FK-KMK UGM. Center for Health Behavior and Promotion (CHBP) menyelenggarakan pertemuan lanjutan bersama Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta, sebagai bagian dari persiapan implementasi Program Puskesmas Inklusif HIV yang bertujuan memperkuat layanan kesehatan yang inklusif bagi orang dengan HIV dan kelompok rentan. Pertemuan yang berlangsung pada 17 Juli 2026.
Melalui diskusi ini, tim pengabdian masyarakat FK-KMK UGM bersama Puskesmas Tegalrejo menyamakan persepsi mengenai mekanisme pelaksanaan, strategi evaluasi, serta langkah-langkah pendukung agar program dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan primer yang bebas stigma, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pertemuan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, M.A., bersama tim CHBP FK-KMK UGM dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Tegalrejo, dr. Suharno. Dalam kesempatan tersebut, pihak Puskesmas Tegalrejo menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Puskesmas Inklusif HIV serta menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mengembangkan layanan kesehatan yang semakin ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami stigma dan diskriminasi.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan adalah pembahasan mekanisme refleksi harian melalui Google Form yang dapat diisi secara anonim oleh seluruh tenaga kesehatan dan pegawai Puskesmas. Mekanisme ini dirancang sebagai sarana evaluasi internal untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman, tantangan, maupun masukan selama proses implementasi program. Hasil refleksi tersebut nantinya akan menjadi bahan diskusi bagi tim inti Program Puskesmas Inklusif HIV dalam menyusun berbagai langkah tindak lanjut, seperti penyusunan pengingat (reminder), penyempurnaan prosedur pelayanan, hingga pengembangan strategi peningkatan kualitas layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna layanan.
Dalam diskusi tersebut, pihak Puskesmas Tegalrejo juga mengusulkan agar hasil refleksi dapat diakses oleh tim internal sebagai bahan evaluasi mandiri. Akses tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran berkelanjutan dalam lingkungan puskesmas, sekaligus menjadi dasar penyusunan berbagai upaya perbaikan layanan. Seluruh proses pengelolaan data tetap dirancang dengan memperhatikan prinsip kerahasiaan dan perlindungan identitas responden sehingga keamanan informasi tetap terjamin.
Selain membahas mekanisme evaluasi, Kepala Puskesmas Tegalrejo, dr. Suharno, menekankan pentingnya sosialisasi kepada seluruh pegawai sebelum implementasi program dimulai. Menurutnya, pemahaman yang sama mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme Program Puskesmas Inklusif HIV akan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang bebas stigma dan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan yang aman, inklusif, dan bebas stigma bagi orang dengan HIV serta kelompok rentan. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong akses layanan kesehatan yang setara tanpa diskriminasi. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi berkelanjutan antara FK-KMK UGM dan Puskesmas Tegalrejo dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Kontributor: Purnama Dewi Siregar & Febriani Putri).




