FK-KMK UGM. Divisi Neonatologi Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan webinar bertajuk “Melindungi Bayi dan Anak dari Bahaya RSV” sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam menghadapi penyakit infeksi pernapasan pada populasi rentan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Februari 2026, bertempat di My Kopi-O Resto dengan dukungan dari AstraZeneca, serta diikuti oleh dokter spesialis anak subspesialis neonatologi dan peserta Fellowship Neonatologi di lingkungan FK-KMK UGM.
Webinar ini mengangkat isu krusial terkait Respiratory Syncytial Virus (RSV), salah satu virus pernapasan yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berisiko besar pada bayi, balita di bawah usia dua tahun, lansia, serta individu dengan sistem imun yang lemah. Infeksi RSV diketahui dapat menimbulkan komplikasi serius seperti bronkiolitis, pneumonia, hingga gagal napas yang berpotensi menyebabkan kematian, terutama pada kelompok usia rentan.
Partisipasi aktif para tenaga medis dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesiapsiagaan klinis terhadap penyakit infeksi pernapasan. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh pembaruan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas dalam praktik klinis berbasis bukti untuk penanganan pasien anak dengan risiko tinggi.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. dr. Rinawati R., Sp.A Subsp. Neo (K) menyampaikan materi komprehensif mengenai deteksi dini infeksi RSV, pendekatan tata laksana klinis, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan pada populasi rentan. Penekanan diberikan pada pentingnya kewaspadaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala awal serta melakukan intervensi yang tepat guna menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat infeksi ini.
Selain memperkuat aspek klinis, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar tenaga kesehatan. Diskusi yang berlangsung interaktif memperkaya pemahaman peserta terhadap tantangan penanganan RSV di lapangan, termasuk upaya pencegahan berbasis komunitas dan edukasi kepada orang tua.
Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak di Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi yang terus berkembang.
Webinar mengenai RSV yang diselenggarakan oleh FK-KMK UGM menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi, penanganan, dan pencegahan infeksi pernapasan pada bayi dan anak. Edukasi yang komprehensif ini diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi serius serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak akibat infeksi pernapasan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penyelenggaraan edukasi ilmiah yang meningkatkan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik dan sektor industri dalam mendukung penguatan sistem kesehatan. (Kontributor: Afif).




