FK-KMK UGM dan SANOFI Eksplorasi Kerja Sama Pengembangan Vaksin untuk Mendukung Sistem Kesehatan Indonesia

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak dan Penyakit Tropis (PKKA-PRO) menyelenggarakan pertemuan dengan perusahaan farmasi global SANOFI guna membahas pengembangan vaksin, peluang kolaborasi riset, serta penguatan industri farmasi nasional. Kegiatan yang berlangsung pada 11 Mei 2026 di Ruang Sekretariat Bersama FK-KMK UGM. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tim PKKA-PRO FK-KMK UGM yang terdiri atas Prof. Jarir At Thobari, D.Pharm., PhD, apt. Sarah Ulfa, S.Farm., MPH, dan apt. Febrianti Tri Puspitasari, M.Pharm.Sci. Sementara itu, SANOFI diwakili oleh Li Ying Tay dan Massimiliano Meneghello. Diskusi berlangsung secara intensif dengan fokus pada pengembangan vaksin, kebijakan imunisasi, serta peluang kemitraan antara institusi akademik dan industri farmasi.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan SANOFI memaparkan hasil cost-minimization analysis study mengenai penggunaan vaksin Hexaxim yang telah diterapkan di beberapa negara, antara lain Korea Selatan, Argentina, Chile, dan Peru. Studi tersebut menunjukkan berbagai manfaat efisiensi yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan imunisasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selain mempresentasikan hasil kajian tersebut, SANOFI juga menyampaikan rencana implementasi vaksin Hexaxim di Indonesia. Diskusi yang berkembang menyoroti berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan sistem kesehatan, keberlanjutan program imunisasi nasional, hingga potensi dampak penggunaan vaksin terhadap peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Para peserta juga membahas peluang kerja sama yang lebih luas antara SANOFI dan perusahaan farmasi nasional dalam bidang transfer teknologi dan pengembangan produksi vaksin lokal. Inisiatif tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kapasitas industri farmasi Indonesia, memperkuat kemandirian produksi vaksin, serta mendukung ketahanan kesehatan nasional dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa mendatang.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan akses terhadap imunisasi yang berkualitas dan berbasis inovasi. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset, transfer teknologi, dan pengembangan industri farmasi nasional. Kolaborasi antara FK-KMK UGM dan SANOFI juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Sarah Ulfa, Dhimas Sholikhul Huda.).