FK-KMK UGM Kembangkan Implementasi NAPAK untuk Meningkatkan Layanan Pasien Kanker di Rumah Sakit

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito dan Roche Indonesia menyelenggarakan kegiatan sharing pasca pelatihan Navigasi Pasien Kanker (NAPAK) sebagai bagian dari tindak lanjut implementasi program navigasi pasien kanker di rumah sakit di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di Yogyakarta dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang layanan kanker, termasuk tenaga kesehatan, akademisi, serta mitra industri kesehatan. Pertemuan ini menjadi forum berbagi pengalaman sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan NAPAK yang sebelumnya telah berlangsung di RSUP Dr. Sardjito pada 29 September hingga 29 November 2025.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan bahwa peserta pelatihan mampu mengimplementasikan layanan navigasi pasien kanker di rumah sakit masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh pasien. Program pelatihan NAPAK klinis sendiri dilaksanakan melalui platform Pelataran Sehat milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan terdiri atas tiga tahapan utama, yakni pembelajaran teori selama satu bulan, praktik klinis di rumah sakit selama satu bulan, serta telementoring selama satu bulan di fasilitas kesehatan masing-masing.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan FK-KMK UGM yaitu Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., PhD dan Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., M.N., PhD, perwakilan Roche Indonesia Nani Widjaya, narasumber dari RSUP Dr. Sardjito, serta 23 peserta pelatihan NAPAK dari delapan rumah sakit di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Rumah sakit tersebut meliputi RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RS Muhammadiyah Gamping, RSUD Sleman, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RSUD Kota Yogyakarta, serta RSAU Hardjolukito. Selain itu, kegiatan juga melibatkan dua dosen dari Departemen Keperawatan FK-KMK UGM.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pemaparan mengenai peran Roche Indonesia dalam mendukung adopsi serta implementasi program NAPAK di Indonesia. Selanjutnya, Sri Hartini menyampaikan materi mengenai rencana implementasi layanan navigasi pasien kanker di rumah sakit. Paparan juga dilengkapi dengan pengenalan Portal NAPAK dan Redpath sebagai perangkat digital untuk mendokumentasikan serta memantau kinerja navigasi pasien kanker. Delapan rumah sakit peserta kemudian mempresentasikan rencana implementasi program NAPAK di institusi masing-masing.

Dalam pemaparannya, Sri Hartini menjelaskan bahwa navigasi pasien kanker memiliki peran penting dalam mendampingi pasien sepanjang perjalanan penyakit, mulai dari tahap pencegahan dan skrining, diagnosis, pengobatan, hingga fase pasca pengobatan seperti survivorship, perawatan paliatif, dan akhir kehidupan. Program ini membantu mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi pasien, memberikan dukungan emosional serta psikososial, memfasilitasi akses transportasi dan pembiayaan, hingga melakukan koordinasi layanan dengan tim kesehatan multidisiplin.

Implementasi navigasi pasien kanker terbukti dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan, kepuasan pasien, menurunkan angka putus pengobatan, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Selain itu, layanan ini juga membantu mempercepat waktu diagnosis dan pengobatan serta meningkatkan peluang pasien memperoleh terapi multimodalitas secara optimal. Program NAPAK juga mendukung pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara serta Global Breast Cancer Initiative, khususnya dalam meningkatkan ketepatan waktu diagnosis dan akses terapi bagi pasien kanker payudara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tindak lanjut, pada 11 Februari 2026 dilakukan kunjungan ke Puskesmas Ngemplak 1 untuk mengidentifikasi calon peserta pelatihan NAPAK komunitas atau non klinis. Program NAPAK komunitas berfokus pada navigasi pasien pada tahap pencegahan, skrining, deteksi dini, serta fase pasca pengobatan. Pendampingan ini juga mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining kanker, pengurangan stigma terhadap pasien kanker, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan melalui sistem rujukan dan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke RS Panti Rapih pada 12 Februari 2026. Rumah sakit ini menjadi salah satu institusi yang telah mengeluarkan surat keputusan pembentukan Tim NAPAK untuk memberikan layanan navigasi pasien kanker dalam tata laksana klinis. Delegasi dari FK-KMK UGM dan Roche Indonesia melakukan diskusi bersama pimpinan rumah sakit, direktur medis, tim teknologi informasi, serta tim NAPAK mengenai rencana implementasi layanan serta potensi penggunaan Portal NAPAK dalam sistem pelayanan rumah sakit.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3:  Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas layanan kanker serta penguatan sistem navigasi pasien yang membantu pasien memperoleh diagnosis, pengobatan, dan pendampingan secara tepat waktu. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pelatihan dan proses pembelajaran bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan navigasi pasien kanker.

Selain itu juga dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses layanan kesehatan kanker yang lebih inklusif, sehingga pasien dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi dapat memperoleh informasi, dukungan, serta akses layanan kesehatan yang lebih setara. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, berbagai rumah sakit di wilayah Yogyakarta dan Sleman, serta Roche Indonesia dalam mengembangkan implementasi program navigasi pasien kanker secara berkelanjutan di Indonesia. (Kontributor: Sri Hartini, S.Kep, Ns., M.Kes., Ph.D.).