FK-KMK UGM. Ilmu kardiovaskular berkembang pesat dan menuntut dokter untuk terus memperbarui pengetahuan sekaligus memadukannya lintas bidang. Diagnostik yang presisi, penilaian fisiologis, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi kebutuhan yang saling berkaitan. Gagasan inilah yang melandasi Jogja Cardiology Update (JCU) 2026 bertema “Integrated Approaches in Contemporary Cardiovascular Care”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Yogyakarta bersama FK-KMK UGM pada 1-3 Oktober 2026 secara luring di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta. JCU 2026 berlangsung bersamaan dengan 9th Jogja International Cardiovascular Topic Series (JINCARTOS) dan 6th Indonesian Heart Association InTension Summit.
Chairman JCU 2026, dr. Dyah Adhi Kusumastuti, Sp.JP, Subsp.P.Kv(K), menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi kedokteran kardiovaskular dengan program ilmiah yang disusun cermat untuk mencakup spektrum bidang yang luas. “Kami akan mengeksplorasi strategi kolaboratif dan temuan uji klinis besar untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian berbasis bukti dan praktik klinis yang holistik serta berpusat pada pasien,” tuturnya.
Gagasan tersebut diwujudkan sejak hari pertama melalui delapan workshop. Topiknya berkisar dari penanganan nyeri dada di instalasi gawat darurat dan tatalaksana sindrom koroner kronik hingga deteksi dini penyakit jantung rematik. Peserta turut berlatih langsung, mulai dari pemeriksaan Doppler, penilaian volume cairan dengan ultrasonografi, pemasangan alat pemantau tekanan darah ambulatori (ABPM), hingga wet lab diseksi jantung.
Pada hari kedua dan ketiga, simposium paralel mengulas berbagai topik, di antaranya pencitraan intrakoroner untuk mengenali plak rentan serta pilihan terapi awal hipertensi, apakah monoterapi bertahap atau kombinasi sejak awal. Dua kuliah pleno melengkapinya. Prof. Salvatore Di Somma, MD, PhD, membahas pendekatan terpadu dari biomarker menuju kedokteran personal, sedangkan Dr. dr. Muhammad Munawar, Sp.JP(K), menyoroti dilema etika dan ketepatan klinis dalam layanan kardiovaskular.
Cakupan acara tidak berhenti pada dokter spesialis. CORLIMPIADE, olimpiade kardiovaskular bagi dokter umum dan mahasiswa kedokteran, memberi ruang bagi generasi muda untuk menguji kemampuan klinisnya. Seluruh peserta juga diundang berbagi temuan melalui abstrak dan laporan kasus.
Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat pembelajaran berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dengan organisasi profesi. (Reporter: Balanca Qolta)



