FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) bersama UNESCO Chair in Bioethics UGM menyelenggarakan Sharing Session on Bioethics Research Experience sebagai bagian dari rangkaian program Student Visit yang diikuti oleh Bryce Bennett, mahasiswa tingkat akhir Colgate University, Amerika Serikat. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Juni 2026 di Yogyakarta ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai penelitian bioetika antara mahasiswa internasional dengan mahasiswa Program Studi Magister Bioetika UGM.
Sharing session dipandu oleh dr. Wika Hartanti, MIH, selaku perwakilan CBMH dan UNESCO Chair in Bioethics UGM. Dalam suasana yang hangat dan partisipatif, para peserta diajak berdiskusi mengenai pengalaman penelitian, tantangan dalam kajian bioetika, serta berbagai perspektif yang berkembang di tingkat global maupun lokal. Forum ini memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk saling bertukar pandangan dan merefleksikan berbagai persoalan etik yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik profesional.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan yang memungkinkan seluruh peserta mengenal latar belakang pendidikan, profesi, serta daerah asal masing-masing. Mahasiswa Program Studi Magister Bioetika UGM yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia sehingga menghadirkan keragaman pengalaman dan sudut pandang. Keberagaman tersebut menjadi nilai tambah dalam diskusi karena setiap peserta membawa perspektif yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan pengalaman hidup yang berbeda.
Pada sesi berbagi pengalaman, Bryce Bennett memperkenalkan latar belakang studinya di bidang filsafat (philosophy) serta ketertarikannya pada kajian ethics, medical ethics, dan clinical ethics. Ia juga menceritakan pengalamannya mendampingi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial. Pengalaman tersebut menjadi titik awal pembahasan mengenai berbagai dilema etik yang dapat muncul dalam pelayanan sosial, dunia kesehatan, maupun interaksi dengan kelompok rentan. Diskusi berkembang menjadi refleksi bersama mengenai pentingnya empati, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek moral.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis pertukaran pengetahuan lintas budaya. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan diwujudkan melalui penghargaan terhadap keberagaman perspektif, pengalaman, dan nilai budaya dalam diskusi bioetika. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi akademik antara FK-KMK UGM, UNESCO Chair in Bioethics UGM, dan Colgate University dalam memperkuat pengembangan bioetika di tingkat internasional. (Kontributor: Rafi).




