FK-KMK UGM. Staf pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., dianugerahi gelar Doctor of Laws honoris causa dari University of Dundee, Skotlandia, Britania Raya, pada Jumat (26/6/2026). Penghargaan tertinggi ini diberikan salah satunya atas kontribusi luar biasa Prof. Ova dalam mempelopori pembaruan metode pembelajaran kedokteran di Indonesia melalui penerapan kurikulum Problem-Based Learning (PBL) sebagai program pembelajaran inovatif di FK-KMK UGM.
Penganugerahan gelar kehormatan tersebut dilakukan langsung oleh Kanselir University of Dundee, The Rt Hon. The Lord George Robertson of Port Ellen KT, dalam upacara wisuda di hadapan para lulusan Sekolah Kedokteran setempat. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mendalam Prof. Ova dalam pengembangan pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, serta kepemimpinannya yang visioner di bidang pendidikan tinggi nasional.
Dalam pidato penganugerahannya, Prof. Ova yang juga merupakan alumnus program magister Medical Education University of Dundee tahun 1991, mengungkapkan bahwa model pembelajaran PBL yang diadopsinya dari universitas tersebut telah menjadi pondasi krusial bagi transformasi pendidikan kedokteran di tanah air. Metode yang menitikberatkan pada pemecahan masalah klinis secara aktif oleh mahasiswa ini berhasil menjadikan UGM sebagai pelopor pembaruan metode pembelajaran nasional dan pusat pengembangan sumber belajar kedokteran.
Sebagai staf pengajar di FK-KMK UGM, Prof. Ova terus konsisten mendorong agar reformasi metode pendidikan kedokteran dijadikan sebagai prioritas nasional. Komitmennya dalam mengintegrasikan program pembelajaran modern yang menantang mahasiswa keluar dari zona nyaman terbukti mampu mencetak lulusan tenaga medis yang adaptif dan kritis. Keberhasilannya menerapkan inovasi kurikulum PBL ini turut memperkuat posisi UGM dalam memengaruhi kebijakan tata kelola pendidikan tinggi, termasuk mempercepat standardisasi akreditasi seluruh fakultas kedokteran di Indonesia.
Penerapan inovasi metode pembelajaran Problem-Based Learning yang digerakkan oleh Prof. Ova Emilia ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui metode kurikulum PBL ini, mutu pendidikan tinggi kedokteran ditingkatkan secara signifikan guna menghasilkan lulusan serta tenaga kesehatan yang kompeten, kritis, dan responsif. Transformasi kualitas pendidikan kedokteran yang bermutu tinggi ini pada gilirannya menjadi pilar utama dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat nasional, demi mewujudkan kehidupan yang sehat dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Penulis: Citra/Humas).



