FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Grand Round Presentation untuk memperkuat pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di bidang Dermatologi dan Venereologi. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 ini menghadirkan para akademisi, klinisi, dosen, residen, dan peserta didik dalam sebuah ruang diskusi yang bertujuan memperkaya wawasan keilmuan serta membahas perkembangan terkini dalam praktik kedokteran kulit dan kelamin.
Kegiatan Grand Round Presentation dipandu oleh Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Subsp.D.T. sebagai moderator, serta menghadirkan Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D. sebagai guest moderator. Kehadiran pakar nasional dan internasional dalam forum ini menjadi nilai tambah yang penting dalam memperluas perspektif peserta terhadap berbagai isu, tantangan, dan inovasi di bidang Dermatologi dan Venereologi.
Berbagai kasus yang dibahas memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengkaji pendekatan diagnosis, tata laksana pasien, serta perkembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan praktik klinis saat ini. Forum seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berkelanjutan yang mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Selain membahas aspek klinis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong budaya akademik yang kuat di lingkungan FK-KMK UGM. Melalui diskusi multidisiplin dan pertukaran pengalaman, peserta dapat memperoleh wawasan baru yang berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas profesional serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah. Kehadiran akademisi dari berbagai latar belakang juga memperkaya sudut pandang dalam memahami kompleksitas kasus-kasus dermatologi dan venereologi yang terus berkembang.
Grand Round Presentation merupakan salah satu bentuk komitmen Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM dalam menciptakan lingkungan akademik yang dinamis dan kolaboratif. Kegiatan ilmiah semacam ini tidak hanya mendukung peningkatan kemampuan klinis peserta didik dan tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat jejaring profesional yang dapat mendorong lahirnya kolaborasi penelitian maupun pengembangan layanan kesehatan di masa mendatang.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyelenggaraan forum akademik yang mendorong pembelajaran berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas profesional. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui keterlibatan akademisi dan pakar dari berbagai institusi yang memperkuat kolaborasi ilmiah dalam pengembangan ilmu Dermatologi dan Venereologi. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).




