FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan koordinasi dengan delapan sekolah dasar di Kota Bogor sebagai bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan MEALS Mini-Pilot Project yang berfokus pada penguatan sistem penyediaan makanan bergizi dan edukasi gizi di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada 21–22 Juli 2026 ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat mengenai mekanisme penelitian yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia.
Ketua tim peneliti, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., memaparkan gambaran umum pelaksanaan MEALS Mini-Pilot Project kepada masing-masing perwakilan sekolah melalui sesi koordinasi yang dilakukan secara terpisah. Pendekatan tersebut diterapkan karena setiap dua sekolah akan ditempatkan dalam kelompok penelitian yang berbeda, yaitu kelompok full intervention, half intervention, dan kelompok kontrol.
Dalam paparannya, dr. Bagas menjelaskan bahwa proyek ini mengadaptasi konsep Shokuiku atau edukasi gizi dan Shokkan atau food container yang selama ini diterapkan dalam sistem makan siang sekolah di Jepang. Adaptasi tersebut diharapkan dapat menjadi model yang relevan dengan kondisi sekolah di Indonesia sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas gizi anak usia sekolah melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan penelitian akan melalui beberapa tahapan, mulai dari fase persiapan, pengambilan data awal (baseline), pelaksanaan intervensi, hingga evaluasi akhir (endline). Pertemuan koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi awal yang sebelumnya telah dilakukan oleh JICA Indonesia bersama sekolah-sekolah peserta penelitian.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai perwakilan sekolah, meliputi kepala sekolah, penanggung jawab Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta guru wali kelas yang siswanya akan menjadi subjek penelitian. Selain dr. Bagas, Isna Nur Qurota A’yun, S.Gz., Dietisien selaku asisten peneliti, turut menyampaikan rencana jadwal pelaksanaan penelitian sehingga setiap sekolah memperoleh gambaran yang jelas mengenai tahapan kegiatan yang akan dijalankan dalam beberapa bulan ke depan.
Pembahasan meliputi kesiapan sekolah dalam mendukung aspek teknis penelitian, mekanisme pelaksanaan intervensi, keterlibatan tenaga pendidik selama kegiatan berlangsung, hingga koordinasi dengan puskesmas terkait pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendukung keselarasan data penelitian. Diskusi tersebut juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi potensi tantangan di lapangan sekaligus menyusun solusi bersama agar implementasi penelitian dapat berjalan optimal.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya peningkatan kesehatan dan status gizi peserta didik. SDG 4 Pendidikan Berkualitas didukung melalui penerapan edukasi gizi sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, JICA Indonesia, sekolah, puskesmas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penelitian dan pengembangan program kesehatan sekolah. (Kontributor: Isna Nur Qurota).




