FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakhri Bayhaqi, memperluas pengalaman klinis dan wawasan akademik melalui Student Exchange Program di Mahidol University, Siriraj Hospital, Thailand. Program tersebut berlangsung pada 3–28 November 2025 dan memberikan kesempatan bagi Fakhri untuk mengamati praktik klinis, mengenal sistem pendidikan kedokteran, serta memahami pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit pendidikan internasional.
Selama program berlangsung, Fakhri menjalani rotasi klinis di Departemen Bedah Plastik dan Rekonstruksi. Kegiatan diawali dengan ward rounds untuk mengamati kondisi pasien pascaoperasi, proses penyembuhan luka, status flap, serta perkembangan kondisi klinis pasien. Fakhri juga mengikuti journal review yang membahas sejumlah topik, seperti Abdominal Wall Surgery, Pitanguy Ligament, Acquired Vaginal Defect, dan Fat Grafting. Diskusi tersebut memperluas pemahaman mengenai anatomi, prinsip rekonstruksi, serta perkembangan pendekatan dalam bedah plastik.
Pengalaman klinis kemudian diperkuat melalui observasi berbagai prosedur di bidang bedah plastik dan rekonstruksi. Fakhri mengamati antara lain koreksi post-syndactyly rotational deformity, injeksi triamcinolone pada jaringan parut luka bakar, lymphaticovenous anastomosis untuk limfedema, cleft palate repair, myringotomy, free flap, pharyngeal wall augmentation, bone burring, bursectomy, serta berbagai jenis rotational flap.
Melalui observasi tersebut, Fakhri mendapatkan gambaran mengenai indikasi tindakan, perencanaan flap, prinsip rekonstruksi jaringan lunak, hingga pentingnya perawatan pasien secara menyeluruh sebelum dan setelah tindakan. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran klinis yang mempertemukan pengetahuan teoritis dengan penerapannya dalam pelayanan pasien.
Pada rotasi berikutnya, Fakhri mengikuti kegiatan di Department of Respiratory Disease. Kegiatan klinis dilakukan melalui ward rounds bersama dokter untuk mengevaluasi pasien dengan berbagai penyakit respirasi. Dalam proses tersebut, Fakhri mempelajari penilaian kondisi pasien secara sistematis, pemeriksaan fisik respirasi, serta interpretasi pemeriksaan penunjang, termasuk foto toraks, analisis gas darah, dan spirometri.
Selain mengamati proses evaluasi pasien, Fakhri berkesempatan mengikuti sejumlah prosedur diagnostik dan terapeutik, antara lain thoracocentesis, pleural tapping, bronchoscopy, endobronchial biopsy, intubation, whole lung lavage, bronchial lavage, flexible bronchoscopy, dan ICD insertion. Pengalaman juga diperoleh melalui kegiatan di Asthma Clinic, COPD Clinic, dan Chest Clinic. Dari berbagai kegiatan tersebut, Fakhri mempelajari penanganan pasien rawat jalan, interpretasi fungsi paru, edukasi penggunaan inhaler, serta peran fisioterapi dalam rehabilitasi pasien dengan penyakit paru.
Student exchange tersebut juga menjadi kesempatan bagi Fakhri untuk mengenal sistem pendidikan kedokteran di Thailand. Melalui diskusi bersama mahasiswa, residen, dan dokter supervisor, Fakhri memperoleh gambaran mengenai pendidikan kedokteran yang berlangsung selama enam tahun, terdiri atas tiga tahun pendidikan pre-klinik dan tiga tahun pendidikan klinik. Pada tahap klinik, mahasiswa menjalani berbagai rotasi dan memperoleh evaluasi melalui kegiatan klinis, presentasi kasus, diskusi, ujian praktik, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan yang dihadapi selama program. Dalam kegiatan akademik, dokter supervisor dan residen dapat menggunakan bahasa Inggris. Namun, komunikasi klinis sehari-hari dengan pasien dan sejumlah dokumentasi medis menggunakan bahasa Thailand. Kondisi tersebut mendorong Fakhri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus mengenal istilah dasar yang digunakan dalam bahasa Thailand.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan wawasan dan kompetensi dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran klinis dan akademik di lingkungan internasional serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi lintas institusi dan negara. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




