FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan sesi Introduction Entry and Relationship Building sebagai bagian dari penelitian aksi partisipatif (Participatory Action Research/PAR) pertama dalam Program U’GOOD bertajuk Redefining Relational Wellbeing (RWB) to Bolster Climate Resilience in Indonesian Youth. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Yayasan SPEAK (Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi) Indonesia ini berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebanyak 14 pemuda berusia 18–25 tahun yang berasal dan berdomisili di Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan tersebut. Sesi difasilitasi oleh dua mahasiswa FK-KMK UGM, Tira Aristasari dan Mudini Muhlis, bersama dua fasilitator dari SPEAK Indonesia, Daffa Taufiqulhakim dan Halimaturrohma Ramadani. Kegiatan juga dihadiri oleh Ketua Peneliti Project U’GOOD, Dr. Daniel, serta tenaga kependidikan Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) FK-KMK UGM, Tutik Istiyani.
Setiap peserta berkesempatan menyampaikan pengalaman dan pandangannya mengenai dampak perubahan iklim di wilayah masing-masing. Meski seluruh peserta berasal dari Kabupaten Gunungkidul, mereka menghadapi tantangan lingkungan yang beragam sesuai kondisi daerah tempat tinggalnya. Dalam diskusi kelompok, peserta diminta mengidentifikasi tiga persoalan lingkungan yang paling sering mereka temui. Berbagai isu pun muncul, mulai dari kekeringan, cuaca ekstrem, banjir, pohon tumbang, krisis air bersih, sampah, hingga polusi udara.
Diskusi juga mengulas dampak perubahan iklim terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, hubungan sosial, mata pencaharian, serta mobilitas. Para peserta menyampaikan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi kondisi lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan individu maupun komunitas secara menyeluruh. Pendekatan Participatory Action Research yang diterapkan dalam Program U’GOOD dirancang agar pemuda terlibat secara aktif sejak tahap identifikasi masalah, analisis kebutuhan, hingga penyusunan solusi berbasis kondisi lokal.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penelitian dampak perubahan iklim terhadap kesehatan pemuda, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui penyusunan solusi berbasis komunitas, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FK-KMK UGM bersama berbagai mitra. (Kontributor: Tira Aristasari dan Tutik Istiyani).



