Dosen FK-KMK UGM Perdalam Riset Deprescribing Medication melalui Research Internship di University of Groningen

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi mendukung pengembangan kapasitas riset dosen melalui keikutsertaan apt. Firda Ridhayani, M.Clin.Pharm. dalam Research Internship di Department of Health Sciences, University Medical Center Groningen (UMCG), University of Groningen, sekaligus Summer School of Global Health melalui Abel Tasman Talent Program dari Graduate School of Medical Sciences, University of Groningen. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, pada 20 Juni–20 Juli 2026, dengan fokus pada pengembangan proposal penelitian doktoral serta penguatan wawasan mengenai isu kesehatan global.

Dalam kegiatan research internship, Firda menjalankan penelitian di bawah bimbingan Dr. Jurjen van der Schans dengan berkolaborasi bersama Prof. Katja Taxis dari Groningen Research Institute of Pharmacy (GRIP), yang juga merupakan calon pembimbing studi doktoralnya. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi secara intensif dengan calon pembimbing dan para peneliti dari GRIP maupun Department of Health Sciences.

Salah satu fokus utama yang dikembangkan selama program adalah proposal penelitian mengenai deprescribing medication pada pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular. Topik tersebut berkaitan dengan upaya mengoptimalkan penggunaan obat pada pasien lanjut usia, terutama kelompok yang kerap menghadapi kondisi multimorbiditas dan polifarmasi.

Deprescribing medication merupakan pendekatan dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan dengan mengevaluasi penggunaan obat secara sistematis dan mempertimbangkan penghentian obat yang sudah tidak memberikan manfaat atau berpotensi menimbulkan risiko. Bagi pasien lanjut usia dengan banyak penyakit dan menggunakan berbagai jenis obat, pendekatan tersebut menjadi penting untuk menjaga keamanan terapi sekaligus memastikan pengobatan tetap memberikan manfaat yang sesuai dengan kondisi pasien.

Selama berada di University of Groningen, Firda tidak hanya menyusun proposal penelitian, tetapi juga mempelajari berbagai penelitian mengenai deprescribing medication yang sedang berlangsung. Diskusi dengan para peneliti memberikan kesempatan untuk melihat pendekatan penelitian dan penerapan deprescribing dari perspektif yang lebih luas.

Pengalaman dari Belanda menjadi salah satu pembelajaran penting dalam pengembangan penelitian tersebut. Pendekatan deprescribing telah banyak diterapkan di Belanda sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan penggunaan obat, sementara penerapannya masih relatif terbatas di negara berpendapatan rendah dan menengah atau low- and middle-income countries (LMICs), termasuk Indonesia.

Selain kegiatan penelitian, Firda mengikuti Summer School of Global Health bersama 14 peserta lainnya yang berasal dari 10 negara, yaitu Filipina, Sudan, Nigeria, Italia, Brasil, Kolombia, Venezuela, Inggris, Armenia, dan Ekuador. Keberagaman peserta menciptakan ruang pertukaran pengalaman dan perspektif mengenai persoalan kesehatan yang dihadapi berbagai negara.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan riset untuk meningkatkan keamanan dan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penguatan kapasitas akademik dan penelitian. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan akademisi serta peneliti internasional. (Kontributor: Firda Ridhayani).