FK-KMK UGM. Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Intermediate to Advanced Workshop Immunohepatology 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan di bidang imunohematologi. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Terpadu, Gedung Radiopoetro Lantai 3 FK-KMK UGM pada 27–28 April 2026 ini diikuti oleh dokter spesialis Patologi Klinik, dokter umum, tenaga teknologi laboratorium medik, serta teknisi pelayanan darah dari berbagai institusi kesehatan.
Workshop yang digagas oleh Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK(K) tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi para profesional kesehatan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam bidang imunohematologi tingkat intermediet hingga lanjut. Bidang keilmuan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keamanan transfusi darah, meningkatkan akurasi diagnosis gangguan hemolitik, serta membantu penanganan berbagai kasus kompleks yang semakin sering ditemukan dalam praktik laboratorium modern.
Perkembangan ilmu dan teknologi laboratorium kesehatan menuntut tenaga profesional untuk terus memperbarui kompetensinya, terutama dalam menghadapi kasus-kasus yang melibatkan antibodi ganda, autoantibodi, hingga fenotip darah langka. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pembaruan pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperkuat kemampuan analisis dan pengambilan keputusan berbasis hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki keahlian di bidang patologi klinik, hematologi, dan transfusi darah. Dari lingkungan FK-KMK UGM, materi disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Usi Sukorini, M.Kes., Sp.PK(K) dan Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK(K). Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan dari Dr. dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.PK(K) dari Universitas Udayana serta Dato’ Dr. Faraizah Dato’ Haji Abdul Karim, konsultan patologi hematologi dan transfusi dari Institut Jantung Negara, Malaysia.
Berbagai materi yang disampaikan mencakup perkembangan terkini dalam pemeriksaan imunohematologi, pendekatan diagnostik pada kasus-kasus kompleks, serta strategi pemecahan masalah yang sering ditemui dalam praktik pelayanan laboratorium dan transfusi darah. Kehadiran narasumber internasional juga memberikan perspektif global mengenai standar pelayanan dan perkembangan teknologi terkini di bidang tersebut.
Peserta juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui diskusi berbasis kasus (case-based discussion) dan praktik laboratorium secara langsung. Pada sesi praktik, peserta mempelajari penerapan Column Agglutination Technique (CAT) dan Enzyme-Enhanced Methods, dua metode penting yang banyak digunakan dalam pemeriksaan imunohematologi modern. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk memahami penerapan teori dalam situasi nyata sekaligus meningkatkan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam pelayanan laboratorium.
Sebanyak 40 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari dengan antusias. Interaksi aktif antara peserta dan narasumber menjadi salah satu nilai tambah yang memperkaya proses pembelajaran. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan terbaru, tetapi juga kesempatan untuk bertukar pengalaman dan mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik sehari-hari.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kualitas pemeriksaan laboratorium. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang memperkuat kapasitas profesional tenaga kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, institusi pendidikan, dan pakar internasional dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. (Kontributor: Pranindya Rinastiti).




