Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D, FRSPH - Dekan FK-KMK UGM

KABAR DEKAN EDISI 2 TAHUN 2026

Prestasi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2026 semakin meneguhkan posisinya sebagai universitas bereputasi global yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. UGM berhasil menempati peringkat ke-41 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, dari 1.646 universitas di dunia, sebuah capaian yang didorong oleh kinerja unggul dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen kolektif seluruh fakultas, termasuk kontribusi aktif setiap Departemen, Program Studi, dan Pusat Kajian di lingkungan FK-KMK UGM dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi internasional yang berdampak. Selaras dengan capaian tersebut, UGM juga berhasil meningkatkan posisinya dalam QS World University Rankings 2027 dengan menempati peringkat ke-206 dunia, naik 18 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi yang berdaya saing internasional. 

Sebagai sekretariat ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM), tahun ini, FK-KMK menandatangani perjanjian kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam pengembangan ARCH Plus Project, sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk memperkuat manajemen kesehatan bencana dan pengembangan kapasitas Emergency Medical Teams (EMT) di negara-negara ASEAN. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem penelitian, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan bencana, sekaligus meningkatkan ketahanan dan keamanan kesehatan kawasan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.

Pada awal Juli 2026, delapan mahasiswa kedokteran dari Al Azhar University of Gaza, Palestina tiba di FK-KMK UGM untuk mengikuti program pendidikan rotasi klinik yang akan berlangsung hingga tahun 2028. Kehadiran mereka merupakan bagian dari Scholarship for Health and Medical Development by Indonesian AID (SHEMIND), sebuah Program beasiswa yang diinisiasi FK-KMK dengan dukungan pendanaan hibah dari Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) ini merupakan wujud nyata diplomasi kemanusiaan Indonesia melalui pendidikan tinggi. Selain itu, komitmen FK-KMK dalam memperluas kerja sama pendidikan internasional juga diwujudkan melalui dukungan terhadap program beasiswa Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) Timor-Leste 2025, sebagai bagian dari mandat Universitas Gadjah Mada dalam mempererat hubungan akademik dengan negara sahabat. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, FK-KMK menerima delapan mahasiswa asal Timor Leste untuk menempuh pendidikan jenjang sarjana, yang terdiri atas empat mahasiswa pada Program Studi Kedokteran dan empat mahasiswa pada Program Studi Keperawatan. 

Semangat pengabdian kepada masyarakat juga terus menjadi bagian integral dari proses pendidikan di FK-KMK. Pada Periode II KKN-PPM Tahun 2026, sebanyak 324 mahasiswa program sarjana FK-KMK turut ambil bagian dari total 8.178 mahasiswa UGM yang diterjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan akademik, tetapi juga belajar memahami kompleksitas persoalan kesehatan masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mengembangkan kepemimpinan, empati, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara kontekstual bersama masyarakat. 

Dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, FK-KMK juga terus memperkuat tata kelola lingkungan melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Sebagai fakultas dengan aktivitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan yang tinggi, pengelolaan limbah menjadi salah satu perhatian penting dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan. Melalui Program Sustainable Campus Action 2026, fakultas menerapkan sistem pemilahan sampah organik, daur ulang, dan residu yang didukung teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau volume limbah secara real-time. Data yang diperoleh dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan kebijakan pengelolaan limbah berbasis data. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi menuju green campus yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan selaras dengan pencapaian target target SDGs. 

Sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan sumber daya manusia kesehatan, FK-KMK juga terus memperluas akses pendidikan melalui implementasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program yang merupakan implementasi kebijakan nasional berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 91/E/KPT/2024 ini memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. Melalui skema tersebut, pengalaman profesional diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga membuka kesempatan yang lebih luas bagi tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan secara lebih fleksibel tanpa mengurangi mutu akademik. Hingga saat ini, FK-KMK telah menyelenggarakan program RPL pada Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Profesi Ners, Program Studi Profesi Dietisien, serta Program Pascasarjana Kebijakan dan Manajemen Kesehatan. Selain itu, Program Pascasarjana Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan tengah mempersiapkan implementasi skema serupa. Pengembangan Program RPL mencerminkan komitmen FK-KMK dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada prinsip lifelong learning, guna mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berdaya saing.