FK-KMK UGM. Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) FK-KMK UGM bekerja sama dengan FAKTA Indonesia menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan Analisa Sosial (Ansos) bersama delapan penggerak Kampung Sehat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Pertemuan yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada Jumat, 17 Juli 2026, diikuti oleh para penggerak Kampung Sehat dari Yogyakarta, Surakarta, Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam pertemuan tersebut, tim FAKTA Indonesia memaparkan strategi pengembangan Kampung Sehat baru beserta berbagai persiapan teknis pelaksanaan pelatihan Analisa Sosial. Pendekatan Ansos dipandang sebagai tahapan penting dalam proses pemberdayaan masyarakat karena membantu warga mengenali persoalan kesehatan yang dihadapi di lingkungannya, memetakan potensi lokal, serta menyusun solusi yang relevan secara partisipatif.
Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun program kesehatan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Melalui proses analisa sosial, setiap komunitas didorong untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan, baik dari aspek perilaku, lingkungan, maupun dukungan sosial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih berkelanjutan karena disusun berdasarkan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.
Salah satu capaian penting yang dibahas dalam rapat ini adalah rencana perluasan jumlah Kampung Sehat binaan CHBP FK-KMK UGM bersama FAKTA Indonesia. Jika sebelumnya terdapat tiga Kampung Sehat di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahap pengembangan berikutnya akan ditambah tiga kampung baru sehingga total menjadi enam Kampung Sehat di wilayah tersebut. Di saat yang sama, pengembangan program juga diperluas ke berbagai daerah lain, mulai dari Surakarta, Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya memperluas dampak program secara nasional.
Perluasan jejaring tersebut menunjukkan bahwa model Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas yang dikembangkan memperoleh respons positif dan dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai daerah. Melalui kolaborasi lintas wilayah, setiap komunitas memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, bertukar praktik baik, serta memperkuat kapasitas dalam mengembangkan program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan berbasis komunitas. SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengembangan lingkungan yang sehat, tangguh, dan partisipatif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, FAKTA Indonesia, dan berbagai komunitas dalam memperluas dampak program kesehatan masyarakat. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah).




