FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Georgeano Yahoo Suwidono, turut melakukan Research Exchange by CIMSA SCORE di Faculty of Medicine, University of Ljubljana, Slovenia. Program yang berlangsung pada 1–29 September 2025 tersebut memberikan kesempatan bagi Georgeano untuk mendalami bidang patologi anatomi dan penelitian klinis melalui kegiatan observasi diagnostik, diskusi kasus, serta penyusunan case report dan research poster.
Selama mengikuti program, Georgeano menjalani kegiatan di Institute of Pathology, Faculty of Medicine, University of Ljubljana. Institut tersebut menjadi lingkungan pendidikan, diagnostik, dan penelitian patologi anatomi yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati berbagai proses pemeriksaan jaringan. Fasilitas yang tersedia mencakup pemeriksaan histopatologi, sitopatologi, imunohistokimia, hingga diagnostik molekuler yang mendukung pemeriksaan berbagai kasus, termasuk keganasan jaringan lunak dan tumor kepala-leher.
Dalam kegiatan research exchange tersebut, Georgeano berfokus pada penyusunan case report dan research poster berjudul “Alveolar Rhabdomyosarcoma of the Nasal Cavity: A Case Report.” Proses penyusunan dilakukan di bawah supervisi assist. Katarina Dimnik, DMD, PhD, serta mendapatkan dukungan supervisor lain dalam kegiatan diagnostik dan diskusi kasus.
Pengalaman akademik yang diperoleh tidak terbatas pada penyusunan karya ilmiah. Georgeano juga berkesempatan mengamati secara langsung sejumlah tahapan diagnostik patologi anatomi, mulai dari pemeriksaan makroskopik atau gross examination spesimen, evaluasi mikroskopik preparat histopatologi, interpretasi pemeriksaan imunohistokimia, hingga pembahasan mengenai diagnosis banding pada kasus neoplasma.
Melalui supervisi dan diskusi bersama dokter patologi, Georgeano mempelajari pendekatan yang sistematis dalam proses penegakan diagnosis. Pembelajaran tersebut menekankan pentingnya menghubungkan temuan klinis dengan gambaran morfologi jaringan serta hasil pemeriksaan penunjang. Korelasi berbagai informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan diagnosis secara tepat dan berbasis bukti.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengalaman dan kompetensi akademik mahasiswa. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman penelitian dan praktik diagnostik yang mendukung perkembangan ilmu kedokteran. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi).




