FK-KMK UGM. Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Pemberdayaan Perempuan Multiperan bertajuk “Kunci Merawat Kesehatan Jiwa Lintas Generasi” pada Sabtu (18/7). Disiarkan langsung melalui Kanal Pengetahuan FKKMK UGM di YouTube, kegiatan ini digagas untuk memperkuat pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran perempuan akan pentingnya kesehatan jiwa.
Mengawali rangkaian acara, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. dr. Andrian Fajar Kusumadewi, M.Sc., Sp.KJ (K), menegaskan bahwa webinar ini lahir dari komitmen menegakkan pilar perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan komitmen dari menegakkan pilar perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat yang harapannya bisa memberikan tambahan pengetahuan serta mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan multiperan yang nantinya bisa mendorong perubahan perilaku di masyarakat dan bisa berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya saat sambutan.
Harapan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tiga sudut pandang berbeda oleh masing-masing narasumber, yakni dr. Dian K. Nurputra, Ph.D., M.Sc., Sp.A., Subsp. Neuro (K), Dr. dr. Andrian Fajar Kusumadewi, M.Sc., Sp.KJ (K), dan Aspi Kristiati, S.KM., M.A., yang juga berperan sebagai moderator jalannya diskusi.
Membuka sesi pemaparan, dr. Dian K. Nurputra mengajak peserta menyelami tahapan kritis perkembangan otak anak, lengkap dengan hal-hal yang sebaiknya dilakukan maupun dihindari dalam pengasuhan. Tidak berhenti di situ, ia turut mengingatkan bahwa kesehatan mental ibu sama pentingnya untuk dijaga, sebab menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak yang optimal.
Beranjak dari isu pengasuhan menuju konteks yang lebih luas, Dr. dr. Andrian Fajar Kusumadewi mengajak peserta melihat kesehatan mental dari sudut pandang transgenerasional. Ia menguraikan bagaimana perempuan multiperan turut andil membangun resiliensi sosial di era digital, dengan peran yang kini tidak lagi terbatas pada ranah domestik, melainkan juga menjaga ketahanan psikologis keluarga dan masyarakat di tengah arus perubahan zaman.
Diskusi kemudian ditutup oleh Aspi Kristiati, S.KM., M.A., yang menyoroti pentingnya membangun komunitas perempuan yang saling mendukung dan berdaya. Baginya, jejaring sosial yang solid antar perempuan bisa menjelma ruang aman untuk saling berbagi cerita, menguatkan satu sama lain, dan bertumbuh bersama di tengah beragam peran yang dijalani dalam kehidupan.
Rangkaian pemaparan tersebut sejalan dengan harapan besar FK-KMK UGM untuk terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan jiwa ke tengah masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen fakultas sebagai Health Promoting University dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat. (Reporter: Balanca Qolta).



