FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Dwita Nuur ’Aqiila, melaksanakan praktik magang di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam pelayanan kesehatan, kegiatan kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan magang tersebut berlangsung pada Oktober hingga November 2025 di lingkungan PMI Kabupaten Sleman dan mencakup pengalaman di pelayanan klinik, Unit Donor Darah (UDD), posko relawan, serta kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Selama berada di Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman, Dwita mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas pelayanan kesehatan. Ia mempelajari proses anamnesis, pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan pemeriksaan GCU. Selain itu, mahasiswa turut memberikan edukasi kesehatan kepada pasien maupun pendonor serta mengamati proses penyerahan obat.
Pengalaman tersebut membuat Dwita dapat melihat pelayanan pasien secara lebih utuh. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui pengamatan pemeriksaan dan tata laksana medis, tetapi juga mencakup aspek administrasi pelayanan. Ia mempelajari proses pendaftaran, pencatatan hasil anamnesis dan pemeriksaan dokter, pencatatan resep, hingga pengelolaan administrasi peserta BPJS.
Aspek promotif dan preventif juga menjadi bagian dari pengalaman selama magang. Ketika mendampingi pendonor yang menjalani pemeriksaan GCU, Dwita turut memberikan informasi mengenai interpretasi hasil pemeriksaan, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya mencegah penyakit metabolik. Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi kesehatan sekaligus memahami bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan.
Untuk memperdalam pemahaman terhadap kasus yang ditemui, kegiatan magang dilengkapi dengan journal reading dan diskusi kasus. Literatur ilmiah digunakan sebagai dasar untuk mendukung pembelajaran berbasis evidence-based medicine. Selanjutnya, mahasiswa mendiskusikan pendekatan diagnosis, pilihan terapi, dan bentuk edukasi yang sesuai dengan kondisi pasien bersama tenaga kesehatan.
Tidak hanya di fasilitas pelayanan kesehatan, Dwita juga mengenal sistem kesiapsiagaan melalui kegiatan di Posko Relawan PMI. Posko yang beroperasi selama 24 jam tersebut menjadi bagian dari mekanisme kesiapsiagaan dan respons terhadap berbagai kondisi darurat. Mahasiswa mengikuti sistem kerja dalam tiga shift bersama relawan Tenaga Sukarela (TSR) dan Korps Sukarela (KSR).
Selain pelayanan kesehatan dan respons kedaruratan, pengalaman di PMI juga memperkenalkan Dwita pada aspek pendidikan dan pelatihan. Melalui kegiatan Diklat PMI, mahasiswa terlibat dalam proses pembelajaran bagi peserta didik Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah. Dwita juga turut mendampingi peserta dalam kegiatan Jumbara dan Temu Karya (Jumtek) yang dilaksanakan pada 27–29 September 2025.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pembelajaran dan pengalaman pelayanan kesehatan bagi masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pengalaman pembelajaran langsung dan berbasis praktik. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi mahasiswa dengan tenaga kesehatan, pengurus, dan relawan dalam berbagai kegiatan PMI. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi).




