FK-KMK UGM Selenggarakan PkM Terapi Sujok dengan Melibatkan Akademisi University of the Philippines

FK-KMK UGM. Departemen Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sujok Therapy: Sehat, Relaks, dan Seimbang Bersama Sujok”, Kamis (8/10). Kegiatan tersebut melibatkan akademisi dari University of the Philippines, Josefina A. Tuazon, RN, MN, DrPH.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang 210, Gedung Ismangoen Lantai 2 FK-KMK UGM dihadiri oleh staf di lingkungan Departemen Keperawatan FK-KMK UGM dan menjadi kesempatan untuk mengenalkan serta mempraktikkan terapi Sujok sebagai salah satu pendekatan terapi komplementer.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D., bersama tim terapis memberikan penjelasan dan demonstrasi mengenai prinsip dasar terapi Sujok, termasuk konsep korespondensi tubuh pada tangan dan kaki. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik stimulasi pada titik-titik korespondensi yang telah diidentifikasi.

Tim terapis dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas, Melyza Perdana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D. dari Departemen Keperawatan Medikal Bedah, serta Moh. Hendra Setia Lesmana, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas. Ketiganya merupakan terapis Sujok yang telah memiliki sertifikasi kompetensi BNSP. Prof. Intansari Nurjannah juga memiliki sertifikasi internasional sebagai terapis dari International Sujok Association (ISA).

Kehadiran Josefina A. Tuazon, RN, MN, DrPH, dari University of the Philippines memberikan unsur internasional dalam kegiatan PkM ini. Keterlibatan akademisi dari institusi pendidikan luar negeri tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pendidikan dan praktik terapi komplementer dalam konteks keperawatan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Prof. Tuazon berkesempatan mengamati secara langsung proses demonstrasi dan praktik terapi Sujok, sementara staf Departemen Keperawatan yang hadir juga dapat mengikuti proses pengenalan sesuai kesempatan masing-masing.

Bagi Departemen Keperawatan FK-KMK UGM, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan kegiatan PkM yang tidak hanya memberikan pengalaman langsung mengenai terapi komplementer, tetapi juga membuka ruang interaksi akademik dengan kolega dari institusi pendidikan luar negeri.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pengembangan terapi komplementer dapat diintegrasikan dengan kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan akademik keperawatan. Pengalaman praktik secara langsung diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai berbagai pendekatan komplementer yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara akademik.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengenalan pendekatan komplementer dalam kesehatan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan berbagi pengetahuan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui keterlibatan akademisi dari institusi pendidikan luar negeri. (Kontributor: Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D.)