FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Klaster Biomedis 2026 bertajuk “Penguatan Perilaku Hidup Sehat dalam Mendukung Kesehatan dan Tumbuh Kembang Santri” sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juli 2026 di Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini bertujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
Partisipasi Departemen Farmakologi dan Terapi dalam kegiatan ini diwujudkan dengan mengirimkan dua dosen, yaitu Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes. dan dr. Yolanda Dyah Kartika, M.Sc., Ph.D., yang bergabung bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat Klaster Biomedis 2026. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para santri memperoleh berbagai materi edukasi mengenai isu-isu kesehatan yang relevan dengan kehidupan di lingkungan pesantren. Topik yang disampaikan meliputi pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat, pencegahan skabies yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di lingkungan komunal, pengenalan penyakit metabolik beserta upaya pencegahannya, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.
Materi disampaikan melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan diskusi interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan terkait berbagai permasalahan kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat.
Selain memberikan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit, kegiatan ini juga menanamkan pentingnya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pesantren. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kesehatan mental menjadi bagian dari pesan utama yang disampaikan kepada para santri. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap perilaku hidup sehat, diharapkan lingkungan pesantren dapat menjadi tempat belajar yang lebih sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat serta pencegahan penyakit. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan kepada para santri. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan peningkatan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




