FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito Latih Masyarakat Bantul Menjadi Penolong Pertama dalam Situasi Darurat

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada bersama RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan pelatihan Anestesi Edukasi Emergensi untuk Masyarakat (ADEM) bagi warga di Sanggar Budaya Kampung Pramuka, Wulusari, Bantul, pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda Pengabdian Masyarakat Klaster Bedah FK-KMK UGM 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sebelum bantuan medis profesional tiba.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kematian pra-rumah sakit (pre-hospital death) yang kerap terjadi akibat keterlambatan penanganan awal. Dalam banyak kasus, korban tidak segera mendapatkan pertolongan karena masyarakat di sekitar lokasi kejadian merasa panik, takut melakukan tindakan yang salah, atau belum memiliki pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi yang mengancam nyawa.

Melalui program ADEM, tim dokter berupaya menjembatani kesenjangan pengetahuan kesehatan yang selama ini cenderung dianggap kompleks dan hanya dapat diakses oleh tenaga medis. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mendekatkan ilmu kedokteran kepada masyarakat sehingga setiap individu memiliki kemampuan dasar dalam mengenali dan merespons kondisi darurat secara tepat.

Program ADEM dikembangkan oleh Divisi Inovasi, Pelatihan, dan Pengabdian Masyarakat Departemen Anestesi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Sardjito bekerja sama dengan FK-KMK UGM serta Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, Departemen Anestesi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Sardjito berperan sebagai motor penggerak yang mengintegrasikan dukungan dari 14 divisi kesehatan yang tergabung dalam Klaster Bedah FK-KMK UGM.

Salah satu keunggulan program ini adalah hadirnya platform digital ADEM yang dirancang berbasis web application sehingga mudah diakses oleh masyarakat. Platform tersebut menyediakan panduan dan algoritma sederhana yang membantu pengguna memahami langkah-langkah penanganan kondisi kegawatdaruratan secara sistematis. Dengan desain yang ringan dan praktis, aplikasi dapat diakses melalui telepon pintar tanpa memerlukan ruang penyimpanan yang besar.

dr. Bowo Adiyanto, M.Sc., Sp.An-TI., Subsp.T.I.(K), menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun budaya saling menyelamatkan di masyarakat melalui penyebarluasan pengetahuan kegawatdaruratan yang mudah dipahami.

“Kami ingin ada demokratisasi pengetahuan darurat. Ilmu penyelamatan nyawa ini tidak boleh hanya disimpan oleh tenaga medis di rumah sakit, tetapi harus menjadi milik masyarakat agar tumbuh survival culture atau budaya saling menyelamatkan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan kondisi darurat medis, langkah awal pertolongan pertama, serta pemanfaatan platform ADEM sebagai panduan praktis dalam menghadapi situasi kritis. Antusiasme warga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang aplikatif dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi contoh penting bagaimana institusi pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan komunitas. Penguatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama diharapkan mampu menurunkan risiko kematian akibat keterlambatan penanganan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat komunitas.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama dan mencegah kematian yang dapat dihindari. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyediaan akses edukasi kesehatan yang inklusif, praktis, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, PERDATIN Cabang Yogyakarta, dan masyarakat dalam membangun budaya kesiapsiagaan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Nashiruddin).