FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Program Riset dan Organisasi (PKKA-PRO) berpartisipasi dalam 20th World Congress of Basic and Clinical Pharmacology (WCP 2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Melbourne, Australia, pada 12–23 Juli 2026. Dalam kongres tersebut, FK-KMK UGM diwakili oleh Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. Selain mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas inovasi penelitian dan perkembangan ilmu farmakologi, Prof. Jarir juga memenuhi undangan dari Murdoch Children’s Research Institute (MCRI).
Selama mengikuti rangkaian kegiatan WCP 2026, Prof. Jarir berdiskusi dengan para pakar dan mitra internasional mengenai berbagai isu strategis, mulai dari inovasi dalam penelitian farmakologi, pengembangan obat, hingga penerapan hasil riset untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Pertukaran gagasan tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring penelitian yang lebih luas dengan berbagai institusi dari berbagai negara.
Prof. Jarir menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam WCP 2026 memberikan kesempatan berharga untuk memperbarui wawasan ilmiah sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas serta mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan global. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kongres juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan pendidikan, penelitian, dan diseminasi ilmu di lingkungan FK-KMK UGM.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan riset dan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas didukung melalui peningkatan kapasitas akademik, pengembangan kompetensi peneliti, serta pertukaran pengetahuan di tingkat internasional. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui penguatan kolaborasi antara FK-KMK UGM dengan berbagai institusi dan peneliti dunia dalam mengembangkan penelitian kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).




