FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis (MIKK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum bertema “Evidence-Informed Policy di Era AI: Isu Kontemporer Kebijakan Pembangunan Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Medis Klinis.” Kuliah umum tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026 secara luring di Auditorium Gedung Tahir Foundation Sayap Utara Lantai 8 FK-KMK UGM dan daring melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum ini merupakan agenda rutin Program Studi MIKK yang diselenggarakan satu kali setiap semester dengan menghadirkan pakar yang memiliki keahlian di bidang tertentu yang relevan dengan pengembangan ilmu kedokteran klinis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika kebijakan kesehatan, khususnya dalam konteks perkembangan teknologi dan kebutuhan sistem kesehatan modern yang semakin kompleks.
Pada kesempatan ini, kuliah umum menghadirkan Prof. Asnawi Abdullah, S.K.M., MHSM., M.Sc., Ph.D., Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia membahas pentingnya pendekatan evidence-informed policy atau kebijakan berbasis bukti dalam proses perumusan kebijakan kesehatan. Menurutnya, pemanfaatan data ilmiah yang kuat serta dukungan teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif, efektif, dan tepat sasaran dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini dipandu oleh Dr. dr. Anton Sony Wibowo, Sp.T.H.T.B.K.L., M.Sc., FICS sebagai moderator yang memfasilitasi jalannya diskusi antara narasumber dan peserta. Peserta kuliah umum terdiri dari 71 mahasiswa Program Studi MIKK semester genap Tahun Akademik 2025/2026 yang hadir secara langsung di auditorium, serta 72 peserta lainnya yang mengikuti kegiatan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Dalam paparannya, narasumber juga menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dapat menjadi alat strategis dalam mendukung analisis data kesehatan, perumusan kebijakan publik, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesehatan nasional dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berbasis data, sehingga pelayanan medis klinis dapat semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya penguatan kebijakan kesehatan berbasis bukti yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan kuliah umum sebagai sarana pembelajaran akademik yang memperkaya wawasan mahasiswa, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan inovasi digital, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Penta Kusuma).




