FK-KMK UGM Perkuat Sistem Deteksi Dini Penyakit melalui Monitoring Studi Wastewater Surveillance di Medan

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak – Pediatric Research Office (PKKA-PRO) melaksanakan kegiatan Site Visit Monitoring Sampling Lapangan Studi Wastewater Surveillance (WS) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan yang bertujuan memastikan proses pengambilan, penyimpanan, hingga pengiriman sampel air limbah berjalan sesuai standar penelitian ini dipimpin oleh Rizka Dinari, S.Gz., MPH selaku Project Manager Penelitian PKKA-PRO UGM bersama Bayu Adji Pratama, S.PWK sebagai Asisten Lapangan. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas data penelitian sekaligus memperkuat pengembangan sistem deteksi dini penyakit berbasis surveilans lingkungan.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara PKKA-PRO FK-KMK UGM, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Medan, dan Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Tim Balai Labkesmas Medan yang terlibat antara lain Muhammad Arifin, S.Si., M.Sc., Muhammad Wahyudi, S.Si., Panji Wibowo H., S.Si., Handi Humaliang, SKM, dan Mangatur T. Maruli Tobing, SKM. Sementara itu, Perumda Tirtanadi mendukung pelaksanaan kegiatan melalui Iwan Hamsar Siregar, ST, M.Si., Evi Rina Parapat, S.Si., Edi Suwito, ST, Diki Zulkarnaen, serta Zulkifli yang mendampingi proses sampling di lapangan.

Pada hari pertama, tim monitoring melakukan evaluasi terhadap dokumen administrasi penelitian, pengelolaan logistik, serta sistem penyimpanan sampel di Balai Labkesmas Medan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa koordinasi antarlembaga berjalan dengan baik dan seluruh kebutuhan logistik penelitian masih tersedia dalam jumlah yang memadai. Selain itu, sampel sisa aliquot dari batch sebelumnya juga dipastikan tersimpan pada suhu yang sesuai sehingga kualitasnya tetap terjaga untuk kebutuhan analisis lebih lanjut.

Kegiatan hari kedua dan ketiga difokuskan pada pemantauan langsung proses pengambilan sampel di sejumlah lokasi strategis, yakni IPAL Cemara Medan, Manhole Cemara Asri, Stasiun Pompa Jalan HM Yamin, dan Stasiun Pompa Jalan Masjid Taufik. Seluruh tahapan sampling berlangsung sesuai prosedur penelitian, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengukuran parameter kualitas air, pengisian data lapangan melalui aplikasi KoboCollect, hingga proses transportasi sampel menuju laboratorium.

Tim monitoring juga memastikan bahwa pengendalian suhu selama proses mobilisasi sampel berjalan optimal melalui penggunaan coolbox, ice pack, dan data logger. Langkah ini sangat penting untuk menjaga integritas sampel sehingga hasil analisis yang diperoleh tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain mengawasi proses sampling, tim juga memantau kegiatan aliquoting dan penyimpanan sampel di laboratorium lokal. Sampel yang diterima diproses menjadi beberapa aliquot menggunakan conical tube sesuai kebutuhan analisis. Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan prosedur keamanan biologis, sistem identifikasi sampel yang tepat, serta pengendalian suhu penyimpanan. Pada akhir kegiatan, proses pengiriman sampel menuju Yogyakarta melalui layanan MSA Kargo berlangsung lancar dan seluruh sampel diterima oleh tim peneliti UGM dalam kondisi baik.

Melalui studi Wastewater Surveillance, peneliti dapat memantau keberadaan berbagai patogen dalam lingkungan melalui sampel air limbah. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi tren penyebaran penyakit secara lebih cepat di tingkat komunitas, sehingga dapat mendukung pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih responsif.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, laboratorium kesehatan masyarakat, dan perusahaan daerah dalam mengembangkan sistem surveilans kesehatan yang lebih tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Kontributor: Bayu Adji Pratama, Dhimas Sholikhul Huda).