FK-KMK UGM Gelar Sosialisasi Rekrutmen Dokter dan Dokter Spesialis di Lingkungan TNI

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan Sosialisasi Rekruitmen Dokter dan Dokter Spesialis di Lingkungan TNI. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) di Auditorium FK-KMK UGM. Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka pengenalan rekrutmen dokter dan dokter spesialis di lingkungan TNI, dengan menghadirkan langsung para jajaran pimpinan TNI bidang kesehatan.

Menyambut jajaran pejabat tinggi kesehatan di lingkungan TNI yang hadir, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., mengatakan bahwa permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia saat ini tidak lepas dari permasalahan kualitas, distribusi, dan jumlah dokter yang ada, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Salah satu jalur potensial yang dapat dilakukan adalah rekrutmen dokter umum dan dokter spesialis di lingkungan TNI.

dr. Hamim menyebut, para sejawat kini banyak yang berkarier di TNI dan ditempatkan di berbagai rumah sakit daerah yang membutuhkan. Mereka berkarier secara optimal dan dapat mengembangkan diri sebagai dokter umum dan dokter spesialis di berbagai daerah. Ia berharap, lulusan dari FK-KMK UGM dapat tertarik berkarier untuk menjadi perwira TNI dan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur TNI. Pasalnya, menjadi seorang dokter di lingkungan TNI tidak kalah dengan dokter-dokter yang ada di jalur-jalur pengabdian lainnya.

“Kami berharap, akan ada generasi muda, generasi baru dokter dan dokter spesialis dari UGM yang akan mengabdi kepada bangsa dan negara ini melalui jalur Tentara Nasional Indonesia,” kata dr. Hamim.

Mewakili TNI, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA, menceritakan kehidupan berdinas sebagai dokter di lingkungan TNI. Dokter TNI melakukan penugasan di dalam negeri maupun luar negeri—seperti Lebanon, Kongo, Afrika Selatan—bahkan di wilayah-wilayah bencana untuk memberikan dukungan kesehatan. Mayjen TNI dr. Hadi Juanda mengatakan, setiap ada bencana alam, TNI selalu hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang mengalami bencana.

Selain memaparkan kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan TNI, Mayjen TNI dr. Hadi Juanda turut membeberkan persyaratan dan tahapan yang harus dilalui untuk menjadi dokter umum dan dokter spesialis di lingkungan TNI, proses pendidikan, serta jenjang karier. Tak lupa, ia menceritakan pengalaman diri maupun para rekan sejawat sebagai dokter spesialis yang berkontribusi di lingkungan TNI.

Setelah pemaparan materi dari Kapuskes TNI, dua orang mahasiswa Perwira Tugas Belajar (Patubel) Kementerian Pertahanan dan TNI memberikan testimoni selama menempuh pendidikan spesialis di FK-KMK UGM. Mereka adalah dr. Muhammad Edi Prasetyo, mahasiswa Program Studi Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi, dan dr. Deden Siswanto selaku calon wisudawan PPDS Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL). Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab dengan para audiens yang dimoderatori oleh dr. Agus Sukamto, Sp.PD dari PPDS Ilmu Penyakit Dalam.

Sosialisasi rekrutmen dokter dan dokter spesialis di lingkungan TNI merupakan salah satu upaya FK-KMK UGM dalam mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pemenuhan dan pemerataan dokter umum serta dokter spesialis untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara FK-KMK UGM dan TNI dalam meningkatkan kualitas, kuantitas, serta pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia. (Penulis: Citra/Humas).