FK-KKMK UGM. Tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Lembaga Indonesia Ramah Lansia menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Fasilitator Sekolah Lansia pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di BKKBN Yogyakarta. Pelatihan diikuti oleh kader kesehatan dari beberapa kapanewon di DIY. Para kader dipersiapkan menjadi fasilitator dan pengajar Sekolah Lansia di wilayah DIY.
Penyelenggaraan kegiatan ini berakar pada tantangan besar saat ini yang dihadapi DIY sebagai provinsi dengan persentase lansia tertinggi di Indonesia. Menurut hasil survei penduduk oleh Badan Pusat Statistik tahun 2025, persentase penduduk usia 60 tahun ke atas di DIY mencapai 17,83 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, yaitu 11,97 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa Yogyakarta telah memasuki fase ageing population, yang membutuhkan upaya serius dalam menjaga kualitas hidup lansia di wilayah tersebut.
Proses menua berkaitan dengan meningkatnya risiko masalah kesehatan fisik, mental, penurunan fungsi kognitif, risiko jatuh, keterbatasan aktivitas sehari-hari, hingga penurunan keberdayaan dan kemandirian. Diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat agar lansia tetap dapat hidup sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Dalam menghadapi kondisi tersebut, salah satu strategi yang dikembangkan di DIY adalah melalui Sekolah Lansia, yaitu sarana pembelajaran bagi lansia untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas hidup pada usia lanjut.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta ToT memperoleh pembekalan mengenai kebijakan pengelolaan dan kurikulum Sekolah Lansia, serta berbagai materi terkait kesehatan lansia. Berbagai materi diberikan untuk membekali kader dalam mendampingi lansia, mulai dari konsep menua sehat dan aktif, pengenalan masalah fisik dan psikologis pada lansia, pencegahan risiko jatuh, pemenuhan gizi seimbang, hingga upaya mempertahankan keberdayaan di usia lanjut. Diskusi kelompok, simulasi mengajar oleh peserta ToT, serta pre-test dan post-test juga dilakukan untuk menilai pemahaman peserta. Melalui pelatihan ini, kader kesehatan diharapkan telah siap menjadi fasilitator yang mampu membimbing kelompok lansia di komunitas.
Kegiatan ini sejalan dengan agenda Decade of Healthy Ageing 2021–2030 dari WHO dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan lansia.
Setelah mendapatkan pembekalan melalui kegiatan ToT ini, para peserta diharapkan dapat mulai mendirikan dan mengembangkan Sekolah Lansia di wilayah masing-masing sebagai upaya pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, hingga masyarakat. Sekolah Lansia diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pendampingan yang membantu lansia mencapai kualitas hidup yang lebih baik di Yogyakarta. (Kontributor: Sarly Puspita Ariesa).




