FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Meylia Naomi Gracia Panggabean, mengikuti Clinical Exchange International di Departemen Neurosurgery dan General Surgery, Palacký University Olomouc, Republik Ceko. Kegiatan yang berlangsung selama lima minggu, pada 6 Oktober hingga 7 November 2025, menjadi kesempatan bagi Meylia untuk memperluas wawasan klinis dan memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan rumah sakit internasional dengan sistem pelayanan kesehatan yang berbeda dari Indonesia.
Rangkaian clinical exchange tersebut dibagi dalam dua rotasi utama. Pada minggu pertama, Meylia menjalani rotasi di bidang Neurosurgery, kemudian melanjutkan rotasi General Surgery pada minggu kedua hingga kelima. Selama mengikuti kedua rotasi tersebut, pengalaman pembelajaran diarahkan pada penguatan kedisiplinan, pengetahuan dan keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi interprofesional. Pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan prosedur klinis, tetapi juga mencakup pengelolaan pasien, sistem pelayanan rumah sakit, penanganan kegawatdaruratan, hingga pemahaman terhadap kasus bedah yang kompleks.
Pada rotasi Neurosurgery, Meylia mendapatkan paparan terhadap beragam kasus yang membutuhkan penanganan bedah, di antaranya craniotomy, trauma vaskular intrakranial, penyakit degeneratif tulang belakang, dan tumor. Melalui observasi di ruang operasi serta diskusi klinis, ia memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pengambilan keputusan klinis, penentuan indikasi tindakan, serta prinsip penatalaksanaan pasien dengan gangguan neurologis yang membutuhkan intervensi bedah. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana pengetahuan klinis diterapkan dalam menghadapi kondisi pasien yang kompleks.
Pembelajaran berlanjut pada rotasi General Surgery dengan cakupan pengalaman yang lebih beragam. Meylia mempelajari berbagai teknik dasar pembedahan, termasuk penggunaan instrumen bedah dan teknik knot tying. Ia juga mendapatkan wawasan mengenai penanganan trauma torakoabdominal serta trauma pada ekstremitas atas dan bawah. Selain itu, mahasiswa berkesempatan mengamati prosedur minor seperti trakeostomi. Berbagai pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mengenai prinsip dasar pembedahan sekaligus melatih kemampuan observasi dan penalaran klinis.
Aspek perawatan pasien kritis juga menjadi bagian dari pembelajaran. Meylia mendapatkan pengalaman dalam mengamati pemantauan pasien di Intensive Care Unit (ICU), prosedur pemasangan central venous line, serta penatalaksanaan kondisi sistemik seperti Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS), sepsis, dan syok. Pembelajaran juga mencakup pembahasan kasus khusus dalam bidang bedah, antara lain transplantasi, bedah onkologi, serta bedah endokrin yang melibatkan kasus tiroid, paratiroid, dan adrenal. Dalam seluruh proses tersebut, prinsip pengendalian infeksi, teknik aseptik, dan keselamatan pasien menjadi bagian penting yang turut diperhatikan.
Clinical exchange ini tidak hanya berlangsung dalam konteks pelayanan klinis. Setiap minggu, Meylia juga mengembangkan dan mempresentasikan materi edukasi kesehatan kepada masyarakat. Beberapa topik yang disampaikan meliputi “Headache Red Flags”, “First Aid for Bleeding”, “Head Trauma”, dan “Pediatric Seizures”. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam menyederhanakan informasi medis agar dapat dipahami secara komunikatif dan relevan oleh masyarakat. Pada saat yang sama, pengalaman presentasi dalam lingkungan internasional turut meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan edukasi kesehatan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi pelayanan kesehatan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran klinis internasional, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik lintas negara. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




