dr. Suprandjono, Sp.BO dan Prof. dr. Armis, SpB., SpBO.
  • Sub-Bagian Bedah Anak diampu oleh Dr. dr. Moedito Mardjikoen, Sp.B dan dr. Roesman Soewarno, DSBA.
  • Sub Bagian Bedah Saraf pada tahun 1985 baru mempunyai 1 ahli yaitu Dr. dr. P. Sudiharto, Sp.BS yang pada tahun 1980 menemukan alat untuk terapi pembedahan pada hidrosefalus bayi dan anak dengan sistem katup semiluner yang dibernama Ventrikulo Peritoneal Shunt (VP-Shunt) yang sudah dipatenkan pada tahun 2009.
  • Dari sub Bagian Bedah Onkologi terdapat 1 ahli yaitu dr. M. Soegijanto, Sp.B(K)Onk;
  • Serta sub Bagian Bedah Thoraks Vaskuler diampu oleh Prof. Dr. dr. Puruhito dan dr. M. Soegiyanto.
  • Sub Bagian Bedah Digestif mempunyai beberapa pengampu, yaitu: dr. H. Djoefri, Sp.B; dr. Sutarjo Tj, Sp.B; dr. Kendarto, SpB; , dan Juudi, Sp.B.

Tahun1987 sampai dengan 1993 Bagian Ilmu Bedah dipimpin oleh dr. M Soegijanto, Sp.B(K)Onk, dengan Program Studi masih dipimpin oleh dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U yang menjabat sampai dengan tahun 1995. Sampai dengan tahun 1995 Program studi menambah lulusannya sebanyak 43 orang.

Setelah menjabat sebagai Pembantu Dekan III selama 2 periode kepengurusan, yaitu periode tahun 1983 – 1988 & 1988 – 1991, tahun 1993 dr. Kendarto Darmokusumo, Sp.B menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Bedah sampai dengan tahun 1996 dan tahun 1996 – 1999 Kepala Bagian Ilmu Bedah dijabat oleh Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U.  Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Bedah adalah dr. M Soegijanto, Sp.B(K)Onk yang menjabat dari tahuh 1995 sampai dengan tahun 1999. Sampai dengan periode ini jumlah lulusan Program Studi Ilmu Bedah berjumlah 108 ahli bedah.

Pada tahun 1999 jabatan  Kepala Bagian Ilmu Bedah dipegang oleh Prof. dr. Marijata, Sp.B-KBD selama 2 periode yang berakhir pada tahun 2005 beliau didampingi oleh dr. Sunoko, Sp.B, Sp.BTKV yang menjabat sebagai Sekretaris Bagian Ilmu Bedah. Pada tahun itu pula Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Bedah sampai dengan tahun 2005 dan Sekretaris Program Studi dijabat oleh Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K). Sampai dengan tahun 2005 lulusan Program Studi Ilmu Bedah bertambah menjadi 157 ahli bedah.

Tahun 2005 sampai dengan tahun 2013 Bagian Ilmu Bedah dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk yang menjabat sebagai Kepala Bagian dan didampingi Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Sekretaris Bagian Ilmu Bedah. Sementara itu Program Studi Ilmu Bedah tahun 2006 dipimpin oleh Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV yang didampingi oleh Dr. dr. Akhmad Makhmudi, Sp.B-KBA sampai dengan tahun 2009. Pada periode kedua kepemimpinannya di Program studi Ilmu Bedah, Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV didampingi oleh dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Sekretaris Program Studi sampai dengan tahun 2013. Selama periode 2006 – 2013 Program Studi Ilmu Bedah meluluskan sebanyak 109 ahli bedah sehingga total lulusan sampai dengan tahun 2013 sebanyak 268 orang.

Pada kurun waktu  2005 – 2013 kepemimpinan Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk,  tepatnya mulai tahun 2006 selain Program Studi Ilmu Bedah, Bagian Ilmu Bedah mulai membuka Program Studi Spesialis 1 yaitu Orthopaedi dan Bedah Anak. Pada tahun 2009 juga telah dimulai pembukaan Program Studi Urologi. Pada tahun selanjutnya, program Studi Bedah Saraf mulai dibuka pada tahun 2012. Untuk Program Studi Spesialis 2, Pendidikan Konsultan Bedah Digestif dimulai tahun 2009 dan Konsultan Bedah Onkologi pada tahun 2016.

Pada tahun 2013, Prof Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk terpilih sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk  2013 – 2017. Sehingga sisa masa Jabatan Kepala Bagian Ilmu Bedah dilanjutkan oleh Sekretaris Bagian pada saat itu Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) sebagai Pelaksana Tugas. Tahun 2014 Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, Sp.B, Sp.BP-RE(K) terpilih lagi sebagai Kepala Bagian periode 2014 – 2017 dengan Sekretaris Bagian dijabat oleh dr. Untung Tranggono, M.Sc, PA(K), Sp.B, Sp.U. pada periode ini Ketua Program Studi Ilmu Bedah dijabat oleh dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) yang didamping dr. Nurcahya Setyawan, Sp.B-KBD sebagai Sekretaris Bagian. Namun karena ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja dari UGM maka tahun 2016 jabatan Kepala Bagian diganti menjadi Ketua Departemen yang otomatis nama Bagian Ilmu Bedah berganti menjadi Departemen Ilmu Bedah sekaligus pejabatnya pun diganti. Pada periode ini dr. M Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE(K) terpilih sebagai Ketua Departemen Ilmu Bedah dengan Sekretaris Departemen dijabat oleh dr. Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV. Karena perubahan SOTK tersebut maka kepemimpinan pada Program Studi Ilmu Bedah pun berganti. Ketua Program Studi berubah menjadi Pimpinan Program Studi Ilmu Bedah yang dijabat oleh dr. Imam Sofii, Sp.B-KBD dan Sekretaris Program Studi tetap dijabat oleh dr. Nurcahya Setyawan, Sp.B-KBD. Sampai dengan April  2016, Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran UGM telah meluluskan 308 ahli bedah.

Pada tahun 2013, Prof Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K)Onk terpilih sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk  2013 – 2017. Dalam kepengurusan dekanat pada periode yang sama, dr. Endro Basuki, Sp.BS(K), M.Kes diangkat untuk menjabat Asisten Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama.

Pada tahun 2016 ini, selain mengembangkan pendidikan Sub-Spesialis Bedah Onkologi yang diampu oleh Divisi Bedah Onkologi, Departemen Bedah juga mendapat tugas dari Fakultas Kedokteran UGM untuk membina Divisi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) FK UGM – RSUP Dr Sardjito yang direncanakan akan dipimpin oleh dr. Pujiatun, Sp.KFR. Kedepannya Divisi KFR akan menjadi pengampu pengembangan Program Pendidikan Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang telah dirintis untuk diasuh oleh Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK UI – RS Dr. Cipto Mangunkusumo.

Departemen Ilmu Bedah juga banyak ikut berperan serta dalam penanggulangan korban bencana antara lain :

  1. Keterlibatan Departemen Ilmu Bedah FK UGM dalam penanggulangan korban bencana Gunung Merapi pada tahun 1994 yang dikoordinir oleh dr. Bayu Nugraha, Sp.B.
  2. Bencana gempa dan tsunami di Aceh tahhun 2004, Departemen Bedah juga turut serta dalam penanganan korban bencana yang dimotori oleh dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD.
  3. Bencana gempa di Yogyakarta tahun 2006 Departemen Bedah juga berperan serta dalam penanganan korban, dibawah komando Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K).

Departemen Ilmu Bedah FK UGM juga terlibat dalam penanganan korban bencana gunung Merapi tahun 2010 dibawah koordinasi dr. Agus Barmawi, Sp.B-KBD.

Keunggulan Departemen

1.Operasi Cangkok ginjal (mulai tahun 1992)

Tahun 1992 kasus perdana cangkok ginjal dilakukan di Yogyakarta dibimbing oleh Tim Cangkok Ginjal FK UI/ RSCM Prof. Dr. dr. Sidabutar dengan tim FK-KMK UGM dan RSUP DR Sardjito yang terdiri dari : Prof. dr. Prawito Singodimedjo, Sp.B, Sp.U; dr. Sungsang Rochadi, Sp.B, Sp.U; dr. Danarto, Sp.B, Sp.U; dr. Trisula Utomo, Sp.U; dr. Untung Tranggono, MS, PA(K), Sp.B, Sp.U; dr. Indrawarman, Sp.U; dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U; dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U

Sampai bulan Juli 2020 sudah 72 kasus cangkok ginjal telah dilakukan di Yogyakarta. Sejak 26 febuari 2019 teknik cangkok ginjal semakin berkembang dengan di lakukannya pengangkatan ginjal dari donor dengan teknik laparoskopi , Dan Jogjakarta menjadi pionir penggunaan Teknik NOSE (Natural orifice specimen extraction )pada cangkok ginjal di Indonesia.

2. Operasi Jantung (mulai tahun 1995) dengan tim Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV(K) dan dr. Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV(K)

3. Liver Transplantation (mulai tahun 2015 bekerjasama dengan Kyoto University  Hospital) oleh tim Divisi Bedah Digestif dan Divisi Bedah Anak

4. Drylab Laparaskopi Departemen Ilmu Bedah

5. Inovasi dalam bidang Orthopaedi dan Taumatologi yang diakui tingkat nasional, antara lain adalah Vaccum Assisted Closure (VAC), Bone Graft dan TR Plate.

6. Penanganan kasus luka bakar saat bencana merapi tahun 2010 serta pelayanan terpadu kasus luka bakar dan telah memiliki Burn Unit sebagai pusat rujukan kasus luka bakar.

7. Layanan unggulan dibidang minimal invasive, transplantasi organ, Operasi pada obesitas atau kegemukan, dan terlibat dalam pelayanan kanker terpadu terkhusus kanker saluran cerna.

8. Layanan unggulan minimal invasif pada kasus spine, manajemen komprehensif tumor otak, dan hybrid neurovascular case.

9. Pelayanan komprehensif untuk penatalaksanaan kanker melalui pembedahan, maupun penatalaksanaan multimodalitas dengan kemoterapi, hormonal terapi, terapi target, terapi imunologi, radioterapi dan rehabilitasi medik melalui kerja sama dengan departemen lain. Inovasi untuk layanan dengan penerapan minimal invasive surgery, onkoplasti, dan penerapan metode mutakhir untuk penatalaksanaan kanker terus dilakukan untuk meningkatkan outcome, mengoptimalkan fungsioningbody image, dan kualitas hidup pasien

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. Rosadi Seswandhana, Sp.B, Sp.BP-RE
Sekretaris Departemen : dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA

Divisi

Divisi Bedah Digestif

  1. dr Hendro Wartatmo SpB.KBD – Bedah digestif, LaparoscopicMinimal invasif
  2. Prof. dr. Marijata SpB.KBD – Bedah digestif, Anatomy
  3. dr. Agus Barmawi SpB. KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal, Liver transplantasi
  4. dr. Imam Sofii SpB KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
  5. dr. Nurcahyo Seyawan SpB KBD – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
  6. DR.dr. Adeodatus Yuda Handaya SpB.KBD – Bedah digestif,Laparoscopi Minimal invasive, Liver transplantasi
  7. dr. Wahid fauzi, SpB KBD (RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif
  8. dr. Agung Widianto SpB.KBD (RSA UGM) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif
  9. dr. Agung Maryanto SpB KBD (RSAU Hardjolukito) – Bedah digestif, Laparoscopi Minimal invasif

 

Divisi Bedah Onkologi

  1. Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, molecular cancer pathology
  2. dr. Kunta Setiaji, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
  3. dr. Herjuna Hardiyanto, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
  4. dr. Suwardjo, SpB(K)Onk – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
  5. Dr. dr. R. Artanto Wahyono, SpB – Bedah onkologi, kemoterapi, hormonal terapi, terapi target
  6. dr. Sumadi Lukman Anwar, MSc, PhD, SpB – Molecular oncology, cancer epidemiology, clinical oncology
  7. Dr.rer.nat. dr. Dyah Laksmi Dewi – Molecular oncology, cancer epidemiology

 

Divisi Bedah Thoraks dan Kardiovaskuler

  1. Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV(K) – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
  2. Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV(K) – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular
  3. dr. Yunanto Kurnia, Sp.BTKV – Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular

 

Divisi Bedah Plastik

  1. Dr. dr. Ishandono Dachlan, M.Sc, SpB, SpBP-RE(K) – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
  2. dr. M. Rosadi Seswandhana, SpB, SpBP-RE(K) – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
  3. dr. Siti Isya Wahdini, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
  4. dr. Nurardhilah Vityadewi, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
  5. dr. Rianto Noviady Ramli, SpB, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
  6. dr. Bayu Suhartadi, SpBP-RE – Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten)

 

Divisi Orthopedi

  1. Prof. dr. Armis, Sp.B, Sp.OT (K) – Trauma
  2. Dr. dr. Rahadyan Magetsari, Sp.OT (K) – Oncology Orthopaedic
  3. dr. Tedjo Rukmoyo, Sp.OT(K) – Spine
  4. dr. Sugeng Yuwana, Sp.OT(K) – Adult Reconstruction
  5. dr. Meirizal, Sp.OT(K) – Hand and Microsurgery
  6. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K) – Spine
  7. dr. Luthfi Hidayat, Sp.OT(K) – Adult Reconstruction
  8. dr. Hilmi Muhammad, Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology
  9. dr. Yuni Artha Prabowo P., Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology
  10. dr. Aditya Fuad Robby T, Sp.OT – General Orthopaedic and Traumatology

 

Divisi Urologi

  1. Dr. dr. HR. Danarto, Sp.B, Sp.U(K) – Oncology
  2. Dr. Trisula Utomo, Sp.U(K) – Pediatric
  3. dr. Untung Tranggono, MS,PA(K), Sp.B,Sp.U – General Urology
  4. dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U – Kidney Transplantation
  5. dr. Indrawarman, Sp.U (K) – Oncology
  6. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U – Oncology
  7. dr. Sakti R Brodjonegoro, Sp.U – General Urology
  8. dr. Prahara Yuri, Sp.U – Pediatric

 

Divisi Bedah Anak

  1. Dr.dr. Akhmad Makhmudi, Sp.B., Sp.BA (K) – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  2. dr. Nunik Agustriani, Sp.B., Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  3. dr. Andi Dwihantoro, Sp.B., Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  4. dr. Yulius Candra Adipurwadi, Sp.BA (K) – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  5. dr. Gunadi, PhD., Sp.BA – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  6. dr. Eko Purnomo, PhD., Sp.BA – molecular genetics and developmental biology, congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  7. dr. Guntur Surya Alam, Sp.B., Sp.BA. – congenital anomaly, colorectal surgery, neonatal surgery, minimal invasive surgery, uropediatric, pediatric surgical oncology, pediatric trauma, dan hepato bilier
  8. dr. Edy Daryanto, Sp.B., Sp.BA., M.H.Kes – dr. Edy Daryanto, Sp.B., Sp.BA., M.H.Kes

 

Divisi Bedah Saraf

  1. Dr. dr. P. Sudiharto, Sp.BS(K) – Pediatrik dan neurotrauma
  2. dr. Wiryawan Manusubroto, Sp.B,Sp.BS(K) – Spine dan Fungsional (Pain management pada kasus spine)
  3. dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K) – Pediatrik dan Neurotrauma
  4. dr. Rachmat Andi Hartanto, Sp.BS(K) – Onkologi dan Fungsional (Nyeri trigeminal dan hemifacial spasm)
  5. dr. Adiguno Suryo Wicaksono, Sp.BS, M.Sc – Vaskular

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM merupakan salah satu departemen paling muda di lingkungan FK-KMK UGM. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular berdiri berdasarkan SK Dekan FK UGM No. UGM/KU/5136/UM/01/39, tanggal 1 November 2004. Peresmian Bagian (saat itu departemen disebut bagian) Kardiologidan Kedokteran Vaskular dilakukan pada tanggal 28 Desember 2004. Kepala Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular yang pertama adalah Prof. dr. Bambang Irawan, Sp.PD-KKV, Sp.JP(K).

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular telah mengembangkan diri mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kardiovaskular dan pelayanan jantung dan pembuluh darah. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular membuka Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mulai tahun 2006. Di bidang pelayanan jantung dan pembuluh darah, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular bersinergi dengan RSUP Dr. Sardjito sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FK-KMK UGM, dimana RSUP Dr. Sardjito telah memiliki Pusat Jantung Terpadu dengan pelayanan terkini di bidang jantung dan pembuluh darah.

Saat ini Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM memiliki 8 divisi yaitu (1) Divisi Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular, (2) Divisi Kardiologi Intervensi, (3) Divisi Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular, (4) Divisi Aritmia, (5) Divisi Echocardiografi, (6) Divisi Pencitraan Kardiovaskular, (7) Divisi Kedokteran Vaskular dan (8) Divisi Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan. Disamping divisi, para staf departemen mempunyai kepakaran di bidang masing-masing.

Di bidang penelitian, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM  mempunyai Cardiology Research Office yang mengelola berbagai penelitian dan registri dari pasien dengan penyakit kardiovaskular. Di bidang pengabdian masyarakat, selain pelayanan kepada pasien di rumah sakit maka kegiatan di masyarakat yang meliputi penyuluhan kesehatan, promosi kesehatan, pelatihan tenaga medis dan non medis dan bakti sosial telah lama diselenggarakan.

Sejarah Departemen

Pada tahun 1950-an, Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK) UGM mulai didirikan dan memberikan pelayanan di Rumah Sakit Pugeran, Yogyakarta. Mulai saat itu, Kardiologi masih merupakan satu kesatuan dengan Bagian Penyakit Dalam FK UGM. Perjalanan Kardiologi hingga berdirinya menjadi bagian tersendiri ini melalui sejarah panjang dan tidak dapat dilepaskan dari sosok dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo, Internis, sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UGM sejak 1974.

Dalam Kongres Persatuan Ahli Penyakit Dalam (KOPAPDI) II tahun 1973 di Surabaya diputuskan bahwa untuk menjadi Pusat Pendidikan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam harus memiliki 7 seksi/subbagian. Menindaklanjuti keputusan tersebut guna memenuhi persyaratan, satu tahun kemudian, dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo, Internis yang menjabat Kepala Bagian, membentuk 7 seksi/subbagian yaitu Infeksi, Ginjal dan Hipertensi, Endokrinologi, Gastroentero-hepatologi, Hematologi Onkologi, Rheumatologi dan Kardiovaskular. Seksi Kardiovaskular diketuai oleh dr.Ny. Poestika Sastroamidjojo, Internis dibantu oleh dr. Winarni Hudoro, Internis.

Pada tahun 1974, dr.Ny. Poestika Sastroamidjojo, Internis menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam dan merangkap sebagai Kepala Seksi Kardiovaskular. Mulai saat itu beliau mengangkat beberapa staf baru di Seksi Kardiovaskular, yaitu dr. Bambang Irawan, pada tahun 1978, dr. Suhandiman SpPD, pada tahun 1983, dan dr. RM. Sarodja  SpPD, pada tahun 1987.

Pada tahun 1989, dr.Ny. Poestika Sastroamidjojo, SpPD-KKV purna tugas. Pengganti beliau sebagai kepala seksi Kardiovaskular adalah dr. Bambang Irawan, SpPD. Di bawah kepemimpinan beliau, seksi Kardiovaskular berubah menjadi Sub-Bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UGM.

Pada tahun 1994, Direktur RSUP Dr. Sardjito saat itu, dr. Ahmad Sujudi, SpB, MHA, mulai meningkatkan pelayanan di bidang penyakit jantung dengan membentuk SMF Jantung dan Instalasi Rawat Jantung (IRJAN). Ketua SMF Jantung saat itu dijabat oleh dr. Suhandiman, SpPD-KKV dan Kepala IRJAN dijabat oleh dr. RM. Sarodja SpPD. Pada tahun 1992, dr. RM. Aryono, SpPD, SpJP menjadi staf baru di SMF Jantung/Sub-Bagian Kardiologi RSUP Dr. Sardjito / FK-UGM.

Pada tahun 1994 pula dicanangkan bahwa pelayanan penyakit jantung merupakan salah satu unggulan pelayanan di RSUP Dr. Sardjito. Sebagai tindak lanjut pencanangan tersebut mulai dirintis kerjasama untuk pengembangan kardiologi dengan beberapa pusat pelayanan penyakit jantung diantaranya RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan OLVG Belanda. Kerjasama ini meliputi pengembangan dibidang diagnostik invasif berupa penyadapan jantung dengan menggunakan C Arm sederhana, yang ditindak lanjuti dengan prosedur 50 kasus bedah jantung secara cuma cuma, dimana operasi jantung terbuka pertama kali dilakukan pada Januari 1995. Kerjasama dalam bentuk pengiriman staf untuk dididik di pusat-pusat tersebut ataupun pembimbingan ke RSUP Dr. Sardjito.

Pada tahun 1999, RSUP Dr. Sardjito mendapatkan hibah dari Departemen Kesehatan RI berupa satu unit perangkat kateterisasi merk Philips, sehingga dimulailah pemeriksaan angiografi koroner untuk yang pertama kali.

Pada tahun 2000, RSUP Dr. Sardjito dinyatakan mandiri untuk Operasi Bedah Jantung terbuka. Prosedur PCI (percutaneous coronary intervention) pertama kali dilakukan pada Oktober 2001, dan pada tahun 2004 RSUP Dr. Sardjito sudah mandiri dibidang kardiologi intervensi non-bedah. Dibawah Direktur Utama RSUP Dr.Sardjito saat itu, dr. Sri Endarini, MPH, pengembangan pelayanan jantung semakin meningkat dan pada 3 Maret 2004 diresmikanlah Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjito oleh Menteri Kesehatan RI dr.Achmad Suyudi, SpB, MHA. Mulai tahun 2014 hingga 2018, Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjito dibangun dengan gedung megah 8 lantai dan diresmikan penggunaannya pada tahun 2019 oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K). Hingga saat ini pelayanan dan pendidikan jantung dan pembuluh darah dilakukan di Pusat Jantung Terpadu.

Semasa kepemimpinan dr. Bambang Irawan, SpPD-KKV, Sub-Bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam merekrut beberapa staf lagi yaitu, dr. Soegiyanto Somomarto Sp.PD (Alm.) dan dr. Budi Yuli Setianto SpPD, pada tahun 1995. Selanjutnya dr. Budi Yuli Setianto SpPD dikirim ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita untuk belajar pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (SpJP). Tahun-tahun berikutnya staf baru direkrut untuk mengembangkan Sub-Bagian Kardiologi/SMF Jantung yaitu dr.Lucia Kris Dinarti, SpPD, pada tahun 1999, dr. Putrika Gharini pada tahun 1999 di mana pada tahun tersebut dikirim ke Aachen, Jerman untuk belajar doktoral , dan dr. Irsad Andi Arso, SpPD pada tahun 1999. Pada tahun 2002, dr. Hasanah Mumpuni SpPD dan dr. Hariadi Hariawan SpPD direkrut sebagai staf di Sub-Bagian Kardiologi/SMF Jantung. Kemudian dr.Lucia Kris Dinarti SpPD dan dr.Hariadi Hariawan SpPD dikirim ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita untuk belajar pendidikan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (SpJP).

SMF Jantung, yang merupakan bagian dari Komite Medik RSUP Dr. Sardjito yang pada awalnya beranggotakan staf Sub-Bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Pada akhirnya setelah terbentuk Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, maka keanggotaan SMF jantung menyesuaikan dengan anggota bagian. Pada tahun 2003, SMF Jantung menambah staf dr.Nahar Taufik SpJP .

Pada tahun 2004 dibentuk Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UGM dengan Kepala Bagian dr. Bambang Irawan, SpPD-KKV, SpJP dan Sekretaris dr. Hariadi Hariawan, SpPD, SpJP dengan staf yang terdiri dari staf Sub-bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam dan SMF Jantung RSUP Dr. Sardjito. Bagian baru ini menambah staf berikutnya yaitu dr. Vita Yanti Anggraeni pada tahun 2006 dan dr. Anggoro Budi Hartopo pada tahun 2007 di mana kedua staf tersebut dikirim untuk belajar doktoral ke Kobe, Jepang.Pada tahun berikutnya, dr. Wulan Anggraheni, PhD (sepulang dari lulus doktoral dari Kobe, jepang) dan dr. Erika Maharani, SpJP direkrut menjadi staf Bagian.

Pada rapat Kolegium Kardiovaskular PERKI, di Denpasar Bali 27 Februari 2004 direncanakan pembentukan Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dan berdasarkan kemampuan baik staf dan didukung fasilitas yang memadai, maka FK UGM merupakan salah satu calon di rekomendasikan untuk mempersiapkan diri menjadi Pusat PPDS I tersebut. Untuk mendukung rencana tersebut dan sebagai salah satu persyaratannya maka dibentuklah Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular berdasarkan SK Dekan FK UGM No. UGM/KU/5136/UM/01/39, yang ditetapkan pada tanggal 1 November 2004. RSUP Dr. Sardjito – Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular telah menjadi pusat pendidikan Spesialisasi Jantung dan Pembuluh Darah mulai tahun 2006. Pada bulan September 2008 telah dilakukan visitasi dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UI dan dilanjutkan visitasi dari IKKI, dan telah direkomendasikan bahwa Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UGM menjadi pusat pendidikan spesialisasi Jantung dan Pembuluh Darah Kategori I serta pada September 2009 telah ditetapkan oleh Senat UGM sebagai tempat Program Pendidikan Spesialis I Jantung dan Pembuluh Darah (SpJP). Staf Bagian yang belum mendapatkan gelar SpJP, mengambil pendidikan PPDS Sp1 di FK UGM.

Dari tahun 2009-2013, dr. Hariadi Hariawan SpPD, SpJP menjabat Kepala Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dan Sekretaris Bagian dijabat oleh dr. Nahar Taufiq, SpJP. Pada periode ini, Prof. Dr. dr. Abdus Samik Wahab, SpA(K), SpJP(K) diangkat menjadi staf di Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular pada tahun 2010. Beberapa staf muda direkrut untuk memperkuat Bagian, yaitu dr. M. Gahan Satwiko, dr. Royhan Rozqie dan dr. Dyah Samti Mayasari di mana ketiganya dikirim belajar doktoral ke Kobe dan Tokyo Jepang. Kemudian dr. M. Taufik Ismail direkrut dan melanjutkan pendidikan SpJP di FK UGM.

Dari tahun 2014-2016 Kepala Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dijabat oleh dr. Budi Yuli Setianto, SpPD-KKV, Sp.JP(K) dan Sekretaris Bagian oleh dr. Irsad Andi Arso, MSc, SpPD, SpJP. Perekrutan staf baru dilakukan pada periode ini yaitu dr. Hendry Purnasidha Bagaswoto, SpJP pada tahun 2015.

Pada tahun 2016, Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular berubah nama menjadi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, dengan Ketua Departemen Dr. dr. Budi Yuli Setianto, SpPD-KKV, Sp.JP(K) dan Sekretaris Departemen dr. Hasanah Mumpuni, SpPD, SpJP (sampai pada tahun 2019 digantikan oleh dr. Anggoro Budi Hartopo MSc, PhD, SpPD, SpJP). Pada periode ini terdapat penambahan staf baru baik dari jalur Universitas Gadjah Mada /Kementerian RISTEK-Dikti/Kemendikbud dan RSUP Dr. Sardjito/Kementerian Kesehatan, yaitu dr. Real Kusumanjaya Marsam MKes, SpJP pada tahun 2017, dr. Dyah Adhi Kusumastuti SpJP pada tahun 2017, dr. Az Hafidz N SpJP pada tahun 2017 (kemudian pindah ke Makasar), dr. Fera Hidayati SpJP pada tahun 2018, dr. Firandi Saputra SpJP pada tahun 2019 dan dr.Arditya Damarkusuma, M.Med (Clin Epi), Sp.JP pada tahun 2019. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM juga menempatkan staf pendidik di RS Akademik UGM untuk memberi pelayanan jantung dan pembuluh darah dan pendidikan koas/S1 yaitu dr. Riski Amalia Gumilang SpJP dan dr. Firman Fauzan AL SpJP.

Keunggulan Departemen

Bidang Pendidikan

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular mempunyai Prodi PPDS Jantung dan Pembuluh Darah dan telah mengembangkan pendidikan di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Banyumas dan RSPAU Hardjoloekito.

Bidang Penelitian

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular mempunyai Cardiology Research Office (CRO)dan dipimpin oleh Koordinator Peneltiian (saat ini dijabat dr. Dyah Wulan Anggrahini, PhD, SpJP(K)). Mulai tahun 2021 akan dikembangkan Cardiovascular Clinical Trial Unit (CCTU). Kegiatan di CRO meliputi:

  1. Penelitian-penelitian Tematik di tiap Divisi
  2. Register Penyakit pada Pasien

Kerjasama penelitian dengan institusi dalam dan luar negeri :

  1. KobeUniversityGraduadeSchoolofMedicine dan KobePharmaeuticalUniversity, Japan

Topik Penelitian : PumonaryHypertension

  1. GREAT Network, Italy

Topik Penelitian:  Penelitian ADESTE pada Acute Heart Failure

  1. UniversityofLeeds, School of Biomedical Sciences, U.K.

Topik Penelitian: Exerciseand Cardiooncology

  1. La SapienzaUniversity, Italy

Topik Penelitian: Biomarker in Cardiovascular Disease

  1. NUHCS (National University Heart Center Singapore) / Genome Institute

Topik Penelitian: Genetic Analysis of Familial Congenital Heart Disease in Indonesia

  1. Fakultas Teknik Industri UGM dengan mitra Centra Lab

Topik Penelitian: 3D Printing jantung, AR heart, dan Mobile ECG

  1. BRIN-RISTEK dan Fakultas Teknik UGM

Topik Penelitian: Pengembangan Telemetri EKG pada Pasien COVID-19

Bidang Publikasi

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular menerbitkan jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 yaitu ACI (Acta Cardiologia Indonesiana) yang sampai tahun 2020 telah menerbitkan 6 Volume (Edisi).

Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular menyelenggarakan even seminar internasional tiap tahun yaitu Jogja INternational CARdiovascular TOpic Series (JINCARTOS) dan bekerja sama dengan PERKI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Cardiology Update  (JCU) tiap tahun.

Bidang Pelayanan

Terintegrasi dengan pelayanan KSM Jantung dan IRJAN di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjjto memberikan pelayanan terkini kepada masyarakat.

Bidang Pengabdian Masyarakat

Bekerjasama sama dengan organisasi profesi seperti IDI dan PERKI melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, promosi kesehatan, pelatihan tenaga medis dan non medis dan bakti sosial.

Memberikan pelatihan-pelatihan profesional seperti ACLS, pelatihan EKG dan pelatihan BHD yang bekerjasama dengan PERKI Pusat dan PERKI Cabang Yogyakarta.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Prof. Dr. dr. Budi Yuli Setianto, Sp.PD-KKV, Sp.JP(K)

Ketua Prodi PPDS JP : dr. Irsad Andi Arso, M.Sc, Sp.PD, Sp.JP(K)
Sekretaris Prodi PPDS JP : dr. Erika Maharani, Sp.JP(K)

Koordinator Penelitian : dr. Dyah Wulan Anggrahini, Ph.D, Sp.JP(K)

Staf sesuai Divisi :

Divisi Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular

Ketua Divisi    : Prof. Dr. dr. Budi Yuli Setianto, Sp.PD-KKV, Sp.JP(K)
Staf Divisi       :

  • dr. Hendry Purnasidha Bagaswoto, Sp.JP (K)

 

Divisi Kardiologi Intervensi

Ketua Divisi    : Dr. dr. Nahar Taufiq, Sp.JP(K)
Staf Divisi       :

  • dr. Firandi Saputra, Sp.JP

 

Divisi Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular

Ketua Divisi : dr. Irsad Andi Arso, M.Sc, Sp.PD, Sp.JP(K)
Staf Divisi :

  • dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Ph.D, Sp.PD, Sp.JP
  • dr. Vita Yanti Anggraeni, M.Sc, Ph.D, Sp.PD, Sp.JP
  • Prof. dr. Bambang Irawan, Sp.PD-KKV, Sp.JP(K)

 

Divisi Aritmia

Ketua Divisi : dr. Erika Maharani, Sp.JP(K)
Staf Divisi :

  • dr. Fera Hidayati, Sp.JP

 

Divisi Echocardiografi

Ketua Divisi : Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP(K)
Staf Divisi :

  • dr. Hasanah Mumpuni, Sp.PD, Sp.JP(K)
  • dr. Real Kusumanjaya Marsam, M.Kes, Sp.JP(K)

 

Divisi Pencitraan Kardiovaskular

Ketua Divisi: Dr.med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP(K)
Staf Divisi :

  • dr. Dyah Adhi Kusumastuti, Sp.JP

 

Divisi Kedokteran Vaskular

Ketua Divisi: Dr. dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD, Sp.JP(K)
Staf Divisi :

  • dr. M. Taufik Ismail, Sp.JP(K)

 

Divisi Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan

Ketua Divisi : dr. Dyah Wulan Anggrahini, Ph.D, Sp.JP(K)

Kardiologi Umum

  • dr. Riski Amalia Gumilang SpJP
  • dr. Firman Fauzan AL SpJP.
  • dr. Muhammad GahanSatwiko, Ph.D, Sp.JP
  • dr. Arditya Damarkusuma, M.Med (Clin Epi), Sp.JP
  • dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D
  • dr. Royhan Rozqie, Ph.D

 

Kontak Departemen

Kantor Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
Gedung Radiopoetro Lantai 2 Sayap Barat
Jalan Farmako Sekip Utara 55281
Telepon : +62 (274) 631011
Fax : +62 (274) 547783
Email : kardiologi_fkugm@yahoo.co.id
Website : http://kardiologi.fk.ugm.ac.id/

 
 

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan adalah Departemen bidang ilmu kesehatan yang berfokus kepada ilmu-ilmu kebijakan dan manajemen dalam konteks kesehatan. Departemen ini terdiri dari 4 minat yaitu:

  1. Minat Manajemen Rumah Sakit (MMR)
  2. Minat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK)
  3. Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES)
  4. Minat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KP-MAK)

Visi kami adalah menjadi program perintis kelas dunia dalam keunggulan dan inovasi bidang kebijakan kesehatan dengan layanan perawatan manusia dan basis solidaritas internasional.

Kami akan melaksanakan misi program dengan:

  • Mendidik melalui penelitian dan layanan sosial di bidang kebijakan kesehatan dan manajemen perawatan kesehatan kelas dunia, oleh karena itu kami memberikan kembali kepada masyarakat berdasarkan kearifan lokal.
  • Menciptakan lulusan yang kompeten dalam kebijakan kesehatan dan manajemen perawatan kesehatan untuk tenaga kerja, profesional dengan etika kerja yang tinggi.
  • Memperluas lingkungan akademik dalam Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Pascasarjana yang mempromosikan inovasi saya dan penerapan tridharma .
  • Mengembangkan dan memperkuat manajemen tata kelola yang baik dalam Kebijakan dan Manajemen Kesehatan pendidikan Pascasarjana.
  • Meningkatkan kesejahteraan di lingkungan akademik dan solidaritas melalui profesionalisme.

 

Sejarah Departemen

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada adalah tonggak sejarah sejak kemerdekaan Indonesia. Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan dengan bangga menjadi bagian dari sekolah kedokteran pertama dengan program dan fasilitas paling lengkap di Indonesia.

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan adalah bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang terkenal – fakultas itu sendiri secara resmi didirikan pada tahun 1949.

Masing-masing program Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan didirikan pada tahun yang berbeda. Manajemen Rumah Sakit adalah yang tertua, angkatan pertama mereka diajarkan pada tahun 1992, diikuti oleh Kebijakan Kesehatan dan Manajemen Layanan pada tahun 1995.

Meningkatnya kesadaran dalam keamanan keuangan kesehatan menjadi alasan program Studi Asuransi Kesehatan dimulai pada tahun 2000. Saat menjawab pertumbuhan pesat kebutuhan pengembangan sistem informasi di bidang kesehatan, fakultas memulai program Sistem Informasi Kesehatan pada tahun 2005.

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan telah memberi dampak nasional dan internasionalnya dengan lebih dari 3000 alumni.

Keunggulan Departemen

Keunggulan yang dimiliki oleh Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan antara lain:

  • Menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, salah satu universitas yang prestigious di Indonesia dan terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
  • Dosen pengajar tetap seluruhnya sudah memiliki gelar Doktor dan sedang menempuh pendidikan Doktor baik dari perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Departemen ini memiliki beberapa Professor dengan keahlian yang berbeda-beda.
  • Kurikulum pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan profesional ahli kebijakan kesehatan dan manajemen kesehatan untuk masing-masing peminatan. Kurikulum selalu disesuaikan dengan perkembangan dan outlook kebijakan yang terjadi baik di level internasional, nasional, maupun daerah.
  • Kelengkapan infrastruktur Departemen antara lain meliputi ruang kuliah, ruang kantor, ruang dosen, ruang perpustakaan kecil, dapur dan toilet. Tersedia 12 ruang kuliah dengan kapasitas 384 tempat duduk. Kelebihan yang menonjol adalah ketersediaan fasilitas perkuliahan jarak jauh dengan sistem audio visual yang modern dengan jaringan internet berkapasitas tinggi. Tersedianya fasilitas teleconference memungkinkan mahasiswa mengikuti kuliah dari luar kampus, atau berinteraksi dengan mahasiswa lain/dosen pengajar.
  • Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan memiliki sumber keuangan internal yang berasal dari mahasiswa berupa SPP. Sumber pembiayaan eksternal yang potensial untuk dimanfaatkan adalah pembiayaan yang berasal dari pelatihan, workshop, dan seminar-seminar di bidang kebijakan dan manajemen kesehatan.
  • Pengelola Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan telah berpengalaman dalam mengelola Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah melaksanakan Sistem Manajemen Mutu dan terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
  • Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan memiliki jaringan kerjasama dan hubungan yang luas dengan para pemangku kepentingan di tingkat internasional, nasional maupun daerah.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. M. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan memiliki 4 minat dengan nama-nama dosen sebagai berikut :

NoNama DosenKepakaran
AMinat Manajemen Rumah Sakit (MMR)
1Prof. dr. Adi Utarini, MS,.c, MPH, Ph.DMaster of Hospital Management
2Dr. dr. Andreasta Meliala, Dipl.PH, M.KesMaster of Hospital Management
3Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQuaManajemen Mutu Pelayanan Kesehatan
4dr. Haryo Bismantara, MPHMaster of Hospital Management
BMinat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK)
1Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., PhDPembiayaan dan Jaminan Kesehatan
2Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt, M.Kes, MPAPembiayaan dan Jaminan Kesehatan
3dr. Firdaus Hafidz, MPH, AAK, Ph.DPembiayaan dan Asuransi Kesehatan (Health Financing and Health Insurance)
4dr. M. Fikru Rizal, MScPembiayaan dan Jaminan Kesehatan
5dr. Giovanni Van Empel, MScPembiayaan dan Jaminan Kesehatan
CMinat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES)
1dr. Lutfan Lazuardi, MPH, PhDInformatika Kesehatan
2dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.HlthInfoInformatika Kesehatan (Hospital Information System)
3Annisa Ristya Rahmanti, M.S., DietisienMachine learning, artificial intelligence, social media data analytics
DMinat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK)
1Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhDKebijakan dan Manajemen Kesehatan (Health Policy and Administration)
2Dr. Yodi Mahendradhata, MSc, PhDHealth Program Management, Implementation Science, Global Health, Disease Control
3Dr. dr. Dwi Handono, M.KesKebijakan dan Manajemen Kesehatan
4dr. Likke Prawidyaa Putri, MPHKebijakan dan Manajemen Kesehatan
5dr. Tiara Marthias, MPHKebijakan dan Manajemen Kesehatan

Kontak Departemen

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Nomor telepon : +62 274 547659 / +62 274 542900
Email : hpm.fk@ugm.ac.id
Website : https://hpm.fk.ugm.ac.id/

Kolese Dokter Keluarga Indonesia (KDKI) mulai ada pada tahun 1983. KDKI sendiri selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) pada tahun 1997 dengan mengadakan serangkaian pelatihan (TOT dan trainee) dari paket A, B, C, D pada tahun 1995. Kegiatan ini yang diinisasi atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat. Kemudian Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia (KIKK) mulai berdiri pada tahun 2006. Atas rekomendasi dari Dirjen BUK Kemenkes RI tentang Pelayanan Nasional Kesehatan Primer Indonesia Berkualitas Menuju 2020, Universitas Gadjah Mada melalui koordinasi dengan Tim Kedokteran Keluarga dan para pemangku kepentingan di April 2013 mendirikan minat Kedokteran Keluarga. Kompetensi dokter layanan primer sebagian besar (80%) tentang Ilmu Kedokteran Keluarga dan 20%  sisanya didukung oleh Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Seperti yang tercantum dalam Rancangan Peraturan Pemerintah untuk UU Pendidikan Kedokteran pada Bab Dokter Layanan Primer di tahun 2014 dan Pokja Nasional Standar Kompetensi DLP oleh Kementrian Kesehatan, Kemendikbud, juga di tahun 2014. Dalam perkembangannya Ilmu Pendidikan Kedokteran Layanan Primer di Indonesia jelas dibutuhkan untuk Kedokteran Keluarga, Kedokteran Komunitas, dan juga untuk pendidikan kedokteran itu sendiri, karena Ilmu Pendidikan Kedokteran Layanan Primer merupakan dasardasar dari pendidikan dokter. Hal ini disebutkan dalam Undang-Undang Pendidikan Dasar Kedokteran 2013. Kedokteran Keluarga, Komunitas dan Bioetika adalah nama departemen baru di Fakultas Kedokteran UGM, yang didirikan pada tahun 2016. Persiapan departemen ini dimulai dari akhir tahun 1990an ketika program Sarjana kedokteran perawatan primer diprakarsai oleh Asosiasi Dokter Keluarga Indonesia dimulai. Anggota staf Departemen ini memainkan peran penting dalam menginisiasi terhadap layanan dan pendidikan kedokteran primer nasional melalui HPEQ Project – khusus untuk pelayanan kesehatan primer. Prof. Adi Heru Sutomo adalah ketua gerakan yang melibatkan lebih dari 30 Fakultas Kedokteran di Indonesia pada tahun 2012. Proyek ini telah berhasil mengundang Prof. Michael Kidd yang merupakan Presiden Asosiasi Dokter Kedokteran Keluarga WONCA dan Dekan Flinders University, Australia, untuk memberikan bantuan teknis. Prof. Adi Heru juga mantan ketua Yogyakarta Asosiasi Dokter Keluarga, ketua  Palang Merah Yogyakarta dan telah memainkan peran penting selama pembentukan klinik perawatan primer di Universitas Gadjah Mada.

Sebelumnya, Departemen ini  dikenal sebagai Tim Family Medicine dan telah memulai program Sarjana Kedokteran perawatan primer disebut: Clinical Weekly pada Primary Care, mulai dari tahun 2011 hingga saat ini. Departemen ini telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Perawatan Yogyakarta dan DKI Jakarta melalui MoU antara Rektor UGM dan Gubernur Yogyakarta dan Jakarta. Sesi terakhir dari update klinis adalah Konferensi Tahunan yang telah 4 kali dihadiri oleh Prof. Mark Alan Graber, Prof. Jason Wilbur dan Prof. Lisa Soldat dari Iowa University, Department of Family Medicine, secara sukarela.

Pada September 2013, dengan dukungan penuh dari para Dekan dan Senat Fakultas Kedokteran UGM, dan kolaborasi dengan Iowa University, Maastricht University Belanda dan Flinders University Australia, Master of Family Medicine di Clinical Program Magister Studi dimulai dan sekarang sudah memiliki lebih dari 50 siswa dari 3 batch. Kami juga menyiapkan program spesialisasi terhadap dokter perawatan primer untuk melayani kualitas tinggi perawatan primer services. Selama perjalanannya, Pusat Bioetika dan Humaniora kemudian bergabung di dalam Departemen ini. Pusat Bioetika dan Humaniora Kedokteran sejarah dimulai pada tahun 1997 sebagai Tim Bioetika dan Humaniora yang dipimpin oleh Prof. dr. Yati Soenarto, Sp.A (K)., Ph.D. Tim ini bertujuan untuk meningkatkan aspek moral, etika, dan perilaku mahasiswa. Strategi awal telah dilakukan oleh tim ini adalah dengan melibatkan ahli interdisipliner dari kedokteran, filsafat, psikologi, sosial-humaniora, sipil, hukum, agama. Dalam perkembangan selanjutnya, tim/komunitas ini telah berkembang menjadi pusat inovatif dan produktif dengan visi utama “untuk meningkatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kedokteran bioetika dan humaniora dalam rangka menciptakan praktisi yang memiliki moral dan jiwa kemanusiaan yang berkualitas”. Bercita-cita untuk partisipasi global, pusat telah memberikan kontribusi pada perkembangan Bioetika dalam berbagai pendekatan. Salah satunya bentuk penyelenggaraan konferensi internasional, pelatihan, proyek kolaboratif dan penelitian. Upaya ini tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan kontribusi semata, tetapi juga pada saat yang sama mendorong dan memberdayakan Asia-Pacific agar dapat memperkaya dan mengembangkan bioetika untuk masyarakat yang global seperti saat ini. Sejalan dengan semangat itu, kehormatan dan tanggung jawab juga telah diberikan dunia kepada pusat ketika ditunjuk sebagai koordinator utama untuk penyelenggaraan International Consortium on Bioethics & Humaniora, di mana negara-negara di AsiaPasifik berkumpul dan bekerjasama tentang Bioetika. Negara yang mnginisiasi kegiatan konsosrsium ini diantaranya adakah Indonesia, Taiwan, Malaysia, dan Australia.

 

Ketua Departemen: Prof. Dr.dr.Adi Heru Sutomo, M.Sc, DCommNutr

Sekretaris Departemen: Dr. dr. Wahyudi Istiono, MKes

Divisi

Divisi Kedokteran Keluarga dan Komunitas:

  1. Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, MSc., DCommNutr
  2. Dr. dr. Wahyudi Istiono, MKes
  3. Prof. dr. Hari Kusnanto Josef, SU., Dr.PH.
  4. dr. Hikmawati Nurokhmanti, MSc
  5. dr. Aghnaa Gayatri, MSc(PHC)
  6. dr. Fitriana Murriyati Ekawati, MPHC

Divisi Bioetika dan Humaniora:

  1. Prof. Dr. dr. Soenarto Sastrowijoto, SpTHT
  2. Prof. dr. Sri Suparyati Soenarto, PhD., SpA(K)
  3. dr. Wika Hartanti, M.IH

 

Dosen

  1. Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, DLSHTM., PhD – Public Health
  2. Prof. dr. Hari Kusnanto Josef, DR.PH – Public Health
  3. DR. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes – Public Health
  4. dr. Hikmawati Nurrokhmanti, MSc – Public Health, Medical Education
  5. dr.Aghnaa Gayatri, MSc(PHC) – Multimorbidity, Non-communicable diseases, Person centered care, Primary care Management
  6. dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC – Womens and child health, Generalisme, Primary care analysis, Health system.
  7. dr. Fitriana – Community, Person centered Care
  8. Prof. DR(HC). Dr.Srisuparyati Soenarto, Sp.A(K), PhD – Paediatrics, Bioethics & Medical Humanities.
  9. Prof. Dr. dr. Soenarto Sastrowijoto, Sp.THT(K) – ENT, Medical Education, and Bioethics & Medical Humanities
  10. dr. Wika Hartanti, MIH – Bioethics and Humanities, Global Health, Public Health Ethics, Tobacco control, Behavior Study.

Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas adalah salah satu Departemen di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) yang memiliki dua divisi yaitu Divisi Keperawatan Anak dan Divisi Keperawatan Maternitas. Sebelumnya Departemen Keperawatan Anak Dan Maternitas merupakan divis/kelompok keilmuan Keperawatan Anak dan Maternitas yang telah dikembangkan di Bagian  Keperawatan sejak tahun 1998. Pada tahun 2016, dengan adanya struktur tata kelola yang baru di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Bagian Keperawatan berkembang menjadi 4 Departemen Keperawatan yaitu Departemen Jiwa dan Komunitas, Keperawatan Medikal Bedah  Keperawatan Dasar Dan Emergensi serta  Departemen Keperawatan Anak  dan Maternitas. Saat ini, bersama dengan departemen-departemen keperawatan lainnya, Departemen Keperawatan Anak Dan Maternitas bertanggung jawab untuk mengembangkan keIlmuan Keperawatan yang dapat diaplikasikan bagi peningkatan kualitas pelayanan dan Kesehatan masyarakat melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi.

Pada ranah Pendidikan dan pengajaran, Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas terlibat aktif dalam Program Pendidikan Ners sejak tahun 1998 dan Magister Keperawatan sejak tahun 2012. Kegiatan penelitian juga terus dikembangkan pada masing-masing divisi, beberapa topik penelitian unggulan yang dikembangkan antara lain penanganan anemia pada ibu hamil dengan menggunakan model keperawatan maternitas, kajian kesehatan reproduksi pada remaja dengan menggunakan pendekatan model keperawatan maternitas, kajian kesehatan pada kondisi disaster dalam lingkup keperawatan anak dan maternitas, peningkatan kemampuan perawatan komprehensif anak sakit dan anak dengan kebutuhan khusus bagi tenaga kesehatan di RS dan Puskesmas, optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan pendekatan family centered care, pengembangan instrument penkajian perilaku, perawatan paliatif pada anak dan keluarga, pengembangan intervensi keperawatan berbasis kearifan lokal dan budaya. Departemen ini juga telah menggagas berbagai bentuk kerjasama antar institusi di dalam dan di luar negeri untuk menunjang pelaksanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Sejarah Departemen

Pada tahun 1998 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mendapat tugas dari Pemerintah, berupa keharusan menyelenggarakan Program Pendidikan Tinggi Keperawatan dalam rangka peningkatan kualitas tenaga profesional keperawatan melalui pendidikan tinggi bagi Guru, Dosen dan Instruktur Klinik (GUDOSIN) kerjasama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (DIKTI) dengan Departemen Kesehatan (Pusdiknakes), berupa penyelenggaraan Program D-IV Perawat Pendidik. Program ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Kedokteran UGM dengan Kelompok Kerja (Pokja) Keperawatan yang dimotori Akper/D-III Keperawatan Depkes DIY dan semua rekan-rekan perawat yang mempunyai ijasah S-1 apa saja. Program ini sangat menantang dan menjadi pemicu berkembang secara cepat (akselerasi) pendidikan Tinggi Keperawatan. Sebagai Ketua Program Studi D-IV Perawat Pendidik ditunjuk Dr Sunartini, PhD, SpA(K) yang saat itu menjabat sebagai PD-IV Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada didampingi dr. Wahyudi Istiono serta Pokja Keperawatan Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Ibu Werdati, SKM, M.Kes, Ibu Nuryandari, SKM, M.Kes, Ibu Hinduniasih, SKp, M.Kes, Bapak Maryono, SKp, MKes, dan lain-lain. Selanjutnya mulai tahun 1999 dibuka Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PSIK FK-UGM). Mungkin inilah kebesaran Allah SWT. Dengan tidak disadari SK Rektor Universitas Gadjah Mada yang mungkin merupakan SK Rektor UGM yang terakhir dalam urusan RS Universitas Gadjah Mada itu berlanjut dalam urusan Pendidikan Tinggi Keperawatan yaitu dengan diangkatnya  dr. Sunartini sebagai Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Sejarah telah menyambung lagi.

PSIK Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada memulai kiprahnya dengan kurikulum Keperawatan Ners. Lulusannya bergelar SKep Ners. Karena ditumbuhkan di Fakultas KEdokteran Universitas Gadjah Mada, maka dalam pelaksanaannya PSIK menjalankan PBL (Problem Based Learning) sebagai muatan lokal pada setiap semester : 2 SKS. Angkatan Pertama telah diterima melalui Program A (dari lulusan SMU) sebanyak 80 orang dari sekitar 3000 pendaftar dan Program B (dari lulusan D-III) sebanyak 80 orang dengan peserta seleksi sekitar 300 orang. Ternyata peminat untuk S1 Keperawatan Ners ini sangat banyak. Program A dengan kurikulum 8 semester tahap akdemik dan 3 semester tahap profesi, sedang program B, 3 semester tahap akdemik dan 2 semester tahap profesi. Setiap tahun peminat tetap banyak terutama untuk program A sedang untuk program B karena sekarang STIKES telah bermunculan dimana-mana (sudah sekitar 100 STIKES) yang menyelenggarakan S1 keperawatan, maka peserta seleksi untuk program B juga menurun.

Awalnya PSIK Fakultas Kedokteran sama sekali tidak memiliki staf pengajar tetap dari profesi keperawatan. Namun, dengan adanya Program GUDOSIN tersebut beberapa perawat dari Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan Propinsi DIY serta beberapa orang dari  RSUP Dr Sardjito dilimpahkan kepegawaiannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, seperti Ibu Sri Werdati SKM, M.Kes, Bapak Maryono SKp M.Kes, Ibu Setyorini SKp, Ibu Christantie Effendy, SKp., dll. Selain itu rekrutmen staf pengajar baru dilakukan dengan membuka kesempatan lulusan FIK – UI maupun PSIK FK UNPAD untuk menjadi  dosen di PSIK FK UGM. Berangsur-angsur dosen-dosen dengan profesi keperawatan mulai  mengisi PSIK FK UGM. Saat ini PSIK FK UGM telah mempunyai 35 staf pengajar tetap dan 116 orang staf pengajar luar biasa. RSUP Dr Sardjito sebagai RS Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dengan sendirinya menjadi tempat pendidikan utama tahap profesi bagi PSIK FK UGM. Rumah sakit pendidikan utama lainnya adalah RS Soeradji Tirtonegoro Klaten dan RSU Banyumas, serta Rumah Sakit Jiwa Gracia Pakem juga menjadi RS Pendidikan untuk keperawatan jiwa. Sejumlah puskesmas dan RSU daerah di DIY juga menjadi lahan pendidikan keperawatan. Pada tahun 2001 telah diluluskan untuk pertama kali di Indonesia perawat dengan gelar Ners disingkat Ns dari program B, karena PSIK FK UGM adalah yang pertama melaksanakan kurikulum tahap profesi. Pengambilan sumpah Ners dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UGM.

Pada awalnya perkuliahan dilaksanakan di Gedung Anthropologi Universitas Gadjah Mada. Kebesaran jiwa Prof Dr. T. Jacob untuk mengijinkan gedung bagian belakang digunakan oleh PSIK FK UGM merupakan langkah awal berkembangnya PSIK FK-UGM. Selain itu secara nomaden, perkuliahan diselenggarakan di ruang kuliah Fakultas Kedokteran yang kebetulan kosong. Jasa Laboratorium Keterampilan Medik Fakultas Kedokteran menjadi modal pendidikan keterampilan keperawatan dasar. Untuk keperawatan klinik dipikirkan adanya laboratorium keterampilan yang menyerupai keadaan yang sesungguhnya di Rumahsakit. Pada tanggal 4 Maret 2006 diresmikannya MINI HOSPITAL (SIMULATED HOSPITAL), Gedung perkuliahan dan perkantoran Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dibangun dengan dana yang cukup besar dari PSIK (termasuk D-IV Bidan Pendidik), Fakultas Kedokteran dan dari Universitas Gadjah Mada. Sejak saat itu perkuliahan dan praktikum keterampilan klinik terpusat di Gedung yang diberi nama Gedung Ismangoen ini, untuk mengenang jasa-jasa Prof. Ismangoen yang banyak berkontribusi dalam inisiasi Program Studi Ilmu Keperawatan di UGM.

PSIK UGM terus berinovasi dan berkontribusi untuk pendidikan keperawatan di Indonesia. Mulai tahun 2008, PSIK menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan student centered learning. Selain itu Kerjasama dalam negeri dan luar negeri terus dikembangkan antara lain dengan Kobe University dan Kobe Women’s University di Jepang; Boras University di Swedia; Radboud University di Belanda; Mahidol UniverisIty, Chulalongkorn University, dan Narresuan University di Thailand; NCKU, TMU, dan NTU di Taiwan. Kerjasama yang terjalin terangkum dalam beberapa kegiatan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaborasi, kunjungan professor, Seminar bersama, dan lain-lain.

Pada tahun 2016, dengan adanya struktur tata kelola yang baru di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Bagian Keperawatan berkembang menjadi 4 Departemen Keperawatan yaitu Departemen Keperawatan Anak  dan Maternitas, Jiwa dan Komunitas, Medikal Bedah  serta Dasar & Emergensi.

Dengan demikian kelompok keilmuan Keperawatan Anak dan Maternitas saat ini sesungguhnya telah dikembangkan di PSIK FK UGM sejak 1998, kemudian namanya menjadi Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas pada Desember 2016. Departemen ini terdiri dari dua divisi yaitu divisi keperawatan anak dan divisi keperawatan maternitas,  yang telah melaksanakan kegiatan tridarma perguruan untuk mendidik ners sejak tahun 1998, dan magister keperawatan sejak tahun 2012. Hingga tahun 2020, Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas telah memiliki 12 orang staf dosen dan 4 orang staf tenaga kependidikan. Dari 12 orang dosen, 7 orang diantaranya adalah doktor di bidang kesehatan dan keperawatan. Jumlah dosen dengan jabatan akademik lektor kepala sebanyak 2 orang, lektor sebanyak 5 orang, asisten ahli sebanyak 1 orang, dan 4 orang tenaga pengajar.

Visi

Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas pada tahun 2020 menjadi pusat pengembangan profesi Keperawatan Anak dan Maternitas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang manusiawi dan berbudaya tinggi di tingkat nasional dan regional dengan standar internasional.

Misi

  1. Mengembangkan Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas secara inovatif dan kreatif didasarkan pada moral dan etika keperawatan selaras dengan kemajuan global
  2. Mengembangkan program dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pelayanan masyarakat yang inovatif dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan yang bermoral, etis dan bermutu tinggi, didukung oleh staf profesional.
  3. Meningkatkan kegiatan penelitian di bidang Keperawatan Anak dan Maternitas yang dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan pelayanan melalui ilmu dan teknologi keperawatan, sesuai kebutuhan dan kecenderungan perkembangan masa yang akan datang.
  4. Memberikan pelayanan pendidikan (pelatihan dan konsultasi) dan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan keperawatan dan didukung oleh staf profesional dalam bidang Keperawatan Anak dan Matenitas.
  5. Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan, penelitian, dan pelayanan keperawatan berskala nasioanal, regional dan internasional.

 

Layanan Unggulan/Riset Unggulan/Bidang Kepakaran

Beberapa kegiatan layanan unggulan yang telah dan akan dilakukan diantaranya adalah:

  1. Kajian Penanganan Anemia pada Ibu Hamil dengan menggunakan model keperawatan Maternitas
  2. Kajian Kesehatan reproduksi pada remaja dengan menggunakan pendekatan model Keperawatan Maternitas
  3. Kajian Kesehatan pada kondisi disaster dalam lingkup keperawatan Anak dan maternitas
  4. Peningkatan kemampuan perawatan komprehensif anak sakit dan anak dengan kebutuhan khusus bagi tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas
  5. Optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan Anak sehat maupun sakit dengan pendekatan family centered care
  6. Pengembangan instrument pengkajian perilaku Kesehatan pada anak dalam konteks keluarga
  7. Perawatan paliatif pada anak dan keluarga
  8. Pengembangan intervensi keperawatan berbasis kearifan lokal dan budaya
  9. Pelatihan keperawatan dasar dan lanjut bagi perawat anak
  10. Pelatihan pemberdayaan keluarga dan komunitas (kader kesehatan) berbasis budaya dan kearifan lokal untuk mengoptimalkan kesehatan ibu, kesejahteraan janin, serta tumbuh kembang anak dan remaja.

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Widyawati, SKp., M.Kes., Ph.D.

Departemen ini memiiliki dua divisi yaitu Divisi Keperawatan anak dan Divisi Keperawatan Maternitas.

Divisi Keperawatan Anak:

  1. Fitri Haryanti, SKp., M.Kes
  2. Sri Hartini, SKep, Ns, M.Kes.,PhD
  3. Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes.,Ph.D
  4. Itsna Luthfi Kholisa, SKep,Ns,MANP
  5. Anik Rustiyaningsih, SKep, Ns, M.Kep, Sp.Kep.An
  6. Ami Novianti Subagja, SKep., Ns., M.Kep.

Divisi Keperawatan Maternitas:

  1. Widyawati, SKp, M.Kes.,Ph.D
  2. Elsi Dwi Hapsari, SKp, MS, DS
  3. Wenny Artanty Nisman, SKep, Ns, M.Kes
  4. Wiwin Lismidiati, SKep, Ns, M.Kep, Sp.,Kep..Mat.
  5. Ika Parmawati, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dosen

Divisi Keperawatan Anak

NAMAKEPAKARAN

Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes.

Keperawatan Anak, MTBS, Kesehatan Masyarakat-Kualitas Pelayanan Kesehatan

Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D

Family and Child Health Nursing, Instrument Development

 

Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D.

Keperawatan Anak, Tumbuh Kembang Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Anak berkebutuhan khusus.

Itsna Luthfi Kholisa, S.Kep., Ns., MANP

Keperawatan Anak (Anak berkebutuhan khusus, onkologi anak, Perawatan Paliatif), Praktek Keperawatan lanjut, Pendidikan Keperawatan

Anik Rustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.An

 

Keperawatan Anak, Perawatan Paliatif

Ayyu Sandhi, SKep., Ns., MS.Keperawatan Anak
Ami Novianti Subagja, SKep., Ns., M.Kep.Keperawatan Anak

 

Divisi Keperawatan Maternitas

NAMAKEPAKARAN
Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D.

Keperawatan Maternitas, Management Keperawatan, Kesehatan Wanita, Prenatal Care.

Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S

Kesehatan ibu dan anak pada kondisi bencana, Keperawatan bencana, Kesehatan remaja, Nurse migration, Kesehatan reproduksi, Keperawatan maternitas

Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes

Keperawatan Maternitas,  Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Reproduksi Remaja

Dr. Wiwin Lismidiati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep. Mat.

Keperawatan Maternitas,  Kesehatan Reproduksi, Keperawatan Onkologi

Ika Parmawati, S.Kep., Ns., M.Kep.

Keperawatan Maternitas, Kesehatan Reproduksi, Post-Partum Care (breast feeding)

Kontak Departemen:

Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas, FK-KMK UGM
Gedung Ismangoen Lt. 2
Jl. Farmako, Sekip Utara. Yogyakarta 55281
Telp. : 0274 545674
Fax.  : 0274 631204
Email : nursing.fkkmk@ugm.ac.id
Website : nursing.fkkmk.ugm.ac.id

Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi (Departemen KDE) FK-KMK UGM merupakan salah satu departemen keperawatan dari 4 departemen keperawatan yang ada di FK-KMK. Seperti halnya departemen lain di FK-KMK, Departemen KDE berdiri sejak tahun 2016 yang terdiri dari 2 divisi yaitu Divisi Keperawatan Dasar dan Manajemen, dan Divisi Keperawatan Gawat Darurat. Saat ini Departemen KDE memiliki 10 staf dosen dengan didukung oleh 4 staf tenaga kependidikan.

Divisi Keperawatan Dasar dan Manajemen

Divisi Keperawatan Dasar dan Manajemen Keperawatan merupakan bagian dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FK-KMK UGM. Kegiatan utama Divisi adalah melakukan pendidikan, pengembangan, dan riset tentang teori-teori Keperawatan, Manajemen Keperawatan, dan Pendidikan Keperawatan. Divisi juga bertanggungjawab dalam penyelenggaraan aktivitas belajar mengajar yang terkait dengan Keperawatan Dasar dan Manajemen Keperawatan, baik di fase akademik maupun di program pembelajaran Profesi Ners.

Divisi Keperawatan Gawat Darurat

Divisi Keperawatan Gawat Darurat melingkupi keilmuan keperawatan kegawat-daruratan (pre-hospital dan intra hospital), keperawatan kritis dan keperawatan bencana. Saat ini, Departemen KDE ikut terlibat aktif dalam seluruh kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) baik pada Prodi Ners dan Prodi Magister Keperawatan. Departemen KDE memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan dan menyokong kegiatan akademik konsentrasi keperawatan (minat) Gawat Darurat pada Prodi Magister keperawatan. Divisi Keperawatan Gawat Darurat berperan aktif dalam pengabdian masyarakat terkait bidang kegawat-daruratan dan kesiapsiagaan bencana dengan daerah binaan Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul dan Desa Banjararum yang berada di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon progo, D.I Yogyakarta. Selain di wilayah DIY, Divisi Keperawatan Gawat Darurat juga berperan aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana pada sector kesehatan di tingkat nasional.

Keunggulan Departemen

Berbagai keunggulan telah dicapai oleh departemen melalui kegiatan masing-masing masing-masing divisi. Jumlah SDM dosen pada departemen KDE 40% nya berpendidikan doktoral dengan kualifikasi kepakaran yang sangat beragam.

Adapun kegiatan inovasi unggulan yang saat ini sedang dikembangkan oleh Divisi  Keperawatan dasar dan manajemen antara lain adalah:

  1. Pengembangan mata kuliah Profesi Ners yang berbasis teknologi informasi, palliative care, teori dasar Keperawatan, Electronic Health Record, aplikasi pembelajaran My Learning Journal, dan pengembangan
  2. Tim dosen aktif dalam melaksanakan berbagai publikasi ilmiah tentang pendidikan keperawatan, palliative care, nursing informatics, dan nursing management, baik dalam jurnal nasional maupun internasional bereputasi, sebagai kontribusi dosen kepada keilmuan.
  3. Tim dosen berperan aktif dalam kerjasama bidang riset dan pendidikan dengan mitra di beberapa universitas di Amerika, Belanda dan di dalam negri

Divisi keperawatan gawat darurat juga memiliki berbagai keunggulan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi yang meliputi antara lain:

  1. Terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat baik ditingkat internal departemen, universitas, nasional dan internasional dalam penangguangan dan pencegahan bencana.
  2. Terselenggaranya kerjasama di tingkat nasional, internasional dan antar universitas dalam bentuk penelitian bersama, teacher and student exchange, seminar internasional dan kegiatan lainnya terutama di bidang kebencanaan.
  3. Aktif berinovasi dalam pembelajaran dengan melibatkan institusi lain yang terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), rumah sakit jejaring AHS, dan komunitas lain di masyarakat.
  4. Berperan aktif dalam organisasi professional keperawatan sebidang baik ditingkat propinsi, nasional ataupun internasional
  5. Selalu berkomitmen untuk meningkatkan jumlah publikasi nasional dan internasional serta publikasi melalui seminar dan prosiding

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen: Syahirul Alim, S.Kp, M.Sc, Ph.D

Ketua Divisi Keperawatan Dasar: Kurnia Putri Yuliandari, S.Kep., Ns., M.Sc. (Nursing education, Health system management, Climate change related health management)

Anggota Divisi:

  1. Martina Sinta Kristanti, S.Kep., Ns., MN., Ph.D. (Nursing management, Palliative Care, Qualitative Research)
  2. Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN., DNP. (Nursing management, health system leadership, nursing informatics)
  3. Totok Harjanto, S.Kep., Ns., M.Kes. (Nursing education, Nursing management)
  4. Suis Galischa Wati, S.Kep., Ns., M.Kep. (Basic Nursing, Nursing Management)

Ketua Divisi Keperawatan Gawat Darurat: Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D (Keperawatan Gawat Darurat (Emergency Nursing), Keperawatan Bencana (Disaster Nursing), Disaster Management in Health, Cardiovascular Nursing

Anggota Divisi:

  1. Sutono, SKp., M.Sc., M.Kep (Emergency Nursing : Pre Hospital Care, Disaster Nursing)
  2. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes (Critical Care Nursing, Emergency Nursing, Palliative Nursing in ICU-Emergency)
  3. Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns., MN.Sc (Emergency Nursing : Intra Hospital, Management in Emergency Department, Disaster Nursing)
  4. Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep (Cardiovaskular nursing, Critical Care Nursing, Emergency Nursing)

 

Kontak Departemen

Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FK-KMK UGM
Gedung Ismangoen FK UGM, Jl.Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281 Indonesia
Telepon: (0274) 545674
Email: deptkde2@gmail.com

Departemen ini terdiri dari dua divisi yaitu divisi keperawatan jiwa dan divisi keperawatan komunitas. Departemen keperawatan jiwa dan keperawatan komunitas terbentuk mulai 2019 sejak Fakultas Kedokteran menjadi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK). Departemen ini memiliki keunggulan dalam bidang keperawatan komunitas, keperawatan jiwa serta keperawatan komplementer.

Struktur Departemen

Ketua Departemen: Intansari Nurjannah, S.Kp, MN.Sc, Ph.D

Divisi Keperawatan Jiwa

  1. Intansari Nurjannah, SKp., MNSc., PhD : Keperawatan Terapi komplementer & Keperawatan Jiwa
  2. Dr. Ibrahim Rahmat, SKp., M.Kes., SPd. : Ilmu keperawatan jiwa masyarakat (CMHN), ilmu-ilmu terkait dengan perilaku dan promosi kesehatan, pengkajian konsep diri, keperawatan spiritual
  3. Sri Warsini, Skep., Ns., M.Kes., PhD : Keperawatan jiwa kebencanaan, Biostatistik, Mixed Methods
  4. Azam David Saefullah : Psikogeriatri
  5. Ade Sutrimo, Skep., Ns., MSN : Gangguan Mental Emosional, Intervensi Keperawatan Jiwa, Teknologi dan Kepemimpinan dalam Keperawatan

 

Divisi Keperawatan Komunitas

  1. Purwanta, SKp., M.Kes : Pendidikan Kesehatan dimasyarakat, Keperawatan keluarga, K3
  2. Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Sp.Kom : Keperawatan komunitas, Gizi masyarakat, K3
  3. Dwi Harjanto, S.Kp., M.Sc : 1) Perawatan neuro Science, pada lansia dalam pengembangan rekayasa genetik biologi molekuler nursing di rumah Sakit dan masyarakat, 2) Perawatan pasien penyakit degeneratif dalam pengembangan rekayasa genetik biologi moleculer nursing di rumah Sakit dan masyarakat.
  4. Ema Madyaningrum, S.Kep., Ns., M.Kes.,PhD : Kesehatan lansia, Health care utilization, Keperawatan Komunitas
  5. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH : Ilmu keperawatan komunitas
  6. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., MNg : Keperawatan komunitas, keperawatan gerontik
  7. Uki, Noviana, Skep., Ns., MSc., PhD : Community heath nursing (Sekolah Kader, District nurse, management Kesehatan dimasyarakat), Community disaster nursing (health belief model in disaster preparedness, kompetensi perawat dalam management bencana di komunitas, dll)

 

Tenaga Kependidikan

  1. Wiharda
  2. Sarwo Edi, Amd
  3. Zuli Aslam
  4. Ahmad

 

Kontak Departemen

Gd Ismangoen, Program Ners FK-KMK UGM
Jl Farmako Sekip Utara, Bulaksumur Yogyakarta, 55284

Departemen Keperawatan Medikal Bedah (KMB) merupakan salah satu Departemen di FK-KMK yang  terdiri dari 2 divisi yaitu divisi Keperawatan Medikal dan divisi Keperawatan Bedah. Departeman KMB berfokus pada pengembangan ilmu di area keperawatan pada klien dewasa (Adult Nursing) yang mencakup keperawatan medikal bedah, seperti keperawatan penyakit kronis dan penyakit akut, perawatan penyakit terminal, keperawatan jangka panjang dan pengendalian infeksi serta pengobatan komplementer dan ilmu keperawatan lain yang terkait dengan perawatan pasien dewasa baik terkait upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif maupun perawatan paliatif yang mengacu pada bukti-bukti ilmiah. Departemen KMB memiliki 8 staf dosen dengan kualifikasi 4 dosen bergelar Doktor, 1 dosen sedang menempuh pendidikan S3 di United Kingdom , 3 dosen bergelar Magister  dan 5 staf tenaga kependidikan.

Sejarah Departemen

Pada tahun 1998 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mendapat tugas dari Pemerintah, berupa keharusan menyelenggarakan Program Pendidikan Tinggi Keperawatan dalam rangka peningkatan kualitas tenaga profesional keperawatan melalui pendidikan tinggi bagi Guru, Dosen dan Instruktur Klinik (GUDOSIN) kerjasama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (DIKTI) dengan Departemen Kesehatan (Pusdiknakes), berupa penyelenggaraan Program D-IV Perawat Pendidik. Program D-IV Perawat pendidik (D-IV PP FKUGM) dapat diselenggarakan berkat kerjasama Fakultas Kedokteran UGM dengan Kelompok Kerja (Pokja) Keperawatan yang dimotori Akper/D-III Keperawatan Depkes DIY dan semua rekan-rekan perawat yang mempunyai ijasah S-1 keperawatan dan kesehatan. Program ini menjadi pemicu percepatan (akselerasi) pendidikan Tinggi Keperawatan. Sebagai Ketua Program Studi D-IV Perawat Pendidik ditunjuk Dr Sunartini, PhD, SpA(K) yang saat itu menjabat sebagai PD-IV Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada didampingi dr. Wahyudi Istiono serta Pokja Keperawatan Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Ibu Sri Setiyarini, SKp, Ibu Christantie Effendy, SKp, ibu Sriwerdati, SKM, M.Kes, Ibu Nuryandari, SKM, M.Kes, Ibu Induniasih, SKp, M.Kes, Bapak Mariyono, SKp, MKes, dan lain-lain. Selanjutnya mulai tahun 1999 dibuka Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PSIK FK-UGM) dengan Dr Sunartini, PhD, SpA(K) sebagai Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

PSIK Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada memulai kiprahnya dengan kurikulum Keperawatan Ners. Lulusannya bergelar SKep Ners. Karena ditumbuhkan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, maka dalam pelaksanaannya PSIK menjalankan PBL (Problem Based Learning) sebagai muatan lokal pada setiap semester: 2 SKS. Angkatan Pertama telah diterima melalui Program A (dari lulusan SMU) sebanyak 80 orang dari sekitar 3000 pendaftar dan Program B (dari lulusan D-III) sebanyak 80 orang dengan peserta seleksi sekitar 300 orang. Ternyata peminat untuk S1 Keperawatan Ners ini sangat banyak. Program A dengan kurikulum 8 semester tahap akdemik dan 3 semester tahap profesi, sedang program B, 3 semester tahap akdemik dan 2 semester tahap profesi. Setiap tahun peminat tetap banyak terutama untuk program A sedang untuk program B karena sekarang STIKES telah bermunculan dimana-mana (sudah sekitar 100 STIKES) yang menyelenggarakan S1 keperawatan, maka peserta seleksi untuk program B juga menurun. PSIK Fakultas Kedokteran yang pada awalnya sama sekali tidak mempunyai staf pengajar tetap dari profesi keperawatan, dengan adanya Program GUDOSIN tersebut beberapa perawat dari Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan Propinsi DIY serta beberapa orang dari RSUP Dr Sardjito dilimpahkan kepegawaiannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, seperti Ibu Sri Werdati SKM, M.Kes, Bapak Mariyono Sedyowinarso SKp M.Kes, Ibu Sri Setiyarini SKp, Ibu Christantie Effendy, SKp. Selain itu rekrutmen staf pengajar baru dilakukan dengan membuka kesempatan lulusan FIK – UI maupun PSIK FK UNPAD untuk menjadi  dosen di PSIK FK UGM. Berangsur-angsur dosen-dosen dengan profesi keperawatan mulai  mengisi PSIK FK UGM. Saat ini PSIK FK UGM telah mempunyai 35 staf pengajar tetap dan 116 orang staf pengajar luar biasa. RSUP Dr Sardjito sebagai RS Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dengan sendirinya menjadi tempat pendidikan utama tahap profesi bagi PSIK FK UGM. Selain RSUP Dr Sardjito, RS Soeradji Tirtonegoro Klaten dan RSU Banyumas juga menjadi RS Pendidikan Utama PSIK FK UGM, selain juga Rumah Sakit Jiwa Ghracia Pakem menjadi  RS Pendidikan untuk keperawatan jiwa. Sejumlah puskesmas dan RSU daerah di DIY juga menjadi lahan pendidikan keperawatan. Pada tahun 2001 telah diluluskan untuk pertama kali di Indonesia perawat dengan gelar Ners disingkat Ns dari program B, karena PSIK FK UGM adalah yang pertama melaksanakan kurikulum tahap profesi. Pengambilan sumpah Ners dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UGM.

Pada awalnya perkuliahan dilaksanakan di Gedung Anthropologi Universitas Gadjah Mada. Kebesaran jiwa Prof Dr. T. Jacob untuk mengijinkan gedung bagian belakang digunakan oleh PSIK FK UGM merupakan langkah awal berkembangnya PSIK FK-UGM. Selain itu secara nomaden, perkuliahan diselenggarakan di ruang kuliah Fakultas Kedokteran yang kebetulan kosong. Jasa Laboratorium Keterampilan Medik Fakultas Kedokteran menjadi modal pendidikan keterampilan keperawatan dasar. Untuk keperawatan klinik dipikirkan adanya laboratorium keterampilan yang menyerupai keadaan yang sesungguhnya di Rumah sakit. Pada tanggal 4 Maret 2006 diresmikannya MINI HOSPITAL (Simulated Hospital), Gedung perkuliahan dan perkantoran Program Stusi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dibangun dengan dana yang cukup besar dari PSIK (termasuk D-IV Bidan Pendidik), Fakultas Kedokteran dan dari Universitas Gadjah Mada. Sejak saat itu perkuliahan dan praktikum keterampilan klinik terpusat di Gedung yang diberi nama Gedung Ismangoen ini, mengenang jasa-jasa prof. Ismangoen yang banyak berkontribusi dalam inisiasi Program Studi Ilmu Keperawatan di UGM.

PSIK UGM terus berinovasi dan berkontribusi untuk pendidikan keperawatan di Indonesia. Mulai tahun 2008, PSIK menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan PBL penuh. Mahasiswa menempuh program akademik selama 4 tahun yang terbagi menjadi 24 blok.

Sampai saat ini PSIK telah memiliki kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri antara lain dengan Kobe University, Kobe Women’s University di Jepang, Boras University di Swedia, Radboud University Nijmegen Medical Center di Belanda, Mahidol University, Chulalongkorn University, Narresuan University di Thailand, NCKU, TMU, dan NTU di Taiwan, University of Tasmania, Anglia Ruskin University, UK. Kerjasama yang terjalin terangkum dalam beberapa kegiatan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaborasi, kunjungan professorship, seminar bersama, dll.

Departemen Keperawatan Medikal Medah (KMB) merupakan salah satu departemen di  FK-KMK UGM. Sebelumnya departemen KMB berada di bawah Bagian Ilmu Keperawatan, FK UGM yang berdiri pada tahun 1998. Pada awal berdirinya, departemen KMB terintegrasi dengan Keperawatan gawat darurat dalam sub bagian Keperawatan medikal bedah dan gawat darurat. Tetapi pada tahun 2008, keduanya mulai berdiri sendiri sebagai sub bagian keperawatan medikal bedah.  Mulai tahun 2010, Sub bagian Keperawatan Medikal Bedah berubah menjadi Keilmuan Keperawatan Medikal Bedah dan sesuai SOTK yang baru, mulai tahun 2016 menjadi departemen dan disebut Departemen Keperawatan Medikal Bedah dengan Ketua Departemen yang pertama Ibu Dr. Christantie Effendy, SKp.,M.Kes. dengan sekretaris departemen ibu Dr. Heny Suseani Pangastuti SKp.,MKes.

Keunggulan Departemen

  1. Infection control in nursing
  2. Long term care
  3. Palliative care
  4. Oncology nursing
  5. Complementary Alternative Medicine
  6. Evidence Based Practice

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen: Khudazi Aulawi, SKp., M.Kes, MNSc.,Ph.D

Nama-nama Dosen dan Kepakaran

  1. Dr. Christantie Effendy, SKp., M.Kes (christantie@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Palliative care,  Cancer care, Wound management, Adult Nursing, Mixed methods, Entrepreneur in Nursing
  2. Dr. Heny Suseani Pangastuti, SKp.,M.Kes (heny_pangastuti@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Neurology nursing,  Non Communicable Disease prevention and promotion, Patient safety care, Nursing education
  3. Khudazi Aulawi, SKp., M.Kes, MNSc.,Ph.D (aulawi@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Medical Surgical Nursing,  Infection control in nursing, Standardized Nursing Language
  4. Haryani, SKp., M.Kes, Ph.D (haryani@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Oncology nursing, Evidence Based Practice, Instrument and psychometric, Chronic illness
  5. Anita Kustanti, SKp., Ns.,M.Kep. (anitakustanti@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Infectious disease care, Chronic Care
  6. Melyza Perdana, S. Kep., Ns., MS (melyza.perdana@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Nephrology nursing, Health promotion and behaviors, Longterm Care management, Chronic illness
  7. Anggi Lukman Wicaksana, SKep., Ns, MS. (anggi.l.wicaksana@ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Diabetes care, Cardiovascular care, Chronic disease management and prevention, Health behaviors, Evidence Based Practice
  8. Arifin Triyanto, SKep., Ns., M.Kep. (arifintriyanto@mail.ugm.ac.id)
    Kepakaran:
    Complementary Alternative Medicine, Adult Nursing

 

Kontak Departemen

Departemen Keperawatan Medikal Bedah FK-KMK UGM
Gedung Ismangoen Lt. 2
Jl Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta
Nomor telpon: 0274 545675
Email: kmb.fkkmk@gmail.com
Website: fk.ugm.ac.id

Departemen Mikrobiologi adalah departemen yang memiliki tugas untuk mengembangkan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat serta pelayanan dalam bidang mikrobiologi. Departemen Mikrobiologi mengampu pembelajaran dalam bidang mikrobiologi dan penyakit infeksi pada berbagai program studi di UGM. Departemen Mikrobiologi mendukung berbagai penelitian yang berhubungan dengan disiplin ilmu mikrobiologi dan penyakit infeksi. Departemen mikrobiologi juga berpartisipasi dalam pelayanan mikrobiologi klinik di berbagai rumah sakit.

Sejarah Departemen

Perkembangan Departemen Mikrobiologi tidak lepas dari sejarah pembentukan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pada tanggal 4 Maret 1946 di Surakarta dibuka Departemen Klinik Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK). Kemudian pada tanggal 5 Maret 1946 dibuka pula Departemen Pra Klinik PTK di Klaten. Untuk selanjutnya, tanggal 5 Maret 1946 inilah yang menjadi dasar bagi peringatan hari lahir Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), Yogyakarta.

Dekan pertama FK UGM adalah Prof. Dr. Sardjito, dibantu oleh dr. Soetarman, Drs. Radiopoetro, dr. Soenoesmo. Para dosen antara lain Drs. Sardjono, Prof. Ir. H. Johanes, Prof. Abdulrahman Saleh, dr. Moh. Saleh, dan sebagainya. Soeprono, Soewasono, Parmono Ahmad, Nasir Alwi (pernah menjadi Rektor UGM), Soedibyo Prodjopoerwoko, Roekmini, kemudian Ismangoen, Soepardjo dan Poestika merupakan mahasiswa-mahasiswa angkatan pertama. Kuliah dan praktikum dilakukan di RS. Tegalyoso, Klaten (sekarang RS dr. Soeradji Tirtonegoro).

Pada tanggal 1 November 1945 diresmikan Perguruan Tinggi Kedokteran RI di Yogyakarta yang merupakan pindahan dari PTK Klaten dan Surakarta bertempat di Mangkubumen, Komplek Ngasem Yogyakarta atas perkenan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Peresmian tersebut dihadiri oleh Presiden RI, DR. Ir. Soekarno. Perguruan Tinggi Kedokteran RI tersebut meliputi PT Kedokteran, PT Kedokteran Gigi, PT Farmasi, dan RS Pugeran, RS Mangkuwilayan, RS Mangkuyudan.

Saat itu di Yogyakarta sudah terdapat Sekolah Teknik Tinggi (STT) dan Sekolah Hukum milik Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada. Kemudian Pemerintah RI mengeluarkan PP No. 37 tentang berdirinya Universiteit Negeri Gadjah Mada (UNGM) yang ditandatangani oleh Mr. Assaat sebagai Acting-Presiden RI. UNGM terdiri dari gabungan PTK, STT dan Sekolah Hukum yang kemudian menjadi Fakulteit Kedokteran, Fakulteit Teknik, dan Fakulteit Hukum.

Pada tahun 1954, istilah Fakulteit diubah menjadi Fakultas dan Universiteit menjadi Universitas, Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada dibubarkan, dan nama UNGM diubah menjadi Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada tanggal 19 Desember 1955, Fakultas Farmasi memisahkan diri dari Fakultas Kedokteran dan berdiri sendiri. Dan selanjutnya pada tanggal 29 Desember 1960 Fakultas Kedokteran Gigi memisahkan diri dari Fakultas Kedokteran. Dalam perkembangannya, Fakultas Kedokteran sendiri terus tumbuh melahirkan program studi-program studi baru. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya program pendidikan Ners dan D4 Perawat Pendidik mulai tahun ajaran baru 1999/2000 dan Program Studi S1 Gizi Kesehatan mulai tahun ajaran 2003/2004. Sehingga saat ini FK UGM mempunyai 3 (tiga) program studi S1, yaitu Program Studi Pendidikan Dokter, Program Studi Ilmu Keperawatan, dan Program Studi Gizi Kesehatan. Program Pascasarjana (Doktor) sebenarnya sudah diselenggarakan sejak berdirinya UGM pada tahun 1949. Hal ini ditandai dengan dihasilkannya Doktor pertama UGM pada tahun 1950.

Gambar 1. Kampus di komplek Kraton Yogyakarta

Departemen Mikrobiologi Fakultas kedokteran UGM semula bernama Seksi Bakteriologi, bertempat di Mangkubumen Yogyakarta, dipimpin oleh dr. Azil Widjajakoesoema dari tahun 1949 sampai 1950. Pada tahun 1950 – 1956, Seksi Bakteriologi berganti nama menjadi Seksi Bakteriologi, Serologi, Hygiene, dan Imunologi di bawah pimpinan Prof. Dr. Sardjito dibantu dr. Sapardi Brodjohoedojo. Tahun 1956 – 1961 berganti nama menjadi Departemen Mikrobiologi, di bawah pimpinan dr. Sapardi Brodjohoedojo dan dibantu dr. Sunartono Partotenoyo.

Gambar 2. Prof. dr. Sardjito (paling kiri) bersama dengan tokoh –tokoh yang lain.

Gambar 3. Bangunan Seksi Bakteriologi, Serologi, Hygiene, dan Imunologi di komplek Mangkubumen

Gambar 4. Bangunan Seksi Bakteriologi, Serologi, Hygiene, dan Imunologi di komplek Mangkubumen dari sisi yang lain

Pada saat itu, Seksi Bangunan Seksi Bakteriologi, Serologi, Hygiene, dan Imunologi melaksanakan kegiatan belajar mengajar, penelitian, dan juga pelayanan pemeriksaan mikrobiologi untuk penegakan diagnosis penyakit infeksi.

Gambar 5. Pengambilan specimen pemeriksaan mikrobiologi dari pasien

Gambar 6. Laboran sedang melakukan pemeriksaan mikroskopis spesimen

Proses pembelajaran mikrobiologi ditunjang oleh sarana pendidikan yang terdiri dari perpustakaan, ruang kuliah, dan ruang praktikum.

Gambar 7. Perpusatakaan tempat mahasiswa belajar mikrobiologi

Gambar 8. Mahasiswa mendapatkan penjelasan sebelum melakukan praktikum mikrobiologi

Gambar 9. Mahasiswa sedang melakukan pembuatan media pertumbuhan bakteri pada praktikum mikrobiologi

Gambar 10. Mahasiswa sedang melaksanakan praktikum pemeriksaan mikroskopik di laboratorium mikrobiologi

Bagian Mikrobiologi kemudian berpindah lokasi di Sekip, komplek Fakultas Kedokteran pada tahun 1983, yang dipertahankan hingga saat ini. Gedung Mikrobiologi yang ditempati saat ini didesain oleh dr. Ristanto, SpMK dan dr. M. Mustafa, SU, SpMK. Semenjak kepindahan ke Sekip Bagian Mikrobiologi meneruskan kegiatan dalam rangka melayani proses belajar-mengajar, penelitian, dan juga pelayanan pemeriksaan mikrobiologi. Pada saatitu Bagian Mikrobiologi turut serta melayani pasien dari RSUP Dr. Sardjito.

Bagian Mikrobiologi aktif di dalam menggagas dan menggerakkan organisasi profesi ahli mikrobiologi klinik di Indonesia. Antara lain dengan menyelenggarakan pertemuan regional yang melibatkan ahli mikrobiologi klinik dari universtas lain seperti Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga. Pertemuan-pertemuan regional inilah yang kemudian pada akhirnya melahirkan organisasi profesinasional yang diberi nama Ikatan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (IAMKI), yang pada perjalanannya diubah menjadi Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (PAMKI) yang ada  hingga saat ini.

Gambar 11. Pertemuan ilmiah regional XII IAMKI yang diselenggarakan oleh Bagian Mikrobiologi pada tahun 1988

Asisten mahasiswa dilibatkan dalam proses pembelajaran. Para asisten mahasiswa ini ditugaskan untuk membantu memberikan penjelasan pada mahasiswa peserta praktikum. Banyak diantara asisten mahasiswa ini yang selanjutnya berkarier sebagai dosen di Bagian Mikrobiologi.

Gambar 12. dr. Praseno, SpMK (keduadarikanan) didampingi para asisten mahasiswa (antara lain Dr. Hera Nirwati (7 darikanan) hadir dalams atu acara Syawalan di Bagian Mikrobiologi pada tahun 1994.

Pada tahun 2003 Bagian Mikrobiologi mendapatkan tambahan ruangan yang digunakan untuk praktikum mahasiswa S1 di Gedung Radioputro lantai 4. Dengan adanya ruangan baru ini maka mahasiswa dapat melakukan praktikum dengan lebih baik.

Selain itu, terjadi perkembangan yang signifikan di dalam sarana dan prasarana untuk pembelajaran dan penelitian. Pada tahun 2002 Bagian Mikrobiologi terlibat di dalam projek CHILD/ASIA LINK yang memungkinkan untuk didapatkannya beberapa alat, seperti incubator, Centrifuge, Freezer dll. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan skrining untuk mengisolasi Enteropathogeneic E. coli (EPEC) dan Enterotoxigenic E. coli( ETEC).

Pada tahun 2005 Bagian Mikrobiologi dipercaya untuk mengelolala boratorium dengan kualifikasi Biosaftey Level 2 plus (BSL2-enhanced) untuk penelitian dan pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis yang merupakan bantuan dari USAID dan KNCV. Pengembangan laboratorium tuberculosis ini diinisiasi dan didesain oleh Dr. Dra. Ning Rintiswati MKes. Dengan adanya laboratorium ini maka Bagian Mikrobiologi dapat melakukan penelitian dan pemeriksaan M. tuberculosis sesuai dengan standar keamanan yang diperlukan. Sejalan dengan peningkatan kualitas laboratorium ini maka kerjasama penelitian juga semakin banyak dan berkualitas. Demikian pula keterlibatan Bagian Mikrobiologi di dalam program pemberantasan tuberculosis nasional semakin signifikan.

Perkembangan selanjutnya, Laboratorium tuberculosis mendapatkan sertifikasi untuk kultur dan uji kepekaan terhadap obat anti tuberculosis lini pertama pada tahun 2015, setelah melalui proses yang panjang sejak tahun 2005. Pelayanan GenXpert, yaitu pemeriksaan M. tuberculosis secara molekuler untuk deteksi dan uji adanya Multidrug Resistan TB (MDR-TB) dilakukan mulai tahun 2014.

Bagian Mikrobiologi FK UGM mempunyai penelitian unggulan di bidang rotavirus. Penelitian ini diinisiasi oleh dr. Abu Tholib Aman, MSc., PhD, SpMK(K) dan Dr. dr. Hera Nirwati, M kes. Penelitian rotavirus pertama dilakukan pada tahun 2006 dengan melakukan surveilans infeksi rotavirus di 6 kota – Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali, Mataram dan Palembang yang didanai oleh PATH dan Biofarma. Bagian Mikrobiologi FK UGM juga dipercaya oleh WHO untuk melakukan surveilans rotavirus di Indonesia sejak tahun 2009 hingga sekarang karena telah memenuhi standar kualitas deteksi rotavirus dengan Enzyme immunoassay dan genotyping dengan PCR yang diterapkan oleh WHO. Sejaktahun 2013, Departemen Mikrobiologi terlibat dalam uji klinik vaksin rotavirus RV3 bekerjasama dengan Murdoch Children Research Institute (MCRI) Melbourne, Australia  dan PT Biofarma, Bandung. Dengan adanya berbagai kerjasama tersebut,  Bagian Mikrobiologi mendapatkan berbagai prasarana seperti mesin PCR, ELISA reader, ELISA washer, Centrifuge, Deep freezer dan lain-lain yang dapat digunakan untuk pengembangan penelitian lainnya.

Penelitian-penelitian klinis di Bagian Mikrobiologi telah dimulai sejak berdirinya bagian ini hingga sekarang, seperti penelitian MORVITA (1989-1993); penelitian rotavirus (2006), dan penelitian INA-RESPOND (2013). Disamping itu, penelitian –penelitian dasar juga dilakukan di bagian mikrobiologi yang meliputi tiga divisi: bakteriologi, mikologi dan virologi. Kerjasama penelitian masih terjalin dengan institusi dalam maupun luar negeri, seperti LIPI, University of Groningen (Belanda), University of Poitiers (Perancis), ACTA/Vrije Universiteit Amsterdam (Belanda) dan Kobe University (Jepang).

Pada tahun 2009, Bagian Mikrobiologi mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah kongresnasional perhimpunan dokter spesialis mikrobiologi klinik (PAMKI) yang dihadiri dokter spesialis mikrobiologi klinik, pengajar mikrobiologi klinik di universitas, dokter spesialis dalam bidang lain, serta profesi lain yang memiliki minat pada penyakit infeksi dari seluruh Indonesia.

Bagian Mikrobiologi mulai tahun 2010 membuka program studi pendidikan dokter spisialis mikrobiologi. Untuk menunjang pendidikan spesialis ini digunakan RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit pendidikan utama. Pada tahun 2012 ditambahkan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebagai rumah sakit pendidikan, dan mulai tahun 2016, RSA UGM serta RSUD Yogyakarta dijadikan pula rumah sakit pendidikan PPDS Mikrobiologi Klinik.

Pada era pandemi COVID-19 pada tahun 2020, Laboratorium Mikrobiologi merupakan salah satu dari laboratorium yang ditugaskan pemerintah untuk melakukan diagnosis COVID-19 dengan metode realtime Reverse Transcriptase-PCR (realtime RT-PCR). Operasional lab Covid ini didukung sepenuhnya oleh UGM dan beberapa kementrian terkait, seperti Kemenkes (Litbangkes), Kemendikbud, Kemen Marvest dan BIN. Semenjak itu fasilitas laboratorium menjadi lebih maju oleh karena dilengkapi dengan peralatan mutakhir, seperti real time PCR, Robotic RNA extractor, Nano drop, dll.

Gambar 13. Gedung Bagian Mikrobiologi FK UGM di Jl. Farmako, Sekip.

Mulai tahun 2016, Bagian Mikrobiologi FK UGM diubah namanya menjadi Departemen Mikrobiologi FK UGM. Tidak terdapat perubahan besar akibat penyesuaian dengan SOTK Universitas ini, selain nama Bagian diubah menjadi Departemen

Keunggulan Departemen

  • Didukung oleh dosen yang mumpuni dalam bidang mikrobiologi yang meliputi sub bidang virologi, bakteriologi, mikologi, dan imunologi infeksi.
  • Memiliki fasilitas yang memadai untuk penelitian dalam bidang mikrobiologi, termasuk laboratorium BSL 2 plus yang dapat dipergunakan untuk penelitian dan pelayanan
  • Memiliki Kerjasama yang cukup luas dengan institusinasional maupun internasional


Struktur Departemen

Ketua Departemen : Prof. dr. Titik Nuryastuti, M. Si, PhD, Sp. MK(K)

Nama-nama Dosen per divisi dan Kepakaran Masing-masing

Prof. dr. Tri Wibawa, PhD, Sp. MK(K)
Prof. dr. Titik Nuryastuti, M. Si, PhD, Sp. MK(K)
dr. Abu Tholib Aman, M.Sc, PhD, Sp. MK(K)
Dr. dr. Hera Nirwati, Sp. MK
dr. Nurrokhman, M.Si
dr. R. Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, Sp. MK
dr. Muhamad Syaifudin Hakim, M.Sc, Ph.D
dr. Marselinus Edwin Widyanto Daniwijaya, PhD
dr. Domas Fitria Widyasari
dr. Luthvia Annisa
dr. Nenes Prastiwi
dr. Farida Nur Oktoviani


Kontak Departemen

Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM
Jl. Farmako Sekip Utara No. 1, Catur Tunggal, Depok Sleman, Yogyakarta

Nomor Telpon : 0274-580297; 08112511293
Email : Bm.fk@ugm.ac.id

Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) berdiri pada tahun 1977 dirintis oleh “ tiga sekawan” yaitu dr. Soeharso, dr. Lucas Meliala dan dr. M. Landung Soebijantoro, setelah sebelumnya masih bergabung dengan departemen psikiatri. Departemen Neurologi memiliki visi dan misi sebagai berikut :

Visi:

Menjadi Departemen Neurologi berstandar internasional yang inovatif dan unggul, serta senantiasa mengabdi pada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila

Misi:

Meningkatkan status kesehatan masyarakat dalam bidang neurologi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan  pelayanan yang unggul, berlandaskan kearifan lokal, etika, profesionalisme dan keilmuan berbasis bukti yang terintegrasi dalam Academic Health System.

Pada tahun 1986, Departemen Neurologi  ditetapkan menjadi salah satu Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Saraf secara penuh. Hingga kini, Departemen Neurologi melalui program studi Pendidikan Dokter Dokter Spesialis neurologi telah meluluskan lebih dari tiga ratus orang dokter spesialis. Program studi Pendidikan Dokter Dokter Spesialis Neurologi juga saat ini telah terakreditasi A oleh Lamp PT Kes.

 

Sejarah Departemen

Berdirinya Departemen Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya Bagian Neurologi-Psikiatri Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Bagian Neurologi-Psikiatri FK UGM dimulai pada tahun 1950. Pada saat itu Prof. dr. Soerojo, yang pada saat itu masih menjadi Direktur Rumah Sakit Jiwa Kramat Magelang, ditunjuk menjadi Kepala Bagian Neurologi-Psikiatri FK UGM yang pertama. Setelah Prof. dr. Soeroyo, Kepala Bagian berturut-turut dipegang oleh dr. Wignyobroto (1950-1956), dr. FKE Kluge (1956-1964), dan Prof. dr. Tahitoe sampai tahun 1968. Asisten pertama yang dididik ialah dr. R. Soejono Prawirohardjo, yang kemudian menjadi Kepala Bagian pada tahun 1969.

Pada tahun 1959 dalam masa kepemimpinan Prof. FKE Kluge dari Jerman, dirintis berdirinya Poliklinik dan Bangsal Neurologi-Psikiatri yang mula – mula dititipkan di Bagian Penyakit Dalam. Pada tahun 1960 Bagian Neurologi-Psikiatri sudah memiliki bangsal sendiri yaitu di bagian belakang RS Pugeran. Penderita yang dirawat sehari rata – rata 25 orang, sedangkan alat yang dimiliki hanya ECT (Electro Convulsive Therapy).

Seiring dengan perkembangan Ilmu Saraf dan Jiwa yang semakin pesat, maka pada tahun 1977 Bagian Neurologi-Psikiatri FK UGM dipecah menjadi 2 Bagian yaitu Bagian Ilmu Penyakit Saraf dan Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Para perintis berdirinya Bagian Ilmu Penyakt Saraf adalah ‘tiga sekawan’ yaitu dr. Soeharso, dr. Lucas Meliala dan dr. M. Landung Soebijantoro. Bagian Ilmu Penyakit Saraf menempati RS Mangkubumen dengan Kepala Bagian dr. Soeharso, sedangkan Bagian Kedokteran Jiwa tetap menempati bagian belakang RS Pugeran dengan Kepala Bagian dr. Soejono Prawirohardjo. Jumlah alumni dokter ahli saraf yang telah diluluskan Bagian Neurologi-Psikiatri FK UGM dari awal berdirinya sampai tahun 1977 (sebelum dipecah menjadi dua bagian) adalah 11 orang.

(Foto : Pendiri bagian Ilmu Penyakt Saraf adalah ‘tiga sekawan’ yaitu dr. Soeharso, dr. Lucas Meliala dan dr. M. Landung Soebijantoro)

Pada tahun 1986, Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UGM ditetapkan menjadi salah satu Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Saraf secara penuh. Jumlah dokter spesialis saraf yang telah diluluskan antara tahun 1977 (sejak Bagian Neurologi-Psikiatri pecah menjadi 2 bagian) sampai tahun 1987 (masih ke Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unair untuk finishing) adalah 15 orang, sedangkan peserta didik yang pertama kali diluluskan setelah itu adalah Dr. Agus Sudomo juga pada tahun 1987.

Jumlah peserta didik di Departemen Ilmu Penyakit Saraf FK UGM dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Hal ini terkait dengan semakin meningkatnya minat dokter umum untuk menjadi dokter spesialis saraf dan masih terbukanya peluang bekerja di rumah sakit daerah dan rumah sakit swasta di Indonesia. Hingga saat ini Departemen Ilmu Penyakit Saraf telah meluluskan lebih dari 300 dokter spesialis saraf.

Keunggulan Departemen

  1. Neurology Research office
  2. Unit Stroke
  3. Klinik Memori
  4. Klinik Gangguan tidur
  5. Klinik elektromedik (ENMG, EEG, Polisomnografi)
  6. Alat Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
  7. Daerah binaan di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang dan Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulonprogo
  8. Menjadi bagian tim riset Stem Cell
  9. Menjadi bagian tim Neuroonkologi RSUP Sardjito
  10. Menjadi bagian dari tim Nyeri terpadu RSUP Dr Sardjito

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen: Dr dr Ismail Setyopranoto, SpS(K)

Divisi di departemen Neurologi

NoDivisiNama Staf Dosen
1Serebrovaskular,  Neurooftalmologi, Neurointervensi

Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K)

dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.S(K)

dr. Paryono, Sp.S(K)

dr. Tommy Rachmat Setyawan, Sp.S., FINS

dr. Abdullah Sayfiq Edyanto, Msc

2Neurotraumatologi dan Neurointensif

dr. Indarwati Setyaningsih, Sp.S(K)

dr. Kusumo Dananjoyo, M.Sc., Sp.S(K)

3Neuroinfeksi

dr. Sekar Satiti, Sp.S(K)

dr. Bardathin Lutfi Aifa, M.Res.

4Epilepsi

dr. Atitya Fithri Khairani, M.Sc., Sp.S

dr. Desin Pambudi Sejahtera, MSc, Sp.S

5Nyeri, Nyeri kepala dan, Neuroonkologi

dr. Yudiyanta, Sp.S(K)

dr. Rusdi Ghazali Mauleka, Ph.D., Sp.S

dr. Whisnu Nalendra Tama, Sp.S

dr. Kusumo Dananjoyo, M.Sc., Sp.S(K)

6Neuropediatri

Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K)

Dr. dr. Cempaka Thursina Srie Setyaningrum, Sp.S(K)

dr. Mawadah Arrohmah PhD

7Neurofisiologi, Neuroimaging, Neurosonologi

Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, P.Far.K., Sp.FK(K)., Sp.S(K)

Dr. dr. Ahmad Asmedi, M.Kes, Sp.S(K)

dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D., Sp.S

8Neurobehavior, Gangguan Tidur, Neurorestorasi,

dr. Astuti, Sp.S(K)

dr. Amelia Nur Vidyanti, Sp. S PhD

9Neuromuskuler, Gangguan Gerak, Neurogeriatri

dr. Subagya, Sp.S(K)

dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D., Sp.S

10Vertigo

Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K)

Dr. dr. Cempaka Thursina Srie Setyaningrum, Sp.S(K)

 

 

Kontak Departemen

Kantor KSM Saraf RS Sardjito
gedung IRNA 1 lantai basement
Jl Kesehatan No 1 Sekip Yogyakarta
Telp : 0274 – 543 473
Email : saraf.fk@ugm.ac.id
Website: https://neurologi.fk.ugm.ac.id/

Layanan Unggulan/Riset Unggulan/Bidang kepakaran

1. Menjadi pusat pendidikan berbasis RCOG di Indonesia.

Departemen Obgin Fakultas Kedokteran UGM berhasil menyelenggarakan MRCOG preparatory course untuk pertama kalinya di Indonesia dengan bekerjasama dan mendatangkan perwakilan Royal College Obstetrician and Gynecologist (RCOG), kemudian disusul dengan penyelenggaraan MRCOG part I examination. RCOG merupakan organisasi perkumpulan spesialis kebidanan dan kandungan di UK yang mempunyai standar pelayanan yang diakui dan digunakan oleh negara-negara di Eropa, Afrika dan Asia.

2. Pusat layanan klinik bayi tabung

Ketua Departemen : dr. R. Detty S. Nurdiati, MPH., PhD., SpOG(K)

Sekretaris Departemen : dr. Ardhanu Kusumanto, SpOG(K)

Divisi

  1. Divisi Onkologi
  2. Divisi Obginsos
  3. Divisi Endokrinologi Reproduksi
  4. Divisi Uroginekologi
  5. Divisi Fetomaternal


Dosen

No Nama Dosen Deskripsi Staf
1.

Prof.dr.Moch. Anwar, M.Med.Sc., SpOG(K)

Guru Besar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
2.

dr. Zain Alkaff, SpOG(K)

Lektor Kepala

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
3.

Prof.dr.Djaswadi Dasuki, SpOG(K)., MPH., PhD

Guru Besar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
4.

dr. Shofwal Widad, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
5.

dr. Muhammad Lutfi, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
6.

dr. Agung Dewanto, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
7.

dr. Sarrah Ayuandari

Tenaga pengajar

Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
8.

Prof.dr.Moh.Hakimi, SpOG(K)., PhD

Guru Besar

Obstetri dan Ginekologi Sosial
9.

dr. Risanto Siswosudarmo, SpOG(K) ***)

Lektor Kepala

Obstetri dan Ginekologi Sosial
10.

dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,SpOG(K)., PhD ***)

Lektor

Obstetri dan Ginekologi Sosial
11.

dr. Shinta Prawitasari, M.Kes., SpOG(K)***)

Asisten Ahli

Obstetri dan Ginekologi Sosial
12.

dr. Eugenius Phyowai Ganap, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Obstetri dan Ginekologi Sosial
13.

dr. Diannisa Ikarumi Enisar Sangun, SpOG

Tenaga pengajar

Obstetri dan Ginekologi Sosial
14.

dr. Endah Rahmawati, MA

Tenaga pengajar

Obstetri dan Ginekologi Sosial
15.

dr. Yuliana Sakti Dwi Astuti, MSc.

Tenaga pengajar

Obstetri dan Ginekologi Sosial
16.

dr. Burham Warsito, SpOG(K)

Lektor Kepala

Ginekologi Onkologi
17.

Dr.dr.Heru Pradjatmo, SpPOG(K).,M.Kes ***)

Lektor Kepala

Ginekologi Onkologi
18.

dr. Ardhanu Kusumanto, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Ginekologi Onkologi
19.

dr. Addin Trirahmanto, SpOG

Asisten Ahli

Ginekologi Onkologi
20.

dr. Moh. Nailul Fahmi, SpOG

Tenaga pengajar

Ginekologi Onkologi
21.

dr. Muhammad Ary Zucha, PhD

Tenaga pengajar

Ginekologi Onkologi
22.

dr. Ratri Wulandari, MSc

Tenaga pengajar

Ginekologi Onkologi
23.

Prof. Dr. dr. Ibnu Pranoto, SpOG(K)

Guru Besar

Uroginekologi Rekonstruksi

24.

dr. Nuring Pangastuti, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Uroginekologi Rekonstruksi

25.

dr. Muhammad Nurhadi Rahman, SpOG

Asisten Ahli

Uroginekologi Rekonstruksi

26.

dr. Edi Patmini Setya Siswanti, SpOG

Tenaga pengajar

Uroginekologi Rekonstruksi

27.

Prof.dr.Sulchan Sofoewan, SpOG(K)., PhD

Guru Besar

Fetomaternal

Preeklamsia Eklamsia, IUGR, Diagnostik (USG/CTG/ProsedurInvasif/Laboratorium

28.

dr. Detty Siti Nurdiati, MPH., PhD., SpOG(K) ***)

Kepala Departemen, Lektor Kepala

Fetomaternal

Nutrisi, Obstetri Emergensi, Prematuritas

29.

dr. Rukmono Siswishanto, SpOG(K)., M.Kes

Tenaga pengajar

Fetomaternal

Diagnostik (USG/CTG/ProsedurInvasif/Laboratorium), ManajemenKlinik, Biomolekuler

30.

dr. Diah Rumekti Hadiati, SpOG(K)., MSc

Lektor

Fetomaternal

Preklampsia, Diagnostik (USG/CTG/ProsedurInvasif/Laboratorium), Imunologidalamkehamilan,MFICU

31.

dr. Irwan Taufiqur Rachman, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Fetomaternal

Kelainan Endokrin pada kehamilan, Kelainan darah/ Genetik/ Abortus/ Infeksi pada Kehamilan

32.

dr. Ahsanudin Attamimi, SpOG(K)

Tenaga pengajar

Fetomaternal

Kelainan Endokrin pada kehamilan, Kelainan darah/ Genetik/ Abortus/ Infeksi pada Kehamilan

Informasi lebih lanjut

Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan,

Universitas Gadjah Mada

Jl.Farmako Sekip Utara,Yogyakarta 55281 Indonesia

Email: info@obgin-ugm.com
Tlp: +62 274 544003
Fax: +62 274 544003

Website: http://obsgyn.fk.ugm.ac.id/

Indonesia sebagai negara tropis tidak pernah lepas dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh parasit, terutama penyakit akibat infeksi protozoa, penyakit kecacingan, dan penyakit tular-vektor. Dengan Visi menjadi Departemen Parasitologi yang unggul di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan inovasi pendidikan berkesinambungan dan inovasi kurikulum berbasis kompetensi menuju persaingan global, baik secara nasional maupun internasional didukung oleh sumber daya yang berkualitas dan berkinerja tinggi, Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) terus berusaha menjadi unggulan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit parasitik dan tular-vektor di Indonesia, sesuai dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu mengurangi beban penyakit menular, terutama malaria dan Neglected Tropical Diseases. Dengan didukung oleh fasilitas laboratorium dan sumber daya manusia yang handal, Departemen Parasitologi telah banyak  melakukan  kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat untuk mendukung peran pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian penyakit parasitik.

Saat ini, Departemen Parasitologi memiliki sebanyak 8 orang dosen aktif yang didukung oleh 7 orang tenaga kependidikan. Penerapan Tridharma Perguruan Tinggi oleh Departemen Parasitologi FK-KMK UGM terutama diterapkan dengan menyelenggarakan pendidikan parasitologi yang inovatif dan berkualitas pada strata S1, S2, dan S3, melaksanakan penelitian dengan memanfaatkan teknologi kedokteran terkini yang menunjang pengembangan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, konsultasi penelitian, dan pelayanan laboratorium dengan menerapkan teknologi tepat guna. Selain itu, Departemen Parasitologi FK-KMK UGM senantiasa meningkatkan kemampuan dan karir sumber daya manusia edukatif dan non-edukatif sesuai dengan kepakaran dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh staf secara adil dan merata.

Sejarah Departemen

Departemen Parasitologi dahulu dikenal sebagai “Bagian Parasitologi”, pertama kali didirikan di Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1946 sebagai salah satu Seksi dari Perguruan Tinggi Ilmu Kedokteran (PTIK). Pada waktu itu Seksi Parasitologi masih digabungkan dengan seksi-seksi lain seperti Mikrobiologi, Anatomi, Zoologi, Antropologi, dan lain-lain dibawah pimpinan Dr. Sardjito dan Drs. R. Radiopoetro dibantu sdr. Sutiyan. Pada tahun 1949 PTIK pindah ke Komplek Mangkubumen Yogyakarta sebagai Fakulteit Kedokteran (dan Kedokteran Gigi), dan Seksi Parasitologi masih menjadi satu dengan seksi lain, dengan asisten Drs. Soedibjo Tjokroadiprodjo, dibantu oleh sdr. Sutiyan dan sdr. Soedadi.

 

 

 

Gambar 1. Peresmian gedung Bagian Parasitologi bersama para staf.

 

Pada tahun 1956 pimpinan Seksi Parasitologi diserahkan kepada dr. Soedibjo Tjokroadiprodjo, dengan asisten dr. Soenarso dan Drs. Med. Soedibjo Sardadi. Tahun 1957 Seksi Parasitologi dipimpin oleh dr. Soenarso, dan ada tambahan asisten 7 orang asisten baru yaitu dr. Edlim Sahir, Dra. Med. Noerhayati, Dra. Med. Endang Rahajoe, Drs. Med. Abdus Samik Wahab, Drs. Med Sarjanto Syaheran dan dr. Daniel M. Lokollo. Staf non edukatifnya adalah sdr. Sutiyan, sdr. Sudadi, dan sdr. Suradji. Pada tahun 1958 dr. Soenarso pindah ke luar Jawa (Makassar), pimpinan diserahkan kepada dr. Edlim Sahir. Ada tambahan 2 orang asisten baru : Drs. Med. Ida Bagoes Mantra dan Drs. Med Rubbiny Sutardjo.

Pada tahun 1964, dr. Edlim Sahir pindah tugas dan digantikan sementara oleh Drs. Med. Sarjanto Syaheran. Tahun 1965 ada tambahan 3 orang asisten baru yaitu dr. Siti Moesfiroh, Muhamad Nuriman, dan Sugeng Juwono. Tahun 1966 ada tambahan asisten yaitu Drs. Med. Soebagjo Loehoeri, dan Drs. Med Cholid Achmad Baidlowi. Setahun berikutnya pimpinan diserahkan kepada dr. Abdus Samik Wahab (1966). Tahun 1967, dr. Sarjanto Syaheran dan dr. Ida Bagoes Mantra pindah tugas. Pada tahun 1968, Seksi Parasitologi berubah nama menjadi Bagian Parasitologi dan berpindah dari Komplek Mangkubumen ke Gedung Serba Guna Fakultas Kedokteran Gigi UGM di Sekip Utara. Pada tahun tersebut, bertambah 2 orang asisten baru yaitu Drs. Med. Soenarno dan Drs. Med. Budihardjo.

Gambar 2. Seksi Parasitologi berubah nama menjadi Bagian Parasitologi dan diikuti perpindahan lokasi ke lingkungan Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

 

Pada tahun 1970, jabatan pimpinan diserahkan kepada dr. Noerhajati Soeripto. Tahun 1973, kantor Bagian Parasitologi berpindah tempat ke gedung baru di Kompleks Fakultas Kedokteran di Sekip Utara. Pada tahun 1975 ada tambahan seorang asisten baru yaitu Drs. Med. Soesanto Tjokrosonto, lalu pada tahun 1976 ada tambahan 3 orang asisten baru yaitu dr. Soeyoko, dr. FA. Sudjadi dan dr. Supargiyono. Pada tahun 1977, ada tambahan 2 orang asisten baru yaitu Dra. Sri Sumarni dan Dra. E. Sutarti.

Sekitar tahun 1980, nama Bagian Parasitologi berganti nama menjadi Laboratorium Parasitologi. Pada tahun 1983, Laboratorium Parasitologi mendapat tambahan seorang asisten baru yaitu drh. Sitti Rahmah Umniyati. Tahun 1985, ada tambahan 5 asisten baru yaitu: Dra. Budi Mulyaningsih, Apt., dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, dr. Tridjoko Hadianto, dr. Ernaningsih dan dr. Umayah. Tahun 1987, Kepala Bagian Parasitologi diserahkan kepada dr. Soeyoko. Tahun 1989, ada tambahan seorang asisten baru yaitu dr. Mahardika Agus Wijayanti. Tahun 1990, bulan Maret, Bagian Parasitologi kehilangan seorang staf yaitu dr. Soenarno, DTM&H, SU., yang meninggal karena sakit. Pada tahun 1998, ada tambahan seorang asisten baru yaitu dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati. Sejak tahun 2004, Departemen Parasitologi FK UGM pindah menempati gedung baru di Gedung Prof. Drs. R. Radiopoetro lantai IV sayap timur hingga saat ini. Pada tahun 2016, Bagian Parasitologi sudah berganti nama menjadi Departemen Parasitologi. Pada tahun ini, hasil Rapat Kerja Fakultas bulan Januari tahun 2016 telah menyetujui Rizqiani Amalia Kusumasari, S.Si., M.Sc. sebagai calon tenaga pendidik di Departemen Parasitologi FK UGM dan dr. Ajib Diptyanusa sebagai dosen magang. Pada tahun 2018, Rizqiani Amalia Kusumasari, S.Si., M.Sc. dan dr. Ajib Diptyanusa, DTM&H., MCTM. secara resmi diangkat menjadi tenaga pengajar baru di Departemen Parasitologi FK-KMK UGM.

Gambar 3. Staf Departemen Parasitologi tahun 2020.

 

Sejak tahun 1975, Bagian Parasitologi dibagi menjadi tiga sub-bagian, yaitu Sub-bagian Protozoologi, Helmintologi, dan Entomologi dengan anggota staf pengampunya masing-masing sesuai SK. Mulai tahun 2016, sub-bagian tersebut berubah nama menjadi Divisi Protozoologi, Divisi Helmintologi, dan Divisi Entomologi. Staf pengajar Departemen Parasitologi terbagi ke dalam divisi-divisi tersebut sesuai dengan kepakaran utama masing-masing dalam menjalankan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Keunggulan Departemen 

Departemen Parasitologi FK-KMK UGM memiliki beberapa topik penelitian unggulan keilmuan, antara lain pengembangan protein rekombinan untuk evaluasi transmisi malaria secara serologis, kultur Plasmodium secara in vivo dan in vitro, deteksi transmisi transovarial virus Dengue pada nyamuk vektor dengan menggunakan antibodi monoklonal, penelitian terkait pengendalian vektor secara multimoda, serta deteksi resistensi nyamuk terhadap insektisida secara hayati, biokimiawi, dan molekuler. Selain itu, Departemen Parasitologi terlibat penelitian multidisipliner yang didukung RISPRO-LPDP mengenai Tata Kelola dan Regulasi E-diagnostik Malaria Jarak Jauh yang bekerja sama dengan Pusat Studi Kedokteran Tropis dan Direktorat Penelitian UGM.

Di Bidang Pendidikan, para staf Departemen Parasitologi FK-KMK UGM telah menghasilkan berbagai buku ajar untuk kalangan mahasiswa dan umum, modul pembelajaran berupa buku atau kursus daring, website untuk berbagi informasi mengenai ilmu parasitologi kedokteran, serta video pembelajaran dan video edukasi yang dapat ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, atau masyarakat umum.

Departemen Parasitologi FK-KMK UGM memiliki beberapa program unggulan di bidang Pengabdian Masyarakat, antara lain peningkatan peran akademisi dan masyarakat dalam kegiatan surveilans dan pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD), deteksi infeksi skabies di sekolah asrama dan panti asuhan, program eliminasi malaria di area endemis, serta skrining penderita infeksi parasit usus di populasi berisiko. Beberapa produk penelitian yang dihasilkan oleh staf Departemen Parasitologi FK-KMK UGM antara lain pengembangan antibodi monoklonal Brugia malayi dan virus Dengue, serta ‘Gamadotik’ dan ‘Gamakuras’ (alat penyedot jentik nyamuk).

Dalam Bidang Pelayanan, laboratorium Departemen Parasitologi FK-KMK UGM melayani pemeriksaan sampel darah untuk deteksi Plasmodium penyebab malaria, pemeriksaan sampel cairan tubuh untuk identifikasi spesies protozoa, pemeriksaan sampel nyamuk, serta identifikasi spesies lalat dari sampel larva. Selain itu, pemeriksaan sampel tinja di Laboratorium Pelayanan Departemen Parasitologi juga telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan ISO 17025:2017 dalam dua ruang lingkup pemeriksaan, yaitu pemeriksaan tinja kualitatif (metode langsung/Direct Method) dan kuantitatif (metode Kato-Katz).

Struktur Departemen

Ketua Departemen : dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes., Ph.D

Staf:

Divisi Entomologi:

  • dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D.
  • Dr. Budi Mulyaningsih, Apt., MS.
  • dr. Ernaningsih, DTM&H., M.Kes.
  • dr. Ajib Diptyanusa, DTM&H., MCTM.

Divisi Protozoologi:

  • Dr. dr. Mahardika Agus Wijayanti, DTM&H., M.Kes.
  • dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes., Ph.D.

Divisi Helmintologi:

  • dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes.
  • Rizqiani Amalia Kusumasari, S.Si., M.Sc.

Dosen Purna Tugas:

  • Prof. dr. Sugeng Juwono Mardihusodo, DAP&E., M.Sc.
  • Prof. Dr. dr. F. A. Sudjadi
  • Dra. Elisabeth Sutarti, SU.
  • Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU.

 

Kontak Departemen

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Gedung Prof. Drs. Radiopoetro Lantai IV, Sayap Timur
Jalan Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281.
Telepon/Fax: (0274) 546215
Email: parasitologi.fk@ugm.ac.id
Website pendukung: https://parasito.fkkmk.ugm.ac.id

Sejarah Departemen

Bagian Patologi Anatomik (PA) FK UGM dirintis pada tahun 1952 pada saat  dr. Bambang Soetarso menjabat sebagai Profesor dan menjadi Kepala Bagian PA pertama. Bagian PA pada saat itu berlokasi di Rumah Sakit Gadjah Mada yang terletak di Pugeran. Pada tahun 1982, Bagian PA berpindah tempat di Kompleks Bulak Sumur, dan kemudian pada tahun 2004 mulai menempati Gedung Radiopoetro lantai 4 sampai sekarang.

Keunggulan Departemen:

Pemeriksaan bidang onkologi dan penyakit sistemik termasuk patologi infeksi terkait tumor yang didukung oleh kemajuan pemeriksaan histopatologi, sitopatologi, panel imunohistokimia / imunositokimia, imunofluoresen, dan patologi molekuler yang mendukung diagnosis di era terapi individual serta kemajuan penelitian.

Menyelenggarakan lokakarya bidang patologi guna meningkatkan kemampuan diagnostik dan pembaharuan ilmu.

Sebagai institusi sentra diagnostik dalam kasus-kasus rujukan (diagnosis kasus sulit) yang didukung oleh laboratorium yang rutin terdaftar dalam jaminan mutu internasional, staf / ahli yang memiliki gelar spesialis konsultan dan Doktoral, serta teknisi yang tersertifikasi.

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen :  Dr. dr. Irianiwati, SpPA(K)

Nama Dosen, Kepakaran dan Peminatan:

  1. dr. Irianiwati, SpPA(K) (Patologi Ginekologi, Payudara dan Kulit)
  2. dr. Indrawati, SpPA(K) (Patologi Hematoretikuler dan Endokrin)
  3. dr. Rita Cempaka S, SpPA (Patologi Saraf dan Mata)
  4. Didik Setyo Heriyanto, PhD., SpPA(K) (Patologi Gastrointestinal, Hati, Pernapasan, dan Mediastinum)
  5. Hanggoro Tri Rinonce, PhD., SpPA(K) (Patologi Urogenital dan Kulit)
  6. Nungki Anggorowati, PhD., SpPA(K) (Patologi Hematoretikuler dan Endokrin)
  7. Ery Kus Dwianingsih, PhD., SpPA(K) (Patologi Tulang, Jaringan Lunak, Saraf dan Mata)
  8. Dewiyani Indah Widasari, PhD., SpPA (Patologi Gastrointestinal dan Hati)
  9. Paranita Ferronika, PhD., Sp.PA (Patologi Kulit)
  10. Auliya Suluk Brilliant Supono, SpPA (Peminatan Patologi Pernapasan dan Mediastinum)
  11. Naomi Yoshuantari, SpPA (Peminatan Patologi Gastrointestinal dan Hati)

 

Kontak Departemen

Departemen Patologi Anatomik
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan  Universitas Gadjah Mada
Gedung Prof. Drs. Med. R. Radiopoetro Lt. IV
Jl.  Kesehatan, Sekip, Yogyakarta 55281
Telp. / Fax  :  0274-540460
Email           :  bpa.fkugm@ugm.ac.id
Website        :  http://pa.fk.ugm.ac.id

 

Sejarah Departemen  

Pada tahun 1954 di RS UGM, Pugeran dimulai kegiatan kimia klinik yang dipimpin oleh dr. Aryono dibantu oleh dr. Herdjuno, dr. Rochyat dan dr. Sutaryono. Bersama-sama dengan Biokimia, Kimia Klinik berada di bawah pimpinan Prof. R.Sardjono Kepala Bagian Kimia Kedokteran. Pada tahun 1960, dr. Aryono pindah ke Bagian Penyakit Dalam dan Pimpinan Kimia Klinik dipegang oleh dr. RM. Tedjo Baskoro yang berasal dari Biokimia.

Pada tahun 1961, Kimia Klinik menjadi Bagian tersendiri yang disebut Bagian Klinika Kimia. Pada saat awal ini peralatan yang ada masih sangat sederhana dan tenaga analisnya baru seorang yaitu Nn. Hindun, sedangkan tenaga laborannya sebagian besar hanya berpendidikan SD yang dididik menjadi laboran.

Pada tahun 1974, Kimia Klinik berkembang menjadi Bagian Patologi Klinik dengan Ketua Bagian Prof. dr. RM. Tedjo Baskoro. Dengan mulia aktifnya RSUP Dr. Sardjito pada tahun 1975, maka Bagian Patologi Klinik tenaganya dibagi di dua tempat yaitu Bagian Patologi Klinik FK UGM di Rumah Sakit Pugeran dan Instalasi Laboratorium Klinik di RSUP Dr. Sardjito. Pada saat itu jumlah tenaga analis hanya 3 orang dengan tata usaha seorang, sehingga diperlukan tenaga tambahan dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UGM. Pada masa-masa perpindahan itu, Instalasi Laboratorium Klinik bekerja di dua tempat yaitu Selatan (RS. Pugeran)  dan di Utara (RSUP Dr. Sardjito) selama beberapa tahun. Kepala Bagian masih tetap dipegang Prof. dr. RM. Tedjo Baskoro.

Pada tahun 1980 – 1982 dengan meleburnya RS UGM ke RSUP Dr. Sardjito kegiatan Laboratorium Klinik di RS Pugeran dipindahkan ke RSUP Dr. Sardjito. Pada saat itu segala fasilitas peralatan laboratorium yang ada di laboratorium RS Pugeran diserahkan ke RSUP Dr. Sardjito meliputi Pelayanan Kimia Klinik, Hematologi, Bakteriologi, Mikrologi dan Serologi. Alat alat ini semuanya menjadi modal dasar untuk berkembangnya Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr. Sardjito di kemudian hari. Sedangkan peralatan untuk praktikum mahasiswa digunakan untuk menunjang pendidikan di Bagian Patologi Klinik di Kampus FK UGM.

Dulu ahli-ahli Ilmu Patologi tergabung dalam suatu perhimpunan yang disebut Ikatan Ahli Patologi Klinik Indonesia (IAPI). Brevet spesialis pertama kali diberikan kepada Prof Tedjo Baskoro oleh Ikatan Ahli Patologi Klinik. Pada tahun 1981, dr. Haryono Soeharto telah selesai finishing PPDS Patologi Klinik di FK UI karena pada saat itu Bagian PK FK UGM belum menjadi pusat Pendidikan Dokter Spesialis PK. Pada tahun 1981 FK UGM mengakui 5 Staf PK (dr. Suroto, dr. Wijono, dr. Deddy Koesnady, dr. Sukarmo dan dr. Soeharjanto) sebagai dokter spesialis dengan diberikannya SK Spesialis Patologi Klinik. Pada tahun 1984, Bagian PK FK UGM divisitasi oleh Board of Study IAPI yang dipimpin oleh Prof. Siti Boedina Kresna sehubungan dengan persiapan menjadi salah satu pusat pendidikan PPDS 1. Akhirnya berdasarkan hasil visitasi tersebut, pada Konker IAPI tahun 1986 di Palembang, Bagian PK FK UGM disyahkan sebagai salah satu pusat pendidikan PPDS 1.

Sebagai peserta didik pertama yang diuji adalah dr. Budi Mulyono yang memulai pembuatan tesisnya pada tahun 1987 dan lulus pada tahun 1989. Setelah itu Bagian PK – PPDS 1 FK UGM mulai rutin menerima peserta didik baik berasal dari Yogyakarta maupun dari luar kota/ daerah misalnya Surakarta, Semarang, Cilacap, Surabaya, Jakarta, Bengkulu, Palembang, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Sekarang jumlah peserta didik PPDS 1 sebanyak 29 orang.

Mulai tahun 1982, Ketua Bagian Patologi Klinik/ Kepala Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr. Sardjito diserahkan kepada dr. Soeharjanto, DSPK.

Pada tahun 1984, tenaga administrasi dari Bagian Patologi Klinik FK UGM yang bekerja di Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr. Sardjito kembali ke Bagian Patologi Klinik FK UGM. Staf edukatif sebanyak 12 orang dengan 7 orang spesialis Patologi Klinik. Sedang di RSUP Dr. Sardjito ada penambahan tenaga dari Bagian

Mulai tahun 1987 Kepala Bagian dipegang oleh dr. Wijono Js. Jumlah Analis RSUP Dr. Sardjito meningkat menjadi 40 orang. Berhubung pelayanan meningkat mulai digunakan alat otomatisasi khususnya untuk pemeriksaan-pemeriksaan Kimia Klinik.

Mulai tahun 1990 Kepala Bagian kembali dipegang oleh dr. Soeharjanto. Tenaga Analis meningkat menjadi 65 orang, otomatisasi alat termasuk untuk penetapan-penetapan hematologis, penanda-tumor, pengembangan immunologis untuk hormone-hormon dan virologis (penanda-penanda untuk hepatitis, TORCH, dll). Pada saat itu peserta didik PPDS Patologi Klinik mulai banyak, dan sudah menghasilkan lulusan dokter Spesialis PK.

Pada tahun 1995, tenaga spesialis menjadi 12 orang, oleh karena Prof. dr. RM. Tedjo Baskoro dan dr. H. Soeroto Hd telah meninggal dunia. Seiring dengan perkembangan disiplin Ilmu Patologi Klinik, maka telah berkembang ke arah subspesialisasi yang meliputi : Hematologi, Nefrologi, Endokrinologi, Hepatogastroenterologi, Infeksi, Imunologi dan Kardiovaskular.

Bagian PK terlibat dalam kegiatan pendidikan untuk mahasiswa S1 Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan dan Ilmu Gizi, serta kegiatan kegiatan kepaniteraan umum/ PKMT. Sebelum tahun 2003, sistem pendidikan yang dijalankan adalah system kredit semester. Mata Kuliah PK diberikan dalam bentuk kuliah dan praktikum yaitu pada semester 4 sebanyak 3 SKS dan semester 5 sebanyak 2 SKS.

Pada tahun 2003 sistem pendidikan Patologi Klinik  untuk mahasiswa S1 Pendidikan Dokter mengikuti sistem Problem Based Learning (PBL) yang diberlakukan di Fakultas Kedokteran UGM, baik kelas regular maupun kelas internasional. Mata Kuliah Patologi Klinik dijabarkan dalam Blok 8,9,11,12,13,14,15,16,17,18,20,21,22 dalam bentuk kuliah, tutorial, praktikum serta skill lab. Staf PK terlibat secara aktif dalam kegiatan tutorial blok. Mata Kuliah Patologi Klinik tetap diajarkan menggunakan sistem lama (SKS) untuk pendidikan ilmu keperawatan dan ilmu gizi.

Program PPDS 1 pertama kali diselenggarakan selama 7 semester secara regular dengan satu gelar yaitu Spesialis Patologi Klinik. Sejak tahun 1999 PPDS 1 Patologi Klinik menyelenggarakan program double degree yaitu Magister Sains – PPDS 1 (MS PPDS 1) Patologi Klinik bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Kedokteran Klinik. Program ini ditempuh selama 8 semester (ditambah 1 semester MS PPDS 1) dengan mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum dan ujian proposal. Program ini merupakan program pilihan. Lulusan akan menyandang dua gelar yaitu Spesialis Patologi Klinik dan Magister Kesehatan. Untuk menstandardisasi mutu kelulusan, kolegium mulai menerapkan Ujian Nasional pada tahun 2003. Pada tahun 2005, dalam rapat kolegium yang dihadiri anggota Kolegium se Indonesia Bagian PK FK UGM disetujui dapat menyelenggarakan pendidikan konsultan dalam bidang infeksi dan hematologi, yang pada tahun 2006 divisitasi oleh Kolegium Pusat.

Sejak bulan Juni 2005, Bagian Patologi Klinik FK UGM menempati Gedung Radioputro lantai 5 dan 6 sayap timur. Lantai 6 digunakan sebagai ruang praktikum untuk mahasiswa S1. Fasilitas praktikum di bagian PK meliputi ruang praktikum berkapasitas 60 mahasiswa yang dilengkapi dengan fasilitas audiovisual dan peralatan untuk praktikum. Lantai 5 digunakan untuk ruang administrasi, ruang pengurus bagian, ruang sebagian staf edukatif, ruang untuk riset imunoserologi & biologi molekuler untuk staf, mahasiswa S1, S2, PPDS Patologi Klinik ataupun S3 serta untuk proyek penelitian bekerjasama dengan pihak lain. Salah satu perangkat unggulan yang ada yaitu flowcytometer, yang dapat digunakan dalam berbagai pemeriksaan imunologi seluler misalnya pemeriksaan cluster of  differentiation (CD), sitokin, DNA content dan lain-lain. Sebagian staf Patologi Klinik menempati ruang di Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr. Sardjito. Pada tahun yang sama Instalasi dan PPDS Patologi Klinik menempati ruang baru di bekas Bedah Sentral RSUP dr. Sardjito. Tenaga analis dan administrasi saat itu 70 orang, staf 14 orang, residen 30 orang. Sejak bulan Desember 2015, Kelompok Staf Medis (KSM) Patologi Klinik yang diketuai dr. Usi Sukorini MKes, SpPK(K) menempati ruangan kerja baru di lantai 6 Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito.

Pada perkembangannya Bagian Patologi Klinik telah mengalami perubahan nama menjadi Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium sejak Desember 2015. Departemen ini telah bertransformasi menjadi bagian dari FK UGM dan RSUP Dr. Sardjito yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam memberikan kontribusi nyata di bidang pelayanan, pendidikan, maupun riset. Departemen Patologi Klinik dan Laboratorium Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM)/RSUP dr. Sardjito saat ini sedang mengembangkan berbagai bidang layanan salah satunya adalah Bank Darah dan Kedokteran Transfusi (BDKT). Sejak tahun 2011 PPDS II (konsultan) Bank Darah dan Kedokteran Tranfusi diresmikan dan telah meluluskan konsultan yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Divisi Bank Darah dan Kedokteran Transfusi semakin berkembang baik dalam bidang penelitian, pelayanan, maupun pendidikan. Kerja sama dengan pihak luar dijalin untuk semakin memantapkan eksistensi Divisi ini. Kedokteran transfusi merupakan ilmu yang sudah berkembang sedemikian pesat baik dari aspek riset maupun aplikasi klinik. Namun demikian masih cukup banyak aspek yang belum diperhatikan secara adekuat dalam rangka menjaga keamanan darah maupun keselamatan transfusi serta efikasinya. Praktek transfusi yang aman harus didasarkan kepada pemahaman tentang ilmu transfusi yang memadai. Berbagai upaya pengembangan khususnya pengembangan sumber daya manusia agar mumpuni dalam bidang transfusi dilakukan antara lain dengan mengadakan workshop  bertajuk Advance Course in Blood Transfusion dan Pelatihan Bank Darah Rumah Sakit bagi dokter dan teknisi sebagai beberapa kegiatan rutin dari Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM / RSUP Dr. Sardjito yang melibatkan dokter umum maupun dokter spesialis serta tenaga teknis transfusi/ analis kesehatan.

Selain Divisi Bank Darah dan Kedokteran Tranfusi, perkembangan yang pesat juga terlihat pada Divisi Infeksi. Sejak tahun 2011, dibuka program Sp2 Infeksi dan telah mendidik fellow Konsultan Infeksi dari berbagai Propinsi di Indonesia. Divisi Endokrinologi telah mulai mendidik fellow Konsultan Endokrinologi sejak tahun 2015.

Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Fakultas Kedokteran UGM / Instalasi Laboratorium Klinik RSUP Dr Sardjito telah mengembangkan berbagai tes laboratorium untuk mendukung keberhasilan transplantasi organ, memiliki peran aktif dalam pengelolaan dan pencegahan infeksi di rumah sakit (PPI / Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi) dan program pengelolaan dan pengendalian antimikroba (PRA / Pengendalian resistensi antibiotika). Pengembangan bidang Hematologi pada topik hemostasis dan parameter trombosis serta panel lengkap anemia serta penerapan  immunophenotyping dan sitogenetika dalam pengelolaan leukemia.

Dalam bidang riset, beragam penelitian dilakukan secara aktif oleh para staf dengan melibatkan para peserta didik PPDS I maupun II, serta para mahasiswa S1 Pendidikan Dokter. Berbagai publikasi internasional staf Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM / RSUP Dr. Sardjito telah diterbitkan dalam jurnal internasional. Beragam penelitian ini dilakukan sebagai wujud kontribusi Departemen terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di bidang Patologi Klinik dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Departemen Patologi Klinik dan Laboratorium Kedokteran memiliki beberapa mitra penting bagi pendidikan, penelitian dan pelayanan klinis, seperti: Sysmex Jepang, Sanquin Bank Darah Belanda, Sekolah Kesehatan dan Olahraga Ilmu Fac. Ilmu, Pendidikan Kesehatan & Engineering, Univ of The Sunshine Coast Australia, dll Semua kegiatan di atas bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja akademik dan pelayanan.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Staf Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM / RSUP Dr. Sardjito terlibat aktif dalam tim bayi tabung, tim transplantasi ginjal, tim kanker, tim leukemia, tim DBD, tim hemophilia, tim audit medik, tim peningkatan mutu, tim ISO, tim PSBH, tim HIV, tim bedah jantung, tim penanggulangan dan pemberantasan tuberkulosis, tim transfusi darah, tim pencegahan dan pengendalian infeksi, tim pengendalian resistensi antibiotika, tim ISO/JCI/akreditasi RS, penanganan kasus-kasus sulit terintegrasi, dan pemberdayaan kapasitas pelayanan laboratorium di berbagai wilayah DIY maupun Indonesia. Departemen ini juga ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh fakultas antara lain kegiatan penyuluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan gula darah, asam urat, profil lipid dan pengobatan gratis pada manula di beberapa tempat antara lain di Minomartani Sleman, Condongcatur dan Bantul serta kegiatan peningkatan SDM di Aceh pasca tsunami. Adapun kegiatan lain dari pengabdian bagi masyarakat oleh staf Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM diwujudkan dalam bentuk: Pelayanan Laboratorium integratif 1 pintu di RSUP Dr. Sardjito, Pelayanan laboratorium di Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM (Gedung Radiopoetra lantai 5), pelayanan pemeriksaan laboratorium untuk calon PPDS FK UGM (sejak tahun 1999-sekarang), Seminar-seminar untuk medis dan awam, Penyuluhan tentang peran pemeriksaan laboratorium ke masyarakat, Kegiatan desa binaan dan skrining penyakit dengan pemeriksaan laboratorium (anemia, DM, hipotiroid, emerging-reemerging infectious disease), Konsultasi hasil-hasil laboratorium untuk masyarakat melalui radio atau media lain, Pelatihan/training pemeriksaan laboratorium untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama (pencegahan infeksi, dengue, sepsis, kardiovaskuler, anemia), Skrining hipotiroid kongenital nasional di DIY-kerjasama dengan Dinkes DIY sejak tahun 2008, Edukasi pada berbagai sasaran pengguna layanan laboratorium aspek pra-analitik untuk peningkatan mutu hasil laboratorium, dan lain-lain.

Saat ini Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium memiliki 20 staf yang berdedikasi dalam mengajar, pelayanan dan penelitian, termasuk 1 penuh Profesor, 11 Doktor, 16 Konsultan, dan 5 spesialis, dan juga Spesialis lain di rumah sakit afiliasi. Dengan jumlah yang memadai staf, rasio guru per penduduk yang ideal sekarang. Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Staf memiliki lima divisi: Penyakit Infeksi & Gastroenterohepatologi, Bank Darah & Kedokteran Transfusi, Hematologi & Onkologi, Imunologi, Nefrologi & Respirasi, dan Endokrinologi & Kardioserebrovaskular.

Semua upaya diatas sejalan dengan misi dari Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM / RSUP Dr. Sardjito yakni melaksanakan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan pelayanan laboratorium yang unggul dan bermanfaat dalam memajukan kesehatan masyarakat dan kalangan patologi klinik. Adapun visi dari Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK UGM / RSUP Dr. Sardjito adalah menjadi Bagian Patologi Klinik yang inovatif dan unggul, serta mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dengan dukungan teknologi kedokteran dan sumber daya manusia yang berkinerja tinggi dan menjadi bagian yang mampu melaksanakan Dharma Perguruan Tinggi secara efektif dan efisien.

Pemegang jabatan Kepala Bagian Patologi Klinik:

2016-2021     : Dr. dr. Tri Ratnaningsih, MKes., SpPK(K)
2014-2015     : Prof. dr. Budi Mulyono, SpPK(K), MM
2010-2013     : Dr. Med. Dr. Suwarso, SpPK(K)
2006-2009    : dr. Setyawati , SpPK(K)
2004-2006    : dr. Setyawati, SpPK(K)
2004-2004    : dr. Budi Mulyono, SpPK(K)
2001-2004    : dr. Pramono Sidhi, DSPK
1991-2001      : dr. Soeharjanto, DSPK
1987-1991       : dr. Wiyono, DSPK
1978-1987       : dr. Soeharjanto, DSPK
1974-1978       : dr. Soekarmo, DSPK
1960-1974       : Prof. Tedjo Baskoro
1954-1960       : dr. Arjono

 
Struktur Departemen

Ketua Departemen : Dr. dr. Tri Ratnaningsih, M.Kes., Sp.PK-K

Ketua Program Studi : Dr. dr. Teguh Triyono, MKes., SpPK(K)
Sekretaris Program Studi : dr. Ira Puspitawati, MKes., SpPK(K)

Koordinator Pendidikan : dr. Fuad Anshori, M.Sc.,Sp.PK

Dosen

1. Prof. dr. Budi Mulyono, SpPK(K), MM

Beliau merupakan Guru Besar FK-KMK UGM sejak 2006 dengan kepakaran di bidang Patologi Klinik dan merupakan Konsultan Endokrinologi & Metabolisme serta Konsultan Imunologi Klinik

2. Dr. dr. Usi Sukorini, M.Kes. Sp.PK(K)

Beliau adalah seorang dokter spesialis Patologi Klinik dengan kepakaran dalam bidang Hematologi dan Bank Darah serta Kedokteran Laboratorium.

Gelar Doktor pada tahun 2017 beliau raih dengan topik disertasi mengenai Trombosis.

3. Dr. dr. Osman Sianipar, DMM., MSc., Sp.PK-K

Dokter Osman adalah seorang spesialis Patologi Klinik, yang mendalami ilmu penyakit infeksi, epidemiologi klinik,dan metodologi penelitian.

Disertasi doktor beliau mengangkat permasalahan tentang: Risiko kematian akibat infeksi aliran darah yg disebabkan oleh K. pneumoniae/E. coli penghasil enzim extended spectrum beta lactamase

4. Dr. Med. dr. Suwarso, Sp.PK(K)

Beliau adalah seorang dokter spesialis Patologi Klinik yang mendalami medical virology dan imunologi.

Gelar doktor diraih dalam bidang virologi dari Universitat Essen, Jerman.

5. Dr. dr. Umi Intansari, M.Kes., Sp.PK(K)

Dokter Umi merupakan konsultan imunologi di Dept PK&KL yang menguasai immunofluorescenceimmunophenotyping, dan imunoserologi.

Beliau menyelesaikan S3 dalam bidang imunologi pada tahun 2016.

6. Dr. dr. Tri Ratnaningsih, M.Kes., Sp.PK(K)

Dokter Ratna merupakan salah satu Konsultan Laboratorium Hematologi dan juga Konsultan Bank Darah dan Kedokteran Transfusi.

Beliau meraih gelar doktor pada tahun 2015 dengan disertasi yang mengevaluasi indeks retikulosit pada bayi.

7. Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK(K)

Beliau adalah seorang dokter spesialis Patologi Klinik yang mendalami tentang bank darah dan kedokteran transfusi.

Gelar doktor beliau dapatkan dari UGM dengan mengangkat tema transfusi trombosit konsentrat

8. dr. E. Henny Herningtyas, M.Si., PhD., SpPK(K) – Endokrinologi dan metabolisme, onkologi, Stem Cell, molecular & laboratory epidemiology

Dokter Henny adalah seorang spesialis Patologi Klinik, yang mendalami Endokrinologi dan metabolisme, onkologi, Stem Cell, molecular & laboratory epidemiology.

Gelar Ph.D beliau dapatkan dari Kobe University, Jepang pada tahun 2010.

9. Dr. dr. Andaru Dahesihdewi, MKes, SpPK(K)

Dokter Andaru, seorang spesialis patologi klinik yang mendalami tentang penyakit infeksi, juga seorang yang berperan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.

Disertasi doktoral beliau banyak membahas mengenai hand-hygiene.

10. dr. Windarwati, M.Sc., Sp.PK(K)

Ibu yang biasa disapa dengan dr. Win adalah seorang spesialis Patologi Klinik, yang mendalami endokrinologi dan metabolism.

11. dr. Ira Puspitawati, M.Kes., Sp.PK(K)

Beliau merupakan konsultan nefrologi dalam bidang ilmu Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium yang telah banyak membantu tim transplantasi ginjal di RSUP dr. Sardjito.

12. dr. Riat El Khair, M.Sc., Sp.PK(K)

Dokter Riat merupakan spesialis Patologi Klinik dan telah memperdalam keilmuan mengenai infeksi, terutama yang berkaitan dengan tuberculosis.

13. dr. Arum Tri Wahyuningsih, Ph.D

Dokter Arum meraih gelar Ph.D pada tahun 2015 dari Okayama University, Jepang.

Disertasinya mencakup tentang purifikasi protein beta 2 glikoprotein I, teknik immunoassay dan angiogenesis.

Saat ini beliau akan segera menyelesaikan program spesialis Patologi Klinik.

14. dr. Fuad Anshori, M.Sc., Sp.PK

Dokter Fuad, seorang spesialis Patologi Klinik yang saat ini sedang mengembangkan keilmuan dengan menempuh Program Subspesialis Bank Darah dan Kedokteran Transfusi.

15. dr. Rahmat Dani Satria, M.Sc., Sp.PK

Dokter Dani adalah seorang spesialis Patologi Klinik yang saat ini sedang menempuh Program Doktoral di Taiwan.

16. dr. Nur Imma Fatimah Harahap, Ph.D

Beliau telah meraih gelar Ph.D dari Kobe University pada tahun 2016.

Disertasinya banyak membahas mengenai spinal muscular atrophy.

Tahun ini dr. Imma memulai program dokter spesialis Patologi Klinik.

17. dr. Isanawidya Hikmah Paramita

Dokter Isana saat ini sedang mengembangkan keilmuan dengan menempuh Program Master di University of Glasgow.


Kontak Departemen

Sekretariat Bagian Patologi Klinik
Gedung Radiopoetro lantai 5, FK-KMK UGM
Jalan Kesehatan, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Telp. : +62-274-7103748
Fax. : +62-274-518687
Email : pkugm@yahoo.com

Keberadaan tenaga pendidik dokter dan profesi kesehatan dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga-tenaga kesehatan yang bermutu. Undang-Undang Guru Dosen No. 14 Tahun 2005 menuntut peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan-baik bagi pendidikan kedokteran, maupun pendidikan kesehatan. Undang-Undang Guru Dosen ini mengharuskan setiap tenaga pendidik di perguruan tinggi untuk memiliki sertifikat sebagai pendidik. UU Pendidikan Kedokteran No. 20 Tahun 2013 Pasal 17 Ayat 1 menyatakan dengan jelas bahwa ‘ilmu pendidikan kedokteran’ merupakan salah satu cabang ilmu pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Pasal 20 Ayat 3 UU tersebut juga menegaskan bahwa ilmu pendidikan kedokteran merupakan salah satu cabang ilmu pada ilmu kedokteran yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran, sehingga setiap institusi perlu menjamin ketersediaan dosen yang memiliki keahlian di bidang pendidikan kedokteran.

Di tingkat internasional, ilmu pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan telah diakui sebagai cabang ilmu pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan.. Berbagai asosiasi intrnasional yang menerbitkan jurnal ilmiah di bidang ini telah didirikan semenjak awal abad ini, seperti American Association of Medical Colleges yang menerbitkan jurnal Academic Medicine; Association for the Study of Medical Education (ASME) yang menerbitkan jurnal Medical Education; World Federatioan of Medical Education dan regional asosiasinya, dan lain-lain.

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Program Studi S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran dalam rangka peningkatan profesionalisme tenaga pendidik profesi dokter dan profesi kesehatan lainnya, sehingga mutu pendidikan kedokteran dan kesehatan dapat ditingkatkan. Yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi dokter.

Program Studi S-2 Ilmu Pendidikan Kedokteran ini mulai beroperasi pada tahun ajaran 2006/2007 dengan nama PS S-2 Ilmu Pendidikan Kedokteran (IPK). Telah mendapatkan persetujuan oleh Senat Fakultas Kedokteran UGM tanggal 19 Mei 2006, No. 108/MWA/2006 dan oleh Senat Akademik UGM tanggal 10 Maret 2006. Ijin resmi diperoleh dari Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 223/P/SK/HT/2006. Program Studi S-2 Ilmu Pendidikan Kedokteran ini berada di bawah tanggungjawab Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.


Ketua Departemen : dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D

Sekretaris Departemen : dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph.D

Dosen

Minat/Bidang Penelitian

Prof. dr. Ova Emilia, MMedEd., SpOG(K)., PhD

1.       Pendidikan Klinik.

2.       Pendidikan interprofesional.

3.       Lingkungan Pembelajaran.

dr. Titi Savitri P, MA., MMedEd., Ph.D

1.       Penjaminan mutu pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Pengembangan kurikulum pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

3.       Manajemen pendidikan tinggi (minat utama pada pendidikan kedokteran dan kesehatan).

4.       Kebijakan pendidikan kedokteran dan kesehatan.

dr. Gandes Retno Rahayu, MmedEd., Ph.D

1.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Penalaran klinis.

3.       Penilaian/assessment mahasiswa pendidikan kedokteran dan kesehatan.

4.       Pendidikan interprofesional.

dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D

1.       Fasilitasi belajar-mengajar.

2.       Keterampilan komunikasi.

3.       Pendidikan interprofesional.

4.       Pendidikan kesehatan pada layanan primer.

5.       Pendidikan keterampilan klinis.

dr. Widyandana, MHPE., Ph.D

1.       Keterampilan klinis.

2.       Pendidikan berbasis komunitas.

3.       Pendidikan interprofesional.

4.       Pengembangan media ajar dan media sumber belajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd

1.       Penilaian/ assessment pada pendidikan kedokteran dan kesehatan

2.       Pendidikan klinik.

dr. Siti Rokhmah Prodjosasmito, M.Ed (L,P&C)

1.       Faculty development

2.       Manajemen & kepemimpinan dalam pendidikan kedokteran dan kesehatan

3.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan

dr. Rahmadya Nur Hidayah, MSc

1.       Penilaian/ assessment pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Belajar-mengajar (bidang keterampilan klinis).

3.       Simulation-based learning.

dr. Ide Pustaka Setiawan, MSc

1.       Pengembangan sumber belajar dan media ajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Web-based learning.

3.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

dr. Adrian Hasdianda, MSc

1.       Pengembangan sumber belajar dan media ajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Simulasi dalam pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan.

3.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

4.       Pendidikan keterampilan klinis.

dr. Savitri Shitarukmi, MHPE

1.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Pengembangan kurikulum pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

dr. Noviarina Kurniawati, MSc

1.       Pengembangan sumber belajar dan media ajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

2.       Pendidikan keterampilan klinis.

3.       Web-based learning.

4.       Simulation-based learning.

5.       Belajar-mengajar pada pendidikan kedokteran dan kesehatan.

dr. Prattama Santosa (Asisten Dosen)


Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetika

Universitas Gadjah Mada

Gedung Radioputro Lt. 6, Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281

Telepon: (0274) 562139

Email: medicaleducation@ugm.ac.id

Website: http://medicaleducation.fk.ugm.ac.id/

Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial merupakan salah satu departemen di dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK-KMK UGM yang berdiri pada tahun 2016 setelah sebelumnya menjadi bagian dari IKM. Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial terdiri dari 3 peminatan 3 yaitu minat Perilaku dan Promosi Kesehatan (PPK), minat Kesehatan Lingkungan (Kesling), dan minat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Visi:

  • Berkembangnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang perilaku kesehatan, kedokteran sosial dan kesehatan lingkungan bertaraf internasional bagi akademisi, tenaga profesional dalam upaya pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungannya.

Misi:

  • Untuk mendidik profesional kesehatan masyarakat yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial.
  • Mampu menilai kebutuhan masalah perilaku dan sosial di bidang perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial secara sistematis; merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program kesehatan masyarakat serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, kualitas dan produktivitas program kesehatan masyarakat.

Kerjasama:

Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial terbuka untuk semua pemangku kepentingan yang mencari bantuan dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial, konsultasi pembuatan kebijakan, seminar mengenai topik khusus kami, dan kolaborasi penelitian. Secara kolektif, menjadi bagian penting dari reformasi manajemen kesehatan masyarakat, secara nasional dan internasional. Beberapa institusi yang telah melakukan kerjasama dengan Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial antara lain:

  • Edinburgh University
  • The University of Sidney
  • The University of Melbourne
  • University of Gothenburg
  • University College London
  • Zhejiang University
  • University of Glasgow
  • VU University Medical Center
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Diponegoro
  • National Cancer USA
  • Occupational Health and Insurance Medicine Specialist
  • RTI International
  • PT Freeport Indonesia
  • PT Inka (Persero)
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
  • Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta
  • Balai Yasa Yogyakarta
  • Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta
  • RSUP Dr. Sardjito
  • Rumah Sakit Akademik UGM
  • Fakultas-fakultas di UGM seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Teknologi Pertanian


Sejarah Departemen

Periode Pengembangan

Perkembangan  Departemen Perilaku Kesehatan, Kedokteran Sosial, dan Kesehatan Lingkungan ditandai dengan kelahiran departemen program pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat pada tahun 1982. Pengembangan kurikulum pun dilakukan dengan menitikberatkan pada Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Pada tahun ajaran 1985 – 1986, program S2 IKM dibuka dengan 2 konsentrasi, yaitu Manajemen Pelayanan Kesehatan  dan Konsentrasi Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat.

Periode Transisi

Tahun 1991 menjadi salah satu tahun penting dalam sejarah Departemen Perilaku Kesehatan, Kedokteran Sosial, dan Kesehatan Lingkungan karena Minat IKM berubah nama menjadi Minat Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat dengan koordinator dr. Doeljachman, MH, SKM., M.Sc. Pada tahun 1993 Minat Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat mengalami perubahan nama lagi menjadi Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan. Pada tahun 2000, ahli-ahli kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja di lingkungan Fakultas Kedokteran UGM mulai muncul dan berupaya mengembangkan minat tersendiri. Pada tahun 2000, berdirilah Minat Kesehatan Lingkungan dan K3.

Distance Learning: Terobosan Peningkatan Kapasitas SDM Daerah (Periode 2002-2008)

Pada tahun 2002, ketua Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan dijabat oleh dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH. pada periode ini disepakati perjanjian kerjasama (Memorandum of Understanding / MoU) antara Minat PPK dengan Departemen Kesehatan RI untuk mendorong pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu agar melanjutkan studi S2. Dengan kemajuan sistem informasi di Indonesia, dan adanya kebutuhan tenaga kesehatan untuk menempuh pendidikan lanjut serta adanya kendala keterbatasan SDM di institusi sehingga tidak memungkinkan untuk sepenuhnya berada di Yogyakarta selama masa studi, maka distance learning menjadi jawabannya.

Implementasi Metode Student Center Learning

Dibawah pimpinan Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, PhD, Minat PPK kembali melakukan inovasi pendidikan yaitu dengan memberlakukan metode Student Center Learning (SCL). Setelah melalui beberapa kali workshop untuk penyiapan SCL, maka pada tahun 2008 metode SCL mulai diberlakukan di Minat Promosi dan Perilaku Kesehatan.

Lahirnya Minat Kesehatan Lingkungan (tahun 2009) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2014)

Sesuai dengan batang ilmu kesehatan masyarakat, maka kesehatan lingkungan merupakan salah satu core public health. Pada tahun 2009, lahirlah Minat Kesehatan Lingkungan dan pada tahun 2014 Minat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Lahirnya Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial

Dengan terbitnya Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Fakultas Kedokteran UGM yang baru, Minat PPK, Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja bergabung menjadi satu departemen dengan nama Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (Health Behavior, Environment, and Social Medicine). Departemen ini memiliki 2 divisi yaitu Divisi Perilaku dan Promosi Kesehatan serta Divisi Kesehatan Lingkungan dan K3. Selain mengembangkan pendidikan di bidang perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial, Departemen HBES berupaya mengabdi pada masyarakat dalam bentuk penyediaan jasa konsultasi, penyelenggaraan pelatihan, seminar dan kegiatan ilmiah dan juga menerapkan perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial untuk melindungi masyarakat dari faktor lingkungan yang membahayakan kesehatan, mengembangkan dan mengusulkan kebijakan kesehatan masyarakat di tingkat lokal dan nasional serta melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masyarakat.

Keunggulan Departemen

  • Terakreditasi A oleh LAM-PTKes
  • Terakreditasi AUN-QA (Asean University Network-Quality Assurance)
  • Lulus dengan gelar Master of Public Health (MPH)
  • Strategi pembelajaran lebih difokuskan pada mahasiswa (student-centered learning): interaktif, diskusi, kerja lapangan
  • Pengajar berasal dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi
  • Kesempatan memperoleh pengetahuan yang luas, belajar dengan ahli dari dalam dan luar negeri
  • Prospek kerja yang luas
  • Jaringan alumni yang luas (BUMN, Kementerian, Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, NGO, dan organisasi Kesehatan Masyarakat)
  • Model pembelajaran interaktif
  • Kesempatan mengikuti pelatihan K3 tersertifikasi (pada minat K3)
  • Kesempatan mempraktikkan keilmuan langsung kepada masyarakat (minat PPK)

 

Struktur Departemen

Ketua Departemen: Prof. Dra. R.A Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

Nama-nama Dosen per divisi dan kepakaran masing-masing
Divisi Perilaku Kesehatan dan Promosi Kesehatan:

Ketua Divisi: Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., PhD
Dosen:

  • dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., PhD
  • Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., PhD
  • Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A
  • Dr. Supriyati, S. Sos., M.Kes
  • Fitrina M. Kusumaningrum, SKM., MPH
  • Vivian Nanny Lia Dewi, SST., M.Kes
  • Luthfi Azizatunnisa’, S.Ked., MPH
  • dr. Bagas Suryo Bintoro, PhD


Divisi Kesehatan Lingkungan:

Ketua Divisi: dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., PhD
Dosen:

  • Drs. Wiranto, M.Kes
  • dr. Hayu Qaimamunazzala, MPH

Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja:

Ketua Divisi: Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, M.A
Dosen:

  • dr. Agus Surono, Ph.D., M.Sc., Sp.T.H.T.K.L(K)
  • Vena Jaladara, SKM., MPH


Kontak Departemen

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Gedung S2 IKM Lantai 3
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Indonesia
Nomor telepon/fax : +62 274 551409 / +62 274 551410
Email : departemenperkesling.fk@ugm.ac.id
Website : departemenperkesling.fk.ugm.ac.id



Radiologi adalah mata dunia kedokteran. Dengan menggunakan prinsip-prinsip radiologi, tenaga kesehatan mampu mendiagnosis kelainan dan memberikan terapi yang sesuai. Radiologi memainkan peran penting dan selama 100 tahun terakhir, radiologi terus mengembangkan teknik dan peralatan baru agar dapat mendiagnosis penyakit dengan lebih cepat, akurat, dan makin tidak invasif. Perkembangan terakhir dalam bidang radiologi adalah penggunaan radiologi intervensional minimal-invasif untuk menangani penyakit-penyakit vaskuler maupun non-vaskuler.

Departemen Radiologi FK-KMK adalah salah satu pusat pendidikan ilmu radiologi terbaik di Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi tertinggi sebagai lembaga pendidikan berkualitas. Didukung dengan fasilitas pembelajaran dan modalitas radiologi yang lengkap, staf konsulen yang ahli dalam masing-masing bidang, serta iklim studi yang mendukung peserta didik mencapai kompetensi maksimalnya, Departemen Radiologi FK-KMK telah berulang kali mendapatkan prestasi dan pengakuan baik pada tingkat nasional maupun regional.

 

Sejarah Departemen
Periode 1950 hingga 1960-an : Pendirian Bagian RadiologiBagian Radiologi didirikan bersamaan dengan pendirian Fakultas Kedokteran UGM, pada tahun 1949. Pada awal pendirian Bagian Radiologi menumpang di RSU Surakarta karena keadaan fisik gedung Fakultas Kedokteran UGM yang masih sangat minim. Kegiatan perkuliahan Anatomi Roentgen diselenggarakan di Yogyakarta, sedangkan kegiatan kepaniteraan (co-schap) dilakukan di RSU Surakarta. Kepala Bagian pada waktu itu Prof. Drs. Soetjipto Poerwosoeprodjo. Motto beliau tertulis diatas pintu kamar kerja yaitu: SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE. dr. R. Hirlan Sapamo Widagdo merupakan residen pertama dan kemudian tercatat beberapa residen berikutnya. Peralatan radiologi di RSU Surakarta pada waktu itu terbatas untuk kegiatan diagnostik konvensional kemudian disusul fasilitas Radioterapi.Periode 1970-an: Perpindahan ke YogyakartaPada tahun 1969 Kepala Bagian Radiologi Prof. Drs. Soetjipto Poerwosoeprodjo sering sakit-sakitan maka ditunjuk dr. Joedjono Mardjono menjadi Kepala Bagian Radiologi. Tahun 1970 mulai dirintis terwujudnya Bagian Radiologi FK UGM di Yogyakarta berbarengan dengan pendirian Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Sardjito di Yogyakarta. Atas prakarsa Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof. dr. Soewasono Adisewojo dan bantuan Departemen Kesehatan serta dukungan Kepala Bagian Radiologi maka diputuskan untuk membangun gedung unit Radiologi di RSUP Dr. Sardjito.

Gedung Unit Radiologi RSUP Dr. Sardjito/Bagian Radiologi FK UGM dilengkapi dengan peralatan radiologi  yang seluruhnya baru dan tidak menggunakan peralatan dari RS Pugeran dan RSU Surakarta. Saat itu telah digunakan peralatan radiologi diagnostik konvensional yang cukup lengkap dan modern, disamping itu juga tersedia peralatan radioterapi eksterna  terdiri dari Cesium 137, Stabilipan dan Dermopan. Pelayanan diagnostik untuk pasien poliklinik dimulai awal tahun 1975 dan radioterapi dimulai tanggal 21 Desember 1975 setelah seorang radiografer radioterapi ditempatkan di RSUP Dr. Sardjito. Pada saat dibuka pelayanan poliklinik radiodiagnostik Kepala Unit/Bagian Radiologi dibantu oleh seorang radiografer lulusan Akademi Penata Roentgen (APRO) Jakarta, yaitu Agus Widana (hanya bertugas beberapa bulan saja), seorang lulusan Akademi Teknik Roentgen (ATRO), yaitu Endin Basuni, dan beberapa tenaga administrasi. Setelah itu mendapat tenaga seorang ASRO Surabaya dan 4 orang lulusan APRO Jakarta termasuk satu radiografer radioterapi.

Periode 1970 akhir hingga 1980-an : Perkembangan Bagian Radiologi

Disamping sarana fisik yang sudah tersedia Bagian Radiologi berusaha menambah staf edukatif. Sayangnya tidak banyak dokter yang berminat mendalami. Situasi ini tampak cukup jelas dari tidak seorangpun dokter spesialis Radiologi yang diluluskan sampai tahun 1979. Periode berikutnya tercatat beberapa residen yang berminat memperkuat Bagian Radiologi serta menjadi staf edukatif FK-UGM. Pada tahun 1971 Prof. Drs. Soetjipto Poerwosoeprodjo meninggal dunia dan peristiwa itu merupakan masa yang kritis bagi keluarga radiologi Indonesia, khususnya FK UGM karena telah kehilangan seorang guru besar yang patut diteladani.

Pada bulan Agustus 1976 dr. Joedjono Mardjono memasuki usia pensiun dan sebagai satu-satunya staf edukatif FK UGM Bagian Radiologi yaitu dr. Soerojo dipanggil untuk menduduki jabatan Kepala Bagian Radiologi. Sebelumnya dr. Soerojo menjabat Asisten I Bagian Radiologi yang ditugaskan di RSU Surakarta memimpin kepaniteraan mahasiswa FK UGM. Selanjutnya terjadi penambahan jumlah residen dan karyawan sehingga Bagian Radiologi menjadi semakin berkembang dan semakin kuat. Dari aspek ketenagaan, tahun 1976/1977 Bagian Radiologi mendapat dokter spesialis dari FK-UI dan Departemen Kesehatan, yakni dr. Abdul Latief yang akhirnya menjadi staf edukatif FK UGM dan dr. Cholid Badri yang kemudian pindah ke RSUP Ciptomangunkusumo Jakarta setelah bertugas 5 tahun. Sampai tahun 1987 ada penambahan beberapa peralatan radiologi untuk melengkapi pelayanan dan sebagai sarana pendidikan di Bagian Radiologi. Peralatan Radiodiagnostik dilengkapi dengan Angiografi, Kedokteran Nuklir (Kamera Gamma, Thyroid uptake, Renogram) dan peralatan Ultrasonografi (USG). Sedangkan peralatan radioterapi mendapat tambahan : Cobalt 60, Simulator dan Afterloading. Disamping itu kegiatan pendidikan dan penelitian juga meningkat

Periode 1980 hingga sekarang : Kemajuan Teknologi Pencitraan

Sesuai dengan ketetapan baru, sekitar tahun 1986 Bagian Radiologi dinamakan Laboratorium Radiologi. Berdasarkan hasil pemilihan, maka Rektor UGM menetapkan dr. Arif Faisal sebagai Kepala Laboratorium Radiologi masa jabatan 1987-1991 dan 1992-1996. Pada periode ini terlihat peningkatan jumlah residen, peningkatan jenis pelayanan, pendidikan dan kegiatan ilmiah. Terdapat penambahan peralatan radiodiagnostik: whole body CT Scan, Kamera gamma SPECT, Ultrasonografi unit, X-ray unit, dan Mammografi. Kepala Bagian Radiologi dilanjutkan oleh dr. Abdul Latief, Sp.Rad sejak tahun 1995 hingga 2000 dan kemudian dilanjutkan oleh dr. Bagaswoto Poedjomartono, Sp.Rad(K), Sp.KN sejak tahun 2001 hingga 2005. Kepemimpinan Bagian Radiologi dilanjutkan oleh dr. Edy Moeljono selama 2 periode hingga 2014, dan hingga saat ini Departemen Radiologi dipimpin oleh Dr. dr. Lina Choridah, SpRad(K).

Jumlah SDM pada bagian radiologi berkembang diselingi dengan pengurangan staff karena memasuki masa pensiun yaitu: (alm) dr. Soewondo, Sp.Rad (1990), (alm) dr. Soerojo, Sp.Rad (1992), dr. Mimiek Alimiyah (1995), dr. Cholid Achmad B, (alm) dr. Kunta Haryono, Sp.Rad, (alm) Prof. dr. Maesadji Tjoktronegoro, dan dr. Edy Moeljono (2014).

Seiring perjalanan waktu dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat sampai dengan tahun 2015 bagian radiologi mulai menjadi primadona. Terdapat penambahan  berbagai alat canggih yaitu MSCT 64 slice, peralatan cath-lab, ultrasonografi colour doppler dan elastografi, CAD Mammografi, DR-X-Ray dan Pesawat Linear Accelerator.

Sejak awal tahun 2016 sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kelola Fakultas Kedokteran UGM yang baru, Bagian Radiologi berubah nama menjadi Departemen Radiologi dengan 14 orang staf dosen dokter spesialis Radiologi aktif, 2 orang asisten dosen, 67 residen, dan 7 mahasiswa asing dari Palestina. Departemen Radiologi juga berpartisipasi aktif dalam proses pendidikan sarjana kedokteran maupun pendidikan profesi dokter. Dari sudut pelayanan jumlah pasien radiodiagnostik rata-rata 250 pemeriksaan per hari sedangkan pasien yang mendapat radioterapi rata-rata 60 per hari. Departemen Radiologi juga melakukan penelitian multi-sentris dengan departemen lain dan juga dengan fakultas dan institusi lain, misalnya dengan penelitian kolaboratif dengan Departemen Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik, Fakultas MIPA UGM, Pusat Kanker RSUP Dr. Sardjito, dan Departemen Informatika, Fakultas MIPA, UIN Sunan Kalijaga.

Peningkatan jumlah SDM, peserta didik, dan fasilitas layanan menggambarkan perkembangan yang cukup menggembirakan dari Departemen Radiologi yang diharapkan akan menunjang tugas departemen Radiologi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

Keunggulan Departemen

Program Spesialis Radiologi FK-KMK UGM memiliki keunggulan sebagai pusat pendidikan Dokter Spesialis Radiologi dengan akreditasi A berdasarkan lembaga akreditasi LAMPTKes. Terdapat 16 staf pendidik dengan kualifikasi spesialis, sub-spesialis, magister, doktoral, dan guru besar yang terbagi dalam 8 divisi bidang ilmu radiologi. Terdapat peralatan penunjang pendidikan yang lengkap berupa ruang pertemuan besar, ruang baca/workstation, kamar jaga residen, komputer baca/workstation, fasilitas internet, dan buku ajar di perpustakan. Selain itu, modalitas peralatan radiologi yang dimiliki di rumah sakit pendidikan utama dan jejaring cukup lengkap, meliput pesawat X-ray, fluoroskopi, ultrasonografi, computed tomographymagnetic resonance imaging, mamografi, dan cath-lab digital substraction angiography.

Sebagai pusat pendidikan Dokter Spesialis Radiologi terkemuka di Indonesia, Program Spesialis Radiologi FK-KMK UGM telah mencatatkan berbagai prestasi tingkat nasional seperti juara umum ujian nasional radiologi dan selalu berada pada posisi 3 besar dalam ujian nasional beberapa tahun terakhir. Peserta didik selalu aktif mengikuti berbagai perlombaan poster dan presentasi pada ajang ilmiah dan memenangkan banyak penghargaan. Lulusan program studi dapat diterima dengan baik di dunia kerja serta memiliki penilaian yang positif dari tempat bekerja, baik dari bidang kognitif keilmuan maupun soft-skills-nya.

Program Spesialis Radiologi FK-KMK UGM memiliki bidang unggulan radiologi intervensi, women’s imaging, dan biologi molekuler.

Struktur Departemen

Ketua Departemen : Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad (K)

 

 

 

 

 

 Kontak Departemen

Departemen Radiologi, RSUP Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No.1, Sekip, Yogyakarta, 55284
Nomer Telepon & Fax : (0274) 631037, 544004, hunting 587333 psw. 565
Email : radiologi.fk@ugm.ac.id

Informasi terkait Identitas Fakultas/Sekolah Pascasarjana
Website: radiologi.ugm.ac.id

X