FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathways sebagai upaya strategis dalam memperkuat mutu pelayanan klinis di fasilitas kesehatan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS dari Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM. Pelatihan diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari berbagai tipe rumah sakit di sejumlah daerah di Indonesia, sehingga menghadirkan ragam perspektif terkait praktik pelayanan di lapangan. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam manajemen mutu layanan.
Pelatihan diawali dengan pemaparan konsep dasar Clinical Pathway sebagai instrumen penting dalam sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Clinical Pathway merupakan rencana perawatan terstruktur berbasis multidisiplin yang bertujuan menerjemahkan panduan klinis ke dalam praktik operasional di fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan ini memungkinkan pengendalian variasi pelayanan, peningkatan keselamatan pasien, serta optimalisasi penggunaan sumber daya. Selain itu, penerapan Clinical Pathway juga berkontribusi dalam meningkatkan kepuasan pasien dan memperkuat koordinasi antarprofesi dalam pelayanan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada tahapan penyusunan Clinical Pathway yang dilakukan secara sistematis dan kolaboratif. Proses dimulai dari pemilihan topik strategis berdasarkan kriteria seperti volume kasus yang tinggi, risiko klinis yang besar, biaya yang signifikan, serta permasalahan yang sering terjadi. Selanjutnya, dibentuk tim multidisiplin yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk menyusun dokumen Clinical Pathway secara terstruktur. Hal ini menegaskan bahwa Clinical Pathway merupakan hasil kolaborasi lintas profesi yang mencerminkan keseluruhan proses pelayanan pasien.
Selain materi konseptual, pelatihan ini juga memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta. Dalam sesi praktik, peserta menyusun draft Clinical Pathway sesuai dengan konteks layanan di rumah sakit masing-masing, mulai dari penentuan topik hingga penyusunan alur pelayanan. Hasil penyusunan tersebut kemudian didiskusikan bersama narasumber untuk memperoleh umpan balik terkait kelengkapan, kesesuaian, dan aspek implementatif. Proses ini membantu peserta memahami pentingnya penyusunan Clinical Pathway yang realistis dan aplikatif.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai implementasi Clinical Pathway dalam praktik pelayanan sehari-hari. Clinical Pathway berfungsi sebagai panduan bagi tenaga klinis dalam memberikan pelayanan sekaligus mendokumentasikan tindakan medis. Namun demikian, dalam pelaksanaannya tetap diperlukan fleksibilitas bagi klinisi untuk menyesuaikan dengan kondisi pasien. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh dukungan organisasi dan peran kepemimpinan, sehingga diperlukan komitmen kuat dari pimpinan fasilitas kesehatan agar Clinical Pathway dapat terintegrasi secara optimal.
Dibahas pula pentingnya evaluasi sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kepatuhan penggunaan, kelengkapan dokumentasi, serta dampak terhadap kualitas pelayanan. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan agar Clinical Pathway tetap relevan dengan kebutuhan pelayanan. Berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan Clinical Pathway dapat menurunkan komplikasi, meningkatkan kualitas dokumentasi, serta meningkatkan efisiensi layanan, meskipun hasilnya bergantung pada konteks implementasi.
Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berfokus pada keselamatan pasien dan efisiensi layanan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berbasis praktik dan pengalaman langsung. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas sistem kesehatan secara berkelanjutan. (Kontributor: Helen Anggraini Budiono).




