Kolaborasi FK-KMK UGM dan Kadipaten Pakualaman Tingkatkan Kesadaran Gizi di Kulon Progo

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam kegiatan Dharma Mulyarja yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Balai Desa Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, ini mengangkat tema “Gizi Sehat Balita Stunting dan Ibu Hamil” dengan tujuan memperkuat edukasi kesehatan masyarakat serta meningkatkan upaya pencegahan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pada kegiatan tersebut, FK-KMK UGM turut berkontribusi melalui kehadiran Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS yang memberikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat. Selain itu, Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM menghadirkan Prof. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting pada balita serta Aviria Ermamilia, S.Gz., Dietisien., M.Gizi. yang menyampaikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sehat bagi ibu hamil.

Tema yang diangkat pada Dharma Mulyarja tahun ini dipilih sebagai respons terhadap masih tingginya tantangan pemenuhan gizi ibu hamil dan pencegahan stunting di Indonesia. Masa kehamilan dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi menjadi salah satu strategi penting dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Wilayah Kapanewon Girimulyo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena masih memerlukan penguatan akses terhadap layanan kesehatan serta edukasi gizi bagi masyarakat. Melalui pendekatan langsung kepada keluarga, diharapkan upaya percepatan penurunan angka stunting dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebanyak 86 ibu hamil dan sekitar 130 balita mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Peserta berasal dari keluarga kurang mampu maupun kelompok yang memiliki risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Dalam sesi edukasi, ibu hamil memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan janin. Materi yang diberikan meliputi pentingnya konsumsi zat besi dan asam folat, penerapan pola makan bergizi seimbang, pemantauan kesehatan ibu secara rutin, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak awal kehidupan anak.

Sementara itu, sekitar 130 balita mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh para ahli gizi dari Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM. Pemeriksaan antropometri dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan sesuai usia guna menilai status pertumbuhan anak. Data hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi secara dini risiko stunting maupun permasalahan gizi lainnya sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat.

Tidak hanya pemeriksaan fisik, orang tua dan pengasuh balita juga memperoleh kesempatan mengikuti konsultasi personal bersama dokter spesialis anak, psikolog, dan ahli gizi. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, pemenuhan kebutuhan gizi sesuai usia, serta pentingnya pemantauan perkembangan anak secara berkala. Sebagai bentuk dukungan lanjutan, seluruh peserta menerima Paket Gizi Sehat yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas asupan gizi ibu hamil dan balita.

Kegiatan ini mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui penguatan edukasi mengenai pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi multidisiplin, serta promosi kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi antara Kadipaten Pakualaman, FK-KMK UGM, Puskesmas Girimulyo, dan berbagai pemangku kepentingan juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Afshih Dina Prawesty).