Mahasiswa FK-KMK UGM Pelajari Praktik Medikolegal dan Forensik di Mahidol University

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Joan Balqis Johand mengikuti kegiatan magang atau elektif di Departemen Patologi Forensik Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan pengalaman akademik mahasiswa dalam memahami praktik kedokteran forensik sekaligus penerapan ilmu medikolegal dalam sistem kesehatan dan hukum di lingkungan internasional.

Magang dilaksanakan pada 6–31 Oktober 2025 di Departemen Patologi Forensik Ramathibodi Hospital. Selama hampir satu bulan, Joan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran dan observasi yang mempertemukannya secara langsung dengan praktik kedokteran forensik. Lingkungan akademik yang profesional dan terbuka memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran, berdiskusi dengan tenaga ahli, serta memahami bagaimana ilmu forensik diterapkan dalam menangani kasus kematian dan mendukung proses penegakan hukum.

Salah satu pengalaman utama yang diperoleh Joan adalah mengamati pelaksanaan autopsi medikolegal. Dalam kegiatan tersebut, ia mempelajari tahapan pemeriksaan eksternal dan internal jenazah, pemeriksaan serta pemotongan organ, hingga pengambilan sampel untuk pemeriksaan toksikologi dan histopatologi. Temuan yang diperoleh kemudian menjadi bagian dari pembahasan forensik untuk memahami mekanisme cedera dan membantu menentukan penyebab kematian.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai keterkaitan antara anatomi, patologi, mekanisme cedera, dan proses penentuan cause of death serta manner of death. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui observasi, tetapi juga diperkuat dengan diskusi bersama supervisor, residen, dan staf Departemen Patologi Forensik.

Tidak hanya berada di lingkungan rumah sakit, Joan juga mendapatkan kesempatan mengikuti kunjungan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim forensik. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana dokter forensik bekerja bersama pihak kepolisian dalam proses investigasi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pekerjaan dokter forensik tidak terlepas dari proses pengumpulan dan interpretasi informasi yang diperlukan untuk mendukung penyelidikan secara ilmiah.

Pada bidang histopatologi forensik, Joan mengamati berbagai preparat jaringan yang berkaitan dengan kasus trauma, infeksi, dan temuan patologis lainnya. Pengamatan tersebut membantu memperkuat pemahaman mengenai perubahan pada tingkat jaringan yang dapat memberikan informasi dalam proses penentuan penyebab kematian. Temuan mikroskopis juga dipahami dalam kaitannya dengan informasi patologi, toksikologi, dan kondisi klinis seseorang.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran berbasis praktik dan internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui hubungan akademik dan pertukaran pengalaman lintas institusi. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum, S.Psi)