LANTERA Puskesmas Minggir dan FK-KMK UGM Perkuat Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM berkolaborasi dengan Rumah Sakit Akademik UGM mendukung kegiatan Layanan Terpadu Atasi Stunting (LANTERA) sebagai inovasi pelayanan kesehatan primer untuk memperkuat deteksi dini, evaluasi, dan penanganan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Minggir, Sleman, tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, dengan melibatkan sebanyak 40 anak yang menjalani pemeriksaan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pertumbuhan dan perkembangan secara lebih menyeluruh.

LANTERA dikembangkan dengan pendekatan yang tidak berhenti pada hasil pengukuran antropometri. Anak yang memiliki tinggi atau berat badan di bawah standar perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya. Dengan pendekatan tersebut, pelayanan dapat diarahkan sesuai kebutuhan masing-masing anak, baik untuk pemantauan maupun untuk menentukan intervensi dan rujukan apabila diperlukan.

Dari 40 anak yang diperiksa, ditemukan sejumlah kondisi yang beragam. Selain anak dengan stunting, terdapat pula anak dengan perawakan pendek atau short stature, underweight atau gizi kurang, penyakit jantung, gangguan perilaku, serta berbagai masalah perkembangan lainnya.  Sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, staf Puskesmas Minggir melakukan praskrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

Hasil praskrining kemudian menjadi salah satu dasar untuk menentukan anak yang membutuhkan evaluasi lebih mendalam. Tahapan ini membantu layanan primer mengenali kemungkinan adanya masalah perkembangan sejak awal sehingga tindak lanjut dapat diberikan sesuai kebutuhan.

Untuk memperkuat proses evaluasi dan penatalaksanaan, Puskesmas Minggir berkolaborasi dengan dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A, Subsp. TKPS (K), dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dari FK-KMK UGM–Rumah Sakit Akademik UGM. Dalam kolaborasi tersebut, anak yang ditemukan memiliki permasalahan pertumbuhan maupun perkembangan mendapatkan evaluasi lebih lanjut, termasuk penilaian kemungkinan penyebab, rekomendasi pemeriksaan lanjutan, arahan tata laksana, hingga pertimbangan kebutuhan rujukan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan LANTERA karena anak tidak langsung ditempatkan dalam satu kategori hanya berdasarkan hasil pengukuran. Anak dengan tinggi badan rendah, misalnya, perlu dibedakan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan stunting, perawakan pendek, atau kemungkinan kondisi medis tertentu. Demikian pula dengan berat badan kurang yang perlu dipahami dalam konteks pola pertumbuhan, asupan, penyakit penyerta, serta faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi anak.

Pelayanan LANTERA juga mengintegrasikan berbagai unsur yang tersedia di Puskesmas, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, sanitasi, promosi kesehatan, kader, hingga pendampingan keluarga. Intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu bagian yang diperkuat melalui edukasi gizi dan pemberian makan bayi dan anak, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, serta kunjungan rumah bagi anak yang membutuhkan intervensi khusus.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan layanan primer tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan skrining, tetapi juga dengan tersedianya jejaring untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, layanan primer dapat menghubungkan anak dengan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi serta penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, dan pelayanan kesehatan anak. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi Puskesmas Minggir dengan FK-KMK UGM dan Rumah Sakit Akademik UGM. (Kontributor: dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A, Subsp. TKPS (K) dan Tim).