FK-KMK UGM Kembangkan Strategi Pencegahan Merokok Berbasis Teman Sebaya melalui Program Follow-up Pelatihan Peer Supporters

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP) FK-KMK UGM menyelenggarakan sesi tindak lanjut atau follow-up Pelatihan Pendukung Sebaya pada Rabu (18/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat EQUITY yang bertujuan memperkuat upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan pendidikan teman sebaya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 52 Peer Supporters yang berasal dari SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, SMP Muhammadiyah Muntilan, dan SMP Negeri 1 Mertoyudan. Setelah mengikuti pelatihan sebelumnya, para peserta didorong untuk menyebarluaskan informasi mengenai bahaya merokok dan berbagai fakta terkait rokok melalui percakapan informal dengan teman, anggota keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya.

Sesi tindak lanjut ini dipandu oleh Nia Lestari Muqarohmah, S.Kep., Ns., M.P.H. dan Afif Hilman Jovian, M.Eng. dengan durasi sekitar satu jam untuk masing-masing sekolah. Kegiatan ini dikonsep bagi peserta untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan selama menjalankan peran sebagai pendukung sebaya, sekaligus memperoleh penguatan kembali mengenai materi dan keterampilan komunikasi yang telah dipelajari.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menceritakan pengalaman mereka saat mengajak teman, anggota keluarga, dan kerabat yang merokok untuk memahami dampak buruk kebiasaan tersebut. Beragam respons diterima oleh para pendukung sebaya, mulai dari tanggapan positif hingga sikap yang kurang terbuka terhadap pesan yang disampaikan. Meski demikian, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa para peserta telah mulai menerapkan keterampilan komunikasi yang dipelajari selama pelatihan.

Peserta juga mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi, seperti rasa gugup ketika memulai percakapan, kekhawatiran dianggap menggurui, hingga kesulitan menyampaikan pesan kepada individu yang telah terbiasa merokok. Menanggapi berbagai tantangan tersebut, fasilitator mengajak peserta mendiskusikan strategi komunikasi yang efektif, antara lain memilih waktu dan situasi yang tepat, menggunakan informasi yang relevan, memperhatikan pendekatan yang digunakan, serta mengedepankan kemampuan mendengarkan secara aktif.

Selain melalui percakapan langsung, beberapa Peer Supporters juga mulai memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan. Pemanfaatan media digital tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi yang memungkinkan pesan kesehatan menjangkau lebih banyak teman sebaya secara kreatif dan sesuai dengan karakteristik generasi remaja saat ini.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja dan promosi perilaku hidup sehat sejak dini. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas siswa sebagai agen perubahan kesehatan berbasis pendidikan sebaya yang partisipatif. Kolaborasi antara FK-KMK UGM dan sekolah mitra dalam mengembangkan lingkungan belajar yang sehat juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti dan Nia Lestari Muqarohmah).