FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Gizi yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Jumat, 13 Februari 2026 ini menghadirkan narasumber dari bidang gizi untuk memberikan edukasi mengenai pemilihan pangan yang sehat selama menjalankan ibadah puasa. Seminar diikuti oleh anggota DWP BMKG dari berbagai unit kerja dan menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pola makan yang tepat selama bulan puasa. Selain membahas aspek kesehatan, seminar juga mendorong peserta untuk lebih kritis dalam memilih jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari demi menjaga kesehatan keluarga.
Pada sesi utama, Farah Faza, S.Gz., M.Gizi., membawakan materi bertajuk “Real Food ataukah Ultra-processed Food?: Manakah Pilihan Sehat untuk Berpuasa?”. Dalam paparannya, ia menjelaskan perbedaan mendasar antara makanan alami (real food) dan makanan ultra-proses (ultra-processed food), termasuk karakteristik, kandungan gizi, serta dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
Farah menekankan bahwa pemilihan makanan selama puasa memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan tubuh, keseimbangan energi, serta kesehatan jangka panjang. Makanan alami yang kaya zat gizi, serat, vitamin, dan mineral dinilai lebih mampu mendukung kebutuhan tubuh dibandingkan makanan ultra-proses yang umumnya mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi. Oleh karena itu, peserta diajak untuk lebih memperhatikan kualitas asupan makanan saat sahur maupun berbuka puasa.
Selain membahas pemilihan bahan pangan, seminar juga memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun kebiasaan makan yang sehat di lingkungan keluarga. Edukasi ini menjadi relevan mengingat keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pola konsumsi yang berdampak pada kesehatan seluruh anggota rumah tangga.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi yang optimal dan pola konsumsi pangan yang sehat. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan yang mendukung kesehatan dan pencegahan penyakit. SDG 4 Pendidikan Berkualitas karena menyediakan kesempatan belajar sepanjang hayat melalui edukasi kesehatan yang mudah diakses. SDG 5 Kesetaraan Gender, yang menekankan pentingnya akses yang setara terhadap pengetahuan dan pengembangan diri bagi Perempuan. (Kontributor:Yurisadensi Eka).




