FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan kesehatan bertema Penggunaan Tablet Tambah Darah yang diselenggarakan dalam rangkaian Event of The Year (EOTY) 2026 oleh Asian Medical Students Association (AMSA) FKKMK UGM di MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini menghadirkan dr. Anis Widyasari, Sp.O.G., Subsp.Urogin-Re sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada siswi MAN 1 Yogyakarta mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak usia remaja.
Dalam sesi talkshow edukatif tersebut, dr. Anis menjelaskan bahwa anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan belajar, produktivitas, serta kualitas hidup di masa mendatang. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui peningkatan pemahaman mengenai gizi dan kesehatan reproduksi.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyebab anemia, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fokus utama materi adalah pentingnya konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya menjaga kadar hemoglobin tetap optimal, terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi setiap bulan.
Selain membahas manfaat tablet tambah darah, dr. Anis juga menguraikan waktu konsumsi yang tepat dan cara mengonsumsi suplemen tersebut agar penyerapannya lebih maksimal. Edukasi ini diberikan untuk mengurangi berbagai kesalahpahaman yang masih sering ditemui di masyarakat terkait penggunaan tablet tambah darah. Melalui pemahaman yang benar, diharapkan para peserta dapat lebih disiplin dan konsisten dalam mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Sebagai bagian dari kegiatan, seluruh peserta menerima booklet kesehatan yang digunakan untuk mencatat kondisi kesehatan dan kebiasaan sehari-hari selama tujuh hari setelah penyuluhan berlangsung. Informasi yang dihimpun melalui booklet tersebut menjadi bagian dari proses pemantauan kesehatan sekaligus evaluasi terhadap efektivitas edukasi yang telah diberikan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada sesi Follow Up yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dalam sesi ini dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang kepada peserta serta penyampaian hasil pemeriksaan secara individual. Para siswi juga memperoleh edukasi tambahan terkait kondisi kesehatan masing-masing berdasarkan hasil pemantauan dan pencatatan yang telah dilakukan selama satu minggu.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai anemia, tetapi juga memperkuat kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, status gizi, dan kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja. Kehadiran dr. Anis sebagai narasumber memberikan wawasan yang aplikatif dan berbasis bukti ilmiah sehingga peserta dapat memahami hubungan antara kesehatan reproduksi dan kualitas hidup di masa depan.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan anemia dan peningkatan kesehatan remaja putri. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan memberikan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan yang membantu peserta meningkatkan literasi kesehatan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 5 Kesetaraan Gender karena berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan remaja putri sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan kesehatan spesifik dan berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia di masa depan. (Kontributor: Munjayati)




