Summer Course FK-KMK UGM Angkat Strategi Kesejahteraan Mental Modern Berbasis Sains

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) resmi membuka kegiatan Summer Course Periode Oktober-November 2026 pada Senin (26/10/2026). Acara dilaksanakan di Auditorium FK-KMK UGM, diikuti oleh 56 peserta dari tiga negara, yakni Belanda, Thailand, dan Indonesia. Dalam kolaborasi yang terus berlanjut bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Farmasi UGM, Summer Course periode ini mengangkat tema “Modern Mental Wellness: Science-Based Strategies for Emotional Resilience”.

Ketua Summer Course Periode Oktober-November, dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D, menjelaskan bahwa kesehatan mental menjadi isu besar yang diangkat pada periode ini karena stres telah menjadi hal yang kini biasa dialami oleh masyarakat akibat kesibukan dalam belajar maupun bekerja. Oleh karena itu, kesejahteraan mental perlu menjadi perhatian penting; tidak hanya tentang bagaimana memahami diri sendiri, tetapi juga cara memahami orang lain, menghadapi stres, merasakan emosi, serta membantu dan mendukung satu sama lain.

“Sebagai calon tenaga kesehatan profesional, kita perlu memahami hal ini, agar nantinya teman-teman tidak hanya mampu menangani penyakit, tetapi juga memahami individu di baliknya,” kata dr. Dwi Aris.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKG UGM, Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes., Ph.D. menekankan, kesehatan gigi dan kesehatan mental bukanlah dua hal yang terpisah. Rasa nyeri, gangguan fungsi mulut, kekhawatiran mengenai penampilan, serta penyakit mulut dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kualitas hidup seseorang. Sebaliknya, tekanan psikologis juga dapat memengaruhi perilaku kesehatan, perawatan diri, serta kemampuan seseorang dalam mencari dan menjalani pengobatan.

Senada dengan penuturan Prof. Rosa, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., juga mengatakan bahwa apoteker turut memegang peran penting dalam memastikan bahwa pengobatan farmakologis yang diberikan kepada pasien kondisi mental dapat aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik pasien. Namun, pengobatan tidaklah cukup untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, perlu kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan bidang farmasi, layanan medis, dukungan psikologis, keperawatan, kesehatan masyarakat, hingga kedokteran gigi.

Menutup sesi pembukaan, Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, mengungkapkan bahwa Summer Crouse ini akan berfokus pada layanan kesehatan interprofesional, kesehatan mental terkini, serta strategi berbasis sains untuk membangun ketahanan emosional. “Selama dua minggu ke depan, teman-teman akan belajar langsung ke lapangan, ke tengah masyarakat, termasuk ke Puskesmas di Kulon Progo. Di sana, teman-teman akan mengeksplorasi pengetahuan sekaligus praktik terkait perawatan kesehatan,” ujar Prof. Yodi.

Kegiatan Summer Course meliputi berbagai sesi panel yang menghadirkan para pakar kesehatan tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, para peserta Summer Course akan tersebar di 10 Puskesmas Kabupaten Kulon Progo untuk belajar langsung terkait perawatan dan layanan kesehatan mental. Akhir dari program ini adalah presentasi masing-masing kelompok peserta untuk memaparkan pengetahuan dan praktik yang telah didapatkan selama di ruang kelas maupun di masyarakat.

Penyelenggaraan Summer Course secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Program tersebut memberikan pendidikan lintas disiplin yang berkualitas bagi calon tenaga kesehatan untuk menangani isu kesehatan mental serta ketahanan emosional secara komprehensif hingga ke tingkat masyarakat. Selain itu, sinergi antar-fakultas kesehatan dan partisipasi lintas negara dalam kegiatan ini turut mewujudkan komitmen terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan global. (Penulis: Citra/Humas).