FK-KMK UGM Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan melalui Workshop MBTI untuk Pimpinan Unit Kerja

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan workshop bertajuk The MBTI Instrument for Team Building, Leadership, Communication and Change pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir Sayap Utara FK-KMK UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan efektivitas kerja di lingkungan fakultas, serta dirancang untuk memperkuat kapasitas pimpinan unit kerja dalam mengelola tim, membangun komunikasi yang efektif, serta menghadapi dinamika perubahan organisasi.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan The Myers-Briggs Company dan menghadirkan narasumber internasional, Mr. Robbin Robbins, selaku Managing Director The Myers-Briggs Company Asia-Pasifik sekaligus Master Trainer Program Sertifikasi MBTI. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif mengenai instrumen The Myers-Briggs Type Indicator® sebagai salah satu alat asesmen kepribadian yang banyak digunakan untuk memahami preferensi individu dalam bekerja, berkomunikasi, serta mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Mr. Robbins menekankan bahwa pemahaman terhadap tipe kepribadian dapat menjadi strategi penting dalam membangun kerja sama tim yang efektif, meningkatkan kualitas komunikasi, serta mendukung manajemen perubahan di organisasi yang dinamis. Ia menjelaskan bahwa institusi pendidikan dan kesehatan memiliki kebutuhan khusus dalam pengelolaan sumber daya manusia, sehingga pendekatan berbasis pemahaman kepribadian dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan produktif.

Selain sesi tanya jawab, peserta juga mengikuti sejumlah latihan untuk mengaplikasikan konsep MBTI dalam konteks kerja sehari-hari. Pendekatan ini memungkinkan para pimpinan unit kerja untuk tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikannya dalam praktik kepemimpinan. Para pimpinan unit kerja memperoleh wawasan baru terkait pentingnya mengenali perbedaan karakter individu dalam tim, sehingga dapat mengoptimalkan potensi setiap anggota dan mengurangi potensi konflik. Hal ini menjadi langkah penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan.

Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan yang berkontribusi pada pelayanan yang lebih baik. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas staf melalui pelatihan yang relevan dan aplikatif. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penciptaan lingkungan kerja yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing. SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh dengan penguatan kepemimpinan yang inklusif, efektif, dan mampu mengelola organisasi secara berkelanjutan. (Kontributor: Sumayah Fahrunnisa).