FK-KMK UGM Laksanakan Pengabdian Masyarakat untuk Mendorong Penanganan Stunting Berbasis Kolaborasi di Bantul

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Upaya Penanganan Kasus Stunting di Wilayah Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Balai Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penanganan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (19/7/2026) ini diikuti oleh 40 kader kesehatan dan 37 balita yang sebelumnya teridentifikasi mengalami stunting berdasarkan data Puskesmas Imogiri II.

Kegiatan tersebut menghadirkan tim multidisiplin dari FK-KMK UGM yang terdiri atas dokter spesialis anak dari Divisi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Endokrin Anak, Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, ahli gizi, psikolog, serta tenaga kesehatan lainnya. Tim pengabdian dipimpin oleh dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A., Subsp.TKPS(K) dengan anggota di antaranya Prof. dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A(K), Prof. dr. Meineni Sitaresmi, Ph.D., Sp.A., Subsp.TKPS(K), Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D., Sp.A., Subsp.TKPS(K), Dr. dr. Neti Nurani, Sp.A(K), serta sejumlah dosen, dokter, ahli gizi, dan psikolog dari FK-KMK UGM. Hadir pula Kepala Puskesmas Imogiri II drg. Imung, Kamituwo Desa Selopamioro Danang Kumorojati, S.Pd., Lurah Selopamioro Drs. Sugeng, serta perwakilan tim pengabdian masyarakat FK-KMK UGM sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pelaksanaannya, para kader memperoleh pelatihan mengenai teknik pengukuran antropometri yang benar dan langsung mempraktikkannya kepada balita dengan pendampingan dari tim pengabdian. Seluruh balita juga menjalani pemeriksaan fisik diagnostik serta skrining tumbuh kembang untuk memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Di sisi lain, para orang tua mendapatkan edukasi mengenai praktik pemberian makan sesuai usia anak, termasuk pentingnya pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat sebagai salah satu periode paling menentukan dalam pertumbuhan anak.

Tim pengabdian menjelaskan bahwa tidak seluruh anak dengan tinggi badan di bawah standar termasuk dalam kategori stunting. Sebagian di antaranya merupakan kasus perawakan pendek yang memerlukan penanganan berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan secara komprehensif. Kepala Puskesmas Imogiri II menyampaikan bahwa prevalensi stunting di wilayah Imogiri terus menunjukkan penurunan dan pada tahun 2026 tercatat sebesar 12,7 persen.

Sementara itu, Kamituwo Desa Selopamioro, Danang Kumorojati, mengungkapkan bahwa tantangan penanganan stunting saat ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dipengaruhi pola asuh keluarga. Meningkatnya aktivitas orang tua di luar rumah menyebabkan pengasuhan anak sering dialihkan kepada anggota keluarga lain sehingga praktik pemberian makan belum selalu dilakukan secara optimal. Tim FK-KMK UGM menekankan bahwa proses makan anak seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan, terutama pada masa MPASI yang merupakan fase penting dalam pembentukan kebiasaan makan sehat.

Sebagai bagian dari penguatan edukasi, tim pengabdian membagikan buku saku “Cegah Stunting dari Rumah: Kehamilan Sehat, Pola Asuh Tepat, dan MPASI Bergizi” kepada kader kesehatan dan tenaga kesehatan sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain itu, dilakukan pula pemberian telur bebek kepada kader dan keluarga balita sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pemantauan pertumbuhan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan dan penanganan stunting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pelatihan kader kesehatan dan edukasi kepada keluarga berbasis bukti ilmiah. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Puskesmas Imogiri II, Pemerintah Desa Selopamioro, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat upaya penanganan stunting secara berkelanjutan. (Kontributor: Abdimas FK-KMK UGM).