Mahasiswa FK-KMK UGM Mengembangkan Kompetensi Biologi Molekuler dan Konseling Genetik melalui Magang

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pengalaman pembelajaran melalui kegiatan magang di Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Semarang. Kegiatan yang diikuti Yardan Raynardo Affandi Prajoko tersebut berlangsung pada 8 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, dengan fokus pembelajaran pada biologi molekuler, sitogenetika, genetika klinis, dan konseling genetik.

Selama magang, Yardan mengikuti alur pemeriksaan biologi molekuler mulai dari tahap pra-analitik hingga pasca-analitik. Ia memperoleh pengalaman dalam proses koleksi sampel darah pasien, ekstraksi DNA, preparasi master mix PCR, pengaturan mesin PCR untuk amplifikasi gen, hingga visualisasi hasil melalui elektroforesis gel. Rangkaian tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tahapan pemeriksaan molekuler dan keterkaitannya dengan kebutuhan diagnosis klinis.

Pengalaman serupa diperoleh melalui pembelajaran sitogenetika. Yardan mempelajari proses preparasi kultur darah pasien yang meliputi harvesting, fiksasi sel, pembuatan preparat dengan teknik slide dropping, serta pewarnaan HE. Ia juga mengamati perkembangan teknologi pemeriksaan genetik melalui penggunaan aplikasi digital karyotyping. Dari proses tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenal prosedur laboratorium, tetapi juga melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk membantu pemeriksaan dan analisis kelainan kromosom.

Pemahaman semakin berkembang ketika Yardan berhadapan dengan kasus genetik dan analisis klinis. Ia berkesempatan mengidentifikasi kelainan kromosom berdasarkan kasus nyata serta mempelajari interpretasi data hasil pemeriksaan laboratorium untuk mendukung penegakan diagnosis, termasuk pada kasus Azoospermia Factor (AZF). Pengalaman ini mendorongnya untuk menghubungkan konsep ilmu kedokteran dasar dengan temuan laboratorium dan kondisi klinis pasien secara lebih sistematis.

Aspek komunikasi medis juga menjadi bagian dari pengalaman magang. Yardan melakukan observasi di Klinik Konseling Genetik Anak, khususnya pada kasus dismorfologi. Ia mengamati proses post-counselling bersama pasien dan berlatih membangun empati serta komunikasi medis melalui praktikum roleplay kasus konseling genetik. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penanganan kasus genetik tidak berhenti pada kemampuan melakukan pemeriksaan atau membaca hasil laboratorium.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktik. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi yang mendukung pemeriksaan dan pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).