FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Afrizal Syafiqul Imron, mengikuti kegiatan Student Exchange di Rumah Sakit Universiti Sains Malaysia (Hospital Universiti Sains Malaysia/HUSM), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 5–30 Oktober 2025 tersebut menjadi bagian dari pengalaman akademik dan klinis mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekaligus memahami penerapan pembelajaran kedokteran dalam lingkungan rumah sakit pendidikan internasional.
Selama mengikuti kegiatan, Afrizal terlibat dalam berbagai unit pelayanan dan aktivitas akademik. Di klinik rawat jalan, ia berkesempatan mengamati secara langsung alur pelayanan pasien, mulai dari proses pendaftaran, anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga penentuan rencana tindak lanjut. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian dalam mengumpulkan informasi pasien serta kesinambungan pelayanan antara kunjungan awal dan kunjungan berikutnya.
Pengalaman pembelajaran kemudian berlanjut di bangsal rawat inap. Afrizal mengikuti proses pemantauan kondisi pasien secara berkala dan mengamati penanganan pasien yang membutuhkan observasi lebih intensif. Dari kegiatan tersebut, ia memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perawatan yang berkelanjutan, pencatatan kondisi pasien, serta koordinasi antarunit dalam mendukung pelayanan yang optimal.
Diskusi kasus yang dilakukan secara rutin turut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi tersebut, Afrizal dapat mengembangkan kemampuan berpikir klinis dengan menghubungkan temuan yang dijumpai dalam pelayanan dengan pengetahuan teoritis yang telah dipelajari selama pendidikan. Interaksi antara pengalaman lapangan dan pembelajaran akademik membuat proses Student Exchange tidak sekadar menjadi kesempatan untuk mengamati pelayanan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman terhadap kasus klinis.
Pada unit rehabilitasi, Afrizal mendapatkan wawasan mengenai proses pemulihan pasien melalui program terapi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada penanganan masalah klinis, tetapi juga mencakup upaya membantu pasien mengembalikan fungsi dan meningkatkan kualitas hidup melalui proses rehabilitasi yang berkesinambungan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman terhadap pelayanan kesehatan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran klinis; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengalaman akademik lintas institusi dan negara. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




