Dosen FK-KMK UGM Juara Poster di HUGI Scientific Meeting 2026

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam gelaran Asean Urogynecology Forum in conjunction with HUGI Scientific Meeting 2026 dengan menampilkan inovasi di bidang uroginekologi yang berfokus pada penanganan inkontinensia urin pada perempuan. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran akademisi dalam pengembangan ilmu kedokteran berbasis riset dan inovasi. Kegiatan berlangsung pada 9 hingga 12 April 2026 di Mövenpick Hotel Jakarta.

Dalam gelaran ini, Dr. dr. Akbar Novan Dwi Saputra, SpOG, dosen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, berhasil meraih Juara 1 Presentasi Poster melalui karya ilmiahnya yang berjudul “Transformative Application of Sandwich Platelet-Rich Plasma-Decellularized Amnion Scaffold (PRP-DAS) Coated Mesh for Stress Urinary Incontinence: A Preliminary Safety Case Series.”

Penelitian yang dipresentasikan mengangkat pendekatan inovatif dalam penanganan stress urinary incontinence, yaitu kondisi yang umum dialami perempuan dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Dalam studi ini, dikembangkan teknologi berbasis biomaterial regeneratif dengan mengombinasikan platelet-rich plasma dan decellularized amnion scaffold dalam bentuk mesh berlapis. Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki struktur anatomis, tetapi juga untuk mendorong proses regenerasi jaringan secara alami sehingga meningkatkan efektivitas terapi.

Dalam pemaparannya, Dr. Akbar menjelaskan bahwa hasil awal dari studi berbasis case series menunjukkan profil keamanan yang menjanjikan. Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan penelitian lanjutan dengan skala yang lebih besar guna memastikan efektivitas dan keamanan metode tersebut. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif baru dalam praktik klinis uroginekologi, khususnya dalam penanganan inkontinensia urin yang selama ini masih menjadi tantangan.

Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan inovasi medis yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya perempuan dengan inkontinensia urin. SDG 5: Kesetaraan Gender dari fokus penelitian pada kesehatan perempuan yang selama ini membutuhkan perhatian khusus dalam layanan kesehatan. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi biomaterial regeneratif yang mendorong kemajuan inovasi di bidang kedokteran. (Kontributor: Munjayati).