FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk layanan Terapi Sujok sebagai bagian dari mata kuliah elektif PLPS Program Magang Terapi Sujok. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Puskesmas Kotagede. Program ini berada di bawah koordinator Prof. Intansari Nurhannah S.Kp., M.NSc., PhD. Pelaksanaan terapi dilakukan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan posyandu selesai, sehingga masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dapat langsung memperoleh pelayanan terapi.
Sebanyak 14 mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM terlibat aktif dalam layanan terapi komplementer ini. Terapi Sujok yang diperkenalkan dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang memanfaatkan stimulasi titik tertentu pada tangan untuk membantu meredakan keluhan kesehatan. Dalam praktiknya, mahasiswa memberikan layanan dengan pendekatan profesional dan komunikatif, sekaligus memberikan edukasi pasien mengenai manfaat terapi tersebut sebagai alternatif pendukung pengobatan.
Terdapat sekitar 100 lansia yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu kasus menunjukkan hasil yang cukup signifikan adalah pada Ny. S usia 56 tahun yang mengeluhkan pegal di bahu kirinya. Intervensi dilakukan melalui stimulasi pada titik Sujok Triorigin meridian di J-4 area telapak tangan kanan dan kiri menggunakan probe. Skala awal keperahan yang disampaikan ada di skala 7 (dari rentang 0-10). Setelah dilakukan terapi dalam waktu 15 menit, keluhan pegal di bahu sudah turun di skala 1. Selama proses terapi berlangsung, klien menunjukkan sikap kooperatif serta respons klien yang tampak lebih rileks serta menunjukkan respons positif setelah pemberian terapi.
Kegiatan layanan Terapi Sujok yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Keperawatan FK-KMK UGM menjadi bentuk nyata integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, kegiatan ini juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional yang holistik dan berorientasi pada pasien.
Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan terapi komplementer. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan pendekatan terapi inovatif dalam pelayanan kesehatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. (Kontributor: Umi Latifah , Zulfa Husna Aulia, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., PhD.)




