FK-KMK UGM Kembangkan Kit Komunikasi untuk Mendukung Layanan Kesehatan Ramah Tuli

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kit Komunikasi untuk Layanan Kesehatan Ramah Tuli pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengembangkan media komunikasi untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih inklusif bagi komunitas Tuli. Workshop tersebut menjadi langkah awal dalam merancang perangkat komunikasi yang mampu menjembatani interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien Tuli sehingga pelayanan di fasilitas kesehatan primer dapat berlangsung lebih efektif, setara, dan mudah dipahami.

Workshop diikuti oleh tujuh anggota Tim Pengabdian Masyarakat CHBP FK-KMK UGM yang diketuai oleh dr. Ardhina Ramania, M.P.H. Tim terdiri atas tenaga kependidikan, asisten peneliti, serta mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan inovasi pelayanan kesehatan inklusif. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu menghasilkan media komunikasi yang tidak hanya memiliki dasar ilmiah yang kuat, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep pengembangan media komunikasi yang berorientasi pada kebutuhan penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli. Setelah memperoleh pemahaman mengenai tujuan dan arah pengembangan media, peserta mengikuti sesi brainstorming untuk mengidentifikasi berbagai tantangan komunikasi yang sering terjadi dalam pelayanan kesehatan primer. Setiap peserta kemudian mempresentasikan gagasan yang dimiliki sebagai bahan diskusi bersama sebelum menyusun kerangka media yang akan dikembangkan.

Kit komunikasi yang akan dikembangkan dirancang untuk mendukung berbagai tahapan pelayanan di fasilitas kesehatan primer. Mulai dari proses anamnesis atau penggalian riwayat kesehatan pasien, penyampaian edukasi mengenai kondisi kesehatan dan tindakan medis, hingga pemberian informasi terkait penggunaan obat dan tindak lanjut pengobatan. Dengan adanya media komunikasi yang lebih terstruktur, diharapkan hambatan komunikasi yang selama ini dialami oleh komunitas Tuli dapat diminimalkan sehingga kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih optimal.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan media yang memperluas akses penyandang disabilitas. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan mengurangi hambatan komunikasi yang selama ini dihadapi komunitas Tuli dalam memperoleh layanan kesehatan. Kolaborasi antara CHBP FK-KMK UGM, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan komunitas Tuli juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti).