FK-KMK UGM Berkontribusi dalam MCUE 2026 dan Raih Prestasi pada Kompetisi Ilmiah Urologi Nasional

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam Malang Continuing Urology Education (MCUE) 2026 yang diselenggarakan pada 27 April hingga 2 Mei 2026 di Malang. Keterlibatan Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam kegiatan pendidikan ini diwujudkan melalui kontribusi para staf pengajar sebagai narasumber pada berbagai sesi ilmiah serta keikutsertaan peserta didik dalam kompetisi akademik.

Pada sesi simposium, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), membawakan materi bertajuk How Prepared and Deal for Complication in Laparoscopy Surgery. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya persiapan yang matang dan strategi penanganan komplikasi dalam prosedur bedah laparoskopi. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam sesi MCUE Cinema: Laparoscopic in Oncology: Approach and Position yang membahas teknik, orientasi, dan akses pembedahan laparoskopi pada kasus-kasus onkologi urologi.

Selain itu, Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K), yang membahas manajemen risiko melalui materi Managing the Unexpected: Complication Control in Antireflux Procedures. Materi tersebut mengulas pentingnya kesiapan klinisi dalam menghadapi berbagai kemungkinan komplikasi pada tindakan antirefluks. Pada sesi MCUE Cinema, ia juga membagikan pengalaman dan pendekatan dalam penanganan hipospadia melalui prosedur Proximal Hypospadia Repair (Labo Urethroplasty) dan Sleeve Resection Circumcision, dengan menekankan aspek fungsional dan hasil kosmetik yang optimal bagi pasien.

Sementara itu, dr. Muhammad Radityo Hendarso, Sp.U, memberikan paparan mengenai Role of Preoperative Imaging and Evaluation in Urethral Repair. Ia menegaskan bahwa keberhasilan rekonstruksi uretra tidak hanya ditentukan oleh keterampilan saat operasi, tetapi juga oleh kualitas evaluasi dan pencitraan praoperatif yang komprehensif. Persiapan yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam menentukan strategi tindakan yang tepat dan meningkatkan hasil klinis pasien.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan urologi berbasis ilmu pengetahuan terkini. SDG 4 Pendidikan Berkualitas karena memberikan ruang pembelajaran berkelanjutan, pengembangan kompetensi professional. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi klinis, dan pemanfaatan teknologi kesehatan modern dalam praktik urologi. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam memperkuat jejaring akademik dan profesional guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. (Kontributor: Urologi FK-KMK UGM).