FK-KMK UGM Publikasikan Meta-Analisis tentang Hipertensi Pulmonal pada Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Terjaga

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM memublikasikan artikel ilmiah dengan judul “Prevalence and Factors Associated with Pulmonary Hypertension in Heart Failure with Preserved Ejection Fraction: A Meta-Analysis and Meta-Regression” pada jurnal Cardiology in Review (Q3), yang terbit secara daring pada 7 April 2026. Artikel ini ditulis oleh Christopher Daniel Tristan, Matthew Aldo Wijayanto, Erlangga Masykur Kynaya, Enrico Ananda Budiono, Wilbert Huang, Risalina Myrtha, Irnizarifka, Lucia Kris Dinarti, Bambang Budi Siswanto, dan Hary Sakti Muliawan dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM bersama sejumlah kolaborator. Penelitian ini dilakukan untuk merangkum prevalensi hipertensi pulmonal pada pasien heart failure with preserved ejection fraction (HFpEF) serta mengidentifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan kondisi tersebut melalui pendekatan meta-analisis dan meta-regresi.

Publikasi ini berangkat dari tingginya perhatian terhadap hipertensi pulmonal (pulmonary hypertension atau PH) sebagai salah satu komplikasi penting pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi terjaga. Dalam praktik klinis, PH diketahui dapat memperburuk perjalanan penyakit, meningkatkan risiko rawat inap berulang, serta berkaitan dengan luaran klinis yang lebih buruk. Namun demikian, angka prevalensi PH pada populasi HFpEF masih sangat bervariasi di berbagai penelitian karena adanya perbedaan definisi diagnostik, karakteristik pasien, hingga metode pemeriksaan hemodinamik yang digunakan.

Hasil sintesis bukti ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai besarnya beban hipertensi pulmonal pada pasien HFpEF di berbagai populasi. Selain itu, penelitian juga berhasil memetakan karakteristik pasien yang berkaitan dengan munculnya PH sehingga dapat membantu klinisi dalam mengenali kelompok pasien berisiko tinggi. Temuan tersebut memiliki implikasi penting bagi pengembangan strategi skrining yang lebih efektif, penyusunan fenotipe pasien yang lebih akurat, serta perencanaan penelitian lanjutan berbasis bukti.

Menurut tim peneliti, pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara PH dan HFpEF sangat diperlukan mengingat jumlah pasien gagal jantung terus meningkat secara global. Dengan tersedianya data prevalensi yang lebih representatif serta identifikasi faktor-faktor terkait, tenaga kesehatan dapat melakukan pendekatan yang lebih terarah dalam upaya pencegahan komplikasi, pemantauan penyakit, maupun penentuan terapi yang sesuai.

Publikasi ini turut mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan budaya riset berbasis bukti di bidang kedokteran kardiovaskular. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena menyediakan dasar ilmiah yang dapat mendukung peningkatan kualitas diagnosis, pemantauan, dan penanganan pasien gagal jantung serta hipertensi pulmonal. Kolaborasi antara peneliti dari berbagai institusi dalam menghasilkan publikasi internasional ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring akademik dan kolaborasi ilmiah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Kontributor: Untara).