FK-KMK UGM Bersama Puskesmas Purworejo Perkuat Upaya Pengendalian Resistensi Antimikroba melalui AWaRe1

FK-KMK UGM.  Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama sejumlah puskesmas di Kabupaten Purworejo memulai persiapan implementasi intervensi AWaRe1, sebuah proyek internasional yang bertujuan meningkatkan praktik peresepan antibiotik secara rasional di layanan kesehatan primer. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 April 2026 di Purworejo ini untuk mengatasi resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR), yaitu kondisi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik akibat penggunaan yang berlebihan maupun tidak tepat.

Resistensi antimikroba saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat dunia. Berbagai studi menunjukkan bahwa lebih dari separuh resep antibiotik di layanan kesehatan primer masih berpotensi tidak diperlukan. Kondisi tersebut dapat mempercepat munculnya bakteri resisten yang pada akhirnya menyulitkan penanganan infeksi dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan. Melalui program AWaRe1, FK-KMK UGM bersama mitra internasional berupaya mendorong perubahan perilaku peresepan antibiotik dengan pendekatan yang berbasis bukti, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan akan dibekali berbagai perangkat pendukung, seperti AWaRe Antibiotic Book Tool, poster edukasi pasien, serta audit log yang digunakan untuk merefleksikan dan mengevaluasi praktik peresepan antibiotik. Program ini mengusung pesan utama “Mari bekerja sama menggunakan antibiotik secara tepat”, yang menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menjaga efektivitas antibiotik bagi generasi mendatang.

Sebanyak 12 puskesmas di Kabupaten Purworejo dipilih secara acak untuk mengikuti program ini, yaitu Puskesmas Banyuasin, Dadirejo, Bayan, Gebang, Bragolan, Ngombol, Bubutan, Pituruh, Butuh, Purworejo, Cangkrep, dan Winong. Para tenaga kesehatan dari fasilitas tersebut akan mengikuti pelatihan interaktif berbasis studi kasus yang dipandu oleh AWaRe Champions, yaitu tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari Pusat Kesehatan Reproduksi (Center for Reproductive Health) FK-KMK UGM.

Rangkaian pelatihan diawali dengan workshop Champion selama satu hari, kemudian dilanjutkan dengan tiga sesi pelatihan berdurasi 1 hingga 1,5 jam yang dilaksanakan setiap satu sampai dua minggu. Untuk memastikan keberlanjutan program, sesi pendampingan bulanan akan tetap berlangsung selama enam bulan berikutnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus memperkuat komitmen tenaga kesehatan dalam menerapkan praktik peresepan antibiotik yang tepat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan resistensi antimikroba dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan berbasis bukti ilmiah. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung melalui penguatan layanan kesehatan primer yang lebih berkualitas dan merata di tingkat masyarakat. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, puskesmas, serta berbagai mitra internasional dalam mengembangkan solusi bersama untuk menghadapi tantangan kesehatan global. (Kontributor: Yunita Tri Agustin).