FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui diskusi penyempurnaan instrumen survei bersama perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan primer yang inklusif dan ramah bagi Komunitas Tuli. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (12/7/2026) ini bertujuan memastikan instrumen penelitian dapat dipahami dengan baik oleh Komunitas Tuli sekaligus mampu menggambarkan pengalaman mereka secara akurat.
Diskusi diikuti oleh tim pengabdian dari Center for Health Behavior and Promotion (CHBP) FK-KMK UGM yang terdiri atas Sinta Ristiyanti dan Nia Lestari Muqarohmah. Kegiatan juga melibatkan tiga perwakilan Gerkatin, yaitu Dhomas Erika, Laksmayshita Khanza, dan Muhammad Diki Prasetyo, serta didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI). Seluruh peserta berperan aktif melakukan penelaahan bersama terhadap setiap bagian kuesioner dengan memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan kebutuhan nyata yang dihadapi Komunitas Tuli dalam mengakses layanan kesehatan.
Selama proses diskusi, setiap butir pertanyaan pada instrumen ditinjau secara mendalam untuk memastikan penggunaan bahasa yang mudah dipahami serta sesuai dengan konteks komunikasi Komunitas Tuli. Pendekatan co-review yang diterapkan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai saran terkait pilihan kata, struktur kalimat, hingga penyampaian informasi agar instrumen menjadi lebih komunikatif dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan instrumen sebelum digunakan pada tahapan penelitian berikutnya.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara umum instrumen survei telah sesuai dengan tujuan penelitian, namun masih diperlukan beberapa penyempurnaan redaksional agar lebih mudah dipahami oleh responden dari Komunitas Tuli. Keterlibatan langsung penyandang disabilitas dalam proses penyusunan instrumen menjadi bukti komitmen CHBP FK-KMK UGM dalam menerapkan penelitian yang berorientasi pada prinsip inklusivitas dan partisipasi bermakna. Dengan melibatkan perspektif Komunitas Tuli sejak tahap awal, penelitian diharapkan menghasilkan data yang lebih valid serta mampu menjadi dasar pengembangan layanan kesehatan primer yang lebih ramah, setara, dan responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyusunan instrumen yang mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih inklusif. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan diwujudkan dengan melibatkan Komunitas Tuli secara aktif dalam proses penelitian. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Gerkatin, dan Juru Bahasa Isyarat dalam mendukung penelitian yang lebih berkeadilan dan berdampak bagi masyarakat. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah, Sinta Ristiyanti).




