FK-KMK UGM Perkuat Kapasitas Bidan dan Ibu Hamil melalui Program Bunda Ceria

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Bidan dan Ibu Hamil Menuju Bunda Ceria (CEk antRopometri, nutrIsi, dan analisA genetik)” untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas bidan serta ibu hamil dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang mempertemukan puluhan bidan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sleman dan IBI Kota Yogyakarta bersama ibu hamil di sekitar Yogyakarta tersebut berlangsung di Gedung Radiopoetro FK-KMK UGM pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Program Bunda Ceria merupakan hasil kolaborasi lintas departemen di FK-KMK UGM yang melibatkan Departemen Biokimia, Anatomi, Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Gizi Kesehatan, Patologi Anatomi, serta Kedokteran Jiwa. Kegiatan tersebut diketuai oleh dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D. dari Departemen Biokimia. Kolaborasi berbagai bidang keilmuan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan edukasi yang melihat kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan mengenai berbagai aspek kesehatan selama kehamilan. Dr. dr. Santosa Budiharjo, M.Kes., PA(K) mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan janin sejak masa kehamilan sebagai salah satu upaya mencegah stunting dan penyakit bawaan. Pemahaman mengenai kesehatan sejak periode awal kehidupan dinilai penting karena kondisi ibu selama kehamilan dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Selain kesehatan fisik, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan mental ibu. dr. Deisy Kesumawati, Sp.KJ menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental selama masa kehamilan dan setelah persalinan. Peserta diajak mengenali berbagai tanda yang berkaitan dengan kecemasan dan depresi pascapersalinan sehingga dapat lebih peka terhadap kondisi psikologis ibu dan memperoleh dukungan yang sesuai ketika dibutuhkan.

Bagi para bidan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop mengenai prinsip konseling sederhana. Materi yang disampaikan dr. Nungki Anggorowati, Sp.PA(K)., Ph.D. diarahkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi bidan ketika memberikan pendampingan kepada ibu hamil. Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara tenaga kesehatan dan ibu hamil, terutama ketika menyampaikan informasi mengenai kesehatan dan faktor risiko kehamilan.

Tidak hanya mendapatkan edukasi, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap faktor risiko selama kehamilan. Dengan menggabungkan pembekalan pengetahuan dan pemeriksaan kesehatan, program ini memberikan pengalaman yang lebih aplikatif bagi peserta sekaligus mendorong kesadaran mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan ibu dan anak, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas bidan dan edukasi bagi ibu hamil, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat. (Kontributor: dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D).